ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 38 #siraman


__ADS_3

"siapa yang mengambil gambarku dengan diam-diam " batin Lulu


Tiba-tiba seseorang masuk kekamar itu mengagetkan Lulu yang sedang melepas satu persatu fotonya didinding.


"Lulu! apa yang kamu lakukan disini? " tanya Arkadewi


"eehh... ee... maaf bunda, tadi Lulu salah masuk, trus aku penasaran kenapa banyak foto Lulu disini, jadi aku turunin deh fotonya? kata Lulu gugup


"ya sudah kamar mandi ada disebelah sana! " kata Arkadewi sambil menunjuk kearah kamar mandi


"pergilah!, biar bunda yang akan membereskan foto-fotonya lagi" kata Arkadewi sembari memasang kembali foto-foto Lulu ketempat semula


Lulu segera masuk kekamar mandi, Ia kemudian mengeluarkan sebuah foto yang berhasil ia sembunyikan dibalik bajunya.


"huufft!! untung aku berhasil mengamankan satu, semoga saja tidak ketahuan! " kata Lulu sambil memandangi fotonya


Setelah selesai dari kamar mandi, Lulu berpamitan kepada Arkadewi karena hari sudah menjelang sore.


Arkadewi mengantar Lulu hingga pintu gerbang paviliunnya, ia melambaikan tangan hingga Lulu tak terlihat lagi.


"sekarang kau sudah masuk kedalam perangkapku! " kata Arkadewi lirih


*********


"nona!!!, darimana saja kamu? " kata dua orang dayang istana yang sedari tadi menunggunya


"dari paviliun bunda Arkadewi" jawab Lulu sambil masuk kedalam kamarnya


"hati-hati nona, jangan terlalu dekat dengannya" kata seorang dayang mengingatkan


"memangnya kenapa?" jawab Lulu penasaran


"ya, pokoknya hati-hati saja" kata sang dayang tak menjelaskan alasannya


"terus sekarang kita mau ngapain lagi? " tanya Lulu


"ya seperti kemarin, hari ini luluran lagi, biar nona makin kinclong, hehehe " jawab dayang istana sambil tertawa kecil


"jangan lupa besok nona harus menjalani prosesi siraman" seorang dayang istana coba mengingatkan Lulu


"iya, aku tau" jawab Lulu sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang

__ADS_1


************


Pagi harinya Lulu bersiap-siap menjalani proses siraman. Ia dibawa menuju ke Kagungan Dalem Sekarkedhathon, disana Ratu Pitaloka dan para tetua keraton sudah menunggunya.


Siraman sendiri akan dilakukan oleh Gusti Kanjeng Ratu Pitaloka, ibu Siti dan juga beberapa orang tetua yang dianggap berhasil dalam kehidupan pernikahan. ini dimaksudkan agar calon pengantin akan mendapatkan kebahagiaan seperti para tetua yang berhasil dalam pernikahannya.


Sedangkan air yang digunakan untuk siraman sendiri diambil dari tujuh sumber mata air Kagungan Dalem Sekarkedhaton.


Setelah selesai menjalani prosesi siraman Lulu segera diajak kembali ke paviliunnya.


"huufft..., akhirnya bisa rebahan lagi" kata Lulu yang langsung menjatuhkan dirinya keatas ranjang diikuti oleh Ayu dan bu Siti.


"capek ya bu" kata Ayu


"lo baru segitu aja udah cape... coba lo jadi gue udah harus tinggal disini dari beberapa bulan yang lalu, apa lo maaih mau bilang gak mau balik ke Jakarta? " kata Lulu


"gimana masih pengin betah disini apa mau pulang? " tanya Lulu lagi


"hehehe" Ayu hanya tertawa kecil


"sabar ya nduk, insya Allah kamu bisa melewatinya" kata Bu Siti memberi Lulu semangat


"semangat!!! "kata mereka bertiga kompak sambil mengangkat tangannya.


💪💪💪💪💪


Damar Langit terlihat gelisah dikamarnya, sudah beberapa hari ia tak bertemu dengan Lulu, entah ada perasaan apa yang membuatnya begitu ingin bertemu dengannya.


"kenapa aku jadi mendadak ingin sekali bertemu dengan si cewek bar-bar??" tanya Damar dalam hatinya


"kenapa seperti ada yang hilang saat dia tak bersamaku beberapa hari ini, apa aku kangen dengannya??, apa ini yang namanya rindu??" Damar coba menebak-nebak perasaannya


"ahhh!! " teriak Damar coba menghalau bayangan Lulu yang terus melintas dalam fikirannya


Ia segera bangkit dan keluar dari kamarnya untuk mencari udara segar.


Ia berjalan menyusuri selasar paviliunnya, dari jauh ia menatap kearah paviliun Lulu yang terlihat sepi.


Tak beberapa lama pintu kamar Lulu terbuka terlihat Ayu dan bu Siti keluar dari dalam kamarnya.


"Lulu pasti sendiri sekarang? " kata Damar

__ADS_1


Ia berjalan mendekati kamar Lulu, sesampainya didepan pintu kamar Damar Langit mencoba menoleh kekiri dan kekanan, ia takut kalau ada orang yang melihatnya.


"aman" kata Damar


Ia mencoba memberanikan diri mengetuk pintu kamar Lulu.


*tok... tok..tok !!!


Lulu yang sedang bermalas-malasan dikasur segera bangkit dan membukakan pintu.


Damar tersentak kaget ketika mendengar suara pintu yang dibuka, ia kemudian bersembunyi dibalik pintu.


"aneh.. tadi kayaknya ada yang ngetok pintu, tapi kok ga da orang ya? " kata Lulu sambil mengedarkan pandangannya kesekitar paviliunnya


Lulu segera masuk lagi kekamarnya dan mencoba menutup kembali pintu kamarnya. Namun belum sempat tangannya meraih gagang pintu, seseorang menarik tubuhnya kedalam pelukannya.


"Damar!" teriak seseorang yang menghampiri mereka dan segera menjewer telinga Damar Langit kemudian menyeretnya menjauhi Lulu.


Sementara Lulu hanya terkekeh melihat kelakuan Damar Langit.


Danar Gumilang terus menyeret Damar Langit menuju kekamarnya.


"ingat yang mulia anda harus menahan diri, hari ini adalah hari terahir pingitan kalian dan besok kalian sudah akan dipertemukan dipelaminan" kata Danar Gumilang menjelaskan


"maafkan aku paman, aku hilaf" jawab Damar Langit


"jangan diulangi lagi, jadilah anak penurut agar ayahmu lebih sayang padamu" kata Danar Gumilang yang kemudian meninggalkan Damar Langit


"hufftt.. kenapa aku bisa melakukan tindakan konyol seperti itu" gumam Damar Langit


"apa sudah gila??, kenapa hatiku begitu bahagia setelah bertemu cewek bar-bar itu??" ribuan tanya yang terus melintas dibenak Damar Langit membuatnya menyadari, kalau ia mulai jatuh hati pada Lulu.


Sementara Lulu segera masuk kekamarnya, ia kemudian mengambil foto yang ia ambil dari kamar Ganendra.


Dipandanginya foto itu, ia kemudian melihat sebuah kertas yang terselip dalam bingkai foto itu.


"surat?? " kata Lulu


Ia segera menariknya keluar dan membuka kertas tersebut, ia penasaran dengan isi kertas itu. Matanya membelalak ketika membaca isi surat itu.


Maaf ya readers hari ini mungkin updatenya cuma satu chapter... karena saya harus kembali melanjutkan menulis skripsi... jangan Lupa tetep dukung penulis agar besok bisa crazy up dengan cara vote ya... votenya pake poin aja yang gratis... kalau punya koin juga boleh kok vote pake koin. thanks buat yang udah dukung dengan memberikan vote kepada penulis... semoga rezekinya dimudahkan dan berkah selalu ....amiiin 😊😊.

__ADS_1


__ADS_2