ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
iBab. 49 # Bertemu Ferdan


__ADS_3

"Lulu!!!" sapa seseorang yang tak asing ditelinga Lulu


"suara itu, seperti aku sangat mengenalnya" batin Lulu


Lulu kemudian menoleh kearah suara itu, matanya seketika membulat memandangi sosok yang berdiri dibelakangnya. Ia berdiri dan mendekatinya.


"Ferdan!!! " teriak Lulu tak percaya


Untuk beberapa menit keduanya hanya berdiri mematung, saling menatap, ada rasa canggung yang tercipta diantara mereka. Rasanya Lulu ingin sekali memeluk sahabatnya yang sudah lama ia rindukan kehadirannya.


Begitu juga Ferdan yang sangat merindukan sosok Lulu yang tiba-tiba menghilang saat ia ingin menyatakan perasaannya. Melihat gadis yang dicintainya ada didepannya Ferdan langsung memeluk Lulu.


Melihat Lulu dipeluk oleh laki-laki yang bukan suaminya membuat Tama menjadi berang ia segera mnarik paksa Ferdan, Ia berusaha melepaskannya dari pelukan Lulu.


Tak terima dengan perlakuan Tama, Ferdan langsung melayangkan pukulannya kewajah tama.


**bugghhh!!!


Tama segera membalasnya dan terjadilah baku hantam dirumah sakit. Lulu segera melerai mereka.


"berhenti!!!, ini rumah sakit bukan ring tinju! " teriak Lulu


Namun keduanya tak menghiraukannya, mereka terus saling memukul, membuat Lulu kesal, terpaksa ia juga melayangkan pukulannya kepada dua pria dihadapannya.


**buuugghh!!!


**bugghhhh!!!


"Lulu!!!! "teriak keduanya bersamaan


"hehehe " lulu hanya tertawa kecil melihat keduanya kesal


"apa dia suamimu? " tanya Ferdan


"bukan, dia Tama sepupu suamiku yang juga sebagai pengawal pribadiku" jawab Lulu


"ckckck, keren lu, sekarang lo kemana-mana juga dikawal sama bodyguard" kata Ferdan berdecak kagum


"oh ya Tama, kenalin Ferdan teman sekolah Lulu" Lulu memperkenalkan Ferdan kepada Tama


Mereka berdua kemudian berjabat tangan, tak berapa lama Ayu muncul dari balik pintu membawa makanan.


"wuiih, pantesan rame?, ternyata ada tuan putri datang toh" ledek Ayu


"sueee, lo" jawab Lulu

__ADS_1


"lo bawa siapa mbak? " tanya Ayu sambil memperhatikan Tama


"oh, dia Tama sepupunya Damar" jawab Lulu


"Ayu, adiknya Lulu yang paling cantik, hehehe" Ayu memperkenalkan dirinya


"Tama" jawab Tama dingin


"sok kecakepan lo" kata Lulu


"biarin wee, emang ayu cantik, iyakan ka Ferdan, ka Tama" Ayu mencoba memastikan


keduanya langsung mengangguk bersamaan.


"tuh kan liat sendiri, mereka berdua aja mengakui kalau ayu cantik, yaudah ni sebagai hadiah Ayu kasih nasi padang satu-satu, kecuali mbak Lulu, biarin aja gue gak kasih, biasanyakan para putri itu suka diet kalau malam, biar body goalnya tetap terjaga, iya ga, hehehe ? " Kata Ayu mencoba meledek Lulu


Ferdan hanya terkekeh melihat kelakuan Ayu, kecuali Tama yang tetap dingin bagaikan salju.


"diiih, bisa gitu? " jawab Lulu kesal.


"yaudah lo berdua gue aja, Lu " ajak Ferdan


"tidak usah, yang mulia makan punya saya saja, lagian saya masih kenyang" kata Tama yang menyodorkan makanannya pada Lulu


"udah-udah gak usah berebut, biar Lulu makan berdua jukyung lim aja" jawab Lulu mendekati Ayu


Ketiganya akhirnya menghabiskan makanan mereka.


Lulu kemudian berjalan-jalan keluar ditemani oleh Ferdan.


"makasih ya dan, lo masih perhatian sama keluarga gue?" kata Lulu


"sama-sama lu, gue akan selalu peduli sama lo, meski lo udah gak peduli lagi sama gue" jawab Ferdan yang menggenggam erat jemari Lulu


Lulu berusaha melepaskan jemarinya karena ia sadar bahwa ia bukan lagi Lulu yang dulu, Lulu yang masih single, ia kini adalah seorang yang sudah bersuami sehingga harus menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada.


"kenapa lu" kata Ferdan ketika lulu melepaskan genggamannya


"maaf Dan, gue sekarang bukan Lulu yang dulu lagi, gue udah punya suami jadi kita gak bisa kaya dulu lagi"


"iya gue ngerti, lo sekarang emang beda Lu" kata Ferdan lesu


"ehemmm!! " seseorang berdehem mengagetkan mereka


"Damar!!! "teriak Lulu yang kemudian langsung berlari kearahnya

__ADS_1


Damar membuka kedua tangannya dan Lulu langsung memeluknya.


"oh ya sayang kenalin dia Ferdan teman sekolahku " kata Lulu memperkenalkan Ferdan kepada Damar


Keduanya bersalaman cukup lama, mereka saling menatap dengan tatapan penuh ketidak sukaan, netra mereka seakan berbicara bahwa mereka saling membenci.


"cih, jadi ini suami Lulu, orang yang sudah ngerebut Lulu dari gue" batin Ferdan


"aku tahu lo suka sama Lulu, pura-pura jadi temennya, awas aja kalo lo godain Lulu lagi, kelar hidup lo" Damar membatin


***Flashback


Setelah menyelesaikan pekerjaannya Damar segera menyusul Lulu ke Jakarta, beruntung ia bisa tiba diJakarta dengan cepat. Dari Bandara ia segera menghubungi Tama meminta alamat rumah sakit tempat Ayah Lulu dirawat.


Sesampainya dirumah sakit ia sangat kaget melihat Lulu bersama seorang lelaki yang begitu dekat dengannya, ada rasa cemburu yang menggebu dihatinya. Hatinya semakin berkecamuk ketika ia menyaksikan laki-laki itu mulai menggenggam erat jemari istrinya.


Namun perasaannya yang kacau sejenak berkurang ketika Lulu melepaskan jemarinya dari genggaman tangan Ferdan, ia percaya jika Lulu selalu setia kepadanya. Namun tak dapat ia pungkiri kalau dirinya masih menyimpan amarah karena sudah terbakar api cemburu.


😈😈😈😈😈😈


Malam ini Lulu dan Damar menginap dirumah sakit sementara Ayu pulang diantar oleh Ferdan.


Lulu duduk bersandar dibahu Damar yang membelai rambutnya dengan lembut. Sesekali ia mencium aroma wangi rambut lulu.


"apa Ferdan itu mantan kamu? " tanya Damar


"bukan, aku belum pernah punya pacar sebelumnya? " jawab Lulu


"masa? " Kata Damar tak percaya


"kalau kau tak percaya tanya saja Ayu" kata Lulu kesal


"tapi kenapa kalau bukan pacar kok bisa sedekat itu? " tanya Damar lagi


"kamu jelous ya?? " kata Lulu yang kemudian bangun dan segera berdiri menatap kearah suaminya


"ya wajar donk aku cemburu, kan kamu istri aku, lelaki manapun pasti akan cemburu kalau melihat istrinya berduaan dengan lelaki lain" Damar coba menjelaskan


Lulu segera pergi meninggalkan Damar, percuma menjelaskan panjang lebar, jika Damar masih terbakar api cemburu. Ia berjalan mencari udara segar sementara Damar langsung mengejarnya.


"maafkan aku ya sayang" kata Damar sambil menghentikan langkah Lulu


Sejenak Lulu menatap Damar yang penuh kesungguhan meminta maaf kepadanya, ia membuang rasa kesalnya karena ada rasa kagum yang mulai muncul terhadap suaminya itu.


"iya, aku juga minta maaf mungkin aku juga salah karena tak mengerti perasaan kamu" jawab Lulu

__ADS_1


Damar segera memeluk erat Lulu.


"makasih sayang, udah mau ngertiin aku" kata Damar


__ADS_2