ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 89 # Menyamar (3)


__ADS_3

Damar berjalan memasuki pelataran rumah Yudha, ia segera masuk kedalam rumah yang memang terbuka.


Sesampainya didalam ia melihat Maya sedang bersama dengan seorang pria yang mengajarinya belajar.


"bisa kita bicara sebentar Maya?" tanya Damar


"ada apa?" Maya balik bertanya


"ada yang aku ingin tanyakan padamu" jawab Damar


"tanyakan saja disini" kata Maya


"aku ingin bicara empat mata saja dengan mu" kata Damar


"apa yang sebenarnya ingin mereka bicarakan" batin Lulu penasaran


"bicara saja disini, Roy bukan siapa-siapa, dia hanya guru privat ku saja" kata Maya


Damar langsung menarik tangan Maya menjauh keluar, membuat Lulu kaget melihatnya.


"sebenarnya ada apa dengan Damar" tanya Lulu dalam hati


Lulu menjadi bertambah penasaran ketika Damar menyeret Maya keluar rumah.


Damar terus menyeret Maya keluar dari ruangan itu, ia menghentikan langkahnya tepat diplataran rumah Candramaya.


"sebenarnya apa yang mau kamu omongin, katakan saja" kata Maya


"apa maksudmu mencabut selang oksigen Gaga?" tanya Damar


"siapa... aku yang mencabut selang oksigen Gaga, jangan fitnah kamu" kata maya


"aku tidak memfitnahmu, aku mengatakan ini semua berdasarkan bukti-bukti yang ada" kata Damar


"bukti?, mana buktinya kalau aku yang melakukan semua itu" kata Maya


"aku memang tidak memiliki bukti karana kau telah menghapus rekaman CCTV nya bukan?" Damar balik bertanya


"jangan hanya bicara buktikan dulu baru kau menuduhku, atau akan aku laporkan balik kamu karena telah melakukan pencemaran nama baikku" kata Maya


Ia kemudian meninggalkan Damar dan segera mengunci pintu rumahnya.


Lulu yang sedari tadi menguping pembicaraan Maya dan Damar segera berlari kedalam, ketika mengetahui Maya berjalan masuk kearahnya.


"sial!!, ternyata aku baru tahu kalau Maya ternyata sangat licik dari yang kubayangkan" kata Damar sambil berlalu pergi


"siapa tadi?" tanya Roy


"oh bukan siapa-siapa, cuma orang iseng saja" jawab Maya


"oh begitu" jawab Roy sambil mengangguk-anggukkan kepalanya


"ok kalau begitu pelajaran hari ini cukup sampai disini saja, besok kita sambung lagi" ucap Roy


" kok cepet banget belajarnya Roy" kata Maya


" aku hanya mengajar sesuai perjanjian saja yaitu hanya dua jam" jawab Lulu


"oh begitu, bisa kita ngobrol sebentar sebelum kau pulang" pinta Candramaya


"bisa, saja " jawab Roy


" tapi aku tidak mau bicara disini, aku mau ngobrol diluar bersamamu" kata Maya


"baiklah, ayo kita jalan" ajak Roy


Maya segera menggelayut menggandeng tangan Roy.

__ADS_1


"diih !!, ganjen banget ternyata si Maya" batin Lulu


"kita mau kemana?" tanya Roy


"kita ke mall aja yuk" ajak Maya


"ok" jawab Roy sambil melajukan mobilnya


Keduanya segera turun didepan sebuah mall besar yang sangat ramai.


"kita makan saja disana" kata Maya sambil menunjuk sebuah food court


Keduanya duduk sambil memesan makanan.


tanpa menunggu lama, makananpun sudah tersaji didepan mereka.


"kamu mau ngobrol apa, aku siap dengerin kok" kata Roy


"makasih ya Roy" jawab Maya


**************


Arkadewi menghubungi Argo Seno untuk menemuinya.


"ada apa yang mulia menghubungi hamba" kata Arga Seno


"ada yang aku ingin sampaikan padamu Seno" jawab Arkadewi


"katakanlah" jawab Argo Seno


"sepertinya bocah tengik itu berusaha membunuh Ganendra, aku ingin kau membereskannya, ingat jangan sampai kau meninggalkan jejak" kata Arkadewi


"baik yang mulia" jawab Arga Seno yang kemudian pergi meninggalkan Arkadewi


**********


***cit!!!


Roy segera menghentikan mobilnya ketika sebuah mobil menghadang nya didepan.


"siall!!!, ada apa lagi ini" batin Roy


Dua orang berbadan kekar turun dari mobil dan segera memecah kaca mobil Roy.


Candramaya menjerit ketakutan melihat apa yang terjadi, sedangkan Roy langsung turun dan menghajar kedua lelaki itu.


Mereka terlibat baku hantam, yang membuat Roy kewalahan menghadapi mereka.


"kenapa mereka kuat banget" batin Lulu yang jatuh tersungkur


Melihat Roy jatuh tersungkur keduanya segera mendekati Candramaya yang masih berdiam di mobil, mereka kemudian menyeretnya keluar.


**awww!!!


"lepasin!!!" teriak Candramaya


Melihat Maya yang sudah berada ditangan kedua laki-laki itu, membuat Lulu bangkit dan kembali menyerang kedua laki-laki itu untuk menyelamatkan Candramaya.


Namun seberapa kuat Roy melawan ternyata kedua lelaki itu lebih kuat darinya.


"kalau lama-lama begini penyamaran ku bisa terbongkar" batin Lulu sambil memegangi wignya


Melihat Roy yang selalu menggagalkan rencananya , maka salah seorang dari mereka mengeluarkan pistol dan mengarahkannya kepada Roy.


"rasakalah anak muda kalau kau suka ikut campur urusan orang!" kata laki-laki itu sambil menarik pelatuk pistolnya


****dor!!, dor!!!

__ADS_1


****arghhh!!!


Terdengar erangan yang cukup keras setelah dua tembakan berhasil menjatuhkan tubuhnya.


"matilah kau!!" kata Candramaya yang kemudian mengarahkan pistolnya kearah lelaki satunya lagi


****dor!!, dor!!!


Lelaki itu langsung roboh setelah dua kali peluru mengenai kepalanya.


"Maya!!!" Teriak Lulu kaget dengan apa yang dilakukan oleh Candramaya


"kamu tidak apa-apa Roy" tanya Maya yang mendekati Roy


"aku tidak apa-apa" jawab Roy


"tapi bagaimana bisa kau menyimpan senjata itu" kata Roy


"aku selalu membawanya untuk melindungi diriku dari orang-orang jahat" jawab Maya


"tapi bagaimana bisa kau menembak mereka dengan tepat?" tanya Roy lagi


"aku sudah ikut pelatihan menembak waktu aku masih duduk dikelas satu SMK" jawab Maya


"gila ni cewek, ternyata dia bukan cewek sembarangan" batin Roy


Maya membantu memapah Roy berjalan menuju ke mobil mereka.


"kita harus cepat pergi dari sini, sebelum mereka datang lagi" kata Maya yang mengambil alih kemudinya


"aku akan mengantarmu pulang Roy" kata Maya


"tidak usah Maya, aku tak mau kau celaka lagi, aku turun disini saja biar nanti aku naik taksi saja" jawab Roy


"yaudah hati-hati Roy, kabari aku jika ada masalah" kata Maya


"baik, terimakasih sudah menolongku hari ini" kata Roy


Ia kemudian turun dari mobil meninggalkan Maya dan segera naik kedalam taksi.


Sesampainya dirumah Lulu langsung berlari menuju kekamarnya.


Damar yang melihat seorang pria masuk dikamar Lulu segera mengejarnya.


**krieet


Damar membuka pintu kamar Lulu dan mengedarkan pandangannya mencari sosok pria yang baru saja masuk ke kamar istrinya.


Lulu yang baru keluar dari kamar mandi terkejut melihat Damar sudah ada didalam kamarnya.


" kamu lagi ngapain sayang?" tanya Lulu


"tadi aku lihat ada seorang pria asing masuk kekamarmu, makanya aku sedang mencarinya" jawab Damar


Lulu sebenarnya ingin tertawa mendengar penuturan Damar tapi ia menahannya karena tidak mau kalau Damar mengetahui penyamarannya.


"tidak ada siapa-siapa sayang, kamu salah lihat kali" kata Lulu


"beneran sayang aku gak bohong, atau jangan-jangan kamu memang sengaja mengajak cowok masuk kekamar mu ?" tanya Damar


"diih, jangan fitnah, mana buktinya" kata Lulu


Damar segera masuk dan mencari-cari sesuatu di kamar itu. Ia kemudian mengambil satu stel baju dari kamar mandi.


"ini baju siapa?" tanya Damar mulai mencurigai Lulu


Lulu terkejut karena Damar berhasil menemukan baju yang barusan ia pakai.

__ADS_1


"dan mukamu juga kenapa, kok seperti habis berkelahi?" tanya Damar lagi


__ADS_2