
Sore berganti dengan Malam, sayup-sayup terdengar suara jam dinding yang berbunyi membangunkan Lulu dari tidurnya. Ia mulai mengerjapkan matanya, Samar-samar ia melihat Damar yang masih terlelap disampingnya. Ia menurukan tangan Damar yang masih melingkar didadanya. Lulu segera bangun dan berjalan menuju kamar mandi. Belum sampai bibir kamar mandi tubuhnya ambruk jatuh kelantai.
**brugghh!!!
Damar segera menghampiri Lulu yang terjatuh didepan kamar mandi.
"kamu kenapa? " tanya Damar
"sakit !!!, aku jadi susah jalan" kata Lulu meringis menahan sakit
Damar hanya tersenyum melihatnya.
" iya.. lama-lama juga nanti kau terbiasa" kata
Damar yang kemudian menggendongnya menuju kamar mandi
Ia kemudian merebahkan tubuh Lulu kedalam bak mandi yang sudah terisi air hangat. Damar kemudian ikut berendam bersama Lulu
"mau aku mandiin" goda Damar yang kemudian menyiramkan air ketubuh Lulu.
Lulu gantian membalas Damar dengan menyiramkan air dingin ketubuhnya, membuat Damar langsung menggigil kedinginan dan berlari keluar meninggalkan Lulu dikamar mandi .
Ia kemudian segera membersihkan tubuhnya.
Setelah Lulu keluar dari kamar mandi, Damar bergantian masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Saat keduanya sedang asyik menonton televisi tiba-tiba terdengar bunyi dari perut Lulu.
**kruyuuk!!!
Terdengar bunyi perut Lulu yang berdemo minta diisi.
"aku lapar" kata Lulu sambil tersenyum
"yaudah kamu mau makan dimana?" tanya Damar
"dirumah saja" jawab Lulu
Damar segera memerintahkan dayang istana mempersiapkan makan malam untuk mereka.
Lulu berjalan pelan menuju kemeja makan.
__ADS_1
Sementara dua orang dayang tersenyum kearahnya, Lulu langsung salah tingkah. Ia malu jika kedua Dayang itu memperhatikan lehernya yang penuh dengan ******.
"eheem!! " suara Damar membuat dua orang dayang segera pergi meninggalkan mereka
Lulu merasa lega karena dua dayang itu telah pergi. Ia segera duduk dimeja makan dan menyantap hidangannya dengan lahap.
Setelah selesai makan, Damar mengajaknya Jalan-jalan menikmati indahnya cahaya purnama dikelilingi bintang-bintang membuat suasaana malam menjadi lebih romantis.
Mereka berdua berjalan menuju ke taman, dan duduk berdua memandangi indahnya malam yang bertabur bintang dibawah cahaya rembulan.
"malam yang indah bukan?" tanya Damar sambil merangkul tubuh Lulu
"iya, indah sekali" jawab Lulu
"apa kau bahagia menjadi istriku?" tanya Damar sambil mengusap rambut Lulu
"iya, aku bahagia jadi istrimu, walaupun dulu aku sempat ragu untuk menikah denganmu" jawab Lulu
"kenapa?" tanya Damar lagi
"karena aku tahu kalau kau tak menyukaiku" jawab Lulu sambil menundukkan wajahnya
"kata siapa aku tak menyukaimu, apa yang kau katakan dahulu itu benar, kini aku yang justru benar-benar takut jika kau meninggalkan aku, aku benar-benar mencintaimu Lu" kata Damar yang kemudian mencium bibir Lulu
Terdengar suara langkah seseorang yang mendekat kearahnya. Wanita tua itu menatap lekat kearah keduanya.
" nenek?" kata Damar yang berlari kearahnya Ia kemudin mencium tangannya dan memeluknya
Lulu segera mengikuti yang Damar lakukan terhadap wanita tua yang dipanggilnya nenek itu.
Wanita tua itu memandangi Lulu dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Lulu segera memegangi lehernya berusaha menutupinya agar sang nenek tak terus memandangi bekas cupangnya.
"ada perlu apa nenek jauh-jauh menemui Damar? " kata Damar memulai pembicaraan
"aku ingin mengajak kalian tinggal bersama nenek" jawabnya
"tapi nek...." Damar ingin sekali menolak tawaran itu, tapi belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya nenek segera memotong pembicaraannya.
"jangan membantah, besok kemasi barang-barang kalian " kata Nenek yang kemudian meninggalkan mereka
__ADS_1
"fuuhh!! " Damar menghebuskan nafasnya
"kenapa?, sepertinya kamu tidak suka jika harus tinggal bersamanya? " tanya Lulu penasaran
"tentu saja, karena terlalu banyak aturan disana" kata Damar yang menghela nafas panjang
Lulu jagi bergidik mendengar Damar berucap seperti itu.
"Damar aja tidak suka tinggal disana, apalagi gue" kata Lulu dalam hati
Damar merebahkan kepalanya dipangkuan Lulu, Lulu kemudian mengusap lembut rambutnya.
"kamu harus janji tidak akan meninggalkan aku" Kata Damar menatap lekat Lulu
"emangnya aku mau pergi kemana" jawab Lulu
"aku tau, banyak yang menyukaimu, jadi aku takut kehilangan kamu" kata Damar yang kini memegang erat jemarinya
"kenapa dia mendadak jadi possesive gini" gumam Lulu
"tenang daja, gak bakal ada yang suka sama aku, lagian aku kan tidak cantik-cantik amat, norak pula, gak da yang menarik dari cewek okem kaya aku" kata Lulu meyakinkan Damar yang mulai posesif terhadap dirinya
"justru itulah yang membuatmu menarik, jadi jangan dekat dengan cowok manapun?" pinta Damar
"weww, menarik darimanya, mungkin hanya cowok sarap yang suka sama gue, hahaha " kata Lulu sambil tertawa
"tolong jaga hatimu untuku" pinta Damar yang bangkit dan bersimpuh dibawah Lulu
"diiih, kok jadi bucin gini" kata Lulu yang mengernyitkan dahinya, berusaha menahan tawa karena melihat keseriusan Damar
"iya, sayang... aku janji akan setia sama kamu" jawab Lulu
"terima kasih sayang" jawab Damar senang sambil mengecup kening Lulu
"tapi kalo Yoga bolehkan?" kata Lulu
"tidak boleh" jawab Damar
Lulu kemudian menyungutkan wajahnya.
"tapi si ndut itu kasian, aku cuma mau melindungi dia aja, karena sering dibuli, aku gak bakalan kok suka sama dia" kata Lulu meyakinkan Damar
__ADS_1
"tetep gak boleh " kata Damar yang kemudian menarik tangan Lulu masuk kedalam rumahnya