ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 90 # Penyamaran (4)


__ADS_3

Damar segera masuk dan mencari-cari sesuatu di kamar itu. Ia kemudian mengambil satu stel baju dari kamar mandi.


"ini baju siapa?" tanya Damar mencurigai Lulu


Lulu terkejut karena Damar berhasil menemukan baju yang barusan ia pakai.


"dan mukamu juga kenapa, kok seperti habis berkelahi?" tanya Damar lagi


Lulu hanya diam sambil memikirkan sesuatu.


"iya, tadi aku habis berkelahi" jawab Lulu


"kenapa, siapa yang mau mencelakakan kamu?" tanya Damar


"ceritanya panjang, besok sepulang sekolah aku kasih tahu kamu" jawab Lulu


"kenapa gak sekarang saja sih?" tanya Damar kesal


"sabar ya..aku bingung harus cerita darimana, sekarang mendingan kita makan aja yuk, aku belum makan laper" jawab Lulu sambil menggandeng tangan Damar


*********


"apa!!!, kamu gagal lagi" teriak Arkadewi


"iya yang mulia, sepertinya kita tidak boleh menyepelekan anak itu, dia selalu membawa pistol kemana-mana dan satu lagi ia dilindungi oleh seorang pemuda asing" ucap Arga Seno


"apa aku perlu turun tangan sendiri untuk menghabisi cecunguk itu" kata Arkadewi


"tidak perlu yang mulia, biar aku sendiri yang akan turun langsung untuk menghabisi anak itu" kata Argo Seno


"bagus kalau begitu, aku tunggu kabar baik darimu" kata Arkadewi


*********


"hmmm, sepertinya perang sudah dimulai" kata Maya sambil memainkan pistolnya


"baiklah bibi aku juga suka bermain-main dengan mu" kata Candramaya sambil mengisi peluru kedalam pistolnya dan memasukannya kedalam tas sekolahnya


**Kriiing....kring...kriiing!!


Bel pulang sekolah berbunyi semua siswa berhamburan keluar dari gerbang sekolah, sementara Lulu masih menunggu Damar bersama paman Danar.


"wajahmu kenapa yang mulia?" tanya Pama. Danar


"kemarin ada yang berusaha membunuh Maya, jadi aku berusaha melindunginya tapi sayangnya aku malah babak belur dibantai mereka" kata Lulu sambil mengusap pipinya yang masih lebam


"terus Maya gimana?" tanya Danar Gumilang


"dia selamat karena ia bisa melindungi dirinya, dia itu selalu membawa pistol untuk melindungi dirinya sendiri, asal paman tahu dua orang yang hendak membunuhnya mati semua ditembak oleh dia" jawab Lulu


"ternyata Maya itu sadis banget paman" tambah Lulu lagi sambil bergidik


"berarti aku harus mengawasi mu hari ini, karena bisa jadi mereka akan berusaha membunuhnya lagi" kata Danar Gumilang


"bisa jadi" ucap Lulu


"Damar!!!" Lulu memanggil Damar yang sudah terlihat berjalan kearahnya sambil melambaikan tangannya


"ok kalau semua sudah siap kita jalan" kata Paman Danar Gumilang sambil melajukan mobilnya menuju rumah El Roy

__ADS_1


Sesampainya disana Lulu segera masuk dan El segera meriasnya.


Damar tak percaya melihat Lulu yang cantik berubah menjadi seorang lelaki tampan.


"wow amazing!!!, aku bisa kalah saing kalau kamu jadi berubah tampan gini, bisa-bisa cewek-cewek disekolah langsung berpaling dari aku dan pindah ke kamu semua Lu" kata Damar sambil terkekeh


"ember, Maya aja sudah klepek-klepek sama aku, apalagi yang lain , hehehe" kata Lulu menyombongkan diri


"diih, mulai sombong" kata Damar sambil mencubit pipi Lulu


"aduuh sakit kan!!" kata Lulu


"iya maaf, abis aku gemes sama kamu" kata Damar berusaha mencubitnya lagi tapi Lulu sudah menghindar


"baiklah sekarang kita harus segera kerumah Maya, dia pasti sudah sabar ingin bertemu dengan Mr. Kim" kata Danar Gumilang yang disambut gelak tawa oleh ketiganya


Setibanya dirumah Maya, Lulu segera turun dan melambaikan tangannya kepada mereka.


***ting...nong...ting...nong


Seorang wanita muda keluar untuk membukakan pintu untuknya.


"silahkan masuk Roy" ajak Maya


"terima kasih Maya" jawab Roy sambil melangkah masuk menuju ruang tengah.


Roy segera duduk dan mempersiapkan buku-buku yang akan ia pelajari bersama Candramaya.


"kok cepet banget belajarnya Roy, apa tidak bisa nambah jam lagi?" rengek Maya ketika Roy sudah selesai mengajar


"memangnya kamu mau apalagi?" tanya Roy


"aku mau kita jalan berdua" pinta Candramaya


"tentu saja tidak, aku akan melindungi diriku sendiri dan juga kamu dengan pistol ini" jawab Maya


"baiklah kalau begitu, ayo jalan" ajak Roy


Mereka segera pergi keluar meninggalkan rumah Candramaya.


Sementara Paman Danar dan Damar mengikutinya dari belakang.


Dan benar saja, seperti dugaan Danar Gumilang, ditengah perjalanan mobil maya diserempet oleh seseorang dengan sengaja membuat mobilnya terplenting dan menabrak pohon. Maya segera keluar sambil membawa pistolnya sementara Roy masih memegangi keningnya yang masih terasa pusing karena terbentur stir mobil.


"aduh !!!, hampir saja benjol lagi" kata Lulu sambil mengusap keningnya


"hmmm, benar-benar gadis yang pintar " kata Argo Seno sambil melangkah keluar mendekati Maya


"aku akan membunuhmu jika kau berani melangkah mendekatiku!" ancam Maya sambil menarik pelatuk pistolnya.


***dor!!


Terdengar suara tembakan mengarah pada Argo Seno, beruntung ia masih bisa mengelak dari tembakan itu.


"aku harus waspada sepertinya anak ini memang sudah menjadi phsycopath" batin Seno sambil menarik belati dari saku celananya


Ia kemudian melempar belati kecil itu kearah Candramaya.


**jrasshh!!

__ADS_1


Belati kecil itu tepat mengenai lengannya yang sedang memegang pistol.


**arghh!


Candramaya mengerang kesakitan karena belati itu masih menancap di lengannya, membuat pistol yang ia pegang jatuh ketanah.


Melihat Maya yang sudah tak memegang pistol lagi,Seno segera mendekatinya sambil membawa belati lainnya yang siap dihunuskan keperutnya .


"rasakanlah, betapa sakitnya tertusuk pisau yang sudah diolesi racun, dan sekarang aku akan mengirimu ke neraka menemani ibumu!!" kata Seno


**bughh!!


Lulu segera melayangkan tendangannya kearah Arga Seno.


"bangs*t!, jangan coba-coba membantunya, atau kau akan menyesal" ancam Argo Seno


Ia kemudian berhasil mengarahkan tendangannya kepada Lulu, membuatnya terhuyung mundur beberapa langkah.


"kalau paman Danar tidak cepat datang aku bisa bonyok lagi" kata Lulu sambil bersiap melancarkan serangannya lagi


"paman cepatlah datang!" batin Lulu


Seno hanya terkekeh melihat ke arah Lulu.


"pergi saja dari sini, kalau mau nyawamu m selamat!!" ancam Argo Seno.


Ia segera mendekati Candramaya dan segera menusukkan belati keperutnya, tapi Maya berhasil menepisnya dengan tangannya.


Sementara Lulu yang mendekat segera ditendang olehnya.


"enyahlah kau anak kecil !!" teriak Seno


Lulu jatuh tersungkur sambil memegangi perutnya.


"awww!!!, kemana saja sih kau paman, jangan sampai kau jadi seperti polisi dalam sinetron yang selalu datang terlambat paman" gumam Lulu


Argo Seno terus berusaha membunuh Candramaya dengan belatinya, hingga akhirnya ia berhasil menancapkan belati itu keperutnya.


"matilah kau anak ingusan !!" teriak Arga Seno


***bugghh!!


Danar Gumilang segera melayangkan tendangannya kepada Argo Seno, sehingga membuatnya langsung roboh seketika.


Tangannya mencari-cari belati yang terjatuh dari genggamannya.


"ini yang kau cari!!" kata Danar sambil memegang sebuah belati kecil


Ia kemudian menghantamkan lagi pukulannya kepada Seno membuatnya jatuh tak berdaya.


Danar segera mendekatinya, Seno nampaknya sadar jika ia tidak akan menang melawan Danar Gumilang.


" aku harus mengakhiri hidupku untuk menyelamatkanmu yang mulia" batin Seno sambil mengeluarkan sebuah pil berwarna putih dan segera memasukannya kemulutnya


Danar Gumilang segera menendang telapak tangan Arga Seno yang berusaha memasukan pil itu kemulutnya, hingga membuat semua pil itu jatuh berhamburan.


"aku tidak akan membiarkanmu mati Seno!!" kata Danar Gumilang sambil meringkus tubuh Seno dan memasang borgol ditangannya


Damar segera memapah Lulu menuju ke mobil.

__ADS_1


"tolong Maya!, dia terluka cepatlah!!" perintah Lulu


Damar kemudian segera membawa tubuh Maya yang sudah tergeletak tak sadarkan diri kedalam mobil, ia langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.


__ADS_2