ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 140 #Dilema Cinta


__ADS_3

Ganendra langsung masuk kekamarnya, setelah seharian menghabiskan waktu bersama Gendis di pantai, walaupun acaranya tidak berjalan sesuai rencana karena ulah geng gesrek tapi Ganendra merasa sangat bahagia karena bisa bersama gadis yang dicintainya itu.


**tok...tok..tok!!


Ganendra membuka pintu kamarnya.


Arkadewi mengajaknya untuk membicarakan sesuatu dengannya di ruang tamu.


"nak..usiamu sekarang sudah memasuki dua puluh lima tahun, aku lihat anak-anak seusia mu sudah banyak yang menikah dan punya anak. Ibu ingin sekali melihatmu menikah, makanya kemarin pas sahabat ibu mengutarakan keinginannya untuk mengenalkan putrinya dengan dirimu ibu sangat senang dan langsung mengiyakan untuk mempertemukan kalian malam ini" ucap Arkadewi


Ganendra merasa kecewa dengan keputusan ibunya untuk menjodohkannya dengan wanita yang ia tidak cintai. Walaupun dia sangat ingin menolak keinginan ibunya, tapi disisi lain ia sadar bahwa ia belum bisa membuat ibunya kecewa. Karena kondisi Arkadewi yang masih belum pulih seratus persen, maka ia belum bisa menerima sesuatu yang bisa mengejutkan dirinya, karena hal itu bisa berakibat fatal bagi kesehatannya.


Atau dengan kata lain ia bisa menjadi gila kembali, oleh karena itu Gaga terpaksa harus menuruti keinginannya.


Ganendra mengikuti Arkadewi yang mengajaknya menemui sahabatnya, disebuah pusat perbelanjaan di pusat kota Jogjakarta.


Mereka menunggu disebuah restoran mewah yang berada di dalamnya.


"halo, apa kabar Dewi?, maaf lama menunggu" seorang wanita datang bersama seorang putri cantiknya menyapa mereka


"halo Ruth, kami juga baru saja sampai kok jadi tidak masalah" jawab Arkadewi


"halo Gaga, apa kabar?" tanya Ruth sambil menyalaminya


"baik Tante" jawab Gaga


"oh sebentar saya panggilkan putri saya" Ruth meninggalkan mereka dan kembali lagi bersama seorang gadis belia


"kenalkan dia Shila putriku" ucap Ruth


Ganendra terperanjat melihat gadis belia di depannya.


"Shila!!!" ucapnya tak percaya


"apa kau mengenalnya sayang?" tanya Arkadewi


"iya bu, dia teman sekolah aku" jawab Gaga


"bagus dong kalau kalian udah saling kenal, jadi kami tidak perlu basa-basi lagi" ucap Ruth


Shila tersenyum bahagia ketika mengetahui Ganendra yang akan menjadi calon suaminya nanti.


"kalau jodoh memang tak akan kemana, walaupun kau tidak menyukaiku tapi kali ini kau harus membiasakan diri untuk mencintai aku yang akan menjadi istri mu nanti" batin Shila dengan senyum penuh kemenangan


"oh ya, kalian silahkan ngobrol saja , aku dan Dewi akan berbelanja dulu, sekalian reunian karena sudah lama kami tidak bertemu " Ruth menggandeng Arkadewi menuju pusat perbelanjaan


"halo Ga, akhirnya takdir mempertemukan kita lagi, walaupun kau tidak menyukaiku tapi Tuhan menginginkan kita untuk bersama jadi aku minta mulai sekarang kau harus berusaha untuk mencintai aku" ucap Shila


"maaf Shila, aku tidak bisa menyukaimu karena aku sudah mencintai gadis lain" jawab Gaga


"masa bodoh, aku tidak perduli lagi..yang terpenting sekarang adalah kau akan tetap jadi miliku, dan aku tidak akan membiarkanmu memikirkan wanita lain selama kau bersamaku" ucap Shila


"kau juga tahu kan aku ini tidak menyukai mu, janganlah kau menyakiti dirimu sendiri karena sampai kapanpun aku akan menganggapmu hanya sebagai sahabat saja" jawab Ganendra


"terserah kau saja, yang penting aku percaya dengan pepatah Jawa yang bilang kalau " witing tresno jalaran soko kulino" walaupun kau tak mencintaiku sekarang tapi lama kelamaan kau juga akan menyukai aku" Shila mengucapkan kalimat itu dengan penuh percaya diri


Gaga hanya terdiam sambil terus menatap layar ponselnya, ia juga sesekali membalas pesan singkat dari WhatsApp nya.


Tentu saja hal ini membuat Shila kesal karena ia merasa diacuhkan oleh Ganendra.

__ADS_1


"kau boleh mengacuhkan aku sekarang, tapi lihatlah sebentar lagi kau akan bertekuk lutut di hadapanku untuk mengemis cintaku" batin Shila


"kalian kenapa tidak pesan makanan!" ucap Ruth yang sudah kembali lagi ke meja itu


"sudahlah Ruth, biarkan saja mereka, mungkin mereka perlu mengenal satu sama lainnya agar mereka bisa lebih dekat lagi" ucap Arkadewi


Setelah selesai makan mereka pun akhirnya menyudahi pertemuan itu.


Ganendra merasa sangat senang ketika harus menyudahi pertemuan itu.


" apa kau merasa tidak senang karena ibu memintamu untuk lebih dekat dengan Shila putri teman ibu?" Arkadewi bertanya karena ia takut putranya merasa tidak nyaman dengan perjodohan yang ia rencanakan untuknya


"tidak bu, hanya saja aku sedang malas untuk membahas masalah pernikahan" jawab Ganendra


"kalau kau tidak suka kau tinggal bilang saja pada ibu supaya ibu tahu, ibu juga tidak ingin memaksakan mu untuk menikahi Shila kalau kau tidak mencintainya" ucap Arkadewi


Ganendra hanya terdiam ia tidak mau mengecewakan ibunya untuk yang kesekian kalinya.


*********


Alfian masih terlihat asyik berkumpul bersama teman-temannya di sebuah kafe yang tak jauh dari kos-kosannya.


"jadi gimana acara pernikahan lo bro, apa mau dipercepat?" Alfian menanyakan persiapan pernikahan Ferdan


"penginnya sih gitu, tapi kayaknya nunggu Ayu lulus kuliah dulu deh" jawab Ferdan


"kalau lo gimana Rey, setelah ditinggal Miss Zahra nikah apa rencana lo selanjutnya?" Alfian mulai menginterogasi satu persatu sahabatnya


"gak taulah bro, gue belum bisa move on dari dia, kayaknya gue mau nungguin jandanya miss deh, hehehe" jawab Ryan


"busyeet .. sampai kapan lo nungguin dia, jangan sampai lo jadi bujang lapuk gara-gara nungguin jandanya miss Zahra, hahaha" sahut Alfian


"suee lo" Ryan tampak kesal dengan jawaban Alfian


"aww!! nanas...eh panas!!!" teriak Alfian ketika seseorang tidak sengaja menumpahkan kopinya mengenai bajunya


"maaf..tadi aku kesandung dan tidak sengaja menumpahkan kopinya ke baju mas" ucap gadis itu sambil membersihkan kemeja Alfian dengan tisu


"ehem!!!, roman-romanya ada yang nyusul Gaga nih" ledek Ryan


" apaan sih lo Rey" ucap Alfian


"udah selow aja, biar nanti aku loundry bajunya" ucap Alfian menepis tangan gadis itu


"tapi beneran aku gak sengaja" ucapnya


"iya ..santuy aja, siram sekali lagi juga gak masalah kok mbak" celetuk Ferdan


"suee lo" Alfian melotot ke arah Ferdan


"ternyata lo disini ken, dasar j*lang gak bisa lihat cowok bening dikit " seorang pria datang sambil menarik rambut gadis itu sehingga membuatnya berteriak kesakitan


'"aww!! lepasin!!, sakiit!!" gadis itu berteriak kesakitan


Alfian yang melihat itu segera melerai keduanya.


" sabar bro...lo gak bisa main kasar sama cewek" Álfian melepaskan tangan lelaki itu agar tidak menjambak rambut Niken lagi


"lo gak usah ikut campur..dia cewek gue jadi gue bebas mau ngapain aja! ngerti lo!!" ancam Pria itu

__ADS_1


"ok..gue tahu dia cewek lo tapi lo gak bisa dong main kasar kayak gitu, kasian kan anak orang lo sakitin" ucap Alfian


"banyak omong lo!!" ucap laki-laki itu sembari melayangkan pukulannya ke arah Alfian


**buuughh!!


Beruntung sang Jendral berhasil mengelak serangannya sehingga, pukulannya meleset.


"mainkan Al!!" teriak Rey


"sikaat Al!!, jangan beri ampun!" ucap Ferdan


Alfian melayangkan tinjunya ke arah lelaki itu, dan sekali tinju pria itu langsung ambruk ke lantai.


"huuu!!, dasar ayam sayur, sekali tinju doang langsung keok..gak seru!" cibir Noval


"makasih ya mas, udah menyelamatkan aku dari cowok brengsek itu" ucap Niken


" bukannya dia pacar lo" jawab Alfian


"bukan mas, dia bukan pacar saya, dia cuma mantan saya yang tidak terima aku putusin" jawab Niken


"eh tapi lo bukannya customer yang marah-marah di showroom gue kemarin ya" Alfian mulai mengingat wajah Niken


"iya mas..eh pak " ucap Niken sambil menggaruk kepalanya


"lagian kenapa dia sampe kasar sama lo?" tanya Alfian


"ceritanya panjang Mas, nanti aja aku ceritainnya di telpon" ucap Niken


"gimana mau nelpon nomor lo aja gue gak punya" sahut Alfian


Niken segera mengambil ponsel Alfian dari sakunya, dan menuliskan nomornya disana.


"gile ni cewek..to the point banget" batin Alfian


"itu nomor aku, sekali lagi terimakasih, maaf aku buru-buru" Niken mengembalikan ponsel Alfian dan pergi meninggalkannya


.


.


.


.


.


Halo Readers semua ....


Author mau nanya nih, kira-kira Gaga akan berterus terang tidak sama ibunya kalau dia suka sama Gendis apa tidak ya?


Ditunggu jawabannya di kolom komentar ya?, ingat jawabanmu menentukan episode selanjutnya.


Happy Reading semuanya


Jangan lupa kasih like, love , vote dan komen ya..yang belum kasih rating jangan lupa kasih bintang lima.


Btw jangan pelit dong kasih like nya, karena aku suka sedih karena aku udah berusaha up setiap hari bahkan lebih dari satu chapter per hari tapi yang pada kasih like cuma dikit, kebanyakan jadi pembaca gelap doang...aku gak minta vote kok..cuma like aja..supaya buat aku lebih semangat nulisnya...bagi yang udah ngasih vote aku ucapin terima kasih...semoga rezekinya makin lancar dan dimudahkan okeh Allah.

__ADS_1


Thanks..


Love Zahra Chan 😘😘😘😘❀️ ❀️


__ADS_2