ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 98 #Penyesalan Ganendra


__ADS_3

Senin pagi yang cerah Lulu sudah bersiap-siap untuk pergi kesekolah, ia tetap masuk walaupun sudah tidak ada jam belajar lagi. Ia hanya ingin bertemu teman-teman nya saja dan melepaskan kejenuhan di rumahnya.


"selamat pagi semua!!" teriak Lulu yang baru saja sampai didepan pintu kelas


"pagi yang mulia!!" jawab teman-temannya


"kenapa hari ini yang masuk cuma sedikit" kata Lulu


"tentu saja, kita kan sudah selesai belajar cuma tinggal menunggu pengumuman jadi wajarlah kalau hari ini banyak yang tidak masuk" jawab Tama


"kau benar Tam-tam" ucap Lulu sambil duduk


"si ndut juga ga masuk, huft!! Bt" kata Lulu


"lo mau sarapan kan?" tanya Lingga mendekati Lulu


"kalau iya emang kenapa?" tanya Lulu


"nih aku bawain sarapan" kata Lingga sambil menyodorkan kotak nasi pada Lulu


"wew, beneran lo, tumben banget lo jadi baik sama gue" kata Lulu


"kan mungkin kita gak ketemu lagi Lu, jadi aku ingin di hari-hari terakhir kita disekolah aku ingin berbuat baik padamu, karena selama ini kamu yang sering aku jahatin" kata Lingga


"syukurlah kalau lo udah insaf, btw Tam-tam lo cobain dulu makanannya, aku takut ada racunnya" kata Lulu sambil tertawa


"idiih, dasar bar-bar" gerutu Lingga


"jadi maksud kamu aku yang jadi tumbal begitu" cibir Tama


"ya gitu deh, kaya di film-film biar kalau ada racunnya lo duluan yang mati bukan gue, hihihi" kata Lulu sambil tertawa


"hahaha!" Lingga ikut tertawa mendengar ucapan Lulu


Tama kemudian mencoba satu sendok makanan itu, dan setelah ia memasukan satu sendok nasi ke mulutnya ia langsung jatuh pingsan.


"huft!!, dasar lebay!!" cibir Lingga


"hmmm berarti kalau Tam-tam mati, berarti makanannya aman, thsnks ya Lingga" ucap Lulu yang mengacuhkan Tama yang terjatuh di sampingnya.


"sial aku dikacangin !!" kata Tama


"hahaha!!" Lingga tertawa mendengar ucapan Tama


"kamu mau sarapan gak Tam-tam?" tanya Lulu


"maulah" jawab Tama


"yaudah aku suapin sini, aaa..." kata Lulu sambil menyuapkan satu sendok nasi ke mulut Tama


"aku juga mau disuapin" kata Lingga


Lulu kemudian menyuapkan satu sendok nasi ke Lingga.


"aku juga mau" kata Sean yang baru datang


Lulu juga menyuapi Sean yang duduk disamping nya.


"huft!!!, kalau begini terus kapan aku makannya?" keluh Lulu


"yaudah sini gantian aku yang nyuapin kamu" kata Lingga


"gak usah, yang penting jangan pada minta lagi ya" kata Lulu

__ADS_1


"dasar pelit!!" gerutu Tama


Semuanya terkekeh melihat tingkah Tama .


*****************


Sepulang sekolah Lulu mengikuti Tama kerumahnya.


"apa paman Danar ada dirumah?" tanya Lulu


"tidak tahu juga, nanti kita lihat saja" jawab Tama


Sesampainya dirumah, Tama segera mencari ayahnya tapi ia tak menemukannya.


"sepertinya dia ada di istana" ucap Tama


"oh...yasudah kalau begitu aku pulang saja" kata Lulu


Lulu kemudian kembali kerumah nenek Welas.


Sesampainya di rumah nenek Welas, Lulu melihat Damar yang sedang mengemasi baju-bajunya.


"kamu mau kemana sayang?" tanya Lulu


"aku akan pergi ke Jepang untuk beberapa hari" kata Damar


"aku gak diajak?" tanya Lulu


"kamu tunggu aku dirumah saja ya sayang, lagian aku pergi cuma sebulan saja kok untuk belajar disana" jawab Damar.


"belajar apa?" tanya Lulu penesaran


"belajar untuk menjadi seorang pemimpin" jawab Damar


"tidak, tapi sama Mr. Nakamura" jawab Damar


"terus kamu berangkatnya kapan?" tanya Lulu


"nanti malam sayang" jawab Damar


"ok, apa ada yang bisa aku bantu? " tanya Lulu


"tidak usah sayang karena aku udah selesai packingnya" jawab Damar


Lulu kemudian pergi meninggalkan ruangan Damar.


Danar Gumilang datang menemui Damar dikamarnya.


"apa kau sudah siap yang mulia?" tanya Danar Gumilang


"sudah paman" jawab Damar


"bagus!!, ingat kau harus belajar dengan sungguh-sungguh disana, waktumu hanya satu bulan" kata Danar Gumilang


" iya paman" ucap Damar


"baiklah ayo kita pergi sekarang" ajak Danar Gumilang


"sebentar paman, aku akan menemui Lulu dulu" kata Damar


Danar Gumilang hanya mengangguk setuju.


Damar berjalan masuk menemui Lulu dikamarnya.

__ADS_1


"sayang, aku pergi dulu ya?" Damar berpamitan sambil memeluk Lulu dari belakang


Lulu kemudian membalikan tubuhnya dan menatap suaminya.


"katanya nanti malam, kok masih sore sudah mau jalan" ucap Lulu


"iya paman Danar mempercepat keberangkatan kami" jawab Damar sambil mengelus rambut Lulu


"hati-hati ya sayang" ucap Lulu


Damar menatap wajah istrinya lekat, ia kemudian mendekatkan bibirnya dan mencium bibir Lulu.


"jaga dirimu baik-baik, aku akan segera kembali" kata Damar


"aku akan selalu setia menunggumu sayang" jawab Lulu


Damar kemudian mengecup kening Lulu.


Lulu kemudian berjalan menemani Damar hingga pintu gerbang.


**************


Sementara di istana sedang mempersiapkan upacara penobatan putra mahkota.


Tampak Arkadewi begitu antusias untuk membantu mempersiapkan segala persiapan untuk acara itu.


Ganendra tampak murung disudut istana, ia duduk menyendiri memikirkan sesuatu yang mulai mengganjal dibenaknya.


"kau kenapa sayang?" tanya Arkadewi mendekati putranya


"aku hanya sedih ibu, bagaimana mungkin aku yang sedang bahagia karena Damar sudah mau menerimaku sebagai kakaknya tapi aku justru merebut kebahagiannya" jawab Gaga


"kamu tidak melakukan kesalahan nak, untuk apa kau bersedih" ucap Arkadewi


"aku sudah merebut posisi putra mahkota yang seharusnya milik Damar bu, itu tidak adil bukan?, dulu kita juga merebut ayahnya ketika hanya Damar yang harusnya mendapatkan semua kasih sayang dari Romo tapi semuanya harus dibagi karena kedatanganku ke istana, aku tidak mau serakah ibu, aku hanya ingin bahagia bersama adikku, bukan seperti ini" kata Ganendra


"asal ibu tahu aku lebih sedih ketika harus melihat Damar bersedih bu" jawab Gaga


"sudah cukup Gaga, hentikan omong kosong mu itu!!" ucap Arkadewi dengan nada tinggi


"jangan salahkan Gaga, jika nanti Gaga berbuat sesuatu yang tidak ibu bayangkan sebelumnya" ucap Ganendra yang kemudian pergi meninggalkan ibunya


"jangan gila kamu!!!, ibu sudah berusaha mati-matian untuk mendapatkan semua ini dan ibu tidak mau kau menghancurkannya begitu saja!!" teriak Arkadewi


Ganendra berjalan menuju ke kediaman nenek Welas, ia menghampiri Lulu yang sedang duduk sendiri di taman.


"kamu lagi ngapain disini?" tanya Gaga


"eh kaka, aku cuma lagi bosen aja" jawab Lulu


"Damar kemana?" tanya Gaga


"dia pergi ke Jepang" jawab Lulu


"Damar pasti sedih karena aku, maafkan aku ya Lu, karena aku kalian jadi sedih" kata Ganendra


"tidak ka, bukan kaka yang salah kok" jawab Lulu


"tapi akulah penyebab semuanya, dan aku janji padamu akan mengembalikan apa yang memang jadi milik Damar " kata Gaga


"kaka, sudahlah mungkin semua ini sudah takdir ka, kaka tidak usah merasa bersalah" ucap Lulu


"aku janji padamu aku akan mengembalikan semuanya pada Damar, dan bila perlu akan kuberikan hidupku untuknya, aku tidak ingin melihat orang yang kucintai bersedih lagi" kata Ganendra sambil memeluk Lulu

__ADS_1


__ADS_2