ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 138 # Perasaan Ganendra


__ADS_3

Alfian mengeluarkan kue yang diberikan oleh Lulu sore tadi dan menghidangkannya untuk para tamunya.


"yah...cuma ini doang Al?" tanya Ferdan


"udah nikmatin aja apa yang ada, asalkan kita selalu bersama semuanya pasti terasa nikmat!!" ucap Alfian


"ok bro!!" jawab Noval sambil mengambil sepotong kue dan memakannya


"beneran enak cuy!" Noval kembali mengambil sepotong kue lagi


"yaudahlah.. sikaat!!!" ucap Ferdan


Danar Gumilang segera mengambil ponselnya dan memesan makanan uñtuk teman-teman Lulu


"hmmm.. kok paman gak di sisain, padahal tadi aku lih yang request sama Al" ucap Danar Gumilang


"hehehe ...maaf paman, maklum kami masih masa pertumbuhan jadi butuh banyak nutrisi" balas Ferdan


***tok...tok...tok


Semuanya berhenti mengunyah dan saling bertatapan, suasana kembali menegang ketika suara ketukan itu semakin kecang.


**tok..tok..tok!!


"gila!! mereka datang lagi!!" ucap Noval


"siap-siap part ke tiga" ucap Danar menakut-nakuti mereka


Ia kemudian berjalan mendekati pintu dan membukanya.


"bapak Danar Gumilang?" tanya laki-laki itu sopan


"benar"


"ini pesanannya, dan selamat menikmati" ucap Laki-laki itu yang kemudian pergi


"hmmm, kirain serangan part ke tiga ..ternyata pesanan paman Danar" ucap Ferdan


"paman tahu kalian masih masa pertumbuhan jadi sengaja paman pesankan banyak makanan, supaya kalian puas" ucap Danar Gumilang sambil membagikan makanan pada mereka


"hmmmm, bener-bener bapaknya Tam-tam top markotop deh" ucap Noval


"serang kuy!!" Ryan memberikan komando


"hahaha!!" semuanya tertawa bahagia setelah bertempur semalaman


Semuanya tertidur dilantai setelah selesai makan, kecuali Lulu yang meringkuk dikamar Alfian sendirian.


Pagi-pagi buta Danar Gumilang membangunkan Damar, untuk kembali ke Istana.


Dengan mata yang masih mengantuk Damar membangunkan istrinya yang masih terlelap.


"bangun sayang, kita pulang yuk..kasian Bagas sendirian" ucap Damar sambil mengecup kening Lulu


"hoaamm!!, iya " jawab Lulu sambil menguap


Ia kemudian mengikuti Damar menuju ke mobilnya.


**********


Lulu menatap Bagas yang masih terlelap ditemani oleh Ayumi, dengan penuh cinta.


"maaf ya sayang, mamah terpaksa ninggalin kamu semalam karena membantu teman-teman mamah" ucap Lulu sambil merebahkan tubuhnya disamping Bagas


"kamu mau tidur lagi sayang?" tanya Damar

__ADS_1


"abisnya masih ngantuk" jawab Lulu


"yaudah gak papa, aku pergi dulu ya ...mau lanjutin kerjaan yang kemarin" Damar berpamitan pada istrinya


"hati-hati sayang, jangan lupa makan" Lulu mengantarnya hingga ke depan


"kamu juga hati-hati" ucap Damar yang kemudian menciumnya


"dadah sayang!!, titi dj ya..." ucap Lulu sambil melambaikan tangannya


**********


Suara beker membangunkan Ganendra yang mulai membuka matanya perlahan.


"sudah siang ternyata" ucapnya sambil melirik kearah jam tangannya


Ia segera bangun dan menuju ke kamar mandi untuk membasuh mukanya.


"untung hari ini ga da praktik, jadi bisa santai sedikit" gumam Ganendra


Tama yang baru saja membuka matanya segera mencari-cari kunci mobilnya.


"kenapa ayah tidak membangunkan aku!!" ucap Tama


"bisa telat kuliah ini!" gerutu Tama


"bareng aku aja nanti, biar mobilmu nanti dianter Ferdan atau Rey " ucap Ganendra


Tama kemudian setuju dan mengikuti Ganendra kembali ke istana.


" lo gak kerja Al?" tanya Ryan


" kerja sih, tapi siang" ucap Alfian


"yaudah lo siap-siap, biar rumah kamu aku yang jagain" ucap Ryan


**********


"ah segar!!" ucap Ganendra yang berdiri dibawah shower


Setelah selesai mandi ia keluar kamarnya hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawah badannya saja.


"aaaaa!!!" teriak Gendis ketika melihat Gaga yang bertelanjang dada sambil menutup matanya


Ganendra yang kaget mendengar teriakan dari Gendis segera mendekatinya.


"ada apa?" Gaga mencoba membuka melepaskan tangan Gendis yang menutupi matanya


"duh!!, kok kamu malah mendekat sih ka, bukannya pake baju... aku kan jadi merinding lihat badan kamu" batin Gendis


"mata kamu kelilipan?" Ganendra memegang pundak Gadis itu dan mendekatkan wajahnya


Gendis hanya menggeleng.


"duh!!!, jangan dekat-dekat ka, lama-lama aku bisa pingsan nih" gumam Gendis


"terus kenapa?" tanyanya lagi


"kamu cepetan pake baju" ucap Gendis


"oh...kirain kenapa " jawab Gaga sambil tersenyum


"kalau kamu nyuruh aku ganti baju kenapa masih disini??, apa kau mau melihat tubuh atletisku" goda Ganendra


"diih kaka apaan sih" ucap Gendis yang kemudian berlari meninggalkan kamar Ganendra

__ADS_1


"hihihihi" Gaga tertawa geli melihat kepolosan Gendis


Setelah selesai berpakaian Ganendra kemudian menuju ke ruang depan.


"ibu kemana?" tanya Ganendra pada Gendis


"yang mulia pergi ke paviliun putri Lulu" jawab Gendis


"dayang-dayang yang lain kemana, kok sepi?" tanyanya lagi


"ada dibelakang" jawab Gendis


'"aku mau sarapan, hari ini kamu masak apa?" Ganendra duduk disamping Gendis yang sedang merapikan ruang tamu


" hari ini yang bertugas masak adalah dayang Aura, jadi aku kurang tau dia masak apa" jawab Gendis


"hari ini tugas kamu ngapain aja?" Genendra berubah menjadi lelaki cerewet yang banyak menghujani Gendis dengan berbagai pertanyaan untuk sekedar bisa dekat dengannya


Gendis hanya tersenyum melihat Ganendra yang tidak seperti biasanya.


"aku cuma beres-beres saja, setelah itu pulang" sahut Gendis


"berarti kau pulang cepat hari ini?"


"iya"


"bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan setelah kau selesai bekerja, aku ingin mengajakmu ke tempat favoritku" Ganendra memberanikan dirinya mengajak Gendis berkencan


Gendis tersenyum simpul dan membalikan badannya ke arah Ganendra. Ia terus memberanikan diri menatap lelaki tampan dihadapannya.


Deg!!, kini giliran Ganendra yang salah tingkah karena Gendis terus menerus menatapnya tanpa berkedip.


"baiklah, aku mau jalan sama kamu" jawab Gendis tersipu-sipu


Karena begitu bahagia Ganendra segera memeluk Gendis, membuat gadis itu kaget dan hanya membelalakkan matanya.


Cukup lama Ganendra memeluk gadis itu sambil mencium wangi rambutnya, Gendis yang semula tegang akhirnya menikmati pelukan darinya. Ia mulai melingkarkan tangannya di pinggang Ganendra dan merebahkan kepalanya di dada bidangnya.


Keduanya menikmati kehangatan yang terus mereka berikan satu sama lain.


Perlahan Ganendra melepaskan pelukannya dan menatap wajah gadis manis dihadapannya.


Keduanya saling menatap dengan tatapan penuh cinta, Ganendra kemudian mendekatkan wajahnya dan mencium bibir merah gadis itu.


Gendis yang baru pertama kalinya merasakan ciuman bibir hanya diam tanpa membalas ciuman dari Ganendra.


Ganendra segera melepaskan ciumannya.


"maafkan aku...aku...aku sudah lancang padamu" ucap Ganendra


"eeeh...iya..tidak apa-apa ka" jawab Gendis


"apa kau marah padaku?" tanya Ganendra


"tidak ka, aku tidak marah padamu" jawab Gendis


"lalu kenapa kau hanya diam dan tidak membalas ciumanku, apa kau tidak menyukaiku" entah apa yang membuat Ganendra begitu berani mengatakan hal itu pada Gendis


"tidak ka...a..a..ku cuma belum terbiasa saja" Seketika wajah Gendis berubah menjadi merah ketika menjawab pertanyaan dari Ganendra, ia begitu malu ketika harus mengucapkan bahwa ini adalah kali pertama ia merasakan ciuman dari seorang lelaki


Ganendra tersenyum mendengar jawaban dari Gendis.


"aku senang mendengarnya, karena aku menjadi satu-satunya lelaki yang pertama bagimu, dan mulai sekarang kau harus membiasakan ini untukku" bisik Ganendra ditelinga Gendis


Gendis yang mendengar bisikan darinya segera berlari meninggalkan Ganendra karena malu.

__ADS_1


"kau benar-benar membuatku jatuh cinta Gendis" ucap Ganendra yang terus memandangi kepergian Gendis


__ADS_2