
Lulu menyandarkan kepalanya di bahu Damar, ia membelai rambutnya dan terus memandangi wajah cantiknya.
"kenapa sih dari tadi liatinnya kaya gitu mulu" kata Lulu
"aku kangen sayang" jawab Damar
"kan kita udah ketemu dari tadi" jawab Lulu
"bukan itu sayang" kata Damar menggoda Lulu
"jangan omes deh, ingat aku masih sakit" kata Lulu
"iya sayang aku tahu" kata Damar
Damar memandang istrinya yang masih bersandar dibahunya. Baru saja ia hendak menciumnya tiba-tiba ia dikagetkan oleh seseorang yang mengetuk pintu.
****tok!, tok!
Tama masuk dengan senyumnya yang mengembang.
"wajah kamu kenapa Tam-tam?" tanya Lulu
"tadi aku dikeroyok oleh seseorang, tapi untungnya ada yang menolong ku" kata Tama
"syukurlah" jawab Lulu
"dan kau tau siapa yang menolongku?" kata Tama lagi
Lulu hanya menggelengkan kepalanya.
Ia terkejut ketika satu persatu sahabatnya masuk kedalam ruangan.
"Ferdan, Ryan, Icha, Noval!!!, kalian " teriak Lulu yang kaget sekaligus senang karena sahabat-sahabatnya datang menjenguknya
Ferdan sengaja mendorong tubuh Damar agar menjauh dari Lulu. Mereka berempat segera memeluk Lulu bersamaan, seperti Teletubbies yang sedang berpelukan.
"hufft, pengganggu sudah datang" kata Damar Kesal melihat Ferdan dan teman-temannya
Damar sengaja berdehem karena melihat keempat sahabatnya itu belum melepaskan pelukannya.
"ehemmm!!!" teriak Damar
"udah jangan lama-lama pelukannya, awas jahitan di punggungnya Lulu masih basah" kata Damar
Mereka terus saja memeluknya, mereka tak mendengar peringatan dari Damar, merasa dirinya diacuhkan Damar segera menarik satu persatu dari mereka untuk melepaskan pelukannya.
"masih kangen!" kata Ferdan yang sengaja memeluk Lulu lagi mencoba membuat Damar kesal
Benar saja, Damar semakin kesal melihat Ferdan, kali ini iya langsung menghadang aksi Ferdan dengan berdiri didepan Lulu membuat Ferdan yang ingin memeluk Lulu berganti memeluknya.
__ADS_1
Semua yang ada disana tertawa melihat keduanya yang saling berpelukan.
Ferdan segera melepaskan pelukannya.
"sueee!" maki Ferdan
"oh ya Lu, ada satu orang lagi yang ikut jenguk kamu, dia katanya rindu berat sama kamu" kata Ferdan yang mulai memancing emosi Damar lagi
"siapa" tanya Lulu
"masuk!!!" perintah Ferdan
Seorang cowok tampan berbadan tinggi kurus dengan rambut ikal sebahu masuk kedalam ruangan.
"alfian!!, ni beneran lo!" teriak Lulu masih tak percaya
"cie...cie...mantan datang" kata Ryan menggoda Lulu
"apaan sih lo" kata Lulu
"gue boleh peluk lo ga Lu" ucap Alfian
"jangan !!!" teriak Dámar dan Ferdan bersamaan
"cie...cie .. tadi pelukan sekarang kompakan...bentar lagi jadian" Goda Ryan
Melihat Damar dan Ferdan yang sudah menjauh dari Lulu membuat Alfian segera mengambil kesempatan memeluk Lulu.
Damar dan Ferdan langsung berbalik menarik tubuh Alfian bersamaan.
"cie...cie!!" goda Ryan lagi
"bandel ya" Kata Ferdan yang menjewer telinga Alfian
"sekali-kali Dan, mumpung Lulu lagi sakit, kalo dia sehat kan gak bakal bisa, bisa abis dihajar gue ama dia" kata Alfian
*****Grrrr!!!!
Seketika semuanya tertawa memecah keheningan malam.
"iya gpp kok, kalian semua sahabat gue, gue sayang kalian semua, kalian udah gue anggap seperti saudara sendiri, tapi inget ya gue mau dipeluk kalian bukan berarti gue murahan dan jangan meyalah artikan gue suka sama kalian. Karena gue cuma sayang sama satu orang, dan hatiku juga udah gue berikan padanya. Gue cuma cinta dan sayang sama Damar" ucap Lulu tersipu malu
Mendengar ucapan Lulu, Damar menjadi Lega ia segera memeluknya dan mengecup keningnya.
" I love you my queen" ucap Damar
"I love you too my prince" jawab Lulu
Melihat adegan itu membuat Ferdan, Alfian, Ryan dan Noval saling berpelukan.
__ADS_1
"auto baper" kata Ryan mencium kening Ferdan
"diih najong" jawab Ferdan melepas pelukan Ryan
"aku padamu sayang" balas Noval yang memeluk Alfian
"gue ama siapa donk" kata Icha
"lo sama Tama, aja!" celetuk Ferdan
"diih ogah" jawab Icha
"hahahaha!!"
Mereka terkekeh melihat icha segera menggeser posisinya menjauh dari Tama.
****************
Malam semakin Larut, namun Arkadewi masih belum bisa memejamkan matanya, ia gelisah setelah mendapat telepon dari Argo Seno.
Ia memberitahukan bahwa putra semata wayang Yudha ditangkap oleh pihak istana, sebagai dalang penyebar gosip perselingkuhan Lulu dan Gaga.
"dia kembali..., tapi itu mustahil, Yudha sudah mati, jadi tidak mungkin ia kembali lagi!!" kata Arkadewi
**krieeet!!!
Merdengar seseorang yang membuka daun pintu kamarnya, Arkadewi segera bangun dari tempat tidurnya untuk mengecek siapa yang datang.
Ia segera menyalakan lampu kamarnya.
"kamu!!!!" kata Arkadewi yang membelalakkan matanya, ia sangat terkejut dengan sosok yang berdiri dihadapannya
"aku datang sayang, aku sangat merindukanmu sayang!" kata Laki-laki itu sambil memeluk erat Arkadewi
Arkadewi segera mendorong tubuh pria itu.
"tidak mungkin, kamu sudah mati, kenapa kau datang kesini!" kata Arkadewi
"kau benar sayang, jasadku memang sudah mati semejak kau memilih menjadi selir Panji Adiku, dan kau mencoba membunuhku dengan meracuni ku, serta mengumumkan kematianku. Tapi Tuhan masih memberikanku kesempatan kedua, melalui tangan Adikmu Regita.
Ia menyelamatkan aku dan membawaku pergi keluar negeri. Dan sekarang aku kembali untukmu sayang" ucap Yudha
Mata Arkadewi melotot mendengar penuturan dari Yudha.
"kau masih cantik seperti dahulu, bahkan kau terlihat lebih cantik sekarang" kata Yudha
"pergi kau!!" teriak Arkadewi yang mendorong tubuh Yudha
"aku tahu sayang, kau juga sangat merindukan aku, Panji pasti selalu mengabaikanmu, ia terlalu bodoh membiarkan wanita cantik seperti mu menderita. Jangan khawatir sayang, hari ini aku datang aku akan menjadi Yudha mu yang dulu, Yudha yang selalu melindungi mu dan menyayangimu" kata Yudha sambil mendaratkan ciumannya.
__ADS_1