ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 132 # Mengungkap kejahatan Rahardian 4


__ADS_3

Gendis masih membersihkan kamar Ganendra, ia melihat Ganendra yang terbaring di ranjangnya mulai mengerjapkan matanya


"Ada yang bisa saya bantu yang mulia?" Gadis itu menawarkan diri untuk membantu Gaga yang mungkin memerlukan bantuannya.


"tolong ambilkan saya air putih" ucap Gaga


Dengan sigap Gendis segera mengambilkan segelas air putih dan memberikan kepadanya.


"setelah silahkan yang mulia" Gendis membantu membenarkan posisi duduk Ganendra dan memberikan air putih padanya


"terima kasih" Ganendra memberikan gelas itu kepadanya


"apa kepalamu masih pusing?" tanya Gendis


"bagaimana kau tahu kepalaku pusing?" Ganendra balik bertanya


"semalam yang mulia Danar Gumilang memberitahukan kepadaku bahwa pangeran mengalami benturan di kepala dan aku diminta olehnya untuk merawat mu selama kau sakit" ucap Gendis


"apakah kau yang semalaman menemaniku disini?" tanya Gaga


Gendis hanya mengangguk, ia kemudian melanjutkan pekerjaannya.


Ganendra menatap intens gadis yang sedang membersihkan kamarnya itu.


"kenapa aku selalu nyaman berada didekatnya" ucap Ganendra


Ia mencoba mengingat kejadian semalam dimana kepalanya terasa sangat sakit dan Gendis dengan telaten memijatnya dan menemaninya hingga ia akhirnya terlelap.


Gendis merasakan kalau dirinya sedang diamati oleh lelaki tampan disampingnya, ia pun hanya melempar senyum padanya dan pergi meninggalkan ruangan itu.


"senyumannya begitu manis, dan kenapa setiap melihatnya tersenyum, hatiku langsung berdebar-debar" Ganendra mulai menyadari ada sesuatu yang terjadi dalam hatinya semenjak mengenal Gendis


Ia kemudian turun dari ranjangnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Jam didinding menunjukkan pukul tujuh pagi, dan sudah saatnya ia harus berangkat ke rumah sakit untuk bekerja.


"kau tidak sarapan dulu nak?" tanya Arkadewi


"tentu saja ibu, aku akan sarapan bersamamu" ia kemudian duduk disamping ibunya


"oh iya, kenalkan dia Gendis dayang baru yang menggantikan Menik " Arkadewi memperkenalkan Gendis padanya


"aku sudah mengenalnya bu, cuma baru tahu namanya hari ini" ucap Ganendra sambil tersenyum


"benarkah, maaf kalau ibu tidak tahu " ucap Arkadewi


Setelah selesai sarapan Gaga berpamitan pada Arkadewi untuk pergi bekerja.


Gendis memberikan sebuah kontak makanan padanya.


"aku membuatkan bekal makan siang untuk mu yang mulia, semoga kau suka" ucap Gendis tersipu malu


"terima kasih Gendis"


"sama-sama yang mulia"


Ganendra kemudian melambaikan tangan padanya dan melesatkan mobilnya menuju ke rumah sakit.


*******

__ADS_1


Shila mengungkapkan kekecewaannya terhadap Ganendra kepada Lambang yang dengan setia mendengarkan keluhannya.


"aku tidak tahu lagi harus dengan cara apa agar aku bisa menaklukkan hati pria itu" ucap Shila merebahkan kepalanya dimeja kerja Lambang


"kau tidak perlu menyerah begitu saja, sekarang kau tahu Ganendra itu masih perjaka ting-ting, bukan duda Ingat itu!! dan satu lagi dia tidak suka cewek agresif " Lambang memberikan informasi tentang Ganendra pada gadis dihadapannya


"tapi aku malu, karena semalam aku sudah memakinya dan mengira dia seorang duda" ucap Shila


"jangan menyerah...ayo semangat!!, aku akan membantumu sebisaku" ucap Lambang memberikan semangat pada Shila


"tapi hati kecilku bilang dia tidak menyukaiku" Shila mulai menyerah


"ayolah...mana Shila yang aku kenal pantang menyerah...jangan patah semangat.. cayooo!!" ucap Lambang


Shila masih saja lesu walaupun Lambang terus menyemangatinya.


"halo semuanya!!" Gaga menyapa keduanya dari balik pintu


"halo bro, masuk sini" ucap Lambang


Mendengar suara Ganendra, Shila segera mengangkat kepalanya dan menoleh kearahnya.


"apa kau sedang sakit Shila?" tanya Gaga


"tidak..aku cuma sedang malas saja" jawab Shila


"apa kau perlu dinner lagi nanti malam" Ganendra mencoba menggoda sahabatnya itu


"jangan meledekku, sekarang aku tanya jujur padamu, apa kau menyukaiku?" tanya Shila


"kenapa tiba-tiba kau menanyakan ini padaku?" tanya Gaga


"jujur saja Ga, aku datang ke rumah sakit ini bukan untuk membicarakan urusan bisnis, sebenarnya aku ingin mendekati mu karena aku sudah menyukaimu dari dulu, dan setelah aku tahu kau masih sendiri aku memberanikan diri untuk menemuimu bahkan menurunkan harga diriku untuk mengajakmu berkencan semalam, awalnya aku bahagia karena kau mau menerima ajakanku, tapi setelah tahu kau mengajakku ketempat makan pinggiran rasanya itu sebuah tamparan untukku, bahwa kau sebenarnya menolakku tapi dengan cara yang halus, makanya sekarang aku tanyakan itu sama kamu" ucap Shila


"kalau perasaan suka atau cinta pada lawan jenis terus terang saja tidak aku menyukaimu hanya sebatas teman saja tidak lebih, kalaupun aku menuruti keinginan mu kemarin itu juga karena aku tidak ingin mengecewakan sahabat ku, jadi aku juga minta maaf karena telah membuatmu berharap padaku, tapi sungguh aku tidak bermaksud merendahkan harga diri mu ketika aku mengajakmu ke kedai soto itu, asal kau tau itu adalah tempat makan favorit ku" ucap Ganendra


Mendengar ucapan Ganendra Shila segera berdiri dan pergi meninggalkan ruangan itu.


"dia marah bro!!" ucap Lambang


"kejar dia kalau kau menyukainya!!" ucap Ganendra


Lambang segera keluar dan mengejar Shila.


Sementara Ganendra segera menuju ke ruangannya.


********


Jhonny mendengarkan arahan dari Rahardian dengan seksama.


"ingat bunuh Danar Gumilang, jangan salah


D A N AR bukan D A M A R" ucap Rahardian berulangkali karena ia tahu Jhony memiliki gangguan pendengaran


Jhonny hanya mengangguk.


"Danar bukan Damar ?" Jhonny menirukan ucapan Rahardian


"benar!!, semalam usahamu mencuri sebagian berkas telah berhasil semoga tugas kali ini juga berhasil, ingat jangan sampai salah, karena jika salah maka aku bisa celaka" ucap Rahardian

__ADS_1


Jhonny hanya mengangguk dan kemudian mengisi pistolnya dengan peluru yang sudah ia siapkan.


"aku akan menyelesaikan misi ini malam ini, dan kau akan mendapatkan hasilnya esok hari" ucap Jhonny


"baiklah, aku percaya padamu"


******


"papah!, Bagas mau ikut papah kerja" rengek Bagas ketika ayahnya akan pergi bekerja


"besok saja ya sayang, hari ini papah tidak kerja tapi mau ke kampus saja untuk memberikan revisi skripsi" ucap Damar langit sambil menggendong putranya


"tapi Bagas takut besok papah tidak bisa mengajak aku lagi, seperti hari ini" cicitnya lagi


"besok saja ya sayang, sekarang Bagas main saja dirumah omah Dewi ya" Lulu mencoba membujuk putranya


Bagas terus merengek dan tak mau turun dari gendongan Damar.


"bagaimana kalau main bola bareng papah Gaga" ucap Gaga yang muncul dihadapan mereka


"baiklah!!" akhirnya Bagas menurut dengan ajakan Ganendra.


Ia kemudian turun dari gendongan Bagas dan mengikuti Ganendra ke paviliunnya.


"sayang jaga putra kita, aku yakin kamu bisa melindunginya" ucap Damar Langit


Ia kemudian meninggalkan Lulu untuk pergi ke kampusnya.


Danar sudah menunggunya di dalam mobil, ia segera meluncurkan mobilnya ketika Damar sudah berada di dalamnya.


Danar dengan setia menunggu Damar Langit yang sedang melakukan bimbingan skripsi.


Senyumnya mengembang ketika melihat Damar sudah keluar dari kampusnya.


"kenapa kau murung yang mulia" tanya Danar Gumilang


"masih banyak uang harus direvisi paman" ucap Damar lesu


"sudahlah kau tidak perlu menyerah begitu, nanti paman akan membantu mu" Danar berusaha menghibur keponakannya itu


"benarkah??" tanya Damar


"tentu saja" jawab Danar


Keduanya mampir dahulu ke sebuah rumah makan didekat kampus, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju ke istana.


Sementara sebuah mobil sedan terus mengikuti mereka dari kejauhan.


hello Readers semua!!!


Author mau nanya nih???


gimana kalau di ending cerita Ganendra akhirnya menikah dengan Lulu??


coba berikan tanggapan kalian ya...


terima kasih.


Happy Reading

__ADS_1


Love Zahra Chan 😘😘😘♥️ ♥️


__ADS_2