ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 69 # Kejutan dari Yudha


__ADS_3

Semua orang sudah berkumpul diruang sidang, tampak Sean duduk di kursi terdakwa.


Semua yang hadir diruang sidang terdiam mendengarkan hakim yang membacakan dakwaan untuk Sean. Selanjutnya giliran jaksa penuntut mengajukan beberapa pertanyaan kepada Sean.


"apa motif anda menyebarkan gosip perselingkuhan yang mulia putri Lulu dengan pangeran Ganendra" kata Jaksa penuntut


"saya hanya ingin masuk kedalam istana, karena saya ingin mengambil kembali posisi putra mahkota yang memang seharusnya menjadi miiliku" jawab Sean


Semua yang hadir tampak tercengang dengan jawaban Sean, tak sedikit dari mereka yang berbisik-bisik membuat suasana sidang menjadi panas dan gaduh.


"harap tenang !!" perintah Hakim yang mencoba menenangkan hadirin yang memenuhi ruang sidang karena suasana sidang yang kembali gaduh


Suasana sidang yang tenang kembali menjadi gaduh ketika seseorang memasuki sidang.


"hantu!!!" teriak seseorang yang berada diruang sidang membuat banyak dari mereka yang meninggalkan ruang sidang


"dia...???"


"yang mulia...???"


" bukankah dia sudah meninggal??"


Tak sedikit dari mereka yang bertanya-tanya, kenapa Yudha berada diruang sidang itu, padahal ia sudah lama meninggal, bahkan pertama kali Yudha muncul banyak yang mengira itu adalah hantu Yudha yang gentayangan sehingga membuat ruang sidang semakin riuh.


"harap tenang!!" teriak hakim sambil mengetuk palu


Akhirnya ruangan sidang kembali tenang.


"apa hubungan anda dengan Sean" tanya hakim kepada Yudha


"Sean itu anaku" ucap Yudha yang mulai memasuki ruang sidang


"pangeran Yudha...bagaimana anda bisa hidup kembali setelah sepuluh tahun meninggal?" tanya hakim lagi

__ADS_1


"aku kembali untuk membalas dendam kepada orang-orang yang berusaha membunuhku, untuk mengambil alih posisi Raja yang seharusnya menjadi miliku saat itu?" jawab Yudha


"apa maksudmu?, apakah anda menuduh yang mulia Raja yang melakukan pembunuhan terhadap anda untuk mendapatkan posisinya saat ini?" tanya hakim


"tentu saja, bagaimana mungkin putra seorang selir bisa menjadi raja tanpa ada perbuatan kotor dibaliknya" jawab Yudha


Mendengar ucapan Yudha wajah nenek Welas seketika berubah memerah menahan amarah yang ingin ia coba redam. Tangannya mengepal, dadanya sesak mendengar Yudha menuduh Panji putranya melakukan percobaan pembunuhan terhadapnya.


"asal kau tahu Yudha, kaulah yang anak selir itu bukannya Panji" batin Welas Asih


"dan kau ibu, sepertinya kau tidak senang putramu kembali, kau sepertinya lebih berpihak pada putra selir itu daripada anakmu sendiri" kata Yudha menatap kearah Welas Asih yang tak bergeming dari tempat duduknya untuk menyambutnya


Mendengar ucapan itu, Welas Asih segera bangkit dari duduknya dan memeluk Yudha yang berdiri tak jauh darinya.


"apa yang kau katakan putraku, tak ada seorang ibu yang tak senang putranya kembali " kata Welas Asih sambil memeluk Yudha


"bagaimana kau bisa kembali sedangkan jasadmu sudah terkubur selama sepuluh tahun" kata jaksa


"waktu itu seseorang mencoba meracuniku, beruntungnya Regita mengetahuinya dan segera melarikan tubuhku kerumah sakit, ia membuka jenazahku yang dudah dikafani. Kemudian membawaku kerumah sakit, dan keesokan paginya setelah aku siuman, ia mbawaku pergi ke korea untuk berobat sekaligus bersembunyi untuk sementara waktu, selama satu tahun lebih aku menetap di Korea dan setelah itu aku bertemu dengan Marrie ibunya Sean. Setelah kami menikah aku pindah ke Australia dan menetap disana sampai sekarang. Aku pernah menitipkan Sean saat ia kecil kepada Regita, ketika Marie meninggal dunia, dan Regita mengembalikannya lagi kepadaku ketika Sean berusia sepuluh tahun. Dan melalui Regi juga aku menerima semua berita tentang kerajaan, dari situlah aku ingin kembali kesini untuk merebut apa yang seharusnya menjadi miliku dan putraku Sean" ucap Yudha menjelaskan semuanya secara detail


"baiklah, yang mulia ibu suri apa ada yang anda ingin sampaikan?" tanya jaksa


"aku akan mengijinkan Yudha dan putranya Sean tinggal kembali diistana, tapi untuk kedudukan putra mahkota akan tetap menjadi hak cucuku Damar Langit" jawab Welas Asih


"hmmm, kenapa kau lebih berat dengan anak selir itu ibu daripada aku yang putra kandung mu sendiri" kata Yudha


"cukup Yudha kau akan tahu jawabannya nanti, bukan disini, tapi didepan para tetua" jawab Welas Asih


"baiklah ibu aku tunggu jawabanmu, dan aku serahkan semua keputusan pengangkatan putra mahkota ditangan para tetua" jawab Yudha sambil tersenyum licik


"baiklah karena semuanya sudah jelas bahwa motif dari penyebaran gosip itu adalah murni untuk kembali ke istana dan tidak ada motif kriminal maka dengan ini Sean kami bebaskan" kata Hakim


Namun ketika hakim akan mengetuk palu, tiba-tiba Danar Gumilang memasuki ruang sidang.

__ADS_1


"tunggu yang mulia, ada motif kriminal yang mereka gunakan juga, karena mereka dengan sengaja menembak yang mulia putri Lulu" kata Danar Gumilang yang masuk ke ruang sidang


"bagaimana yang mulia bisa tahu?" tanya Jaksa


"anaku Tama yang menjadi saksinya, karena ia yang berhadapan langsung dengan penembak itu" kata Danar Gumilang


"tapi apakah penenbak itu Sean?" tanya jaksa lagi


"penembak misterius itu adalah Yudha" jawab Danar Gumilang


"darimana kau tahu aku pelakunya?" tanya Yudha


"dari jurus Jujitsu yang kau pakai" jawab Danar Gumilang


"dan aku juga sudah mendapatkan bukti yang akurat yang membuktikan bahwa kau pelakunya" kata Danar Gumilang sambil menyodorkan rekaman percakapan nya dengan Choi Minho


Setelah mendengarkan rekaman itu hakim kemudian memutuskan putusan sidang.


"baiklah setelah mendengar bukti-bukti dari semua saksi, maka diputuskan bahwa Sean terbukti bersalah karena telah menyebarkan berita hoax tentang perselingkuhan putri Lulu dan pangeran Ganendra, dan ia dijatuhi hukuman penjara satu tahun tapi karena ia masih berstatus pelajar maka akan dibebaskan bersyarat yaitu wajib lapor setiap hari kepada pihak kerajaan. Sedangkan untuk kasus penenmbakan putri Lulu Yudha dinyatakan bersalah dan akan dijatuhi hukuman satu tahun penjara" ucap hakim


**tok..! tok...!!.tok..!! (suara palu diketuk)


Sidang ditutup setelah putusan hakim dibacakan dan diakhiri dengan ketokan palu dari hakim.


Semua yang hadir kemudian pergi satu-persatu meninggalkan ruangan sidang. Beberapa orang polisi datang untuk membawa Yudha keruang tahanan.


***********


"hasil sidang ini jelas tidak adil, aku khawatir Yudha sudah mempengaruhi hakim untuk memanipulasi putusan sidang hari ini" kata Danar Gumilang


"kita harus hati-hati, Yudha sepertinya memiliki relasi yang cukup banyak dikalangan tetua, kita harus mencari dukungan dari para petinggi istana agar bisa menang melawannya" kata Panji Aryowinangun


"kalian tidak perlu risau, biar aku yang menyelesaikan nya " kata Nenek Welas yang kemudian meninggalkan mereka

__ADS_1


Nenek welas kemudian kembali kekamarnya dan membuka sebuah album tua yang ia simpan didalam brankasnya.


"terpaksa aku harus mengungkap rahasia yang sudah kupendam selama empat puluh tahun, dan mungkin akan membuatku diasingkan oleh pihak kerajaan" batin Nenek Welas sambil menarik nafas panjang


__ADS_2