
Cassey mulai memasuki kampus barunya dan bersiap mengikuti Ospek, kali ini ia tidak sekampus dengan Bagas yang memilih jurusan Administrasi Negara sedangkan Cassey memilih jurusan fashion karena ia lebih tertarik dengan dunia fashion walaupun dia bukan seorang yang fashionable.
Hermes berada satu kampus dengan Cassey hanya saja mereka tidak sekelas karena Hermes memilih jurusan yang berbeda dengan Cassey.
Hari pertama masuk kuliah Cassey dibuat terpukau dengan dandanan anak-anak jurusan Fashion yang semuanya fashionable kecuali dia yang terlihat biasa saja.
Semua mata menatapnya dengan sinis karena menganggap kalau Cassey tidak cocok masuk jurusan Fashion.
Cassey hanya cuek menanggapi nyinyiran teman kampusnya, bahkan ia hanya menggelengkan kepalanya ketika diberikan bangku persis di depan meja dosen.
"Sue, kurang ajar banget mereka gak tahu apa gue ini calon ratu, masa diberikan tempat duduk di depan dosen, gak asik banget sih!" cibir Cassey dalam hati
Sebuah pengumuman terdengar dari audio kelas memberi tahukan kepada seluruh mahasiswa baru untuk berkumpul di ruang aula sesuai jurusannya.
Gadis itu berjalan menuju ke aula mengikuti rekan-rekannya.
Dimana lagi nih anak-anak fashion, kok gak kelihatan, mana banyak bangat lagi mahasiswanya.
"Sudahlah, aku baris disini saja, toh gak ada bedanya sama sekali," batin Cassey
"Woii, anak kecil barisnya didepan, jangan dibelakang, gak kelihatan!" hardik seorang pria mendekati Cassey
Ia didorong oleh laki-laki itu menuju barisan paling depan.
Awas aja lo, nanti!, beraninya dorong-dorong Cassey Stoner!
Gadis itu hanya komat-kamit gak jelas seperti dukun yang sedang membacakan manteranya, sebagai luapan kekesalannya.
"Hey, kamu jurusan apa?, kayaknya aku belum pernah lihat kamu?" tanya seorang cewek
"Fashion," jawab Cassey
"Hmmm, kenapa ada di jurusan Seni, harusnya kamu ada di ujung sana," gadis itu menunjuk sebuah barisan yang ada di paling ujung bertuliskan jurusan Fashion
"Hehehe, iya, yaudah thanks ya...sudah menunjukkan jalan yang benar," jawab Cassey sambil terkekeh
"Darimana saja kamu baru masuk barisan!" hardik seorang seniornya
"Sorry ka, tadi salah kamar," jawab Cassey
"Diih, pagi-pagi sudah salah kamar makanya jangan mesum mulu tuh otak!" cibir sang senior
"Siapa yang mesum ka...namanya juga anak baru wajarlah, nah kalau kaka yang salah kamar baru gak wajar," jawab Cassey dengan kekehan kecil membuat seniornya kesal dan meninggalkannya
"Hadeeh bakal boring nih, mendengarkan ceramah dari dosen di kuliah umum, mana duduk didepan lagi, gak bisa tidur kan," keluh Cassey
__ADS_1
Acara segera dimulai dengan dibuka sambutan dari rektor kampus dan dilanjutkan dengan kuliah umum, setelah selesai semua mahasiswa berjalan menuju ke kelasnya masing-masing.
"Sekarang persiapkan aksi kalian masing-masing untuk acara pembukaan Ospek satu jam lagi, ingat semuanya harus tampil, jika ketahuan ada dari kalian yang tidak tampil maka akan mendapatkan hukuman!!" perintah seorang senior
Semua mahasiswa baru langsung bergegas untuk berganti kostum dan mempersiapkan diri untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.
"Kita disuruh ngapain sih?" tanya Cassey bingung
"Tunjukkin bakat kita, apa aja buat acara pembukaan Ospek," jawab gadis itu
"Oh gitu, kamu mau perform apa?" tanyanya lagi
"Aku mau nampilin rancangan baju terbaru aku dong," gadis itu memamerkan sebuah busana pesta yang terbuat dari kertas daur ulang
"Wow keren!!" Ucap Cassey berdecak kagum
"Bagaimana kalau aku yang jadi modelnya, soalnya aku gak punya bakat untuk di tampilin nih, ada juga bakat gue itu berantem, gak mungkin banget kan buat ditampilin?" tanya Cassey
"Ok deh, lagian bingung juga kalau harus presentasi sambil memperagakan busana ini," sahut Wulan
"Thanks, btw aku Cassey kamu siapa?" tanya Cassey sambil mengulurkan tangannya
"Wulan," gadis itu kemudian menjabat tangan Cassey
Cassey terlihat penuh percaya diri ketika tampil diatas panggung meliuk-liukkan tubuhnya bak seorang model. Tentu saja karena ini bukan pertama kalinya ia tampil memperagakan busana di depan umum.
Cassey dengan semangat langsung melambaikan tangannya pada Hermes hingga tak sadar gaunnya terbuat dari kertas daur ulang robek karena ia terlalu semangat saat mengangkat tangannya.
**Preet!!!
"Oh My God!!" teriak Cassey langsung menurunkan tangannya
Wulan yang juga melihat hal itu langsung memberikan isyarat pada Cassey untuk lebih elegant dan berhati-hati lagi dalam memperagakan busana itu.
Ketika Cassey hendak turun dari atas panggung tiba-tiba seorang senior sengaja meletakan kulit pisang di bibir panggung, Cassey yang menginjaknya langsung terpeleset dan jatuh dari atas panggung.
"Kyaaa!!!"
Semua mahasiswa yang melihatnya tertawa terbahak-bahak melihat kejadian lucu itu, Namun tawa mereka seketika berhenti ketika tahu Cassey menimpa seorang anggota F4 pentolan geng di kampus. Ahmar harus terkena sial karena ia sedang melintas didepan panggung saat gadis itu terjatuh.
"Cepat Bangun!!" hardiknya membuat Cassey langsung bangkit
"Sorry, gak sengaja," sahut Cassey tanpa rasa berdosa
"Baju kamu!!" teriak Wulan
__ADS_1
Cassey segera menatap bajunya yang mulai banyak yang robek.
"Oh My God!" Ia langsung membalikkan badannya dan menarik seniornya berdiri
"Sorry ka, terpaksa gue pinjem jaket lo dulu, untuk menutupi aset berharga gue," Cassey Segera melepas paksa jaket seniornya dan segera memakainya
"Hey, mau dibawa kemana jaket gue!" teriak Ahmar
"Gue pinjem dulu ya, nanti aku kembalikan, peace!!" jawab Cassey sambil berlari meninggalkan pria itu
"Woii, sialan di bawa jaket mahal gue!!" pria itu kemudian mengejar Cassey keluar dari Aula
Cassey segera membuka busana kertas itu dan memakai kembali bajunya.
"Sial!!, kenapa hari ini apes banget ya, siapa yang tadi buang kulit pisang sembarangan hingga mengacaukan acara aku sih, awas aja kalau sampai ketemu akan ku bejek-bejek tuh orang," gumam Cassey
"Wooii, balikin jaket gue!!" teriak salah seorang cowok dari bawah pohon
"Ambil saja kalau berani, gue lagi malas turun," jawab Cassey dari atas pohon
"Turun gak atau gue tebang ni pohon!" ancam Pemuda itu
"Sombong banget jadi orang, tebang aja kalau berani!!" tantang Cassey
Pria itu langsung pergi dan memanggil seorang tukang kebun untuk menebang pohon itu.
"Tebang pohon ini sekarang mang!" perintah Ahmar
"Busyeet, beneran ni anak!, bener-bener sadis!!" Cassey langsung melompat dari atas pohon
**Wuuushh!!!
**Bruuugh!!
"Gak usah ditebang mang, kasian pohonnya lagian aku juga sudah turun kan!" ucap gadis sangat polos
"Neng!" panggil tukang kebun itu
"Ada apa mang?" tanya Cassey
"Ari kasian si kasep neng injak-injak gitu," jawab tukang kebun itu dengan logat sundanya
"ngomong-ngomong mamang lihat gak, pemuda berandal super sadis tadi yang berdiri disini, kok gak ada ya, padahalkan gue mau balikin jaketnya?" tanya Cassey
"Terus juga ni rumput kok empuk banget ya, bikin gue gak seimbang mau jatuh, apa sengaja dibuat dengan gaya gravitasi ya?" tanya Cassey lagi
__ADS_1
"Aro si eneng belum sadar juga, kalau maneh tuh menimpa tubuh si kasep, makanya jadi gak seimbang atuh, coba eneng turun, lagian kasian itu si kasepnya udah merem melek gitu," jawab tukang kebun membuat Cassey langsung melihat apa yang ada dibawahnya.
"Astaghfirullah!!, sorry babang!!, Eneng gak sengaja, swear!!" ucap Cassey yang langsung disambut oleh tatapan mata merah Ahmar