
Yudha bersama Sean berjalan menuju ke klinik kerajaan, mereka menjenguk Reksa Aditya yang tergolek tak sadarkan diri dibangsal perawatan khusus pasien jantung.
Yudha mengusap kening lelaki renta itu.
"benarkah kau ini ayahku" ucap Yudha
Reksa mulai membuka matanya, ia merasa ada seseorang yang datang menjenguknya.
"Yudha, anaku" ucap Reksa lirih
"benarkah kau ini ayahku?" tanya Yudha lagi
Reksa Aditya hanya mengangguk pelan.
"bagaimana aku percaya kalau kau ini benar-benar ayah kandungku?" tanya Yudha
Tangan Reksa Aditya menunjuk kearah tasnya yang berada disampingnya, Yudha segera mengambil tas itu.
Reksa Aditya kemudian mengambil sebuah map yang berisi sebuah hasil tes DNA, ia kemudian memberikan kannya kepada Yudha.
Yudha membaca hasil tes DNA itu, ia kemudian menatap lelaki renta dihadapannya.
Ia langsung memeluknya dengan erat.
"Romo!!" bisik Yudha sambil memeluk ayahnya
"maafkan Romo nak, aku tak bisa menjadikankanmu Raja negari ini seperti keinginan ibumu" ucap Reksa Aditya
"aku tidak masalah Romo, yang terpenting aku sudah menemukan siapa ayah kandungku, itu sudah membuatku bahagia" jawab Yudha
*************
Lulu berjalan menggelayuti lengan nenek Welas Asih.
"aku senang akhirnya semua selesai dan berakhir dengan kemenangan" kata Lulu
"apa kita akan mengadakan pesta untuk merayakan kemenangan hari ini?" tanya Damar Langit
"aku akan mengadakan makan malam bersama di rumah ku, tapi Lulu yang harus memasak semua makanannya" kata Welas Asih
"tapi nek, Lulu kan tidak bisa masak" jawab Lulu
"aku yakin kamu bisa, lakukanlah demi nenek" pinta Welas Asih
"baik nek" jawab Lulu pasrah
"aha!!, tinggal lihat tutorial di you tube pasti beres, hihihi" kata Lulu dalam hati sambil tersenyum-senyum sendiri
__ADS_1
"kenapa kamu senyum-senyum sendiri?, stress ya karena disuruh masak sama nenek" kata Damar sambil mengusap kening Lulu
"issh, sotoy!!" jawab Lulu
"stttt!!!, jangan keras-keras ngomongnya kalau nenek denger kamu ngomong seperti itu, kamu bisa kena hukuman, memangnya kamu mau?" tanya Damar sambil membungkam mulut Lulu
"iya-iya, maaf keceplosan, hehehe" jawab Lulu
***************
Reksa Aditya mengajak Yudha dan Sean untuk mendatangi makam kerajaan yang tidak terlalu jauh dari klinik tempatnya di rawat. Ia mengajak keduanya untuk menziarahi makam Gendis Ayuni ibu kandung dari Yudha yang juga nenek dari Sean
Yudha kemudian duduk bersimpuh disamping pusara yang bertuliskan nama Gendis Ayuni binti Lambang Adinegoro.
"assalamualaikum ibu, maafkan putramu yang baru bisa mengunjungimu hari ini" kata Yudha sambil memeluk nisan ibunya
"maafkan putramu juga yang telah membuatmu terpaksa menghalalkan segala cara, hanya untuk membuatku bahagia, aku bangga memiliki ibu yang begitu peduli terhadapku, walupun aku belum pernah melihatmu aku yakin kau sangat menyayangi ku, karena kau rela mengorbankan hidupmu hanya untuk kebahagiaanku, terimakasih ibu sudah melahirkan ku kedunia ini, aku janji akan sering-sering mengunjungimu jika aku ada di Jogja" kata Yudha
"perkenalkan dia Sean cucumu ibu, dia sangat mirip denganku bukan?" ucap Yudha sambil merangkul Sean
Setelah menabur bunga diatas pusara ibunya, Yudha kembali lagi ke klinik kerajaan.
Pada saat mereka melangkahkan kakinya keluar dari area pemakamanYudha melihat Layung Sari dan juga Welas Asih yang akan memasuki gerbang pemakaman.
Ia segera memeluk Layung Sari karena ia merasa bersalah kepadanya.
"maafkan aku karena tak mengakuimu sebagai ibuku, hanya karena keegoisan ku yang ingin merebut kembali tahta yang bukan milikku" ucap Yudha sambil terisak
"ibu sudah tau, kamu melakukan itu karena terpaksa, dan ibu sudah memaafkanmu sebelum kau meminta maaf padaku" jawab Layung Sari sambil mengelus lembut kepalanya
"maukah ibu ikut bersamaku ke Australia, aku akan memulai lembaran baru disana, aku akan menata kembali hidupku, dan aku ingin ibu mendampingiku disana" ajak Yudha
"ibu sudah terlalu tua untuk melakukan perjalanan jauh, fisik ibu sudah tidak kuat lagi, jadi ibu mohon maaf tidak bisa ikut bersamamu" jawab Layung Sari
"kau tidak perlu kembali keluar negeri putraku, ibu mengijinkanmu tinggal di istana, karena bagaimanapun juga kau tetaplah putraku, aku sudah merawatmu dari bayi hingga dewasa, jadi hubungan ibu dan anak ini tidak bisa terhapus hanya karena masalah perebutan tahta saja" ucap Welas Asih
Seketika tangis Yudha pecah ketika mendengar ucapan dari Welas Asih.
"maafkan putramu yang durhaka ini ibu, aku sudah menyakiti hatimu dan berbuat jahat kepadamu" kata Yudha sambil terisak
"bukan engkau yang salah Yudha, tapi ini karena kesalahan ibu, kau melakukan semua itu karena aku tidak segera memberitahukanmu kebenarannya dari awal sehingga membuatmu salah paham dan melakukan semua ini" jawab Welas Asih
"Yudha tahu ibu melakukan ini karena terpaksa, maafkan juga ibu Gendis yang sudah membuatmu menderita" kata Yudha
"aku sudah memaafkanmu dan juga ibumu, sekarang tugasmu adalah mendidik Sean putramu agar menjadi seseorang yang bisa membanggakan keluarga kita" kata Welas Asih
"tentu ibu, terima kasih karena ibu masih menganggapku sebagai putramu. Kalau begitu Yudha pamit dulu, karena aku harus membawa romo kembali keklinik" kata Yudha berpamitan pada keduanya
__ADS_1
Yudha segera mendorong kursi roda yang dinaiki oleh Reksa Aditya meninggalkan area pemakaman.
Sesampainya diklinik, seorang dokter segera memeriksa kondisinya.
"kondisinya sudah bagus, dan hari ini juga tetua sudah bisa beristirahat di rumah" kata dokter
"terima kasih dok" ucap Yudha
Ia kemudian membereskan semuanya barang-barang milik ayahnya dan bergegas pulang kerumah Reksa Aditya.
**tok!! tok!!, tok !!
Yudha segera membukakan pintu ketika seseorang mengetuknya.
"apa paman sudah pulang?" tanya Arkadewi
"sudah, untuk apa kamu datang kemari?" tanya Yudha
"tentu saja aku ingin menjenguk pamanku tersayang, apa tidak boleh?" kata Arkadewi yang balik bertanya
" asal kau tidak mengganggunya aku akan mengizinkan mu menjenguknya" jawab Yudha
"tentu saja sayang" jawab Arkadewi
"paman, apakah engkau sudah sehat?" tanya Arkadewi
"tentu, kenapa kau bertanya seperti itu?" kata Reksa Aditya balik bertanya
"aku turut berduka paman karena usahamu gagal untuk menjadikan Sean sebagai putra mahkota, tapi paman tidak perlu khawatir karena ponakanmu ini akan melanjutkan perjuaganmu yang telah gagal, aku akan merebut posisi putra mahkota dengan caraku sendiri, paman bisa pastikan aku tidak akan gagal kali ini" ucap Arkadewi penuh percaya diri
"sudahlah Dewi, lupakan saja mimpimu yang tidak akan pernah terwujud itu, kau hanya akan sakit hati jika usahamu gagal " kata Yudha yang masuk kedalam kamar itu
"kau tidak perlu meragukan ku sayang, aku adalah Arkadewi yang selalu berhasil dengan segala rencana liciknya" kata Arkadewi
*********
Sementara di paviliun nenek Welas, tampak Lulu sedang sibuk memasak hidangan untuk merayakan kemenangan nenek Welas.
"huh!!, kenapa tak seorangpun datang membantuku, benar-benar mereka ingin mengujiku" kata Lulu sambil memotong sayuran
"baiklah kalian akan merasakan betapa enaknya masakan chef Lulu, hahaha" kata Lulu sambil menyalakan You Tube dari ponsel ya
Ia kemudian mengikuti segala instruksi dari tutorial memasak yang ia tonton.
"bumbu kari itu tidak ada, biar kucari dulu" ucap Lulu sambil mengacak-acak bumbu masak yang ada didapur
"serbuk ini sama-sama kuning, tapi bacaannya mangir terus ada gambar rempah-rempah juga, aku tambahkan sedikit tambahkan saja supaya masaknnya lebih lezat " ucap Lulu sambil memasukkan sebungkus serbuk mangir yang ia temukan di almari dapur
__ADS_1