ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 141 #Ungkapan Perasaan Ganendra


__ADS_3

"itu nomor aku, sekali lagi terimakasih, maaf aku buru-buru" Niken mengembalikan ponsel Alfian dan pergi meninggalkannya


"cie..cie.. !!, yang abis dapat nomor telpon" Ryan menggoda Alfian


Alfian hanya melempar senyum kepada sahabat-sahabatnya.


"tuh kan senyum-senyum gak jelas..." goda Noval


"apaan sih kalian" ucap Alfian yang kembali duduk dan menikmati kopinya


"gue kapan dong dapat ceweknya thor?" ucap Ryan


"btw..tuh cewek yang tadi agresif banget Al, berani banget ngasih nomornya sama lelaki brandalan kaya lo, dia gak tau kali ya kalau Al ini cowok berandal" ucap Ferdan


"tapi aku suka cewek kaya dia..gak munafik apa adanya, cowok berandal mah dulu Dan, sekarang kan udah gak, sekarang gue udah jadi eksekutif muda, tampan, mapan dan terkenal" ucap Alfian menyombongkan diri


"cie..cie..kayaknya sebentar lagi ada yang sukuran nih, makan-makan lagi kita, hihihi" ucap Ryan


"sukuran apaan Rey?" tanya Alfian


"sukuran karena lo jadianlah sama cewek tadi . .. kan dia tipe kamu bangetkan? " jawab Ryan


"hadeeh ni lagi satu kocak banget. .. orang kenal aja belum sudah mau jadian aja" jawab Alfian


"udah malam ..cabut yuk" ajak Noval


"kenapa ngajak pulang. ..kangen loh ama bini lo?" tanya Ferdan


" kangenlah masa enggak sih" jawab Noval


"btw enak gak sih kawin?" tanya Ferdan


"nikah maksud lo?" Noval memperjelas pertanyaan Ferdan


"iyuuh" jawab Ferdan


"enak banget sumpah Dan, pokoknya yummy deh, gurih-gurih nyoy lah kaya tahu bulat, kalo lo gak percaya tanya Lulu deh" jawab Noval


"diiih ogah, bisa-bisa gue dihajar sama Lulu gara-gara nanyain itu" kata Ferdan bergidik ngeri membayangkan Lulu menghajarnya


**********


Hari sudah berganti pagi Ganendra berangkat lebih pagi ke rumah sakit.


Gendis merasa heran dengan perubahan sikap Gaga hari ini yang lebih diam dan tidak menyapanya seperti biasanya.


Pagi ini Lulu menyambangi paviliun Anggrek karena Bagas terus merengek minta bertemu Arkadewi.


"omah!!!" sapa Bagas ketika melihat Arkadewi sedang menyirami bunga-bunga anggrek didepan rumahnya


"iya sayang..masuk sini" Arkadewi mengajak Bagas masuk ke dalam


"kamu udah sarapan belum?" tanya Arkadewi


"sudah omah" jawab Bagas

__ADS_1


Gendis membawakan dua gelas teh hangat untuk Lulu dan Arkadewi.


"tante apa kabar?" tanya Bagas


"baik yang mulia" jawab Gendis


"papah kemana tante?" tanya Bagas lagi


"papah kan lagi kerja sayang, kenapa kamu kangen ya?" Gendis balik bertanya


" kok tante gak ikut papah kaya kemarin?" tanya Bagas lagi


Lulu buru-buru menutup mulut Bagas karena takut Arkadewi mengetahui hubungan Gaga dan Gendis.


"ups!!, bahaya nih kalau anak ini sampai cerita hubungan kaka dan Gendis bisa bahaya" batin Lulu


"memangnya tante sama papah kemana kemarin?" tanya Arkadewi


"kepantai omah" jawab Bagas polos


"hadeeh...bisa gawat ini mah" gumam Lulu


Arkadewi terkejut mendengar jawaban Bagas, ia kemudian melirik ke arah Gendis yang tiba-tiba wajahnya berubah menjadi merah.


"sebenarnya ada apa dengan Gendis dan Ganendra?" gumam Arkadewi


"saya permisi dulu yang mulia" Gendis segera meninggalkan mereka untuk melanjutkan pekerjaannya


Arkadewi menatap kepergian Gendis dengan penuh curiga.


Lulu kemudian pergi kebelakang untuk melihat Gendis.


"maafkan Bagas ya ..dia emang suka keceplosan kalau ngomong..maklum anak-anak" ucap Lulu


"tidak apa-apa yang mulia, lagian lama-kelamaan juga yang mulia Arkadewi akan mengetahuinya" jawab Gendis


"kamu benar-benar baik banget Gendis, tidak salah kalau ka Gaga menyukaimu" ucap Lulu


Gendis hanya tersenyum mendengar ucapan Lulu.


********


Hari ini pasien begitu banyak hingga membuat Ganendra tidak sempat untuk melihat ponselnya.


"kamu tidak istirahat dulu Ga?" tanya Lambang


"nanti saja, tanggung tinggal dua pasien lagi" jawab Gaga


"baiklah aku akan menunggumu" Lambang kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


Setelah selesai dengan rutinitasnya Ganendra menuju ke ruangan Lambang.


"sorry bro, sekarang giliran aku yang sibuk, aku harus melakukan operasi hari ini, maaf ini mendadak sekali" ucap Lambang ketika melihat Gaga diruangannya


"iya..aku akan menunggumu" jawab Gaga

__ADS_1


"thanks bro, tapi kalau terlalu lama kau beristirahat saja dulu" Lambang sudah siap dengan baju khususnya


Ganendra kemudian duduk didepan ruang operasi, Ia melihat seorang laki-laki yang sedang bersedih sambil memandangi foto seorang wanita.


"apa dia istrimu?" tanya Gaga


"bukan, dia pacarku" jawab laki-laki itu


"maaf..aku kira dia istrimu karena kau terlihat sangat sedih"


"kau benar harusnya dia sudah jadi istriku hari ini kalau saja aku berani menyatakan perasaanku padanya dihari ulang tahunnya" Lelaki itu tampak sedih mengingat semua yang ia lakukan


"bukankah dia itu pacarmu, kalau begitu dia harusnya tahu perasaanmu padanya" ucap Ganendra


"iya kau benar makanya dia berkali-kali menolak setiap ada lelaki yang hendak melamarnya, walaupun aku tidak pernah menyatakan perasaan ku padanya tapi dia selalu menyayangiku dan mencintaiku, bahkan ia selalu mengatakan kalau aku adalah calon suaminya, kami sudah menjalani hubungan tanpa status ini selama lima tahun, dan aku baru tahu kalau sebenarnya dia sangat ingin mendengar aku menyatakan perasaanku padanya, dan aku baru tahu betapa pentingnya hal itu bagi seorang wanita, dan bodohnya aku baru akan menyatakan rasa cintaku setelah ia kecelakaan...hiks..hiks" Lelaki itu bercerita hingga meneteskan air mata


"sabar ya..aku doakan semoga kekasihmu cepat sembuh dan kau bisa menyatakan perasaanmu padanya" ucap Gaga


"terima kasih dokter" ucap lelaki itu


Perasaan Gaga menjadi campur aduk setelah mendengar cerita dari lelaki disampingnya, ia hanya mengingat Gendis wanita yang kini mengisi relung kalbunya, dan entah kenapa setelah mendengar cerita itu Ganendra justru ingin menyatakan perasaannya pada gadis itu.


Ganendra segera keluar dari rumah sakit untuk kembali kerumahnya, ia bahkan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak mau seperti laki-laki itu yang menyesali perbuatannya setelah sesuatu terjadi terhadap wanita yang dicintainya.


"aku harus menyatakannya sekarang, aku tidak mau kehilangan kamu Gendis" batin Ganendra


Sesampainya dirumahnya Ganendra segera mencari Gendis, ia sudah mencari gadis itu di semua ruangan tapi tidak ketemu juga.


"apa ibu sudah mengetahui kalau aku menyukai Gendis, kemudian ia mengusirnya" gumam Ganendra


Perasaannya semakin kacau ketika ia melihat loker gadis itu tampak kosong.


Seketika tubuhnya langsung lunglai dan ia duduk dilantai dengan nafas yang terengah-engah.


"aku terlambat!!" ucap Ganendra


"aku harus kerumahnya sekarang, iya sekarang" ucap Ganendra yang langsung bangkit dan keluar dari ruangan itu.


Langkahnya terhenti di depan pintu ketika ia melihat gadis itu kembali kerumahnya dengan membawa pupuk tanaman.


Ganendra segera berlari ke arahnya dan memeluk gadis itu erat. Tentu saja Gendis kaget dengan perlakuan Ganendra padanya.


'"pelukanmu terlalu kuat, badanku bisa remuk karena mu" bisik Gendis


Ia kemudian melepaskan pelukannya.


"maafkan aku bee, aku cuma sangat takut kau pergi dari sini" jawab Gaga


"memangnya kenapa aku harus pergi dari sini?" Gendis balik bertanya


"pokoknya aku takut kehilangan kamu, aku gak mau kau pergi meninggalkan aku bee, karena aku sangat mencintaimu bee" Gaga menyatakan perasaannya pada Gendis


Mata gadis itu berbinar-binar ketika mendengar ucapan Gaga, betapa tidak ia juga sangat mencintai lelaki yang ada di hadapannya itu, dan cintanya ternyata tidak bertepuk sebelah tangan karena Gaga juga mencintainya.


"aku juga mencintaimu bee" jawab Gendis

__ADS_1


Ganendra langsung memeluk gadis itu setelah mendengar jawaban darinya, Sementara Arkadewi terus menatap keduanya dari jauh.


__ADS_2