
Sesampainya disekolah Lingga menatap lekat kearah Lulu yang turun dari mobil Lingga, ia tak berani lagi untuk mengejeknya.
"sial!!, kenapa sekarang dia dikawal oleh Tama, pasti nenek yang menyuruh Tama untuk menjadi pengawalnya, dasar nenek tua itu selalu saja merepotkan " kata Lingga yang menyungutkan wajahnya.
Sementara Candramaya terlihat bahagia karena ia melihat Lulu duduk sendiri tanpa pengawalan. Ia segera memanggil Raisha dan Clara.
"sekarang aku mau kalian memberi pelajaran pada cewek udik itu " kata Candramaya sambil menunjuk kearah Lulu yang duduk sendiri ditaman sekolah
"tapi ka... " jawab Clara
"tak perlu takut, sepertinya hari ini ia tak dikawal oleh pengawal kerajaan" jawab Candramaya
Raisha dan Clara segera menghampiri Lulu, Ketika mereka hendak menuangkan sebotol kecap kebaju Lulu, tiba-tiba tangan mereka segera ditarik oleh Tama yang muncul dari belakang.
"awww!!" teriak Raisha dan Clara bersamaan
Mereka meringis menahan tangis ketika Tama memelintir tangannya. Dari jauh Candramaya terkejut melihat Tama yang datang menolong Lulu.
"Tama!!!, kenapa dia menolong Lulu?" batin Candramaya
Melihat dua temannya meringis kesakitan, Ia segera lari menjauh dari tempat itu.
"sakit!!!" teriak Raisha
Tama segera melepaskan tangan mereka.
"sekali lagi aku lihat kalian berniat jahat kepadanya, maka jangan harap kalian bisa lepas dariku! " ancam Tama yang membuat dua gadis itu bergidik dan segera berlari meninggalkannya
"makasih Tama " kata Lulu
Tama tak membalas perkataan Lulu ia kemudian pergi meninggalkan Lulu yang masih duduk ditaman.
"awww!!" terdengar suara orang berteriak kesakitan
"sakit Tama!!, lepaskan!!" kata Candramaya yang meringis kesakitan karena tangannya diplintir oleh Tama
"aku tau kau yang menyuruh Raisha dan Clara untuk menyakiti Lulu, ingat mulai sekarang aku yang mengawal Lulu jadi jangan macam-macam lagi" hardik Tama kepada Candramaya
"jangan fitnah Tama, aku tak pernah menyuruh mereka, bahkan kau taukan aku tak pernah menyakiti siapapun disekolah ini" jawab Candramaya membela diri
"hmm, kau kira aku percaya dengan sikap sok anggunmu itu, ingat aku bukanlah Damar yang tersihir dengan kecantikanmu saja, aku tau semua tingkah busukmu, jadi jangan coba-coba membohongi ku lagi, atau kau akan tahu akibatnya" ancam Tama
"ciih, sialan ******** ini juga sudah tau siapa aku, mulai sekarang aku harus lebih berhati-hati lagi" Candramaya membatin
"baiklah, aku janji tidak akan melakukannya lagi" kata Candramaya yang masih meringis kesakitan
__ADS_1
Tama kemudian melepaskan tangannya dan meninggalkannya sendiri diruangan itu.
"arghhhh!!, dasar siall!! " teriak Candramaya setelah kepergian Tama
**Kriiing... kriiing... kriiing
Bel akhir pelajaran berbunyi, Lulu segera keluar dari kelasnya, ia ingin menemui Damar dikelasnya, mengajaknya pulang bersama. Tapi ia harus menelan kekecewaan karena Damar sudah tak terlihat dikelasnya.
Ia tertunduk lesu dan berjalan menuju keparkiran mobil.
"sudahlah jangan bersedih, Damar sudah pulang karena ia harus pergi ke Padang untuk menemani yang mulia Raja berkunjung kesana" Kata Tama yang sudah menunggu Lulu diparkiran
"berapa hari? " tanya Lulu lesu
"tiga hari" jawab Tama
"lama sekali" kata Lulu sambil menghela nafas
Ia kemudian masuk kedalam mobil, dan Tama langsung melesatkan mobilnya menuju keistana.
Sesampainya dikekediaman Sri Welas Asih Lulu segera turun dan melihat dua orang yang sedang membersihkan motor tua dihalaman depan.
"wah, bagus sekali motor antik itu!" kata Lulu mengagumi motor tua dihadapannya
"nona!! " sapa dua orang pelayan istana sembari memberi hormat
"betul nona" jawab Pelayan istana
"bolehkah aku mencoba mengendarainya? " pinta Lulu
"maaf nona, motor ini sudah lama mati, hanya saja yang mulia masih ingin menyimpannya sebagai benda koleksi pribadinya"
"ohh, bolehkah aku memeriksanya?" tanya Lulu
" tentu saja" jawab pelayan istana
Lulu segera mencoba menstater motor itu dan memeriksa mesinnya.
"masih bisa nyala, aku akan mencoba memperbaikinya" kata Lulu yang kemudian berlari menuju kamarnya untuk berganti pakaian
"jangan coba-coba merusak motor itu kalau kau tak bisa memperbaikinnya, atau kau akan mendapat hukuman dari nenek karena merusak benda kesayangannya" Kata Tama mengingatkan Lulu
"selow!! , aku paling jago kalau untuk urusan yang satu ini" kata Lulu menyombongkan diri
"dasar cewek sombong!! " batin Tama yang kemudian pergi meninggalkannya
__ADS_1
Dua orang pelayan istana tak dapat menahan keinginan Lulu untuk memperbaiki motor tua itu.
Setelah seharian membongkar pasang motor tua itu, akhirnya Lulu berhasil menghidupkan kembali mesin motor itu.
"yeaay!!!, akhirnya aku berhasil!!" kata Lulu yang melompat kegirangan
Ia kemudian naik keatas motor itu dan mencoba untuk mengemudikannya, ditengah perjalanan ketika ia hendak mengerem motor itu, tiba-tiba remnya tak berfungsi.
"sial!, kenapa remnya jadi blong" kata Lulu yang mulai panik
Lulu hampir saja menabrak seorang dayang istana kalau saja Ganendra tak menolongnya.
Lulu jatuh disamping motornya, Ganendra kemudian membantunya berdiri.
"terima kasih ka" kata Lulu
"sama-sama" Jawab Ganendra
"kau tidak apa-apa? " tanya Ganendra
"aku tidak papa, tapi motornya " kata Lulu tersenyum kecut
Ganendra kemudian membawa motor itu kepaviliunnya, ia kemudian mengambil perkakasnya dan mencoba memperbaikinya.
"remnya blong ka" kata Lulu
Ganendra hanya mengangguk dan melanjutkan memperbaiki motornya. Lulu memperhatikan Ganendra yang sangat cekatan dalam memperbaiki motor tua itu.
Ia kemudian mencoba mengendarainya, dan berhasil, kini motor tua itu sudah bisa dipakai lagi.
"kak Gaga keren!! " Puji Lulu sambil mengacungkan kedua jempolnya
"kamu yang keren, kan Lulu yang membongkarnya tadi" jawab Ganendra
"kaka bisa aja" jawab Lulu
"baiklah, aku akan mengantarmu pulang" kata Ganendra yang mempersilahkan Lulu untuk membonceng dibelakangnya
Lulu kemudian naik keatas motor itu, Ganendrapun segera melajukan motor itu menuju kekediaman nenek Welas.
Sesampainya disana Nenek Wealas sudah menunggunya dipintu gerbang, dengan wajah sangarnya.
Lulu segera menundukan wajahnya karena takut melihat wajahnya yang dipenuhi amarah.
"siapa yang mengizinkanmu membawa motor kesayanganku!! " kata Nenek Welas dengan nada tinggi
__ADS_1
"maaf nenek, Lulu hanya ingin membantu memperbaikinya saja, tak ada maksud yang lain kok" jawab Lulu sambil tetap menunduk
"dasar lancang!! " teriak Nenek Welas mendekati Lulu