
"busyeeet!!, pada semangat banget!" ucap Lulu
"tentu dong, kan hadiahnya boleh peluk aku" ucap Damar
"whaaat!!!" ucap Lulu kaget
"Hahaha!!" Damar hanya tertawa mendengar ucapan Lulu
"suee lo, dari mana lo belajar trik licik kaya gitu" cibir Lulu
"dari Rey, katanya manfaatin aja ketampanan lo kalau lo butuh sesuatu tapi males gerak, gitu katanya" jawab Damar
"suee tuh si Rey, pake ngajarin laki gue hal-hal yang gak bener, awas kalau ketemu, gue bikin nangis lo" ancam Lulu
Cukup dengan waktu sepuluh menit gudang sudah terlihat bersih dan rapih.
Cewek-cewek itu kemudian berbaris untuk mendapatkan kesempatan berfoto bareng dan peluk satu menit.
"sayang aku kan udah bantu kamu, sekarang gantian dong kamu traktir aku" ucap Damar sambil membersihkan sisa-sisa lipstick yang menempel di pipinya.
"ok" ucap Lulu sambil mengerli ngkan matanya
************
Alfian tampak sedang menikmati secangkir kopinya di ruangannya.
"sudah hampir satu minggu Niken tak menggangguku lagi, rasanya sepi seperti ada sesuatu yang hilang" batin Alfian
Ia kemudian bersiap-siap untuk pulang ke rumahnya. Kali ini ia sengaja jalan kaki dan melewati rumah Niken. Ketika ia melewati rumah Niken, rumahnya tampak sepi dan tak terlihat ada orang disana.
"permisi ibu, mau nanya ini rumah penghuninya pada ke mana ya, kok sepi?" tanya Alfian
"betul nak, memang keluarga pak Bambang sedang keluar kota karena sedang menghadiri pernikahan putri mereka yang menikah dengan Laki-laki dari luar daerah" jawab lelaki paruh baya itu
Alfian kemudian segera pergi dari rumah itu.
"pasti Niken sudah di jodohin dan menikah dengan Laki-laki lain, hufft kenapa aku jadi menyesal gini yah!!" ucap Alfian
"duuh bahkan sampai aku berhalusinasi kalau cewek di depanku itu juga Niken" keluh Alfian
"apa aku bener-bener jatuh cinta sama Niken yah, mending ngopi dulu ah biar gak oleng" ucap Alfian yang memasuki kafe yang tidak jauh dari sana
Ia kemudian duduk dipojokan sambil membuka ponselnya.
"kenapa dimana-mana ada Niken sih, lama-lama bisa stress nih kalau gini" keluh Alfian
"lepasin gak!!" teriak wanita itu
__ADS_1
Pria itu bukannya melepaskan tangan wanita itu malah menariknya, hingga wanita itu jatuh kedalam pelukannya.
Niken berusaha melepaskan diri dari Laki-laki itu, tapi percuma saja karena tenaganya tidak sekuat pria yang memeluknya.
"lo sekarang harus jadi miliku, karena sekarang tidak akan ada lagi yang menolongmu bukan??, cowok sok jagoan itu ternyata gak suka sama lo kan??, ckckck kasian banget sih kamu" ucap pria itu
"siapa bilang aku tak menyukainya" ucap Alfian yang berdiri didepan mereka, membuat lelaki itu ketakutan dan segera mendorong Niken hingga ia hampir terjatun, beruntung Al segera menangkapnya.
**Grepp!!
Alfian segera menarik Niken kedalam pelukannya.
***Deg..deg..deg ..!!!
Alfian tak mampu menyembunyikan denyut jantungnya yang berdetak kencang, karena perasaannya yang bercampur aduk ketika berjumpa lagi dengan Niken
Alfian menatap lekat Niken yang masih berada dipelukkannya.
"maafkan aku" ucap Alfian yang kemudian memeluknya erat
"lepaskan!!, kamu terlalu kuat memelukku, sehingga tulang-tulangku bisa remuk karenamu" ucap Niken
"maaf" Alfian segera melepaskan pelukannya
"tidak papa, terima kasih kau sudah menolong ku" ucap Niken yang kemudian meninggalkannya
"jangan pergi, jangan tinggalkan aku lagi" ucap Alfian
Niken tersenyum bahagia mendengar ucapan Alfian.
"apa kau tidak mau memelukku dari depan" ucap Niken
Alfian kemudian membalikkan tubuh Niken dan memeluknya.
"jangan pergi lagi Ken, jangan jauhin aku lagi, aku tidak bisa jauh dari kamu" bisik Alfian
Niken kemudian melepaskan pelukannya, dan menatap lekat pria dihadapannya.
"untuk apa aku terus mengejarmu jika kau tidak mencintaiku" ucap Niken
"itulah bodohnya aku, sekarang aku baru menyadari kalau aku ternyata sangat menyukaimu" balas Alfian
Hati Niken menjadi berbunga-bunga ketika mendengar ucapan Alfian yang memang sudah ia nantikan sejak dulu. Matanya berbinar-binar dan senyumnya terus mengembang dari bibirnya.
"duuh!!, kenapa kau terlihat begitu manis malam ini, dan bibir itu kenapa seperti meronta-ronta memanggilku untuk menyentuhnya" batin Alfian sambil terus memandangi Niken hingga membuat gadis itu salah tingkah
"kamu sangat cantik malam ini Niken" ucap Alfian hingga membuat wajah Niken seketika memerah karena tersipu rayuan Alfian
__ADS_1
"kamu baru sadar kalau aku ini cantik" balas Niken
"iya, selama ini aku terlalu bodoh hingga tak menyadari kalau ada seorang bidadari cantik disampingku" Entahlah Alfian tidak tahu kenapa kata-kata itu keluar dari mulutnya
Niken semakin tersipu malu mendengar pujian Alfian.
"hentikan gombalanmu itu" Niken berusaha menahan gejolak hatinya yang mulai tak menentu karena Alfian semakin mendekatkan wajahnya padanya.
"apakah aku pernah menggombal padamu" ucap Alfian sambil mendongakan wajah Niken hingga keduanya menjadi semakin lebih dekat
Hidung mereka saling bersentuhan dan juga netra mereka saling bertemu hingga membuat Niken menutup matanya, karena tak kuat menatap pesona Alfian yang begitu memawan hatinya.
Begitu juga Alfian yang segera menyambar bibir mungil Niken dan menenggelamkan bibirnya disana. Keduanya masih terhanyut dalam kemesraan dibawah cahaya rembulan yang menambah suasana malam itu menjadi lebih syahdu.
Alfian segera melepaskan ciumannya karena ia tak mampu mengimbangi gerakan Niken yang membuatnya kehabisan nafas.
"anj*r!!, gila nih si Niken, benar-benar maut ciumannya" batin Alfian
"apa ini pertama kalinya" tanya Niken
Alfian menganguk, sedangkan Niken hanya tersenyum mendengar jawaban Alfian.
"kamu memang bukan yang pertama untukku Al, tapi aku janji kau adalah yang terakhir untukku, I love you Al" ucap Niken
"I love you too Niken" jawab Al yang kembali mencium bibir Niken dan gadis itupun kembali membalasnya.
Kali ini Niken yang mengakhiri ciuman panas mereka.
"kenapa?" tanya Alfian
"aku takut kalau aku lanjutkan, kau akan kebablasan babe" goda Niken
"ah kau tau aja,hihihi" jawab Alfian dengan senyumannya yang menawan
"jangan senyum terus babe, aku gak kuat kalau lihat senyum manis kamu itu" bisik Niken
"terus aku harus gimana babe?" tanya Alfian
"kamu jadi Al yang dulu, yang jutek tapi selalu ngangenin" jawab Niken
"baiklah babe, aku akan menuruti semua kemauanmu" jawab Alfian
"duuh, manis banget sih kamu babe, jadi makin cinta aku sama kamu" ucap Niken sambil mencubit hidung mancung Al
"yaudah sekarang aku anter kamu pulang ya, udah malam juga, bahaya anak perawan kalau malam-malam masih diluaran" kata Alfian sambil mengaitkan lengannya dan menggande Niken berjalan menyusuri jalanan kota Jogja
Niken menurut dan berjalan disamping Alfian sambil sesekali keduanya berhenti hanya untuk saling memandangi satu sama lain.
__ADS_1
Hingga membuat keduanya enggan berpisah ketika sudah sampai di depan rumah Niken.