ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 123 # Bagas adalah kado spesial untuk Arkadewi


__ADS_3

"baiklah paman aku akan kembali ke Istana, tapi tidak sekarang. Mungkin besok atau lusa aku akan ke sana" ucap Ganendra


"kenapa tidak hari ini saja?" tanya Danar Gumilang


"aku harus memberi tahu Lambang dulu dan juga berkemas barang-barang ku" jawab Ganendra


"baiklah aku akan menunggumu, apa kau tidak ingin melihat keponakanmu?" tanya Danar Gumilang


" siapa?" tanya Ganendra


"Bagas, putra Damar dan Lulu, dia ada bersama ibumu sekarang" ucap Danar Gumilang


"jadi Lulu sudah kembali ke istana, syukurlah kalau begitu" batin Ganendra


"tentu paman, aku akan melihatnya sekarang" sahut Ganendra


"sepertinya kau tidak terkejut sama sekali mendengar kabar kembalinya Lulu, apa jangan-jangan kau sudah tahu terlebih dulu kalau Lulu sebenarnya masih hidup" ucap Danar Gumilang


"kau benar paman, cuma aku tidak berani memaksanya untuk kembali ke istana" jawab Ganendra


"baiklah sekarang ayo kita temui ibumu" ajak Danar Gumilang


Keduanya kemudian pergi meninggalkan ruangan itu menuju ke ruang perawatan Arkadewi.


Sesampainya disana Ganendra terkejut melihat Bagas yang asyik bermain bersama Arkadewi.


Ia berjalan mendekati keduanya yang masih asyik bermain puzzle.


"papah!!" teriak Bagas yang langsung melompat ke arah Ganendra


Ganendra segera menangkapnya dan Bagas pun langsung bergelayut manja digendongnya.


"Romo??" sapa Ganendra


"kamu juga kembali nak" ucap Panji Aryowinangun sambil memeluk Ganendra


"sepertinya kita harus menunda acara konfrensi pers yang mulia" ucap Danar Gumilang


"benar, kau atur sajalah dimas, aku sangat senang hari ini banyak sekali berkah dan kejutan yang Tuhan berikan padaku hari ini" sahut Panji Aryowinangun


"bagaimana kalau kita adakan syukuran nanti malam?" tanya Danar Gumilang


"itu ide yang bagus dimas" jawab Panji Aryowinangun


"aku bangga kau sudah menjadi seorang dokter sekarang, dan kenapa Bagas memanggil mu papah, apa kalian sudah saling kenal?" tanya Panji Aryowinangun


"iya Romo, aku sudah tahu Lulu masih hidup dan kami sepakat untuk saling merahasiakan identitas masing-masing, dan Bagas memang dekat dengan ku dan dia meminta izin padaku untuk memanggil ku papah karena dia tidak punya papah waktu itu, tapi sekarang aku senang karena ia sudah menemukan papah kandungnya" ucap Ganendra sambil mencium Bagas


"papah, sekalang aku tinggal sama papah Damal loh" ucap Bagas


"iya sayang, papah senang mendengarnya. nanti Insya Allah papah juga akan tinggal di istana sama Bagas" kata Ganendra

__ADS_1


"asyik nanti Bagas punya dua papah" kata Bagas yang kemudian turun dari gendongan Ganendra dan berlari ke arah Arkadewi yang masih asyik menyusun puzzle


"omah??, omah mau tinggal di istana sama Bagas tidak?" tanya Bagas pada Arkadewi


Arkadewi tersenyum padanya dan menganggukkan kepalanya.


"asyik Bagas jadi punya tiga omah" teriak Bagas sambil berlari mengitari ruangan itu


"kau sudah bisa merespon bu" kata Ganendra sambil memeluk ibunya


"benar, nak Bagas berhasil membuat ibumu membaik, dokter bilang kalau kita sering mengajak Bagas kemari mungkin akan mempercepat proses penyembuhan ibumu" ucap Panji Aryowinangun


"stop!!" ucap Ganendra yang menghentikan Bagas


"terima kasih ya sayang, sudah bantu papah buat jaga omah. Bagas mau kan setiap hari temenin omah disini?" tanya Ganendra


" ok pah" jawab Bagas sambil mengerlingkan matanya


"anak pintar" ucap Ganendra sambil mengusap kepalanya


Kini ruangan itu semakin ramai ketika Damar Langit datang bersama Lulu untuk menjemput Bagas.


"kaka!!, kamu ada disini juga??" tanya Lulu


"iya Lu, paman yang memaksaku untuk mengakui kalau aku adalah Gaga kau tahu dia kan??, bisa habis aku kalau tak menurutinya" ucap Ganendra


"hahaha" Lulu tertawa mendengar ucapan Ganendra


"hmmmm" ucap Danar Gumilang yang disambut gelak tawa semua yang ada diruangan itu


"hahahah!!!"


"gak kok?, kakek gak galak!, buktinya dia mau main kuda-kudaan dama Bagas ya kan kek?" kata Bagas


"cuma kamu yang benar sayang dan benar-benar tahu isi hati kakek" kata Danar Gumilang sambil melakukan toa dengan Bagas


"iya dong kek, Bagas gitu lho" ucapnya


"kamu kembali ka?" ucap Damar sambil memeluk Ganendra


"iya aku kembali" jawab Ganendra


"aku yakin kalau kau masih hidup waktu itu, makanya pas kemaren aku melihatmu pertama kali aku yakin kalau kau adalah Gaga kakak ku" ucap Damar Langit


"iya, aku tahu kau juga menyuruh Tama untuk menyelidiki aku bukan?" tanya Ganendra


"kau benar ka, aku yang menyuruhnya memata-matai kamu karena aku yakin kamu adalah ka Gaga" ucap Damar


"dan sekarang kau sudah puaskan melihat ku masih hidup" ucap Ganendra


Damar hanya mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"sayang ayo kita pulang" Lulu mengajak Bagas pulang


"iya mah, tapi besok Bagas boleh main ke sini lagi ya" ucap Bagas


"iya boleh" jawab Lulu


"yaudah Bagas pamitan dulu ya ..sama omah" kata Bagas sambil berjalan ke arah Arkadewi


"omah Bagas pulang dulu ya, besok aku main lagi ke sini, nanti aku bawain es krim buat omah" kata Bagas sambil mencium Arkadewi


Arkadewi kemudian menatapnya lekat dan kemudian mengejar Bagas yang mulai berjalan menjauhinya. Ia kemudian memeluknya erat.


"jangan pergi!!" ucap Arkadewi sambil menagis


"omah, Bagas tidak pelgi cuma pulang aja kok, besok aku kesini lagi ketemu omah lagi, jadi omah jangan sedih ya" ucap Bagas sambil mengusap air mata Arkadewi


"besok janji datang lagi ya?" kata Arkadewi


"iya omah, besok aku pasti kesini lagi sweal!!" sahut Bagas sambil menunjukkan dua jari lambang victory ( peace)


Arkadewi kemudian mengangguk dan mencium Bagas.


"dadah omah sampai ketemu lagi besok" ucap Bagas sambil melambaikan tangannya


Arkadewi menatap kepergian Bagas dan melambaikan tangannya. Satu persatu pergi meninggalkan ruangan itu hingga tinggal Ganendra seorang yang masih setia menemaninya.


"apa ibu bahagia hari ini?" tanya Ganendra


Arkadewi hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"ibu sudah mendapatkan kado spesial dari Tuhan, dihari ulang tahun ibu. Bagas adalah kado spesial itu bu" ucap Ganendra sambil memeluk ibunya


"makanya ibu harus cepat pulih agar bisa tinggal bersama Bagas di istana" ucap Ganendra


"iya nak" jawab Arkadewi


"ibu!!, apa kau sudah mengenaliku!!" teriak Ganendra yang terkejut ketika ibunya memanggilnya dengan sebutan "nak"


"terima kasih ya Allah, engkau telah mengabulkan semua doa-doaku" kata Ganendra


Ia kemudian menciumi ibunya, dan memeluknya erat.


"terima kasih bu, kau sudah bisa mengingatku lagi, aku janji aku tidak akan membuatmu kecewa lagi" kata Ganendra


Arkadewi kemudian merebahkan tubuhnya di ranjangnya.


"tidurlah bu, kau pasti lelah hari ini" ucap Ganendra sambil menyelimuti ibunya dan mengusap kepalanya


"selamat tidur ibu, semoga mimpi indah" ucap Ganendra sambil mencium keningnya


Ia kemudian pergi meninggalkan Arkadewi yang mulai terlelap.

__ADS_1


__ADS_2