
Suara burung berkicau saling sahut menyahut membangunkan Lulu yang mulai mengerjapkan matanya. Matanya menatap kesekeliling kamar, netranya terus mencari-cari sesosok lelaki yang menggaulinya semalam.
"dia tidak ada, apa semalam cuma mimpi" Lulu membatin
ia membuka selimutnya, dan ia tercengang mendapati dirinya tanpa sehelai benangpun yang menutupi kulit sawo matangnya. Ia juga segera memunguti bajunya yang berserakan dilantai.
"berarti semalam itu bukan mimpi" gumam Lulu yang kemudian masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Ia segera mengeringkan rambutnya karena takut ketahuan nenek. Setelah selesai berganti pakaian Lulu segera bergegas menghampiri Tama yang sudah menunggunya.
Ia melirik kekamar Damar yang masih tertutup rapat.
"ia pasti masih tidur" kata Lulu dalam hatinya
**tin.. tin.. tin !!!!!
Tama membunyikan klakson mobil karena sudah menungu terlalu lama.
Lulu segera berlari kearahnya dan langsung duduk disampingnya.
"maaf lama" kata Lulu tanpa mengetahui Damar dibelakangnya
"apa kau tak mau duduk disampingku" kata seorang pria yang menutupi mukanya dengan bucket mawar merah.
Lulu menoleh kebelakang, dilihatnya Damar yang tersenyum dibalik bucket mawar merah.
"Damar!! " teriak Lulu yang langsung berpindah kekursi belakang. Damar segera memberikan sebucket mawar merah kepadanya.
"selamat pagi Ratuku sayang" kata Damar sambil menyerahkan sebucket mawar merah kepada Lulu
"pagi juga sayang" jawab Lulu
Mereka terus saling menatap dan tersenyum, Damar kemudian menggenggam erat jemari Lulu, seakan tak mau berpisah lagi dengannya. Lulu menyandarkan kepalanya dibahu damar, Ia mengusap lembut rambutnya dan mengecup keningnya.
"yang mulia kita sudah sampai" Tama memberitahukan Lulu dan Damar bahwa mereka sudah tiba disekolah
Lulu dan Damar kaget karena mereka merasa baru saja duduk tapi secepat kilat mereka sudah tiba disekolah.
"kenapa cepat sekali" kata Damar dan Lulu bersamaan
Damar segera turun dan membukakan pintu untuk Lulu. Lulu segera turun dan Damarpun menggandengnya. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju kelas. Setelah tiba didepan kelas Lulu, Damar melepaskan genggaman tangannya.
"selamat belajar sayang" kata Damar sambil melambaikan tangannya
"iya kamu juga sayang" jawab Lulu
Lulu segera masuk kedalam kelasnya.
__ADS_1
Jam pelajaran telah usai, Lulu segera menemui pak Adam untuk mengambil ponselnya .
"selamat siang pak" sapa Lulu
"selamat siang yang mulia, silahkan duduk" jawab Pak Adam
Lulu segera duduk.
"yang mulia anda harus membuat surat perjanjian dahulu sebelum saya memberikan ponsel anda" kata Pak Adam
Lulu mengangguk, dan mengambil selembar kertas berisi surat perjanjian, ia segera mengisi dan menandatanganinya. Pak Adam juga segera memberikan ponselnya. Tak menunggu lama, Lulu segera berpamitan pada pak Adam.
Lulu kemudian membuka ponselnya, ia terkejut ketika melihat banyak sekali misscall dari Ayu. Lulu kemudian menelpon Ayu.
"hallo ayu?" sapa Lulu
"halo mba? " jawab Ayu dengan suara seraknya
"ada apa yu, sepertinya kamu habis menangis" kata Lulu
"bapak mbak, bapak hiks.. hiks.. " jawab Ayu yang menangis tersedu-sedu
"iya, bapak kenapa!" tanya Lulu penasaran
"bapak Kritis mbak, dia masih dirawat diruang ICU" jawab Ayu
Mendadak tubuh Lulu menjadi lemas, ia jatuh tertunduk dan bersandar dibalik pintu kelasnya. Tama yang melihatnya segera mendekatinya.
"bapaku sakit, ia sedang kritis sekarang hiks.. hiks " jawab Lulu terisak
Tangisnyapun pecah, ia menangis dibahu Tama. Sementara itu Tama kebingungan, Ia tak tahu bagaimana cara menenangkannya.
"yang mulia ayo kita segera pulang keistana, agar anda bisa meminta izin untuk menengok ayah anda" Tama mencoba memberi solusi
Lulu segera menurut, ia mengikuti Tama menuju kemobilnya.
Sesampainya di istana, ia segera menemui nenek Welas untuk meminta izin menjenguk ayahnya yang sakit, dan nenekpun memberinya izin.
"pulanglah sore ini, Tama akan menemanimu" kata Nenek
"tapi Lulu harus berpamitan dengan yang mulia Raja dan Ratu terlebih dahulu" jawab Lulu
"tidak perlu, biarkan nenek yang nanti menyampaikan kepada mereka" kata nenek
"segeralah berkemas, Tama akan segera mengurus semua keperluanmu" kata nenek lagi
" baik nek" jawab Lulu yang kemudian meninggalkannya
__ADS_1
Ia segera mengemasi barang-barangnya kedalam koper, Ia kemudian menghubungi Damar.
"halo" sapa Lulu
"iya ada apa sayang" jawab Damar Lembut
"aku harus pulang ke Jakarta hari ini, bapaku sakit " Lulu menjelaskan
"maaf sayang, aku tak bisa mengantarmu karena masih banyak urusan yang harus aku selesaikan" jawab Damar
"iya, tidak masalah karena nenek sudah meminta Tama untuk mengantarku" Jawab Lulu
"syukurlah kalau Tama yang menjagamu, aku jadi tidak khawatir, tapi aku janji akan segera menyusulmu jika urusanku sudah selesai" kata Damar
"yaudah aku jalan dulu ya" kata Lulu
"iya hati-hati sayang, jangan lupa telpon aku jika sudah sampai" jawab Damar
"iya, bye" jawab Lulu yang kemudian mematikan ponselnya
Damar sebenarnya ingin menemani Lulu ke Jakarta, tapi karena kesibukannya membantu menghendel urusan kerajaan membuatnya tak bisa menemaninya. Namun ada sedikit rasa lega karena Tama akan menemaninya ke Jakarta, Ia sangat percaya kalau sepupunya itu dapat menjaga dan melindungi Lulu.
Setibanya dibandara Halim Perdana Kusuma Lulu dan Tama segera memesan taksi yang membawa mereka kesebuah rumah kecil dipinggiran kota.
"assalamualaikum " Sapa Lulu kepada ibunya yang duduk termenung didepan Tv
Ibu Siti segera bangkit dari tempat duduknya, ia segera memeluk putrinya itu.
"Waalaikum salam, kamu sama siapa nduk? " tanya bu Siti
"sama Tama bu, dia sepupunya Damar" kata Lulu memperkenalkan Tama pada Ibunya
"Damar gak ikut kenapa? "
"dia sibuk bu"
"oh, yaudah kamu istirahat aja dulu" kata bu Siti menyuruh Lulu beristirahat
"kalau masnya tidur dikamar Ayu saja" kata Bu siti yang mengajak Tama kekamar Ayu
Malam harinya Lulu berniat untuk menemani ayahnya, ia ditemani oleh Tama berangkat menuju kerumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit, Lulu segera masuk kedalam dan menatap kearah ayahnya yang terbaring dengan dipenuhi selang infus. Ia mengusap kepalanya, tak terasa airmatanya menetes karena sedih melihat ayahnya yang tak bisa melihat kehadirannya.
"bapak, Lulu sudah datang, aku kangen sama bapak, hiks.. hiks" kata Lulu yang tak kuasa menahan tangisnya
Ia duduk disebelahnya sambil terus menatapnya. Tampak seseorang keluar dari kamar mandi. Lulu mengira jika dia adalah Ayu, sehingga Lulu tak menghiraukan kedatangannya.
__ADS_1
"Lulu!!!" sapa seseorang yang tak asing ditelinga Lulu
"suara itu, seperti aku sangat mengenalnya" batin Lulu