ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 68 # Amarah Alfian


__ADS_3

Ketika malam mulai menjelang, Alfian segera keluar dari kamarnya. Ia berjalan pelan agar tak ada yang terbangun dan mengikutinya. Ia mengecek kembali tasnya yang sudah ia isi dengan berbagai senjata tajam.


Ia kemudian mendorong motornya dan baru menyalakan mesinnya ketika sudah jauh dari kediaman Tama.


Ryan segera membuka matanya, ia sengaja pura-pura tidur untuk mengawasi Alfian. Ia kemudian membangunkan Ferdan dan Noval.


"mau kemana sih Rey, malam-malam gini" kata Ferdan sambil menguap


"kita harus ikutin Al, aku takut ia nekat malam ini" kata Ryan


"biarin aja Rey, diakan punya seribu nyawa jadi gak bakalan mati dia" jawab Noval


"bukan gitu pang, soalnya kitakan bukan melawan anak sekolahan lagi, lawan kita bener-bener mafia sekarang, mereka punya pistol dan satu lagi pak Ali udah pesan ama gue buat jagain Al" kata Ryan


"tumben lo bener Rey, hahaha" kata Noval sambil tertawa


"suee lo!!" balas Ryan


"kita bangunin Tama juga" kata Ferdan


"iyups" jawab Ryan


Setelah semuanya berkumpul mereka kemudian berunding dan setelah itu segera masuk kedalam mobil Tama untuk mencari Alfian.


Alfian segera memarkirkan motornya, ia kemudian berjalan masuk kedalam kafe yang sudah mulai sepi.


Matanya mulai mencari-cari sosok yang menghajar Lulu tadi siang.


"maaf mas, kafenya sudah tutup jadi mohon maaf kami sudah tak melayani pengunjung lagi" kata seorang pelayan kepadanya


Alfian tak memperdulikan pelayan itu, ia terus berjalan masuk kedalam kafe.


Dua orang lelaki berseragam serba hitam menariknya keluar .


" maaf mas kafenya sudah tutup, jadi silahkan datang lagi besok" kata mereka


****buuughhh!!!


Alfian segera melayangkan pukulannya kewajah keduanya.


"panggil pemilik kafe ini!!!" teriak Alfian


mendengar seseorang memanggilnya, Yudha segera keluar dari ruangannya.


"apa kau mencariku anak muda?" kata Yudha yang muncul dari balik pintu


"jadi kau yang menyuruh anak buahmu untuk menghajar kami tadi siang?" kata Alfian


"benar sekali, memangnya ada urusan apa kamu datang kemari" tanya Yudha


**buughh!!


Alfian segera mengeluarkan tendangannya kearah Yudha, tapi ia berhasil menangkisnya, berkali-kali Alfian melayangkan pukulannya namun Yudha selalu berhasil menepisnya.

__ADS_1


"dasar anj*ng !!!rasakan ini !!" teriak Alfian sambil mengarahkan samurai kepadanya


Dan kali ini serangannya berhasil melukai lengan Yudha.


"dasar bocah tengik beraninya kau melukaiku!!" kata Yudha yang langsung mengeluarkan jurus Jujitsunya membuat Alfian kewalahan menghadapinya.


Seseorang kemudian datang dan membisikan sesuatu ketelingannya.


''hmmm!" kata Yudha


"singkirkan anak kecil itu, kalau dia macem-macem bunuh saja dia" perintah Yudha yang meninggalkan Alfian yang masih mengamuk di kafe


Beberapa orang berbadan kekar keluar dari dalam kafe dan segera menghajar Alfian.


"akhirnya keluar juga kalian" kata Alfian yang berlari keluar kafe agar lebih leluasa menghajar lawan-lawannya.


Ia menatap kearah sesosok pria yang menghajar Lulu tadi siang, ia kemudian mengambil samurainya dari dalam tas dan menebaskannya ketubuh laki-laki itu hingga jatuh tak bernyawa, senyumnya yang menyeringai membuat wajah tampannya berubah menjadi bengis. Ia seperti orang yang kesetanan membabat habis satu persatu lawannya dengan samurai ditangannya.


"kau memang benar pang, Al punya seribu nyawa, buktinya dia mampu menghajar puluhan orang sendirian" kata Ryan yang menggeleng-gelengkan kepalanya menyaksikan Alfian yang sedang membantai musuh-musuh nya


"dia memang keren !!, pantas kalau ia mendapat julukan Jendralnya MENTARI" tambah Noval


"katanya udah insaf, tapi masih saja jadi berandalan" kata Ferdan yang baru turun dari mobil


Tama segera membantu Alfian yang sudah kewalahan.


"ayo bantu jangan diam saja!!" teriak Tama manggil ketiganya


"siaaap!!" teriak mereka bersamaan


"gila lo Al, niat banget sampe prepare bawa ginian segala" kata Ferdan yang memegang Gear motor dari Alfian


"bener-bener mau tawuran ini" kata Ryan sambil menerima samurai dari Alfian


***********


Yudha memasuki sebuah rumah besar yang tak jauh dari keraton.


"silahkan masuk paman" kata Candramaya membukakan pintu


"dimana ibumu?" kata Yudha


"dia sudah menunggu paman diruang tengah" jawab Candramaya


"selamat malam Regi, apa ada yang ingin kau sampaikan sehingga memanggilku kemari?" tanya Yudha


"besok adalah persidangan Sean, aku hanya ingin mengingatkanmu untuk mempersiapkan semua bukti-buktinya, tadi pagi saya sudah bertanya pada Paman Bowo yang akan menjadi hakim kasus itu untuk membantu Sean, dan dia setuju untuk membantu kita" kata Regita Ayu


"terima kasih Regi, kamu sudah banyak membantuku, aku pastikan kau akan mendapatkan apa yang kau mau" ucap Yudha


"tidak perlu repot-repot pangeran, aku hanya ingin melihatmu mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hakmu dan apakah kamu bisa membalas cintaku" jawab Regita yang balik bertanya


"apa kau tidak mempunyai permintaan lain yang bisa aku penuhi" tanya Yudha

__ADS_1


"aku melakukannya karena aku mencintaimu. Yudha, apa kamu tak pernah menyadarinya" jawab Regita menetap lekat laki-laki dihadapannya


"apa itu juga yang menjadi alasanmu saat menyelamatkanku waktu itu?" tanya Yudha


"benar, bahkan aku rela tak menikah lagi setelah ayah Candramaya meninggal hanya untuk menunggumu kembali" jawab Regita


"tapi maaf Regi aku tak dapat membalas cintamu" kata Yudha


"apa kamu masih mencintai Arkadewi?" tanya Regita yang matanya mulai berembun


"kau benar Regi, hanya Dewi satu-satunya wanita yang aku cintai di dunia ini" kata Yudha sambil mengusap air mata Regita yang mulai membasahi pipinya


" aku akan selalu menunggumu sampai kau menerima cintaku" kata Regita yang membenamkan wajahnya kedada bidang Yudha


************


Arkadewi masih mempelajari dokumen yang diberikan oleh Argo Seno.


" sepertinya besok akan menjadi hari bersejarah bagimu Panji, bersiap-siap lah untuk menerima serangan dari kakakmu Yudha" kata Arkadewi


"siapa pemuda yang tadi mengambil gambar didepan kafe Sean, sepertinya aku belum pernah melihatnya" gumam Arkadewi


"dia juga bukan salah satu sahabat dari Lulu, berati dia bukan orang suruhan Danar, lalu siapa dia, apa dia orang suruhan Yudha yang sengaja disuruh untuk mengawasiku, dia mencurigai ku karena aku pernah mencoba membunuhnya, dasar ******** masih berani ia datang kepadaku setelah apa yang ia lakukan padaku, mulai sekarang aku harus lebih berhati-hati lagi" batin Arkadewi yang memandangi foto Lulu dan keempat sahabatnya


***************


Seoul, Korea Selatan


sudah lebih dari tiga hari Damar tak bertemu dengan Lulu, ia mencoba menghubungi Lulu karena khawatir dengan keadaannya.


"halo sayang" Damar menyapa Lulu


"halo, ada apa lo nelpon malam-malam" kata Lulu


"disini belum terlalu malam, maaf ya kalau mengangu tidurmu" kata Damar


"iya, kamu lagi apa?" tanya Lulu


"aku lagi mikirin kamu sayang" jawab Damar


"diih gombal" jawab Lulu


" benar sayang, aku memang mengkhawatirkanmu saat Tama memberi kabar kepadaku kalau kamu pingsang karena seseorang menghajarmu dibagian punggung" ucap Damar khawatir


"iya makasih sayang kamu udah perhatian ke aku, tapi sekarang aku sudah baikan kok" jawab Lulu


"dengarkan aku sayang, sekarang kamu jangan berkelahi dulu ya, jaga kesehatanmu, serahkan semuanya sama Tama, aku yakin dia bisa menghandle semuanya, aku gak mau kamu kenapa-kenapa sayang" kata Damar


"iya, nenek juga sudah melarangku, jadi aku hanya tinggal dirumah saja sekarang" jawab Lulu


"baguslah kalau begitu, berati aku bisa tenang disini" kata Damar


" btw apa kamu sudah selesai dayang bulannya?" goda Damar

__ADS_1


"iishh mulai lagi mesumnya" kata Lulu kesal


"maaf ya sayang, becanda kok abis seneng aja kalau lihat kamu marah, kamu makin cantik" kata Damar menggoda Lulu


__ADS_2