
Rahardian segera pulang kerumahnya dan mengumpulkan seluruh koleganya. Ia membahas tentang masalah yang sedang dihadapinya.
"aku bisa membantumu kang mas" ucap Argo Seto yang merupakan adik dari Argo Seno
"apa yang kau bisa bantu untukku?" Rahardian balik bertanya
"kau hanya perlu menyingkirkan Danar Gumilang jika ingin terbebas dari hukuman, karena yang memegang kendali dari semua ini adalah Danar Gumilang, bahkan Panji Aryowinangun tidak akan menjadi raja yang disegani jika tidak ada Danar Gumilang. Ia seperti sebuah CPU yang menjadi pusat kerja komputer, tanpa ada CPU maka komputer tidak dapat berfungsi" Seto menjelaskan peran penting Danar dalam keraton Arjowinangun
"kau benar Seto, tanpa adanya Danar istana akan menjadi lemah dan tak berdaya, tapi bagaimana aku bisa menghabisi Danar, sedangkan dia adalah orang yang sangat cerdik dan pintar" Rahardian mulai bimbang
" carilah seorang pembunuh bayaran untuk membunuhnya, kau tidak perlu mengotori tanganmu untuk menyingkirkannya" ucap Seto
"hmm, dimana aku akan mendapatkan seorang yang memiliki bela diri yang lebih kuat dari Danar?" tanya Rahardian
Argo Seto kemudian memberikan sebuah kartu nama pada Rahardian.
"itu adalah pembunuh bayaran yang paling ditakuti diseluruh dunia hitam, datanglah kesana dan minta bantuannya" ucap Argo Seto
"hmm, baiklah aku akan mendatanginya malam ini" Rahardian kemudian memasukan kartu nama itu ke sakunya dan setelah diskusi selesai ia membubarkan pertemuan itu.
"kenapa kau masih disini Seto?" tanya Rahardian
"aku akan menemanimu menemui mereka sekarang" ucap Argo Seto
"nanti malam saja kita kesananya" ucap Rahardian
"kau tidak akan bisa menemui mereka di malam hari, karena itu hanya akan membahayakan dirimu. Berangkatlah sekarang bersamaku" ajak Seto
Rahardian akhirnya mengangguk dan menuruti semua perintah Argo Seto.
Keduanya kini sudah tiba disebuah bangunan tua yang sangat kumuh dan tidak terurus. Kesan angker begitu terasa ketika mereka memasuki ruangan rumah itu.
"ini lebih cocok menjadi rumah dukun, daripada rumah seorang bos mafia" ucap Rahardian
Langkah keduanya terhenti ketika dua orang pemuda menghentikan mereka dan menggeledah tubuh mereka.
"aman!!, silahkan jalan!" ucap laki-laki itu
Salah seorang dari mereka membimbing mereka menemui ketua geng mereka yaitu Jagad Samudra.
"silahkan masuk tuan" salah seorang pengawal mempersilahkan Rahardian dan Seto masuk ke sebuah ruangan yang sangat mewah
Argo Seto dan Rahardian masih menunggu Jagad Samudra yang masih sibuk menyelesáikan kegiatannya.
__ADS_1
Salah seorang anak buahnya kemudian mendekatinya dan membisikan sesuatu di telinganya.
Jagad Samudra kemudian mendekati kedua tamunya dan mempersilahkan mereka duduk.
"apa yang bisa aku bantu?" Jagad memulai pembicaraan untuk menghilangkan rasa canggung kedua tamunya itu
"aku minta bantuan mu untuk menyingkirkan seorang yang paling berpengaruh di lingkungan keraton Arjowinangun, Danar Gumilang" ucap Rahardian
"kamu mau kelas yang mana?" Jagad menawarkan sesuatu pada tamunya itu
"ciih!!, seperti mau naik kendaraan saja ada kelas-kelasnya juga" Ucap Rahardian
", tentu saja, karena kami akan memberikan pelayanan yang sesuai dengan kelas yang kalian pilih" jawabnya sambil mengangkat kakinya ke atas meja
"baiklah aku minta kelas yang terbaik, yang bisa menyelesaikan pekerjaan tanpa meninggalkan jejak" Rahardian menyampaikan keinginannya
"baiklah kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan dan kami yakin kau akan puas dengan hasil kerja kami"' Jagad kemudian bertepuk tangan dan kemudian beberapa orang berbadan kekar keluar dari dalam rumahnya dan berdiri membelakanginya
" kau bisa pilih salah satu dari mereka yang memiliki kelebihan masing-masing" ucap Jagad Samudra sambil menyodorkan sebuah buku besar berisikan biodata semua jagoan yang berdiri dibelakangnya
Rahardian mengamati satu persatu dari mereka dan membaca biografinya dengan teliti.
"aku mau yang ini!" kata Rahardian sambil menunjukkan foto orang yang dipilihnya.
"apa ada yang lebih baik lagi dari Jhony?" tanya Rahardian
"tidak ada , dialah yang terbaik, ada juga Max tapi kemampuannya masih dibawah Jhonny, asal kau memberikan perintah dengan jelas kau tidak akan kecewa, pakailah suara yang keras dan jelas bila perlu tulis saja dikertas itu akan lebih baik" ucap Jagad Samudra
"baiklah aku pilih Jhonny" akhirnya Rahardian menentukan pilihannya
"baiklah kau bisa membawanya sekarang" Jagad memberikan kode pada Jhonny untuk mengikuti Rahardian
"baiklah kalau begitu, kami permisi" Rahardian kemudian berpamitan dan pergi meninggalkan rumah itu diikuti oleh Jhonny Sinting.
************
Ganendra tampak bersiap-siap untuk menjemput Shila di rumahnya, ia kemudian melajukan mobilnya menuju rumah Shila.
Shila mengembangkan senyumannya ketika melihat mobil Ganendra berhenti di depan rumahnya.
Ia langsung berdiri dan menghampiri mobil Ganendra.
"kamu kenapa memakai baju terbuka seperti itu, apa kamu tidak merasa kedinginan nanti" Ganendra memperhatikan Shila yang memakai gaun hitam selutut dengan belahan dada rendah yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
__ADS_1
"tidaklah, kan Jogja itu panas jadi aku tidak akan kedinginan" jawab Shila yang kemudian masuk ke dalam mobil
Dia kemudian duduk disampingnya, Ganendra segera mengeluarkan jaketnya dan menutup bagian tubuh Shila yang membuatnya merasa risih.
"bukannya senang melihat wanita dengan baju seksi dan terbuka kau malah menutupinya dengan jacket, sungguh lelaki yang tidak normal" gumam Shila
Ganendra menghentikan mobilnya dikedai soto langganan Lulu disekitar alun-alun.
"gak salah ni!" ucap Shila yang kaget ketika Ganendra mengajaknya masuk ke dalam kedai itu
"kamu jangan pandang tempat ini hanya dari bangunannya saja, tapi rasakan kenikmatan sotonya yang sudah terkenal di seluruh Jogjakarta"
"kamu beneran ngajak dinner aku di jajanan kaki lima seperti ini, bukannya di kafe-kafe romantis gitu?" Shila masih enggan melangkahkan kakinya masuk kedalam kedai itu
"aku tidak pernah membedakan sesuatu hanya dari covernya saja, bagiku tidaklah masalah makan di kaki lima tapi dengan cita rasa bintang lima daripada makan di kafe mewah tapi tidak ada rasa, mereka hanya menawarkan tempat yang indah dan megah, memang disini tempatnya tidak seindah di kafe-kafe itu, tapi soal cita rasa silahkan kau adu dengan hotel bintang lima rasanya tidak akan jauh beda" ucap Ganendra
"tapi aku tidak mau makan disini, aku takut masakannya tidak higienis" ucap Shila
"ya sudah kau maunya makan dimana?" tanya Ganendra
"kita ke kafe langganan aku aja" ucap Shila
Ganendra mengikuti Shila meninggalkan tempat itu, ketika ia mulai membukakan pintu mobil untuk Shila, tiba-tiba seorang anak kecil berlari kearahnya.
"papah!!!" teriak Bagas
Shila yang baru saja duduk didalam mobil terperanjat mendengar ada seseorang yang memanggil Ganendra dengan sebutan papah.
"katanya jomblo, kok punya anak sih?" batin Shila
Karena penasaran ia kemudian turun untuk melihat siapa yang memanggil Ganendra dengan sebutan papah.
Ganendra segera menggendong Bagas yang terus menarik kemejanya.
"kamu kesini sama siapa?" tanya Gaga
"sama mamah" jawab Bagas
"dia anakmu?" tanya Shila
"oh iya, aku lupa ...kenalin Bagas anak aku" ucap Ganendra
"sayang kenalin dia tante Shila, temannya papah" Ganendra memberitahu Bagas
__ADS_1
"what!!, jadi dia cuma menganggapku teman saja, pantas sikapnya begitu dingin padaku" ucap Shila kecewa