ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 63 #Ayu dan Ferdan (2)


__ADS_3

"kalo Lo suka, kejar dia, jangan sampai lo nyesel, asal lo tahu pangeran itu lebih ganteng dari lo" Kata Ryan yang sukses membuyarkan lamunan Ferdan


Ferdan segera menyusul Ayu yang beranjak pergi meninggalkan Ganendra.


Ferdan menarik Ayu menjauh dari teman-temannya.


"lo mau ngapain ka" kata Ayu yang melihat Ferdan menatapnya dengan sangat intens


Ferdan menggenggam jemari ayu.


"gue mau kasih jawaban sekarang" kata Ferdan


"lo mau nembak gue ka" jawab Ayu dengan senyum yang mengembang


"gak lah, ntar mati donk lo kalau gue tembak" jawab Ferdan


"diih kaka, jangan bikin aku kepo apa?" Ayu merajuk


"aish??, anak kecil satu ini dah gak sabar banget sih" kata Ferdan mencubit dagu Ayu


Wajah Ayu seketika memerah karena Ferdan mencubit dagunya.


"terus terang gue gak suka lo deket-deket sama Gaga" kata Ferdan


Hati Ayu menjadi berbunga-bunga mendengar ucapan Ferdan.


"berarti ka Ferdan suka sama gue donk" batin Ayu


"gue gak tahu sejak kapan gue mulai suka sama lo, tapi yang jelas hari ini gue mau bilang kalo gue sayang sama lo" kata Ferdan


***cup!!


Jantung Ayu seakan mau copot mendengar Ferdan menyatakan perasaannya, ia segera mencium pipi Ferdan untuk mengungkapkan kegembiraannya.


"aku juga sayang sama kaka" jawab Ayu


Ferdan terus memegangi pipinya yang baru saja dicium oleh Ayu.


"lo agresif banget Yu!" kata Ferdan


"kenapa, kaka gak suka ya?" jawab Ayu


"suka sih, tapi lebih suka lagi kalo yang dicium ini" kata Ferdan yang menunjuk bibirnya


Seketika raut wajah Ayu langsung memerah mendengar ucapan Ferdan.


Ayu kemudian segera menarik tengkuk Ferdan dan mulai mencium bibirnya dengan lembut.


"gila ni anak beneran cium gue" batin Ferdan yang tak mengira Ayu seagresif itu.


**awww!!!


"kok kaka gigit gue sih, sakit tau!!" teriak Ayu yang kesakitan karena Ferdan tak sengaja menggigit bibir mungilnya


"maaf Yu" jawab Ferdan yang salah tingkah


Ia kemudian terdiam berusaha menenangkan kembali perasaannya yang sudah campur aduk karena tingkah Ayu yang sangat Agresif, ia juga berusaha menutupi debaran jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.

__ADS_1


"ko diem, lo kenapa ka" kata Ayu polos


Giliran wajah Ferdan yang memerah seperti tomat karena takut Ayu mengetahui perasaannya yang sudah seperti nano-nano.


"lo beneran pengin tau?" tanya Ferdan


"lain kali lo jangan terlalu Agresif Yu, aku takut tidak bisa menahan diri" kata Ferdan


"Iya maaf ka, abis tadi Ayu seneng banget jadi kebablasan deh" kata Ayu


"yaudah lo balik lagi aja ke kamar, gue mau gabung teman-teman lagi" kata Ferdan


"iya ka, I love you ka" kata Ayu


" love you too" jawab Ferdan


"udah sana pergi!" kata Ferdan lagi


Ayu segera pergi meninggalkan Ferdan yang masih belum beranjak pergi dari tempat itu.


*************


tok..tok..tok!!!


Arkadewi segera membuka pintu ketika mendengar seseorang mengetuk nya.


"ada apa yang mulia menyuruhku datang kemari?" tanya Argo Seno


"kapan sidang Sean akan digelar" kata Arkadewi


"sepertinya Lusa" jawab Argo Seno


"sudah matipun, hantunya masih mengikuti mu yang mulia, hahaha" kata Argo Seno sambil tertawa


"dia belum mati, dia masih hidup" jawab Arkadewi


"tidak mungkin, aku yang mengkafani jenazahnya" ujar Argo Seno yang tidak mempercayai ucapan Arkadewi


"tapi ini benar Seno" jawab Arkadewi sambil menunjukkan kissmark dilehernya


"kau jangan bermain api yang mulia" kata Argo Seno mengingat kan


"oleh karena itu aku ingin kau membunuh Sean" jawab Arkadewi


"kenapa harus Sean yang kita bunuh bukan Yudha, apa karena kau masih mencintainya?" Argo Seno balik bertanya


"Kalau Sean mati walaupun Yudha kembali, ia tak akan mendapatkan kursi putra mahkota karena putranya sudah tidak ada, itu berarti Gaga masih ada kesempatan untuk merebut posisi Putra mahkota dari tangan Damar Langit" Ucap Arkadewi menjelaskan


"kau benar-benar cerdik yang mulia" puji Argo Seno


"ingat kau harus hati-hati melaksanakannya, karena aku tahu Yudha adalah orang yang cukup cerdik, jangan sampai ia mencurigaimu" pesan Arkadewi


"baik yang mulia" jawab Argo Seno sambil meninggal kan Arkadewi


*************


Malam harinya Lulu mengajak teman-temannya jalan-jalan ke Alun-alun.

__ADS_1


Setibanya di alun-alun mereka duduk menikmati keindahan tempat itu dimalam hari, yang dipenuhi dengan berbagai atraksi.


Ayu terlihat mengirimkan pesan kepada Ferdan.


"ka kita keliling berdua yuk" pesan dari Ayu


"ayook" jawab Ferdan


Kemudian Ayu meminta izin kepada Lulu untuk pergi berdua dengan Ferdan.


"mbak boleh ya Ayu melihat atraksi sulap sama ka Ferdan" pinta Ayu


Lulu melirik kearah Ferdan yang masih sibuk memainkan hpnya.


"iya boleh, tapi nanti kumpul lagi disini jam sembilan" jawab Lulu


"yeah!!, makasih ya mbak" jawab Ayu yang kemudian menarik lengan Ferdan


"ehemm!!!, awas anak orang jangan diapa-apain" celetuk Ryan menggoda Ferdan


"diiih, apaan sih lo" jawab Ferdan


"kalau kalian mau muter-muter silahkan, tapi inget jam sembilan kumpul disini lagi dan kita pulang sama-sama" kata Lulu


"ok" jawab Ryan yang kemudian mengajak Noval, Icha dan Alfian pergi


Tinggalah Damar, Lulu dan Tama yang masih duduk dibawah pohon menikmati indahnya rembulan.


"lo gak pergi Tam-tam?" tanya Lulu


"saya disini saja yang Mulia" jawab Tama


"yaudah aku sama Lulu jalannya, kamu stand bye disini tunggu kami kembali" kata Damar yang kemudian menarik tangan Lulu


"kita mau kemana sih, aku lagi males jalan-jalan" kata Lulu


"yaudah kita duduk disini saja yuk " jawab Damar yang menarik Lulu duduk ditempat yang cukup sepi


"lo mau ngapain sih" kata Lulu


"aku mau berduaan dengan kamu sayang" jawab Damar


"hmmm, jangan macem-macem, ingat ini tempat umum" kata Lulu


"aku gak mau macem-macem kok, aku cuma mau kamu aja" kata Damar menggoda Lulu


"hmmm kok jadi bucin gini" kata Lulu


"biarin yang penting bucinnya cuma sama kamu" kata Damar sambil memeluk Lulu


Tiba-tiba mata Lulu melotot memperhatikan dua orang yang tak jauh darinya.


"Ayu!!" teriak Lulu yang kemudian mendorong tubuh Damar


Ia kaget melihat Ayu tampak sedang berciuman dengan Ferdan.


"kenapa kamu kaget sayang, biarkan saja mereka, apa kamu juga mau seperti mereka juga" goda Damar yang mendekati Lulu

__ADS_1


"ishh!!!, kamu tuh pikirannya omes mulu, aku takut kalau Ayu kebablasan!" kata Lulu yang kemudian berjalan mendekati Ayu


"ehemm!!!" teriak Lulu


__ADS_2