ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 147 # Pesona Tama Wijaya


__ADS_3

Lulu mengajak Tama menuju ke kantin kampus.


"kenapa makan disini sih" ucap Tama


"emang maunya dimana?" tanya Lulu


"aku biasanya diluar, males kalau disini rame" ucap Tama


"yang namanya jam istirahat ya pasti ramelah Tam-tam, kecuali kalau kamu kesini jam


kuliah ya sepi.." sahut Lulu


Lulu kemudian memesan makanan untuk mereka. Tiba-tiba sekelompok cewek-cewek langsung mendekati mereka.


"kak Tama, boleh duduk disini gak" ucap salah satu dari mereka


Tama hanya diam tak menjawab. Lulu hanya menggeleng melihat kelakuan adik sepupunya itu.


"gimana mau dapat pacar, kalau dingin kaya kulkas gitu kalo sama cewek" batin Lulu


"boleh kok" jawab Lulu


Semuanya berebut ingin duduk di samping Tama, sedangkan Lulu sengaja menggeser posisi duduknya agar menjauh dari Tama, sedangkan Tama hanya melotot ke arah Lulu.


Lulu hanya terkekeh melihat Tama yang terus menggeser tempat duduknya hingga ia terjatuh.


**braakk!!!


"hahahaha" Lulu tertawa melihat Tama yang meringis kesakitan


"lagian pake geser-geser segala, udah benar juga disitu" ucap Lulu


Tama hanya menyungutkan wajahnya dan menepis semua tangan cewek-cewek yang berusaha membantunya berdiri, ia berjalan dan duduk disamping Lulu.


"jaga jarak dariku, atau kalian saya usir dari sini!" Tama mengancam pada cewek-cewek itu untuk tidak mendekatinya


Cindy dan Nilam berjalan ke arah kantin, semuanya langsung menyingkir ketika mereka datang. Cindy segera mendekati Tama dan mengusir gadis-gadis itu agar menjauh dari Tama.


"cih !!, kenapa gadis ini ada disini, mana akrab banget lagi sama Tama" batin Cindy


"Tam-tam, tolong ambilin krupuk!" ucap Lulu


"berapa?" tanya Tama


"dua"


Tama segera mengambilkan kerupuk untuknya.


"iishhh!, kenapa Tama nurut banget sama tuh cewek" batin Cindy


"Tama, kau harus mengisi materi setelah istirahat, apa kau sudah siap?" Cindy memulai pembicaraan dengan Tama


"iya aku tahu" jawab Tama dingin


"ok, aku cuma mengingatkan kamu saja, takutnya kamu lupa, btw kalau kau butuh bantuan aku siap membantumu" ucap Cindy


"tidak perlu, terima kasih" jawab Tama


"apa kau sudah selesai?" tanya Tama

__ADS_1


"udah, ayo cabut" ajak Lulu


Tama segera pergi mengikuti Lulu.


"iiihh, sebeeel!!!, kenapa dia begitu dingin padaku, sedangkan sama cewek itu dia baik banget" gerutu Cindy


"udahlah Cin, cinta itu tak bisa dipaksakan" ucap Nilam


"tapi kau kan tahu, seumur hidup aku tidak pernah ditolak, kecuali Tama yang berani menolakku" ucap Cindy


"sabar ya Cin" jawab Nilam


Semua mahasiswa baru sudah berkumpul di aula untuk mendapatkan kuliah umum, dari mahasiswa berprestasi sekaligus asisten dosen Tama Wijaya.


Semuanya berdecak kagum melihat sosok Tama yang sangat tampan dan berwibawa.


"Tama ternyata sangat terkenal di kampus ini, dan juga banyak yang menyukai dia, tapi sayangnya tidak ada yang satupun yang berhasil menaklukkan hatinya. Baiklah Tam-tam aku datang untuk membantu mu menemukan belahan jiwamu" batin Lulu


Lulu tampak terlelap ketika kuliah umum berlangsung, mungkin karena ia kekenyangan hingga tak kuat menahan kantuknya.


"dasar Pel*r, kebiasaan pasti molor saat belajar" gumam Tama yang melihat Lulu tampak tertidur dengan mulut menganga


Setelah selesai mengisi kuliah umum, Tama segera mendekati Lulu dan membangunkannya.


"bangun Lu!!!" teriak Tama


"bangun!!" Tama terus menggoyang-goyangkan tubuhnya


"ada tawuran woiii!!" teriak Tama


"mana..mana!!" Lulu langsung terbangun ketika mendengar kata tawuran


"ketahuan kan kalau kau tukang berantem, makanya langsung bangun ketika dengar kata tawuran" ucap Tama


"kau harus segera ikut bergabung dalam kegiatan baksos, kalau tidak, kau akan dapat masalah nanti" ucáp Tama


Lulu segera berjalan menuju ke lapangan tempat berkumpul mahasiswa baru untuk pembagian kelompok baksos.


Angger segera menarik Lulu keluar barisan ketika ia datang terlambat.


"sudah datang terlambat, tidak meminta izin masuk, malah nyelonong saja, memangnya siapa kamu!!" ucap Angger yang kesal terhadap Lulu


"sekarang squad jump seratus kali baru masuk barisan " ucap Angger


Tama yang melihat Lulu akan dihukum segera datang untuk membantunya, tapi Lulu memberikan isyarat agar Tama tidak usah membantunya.


"kenapa matamu, kelilipan?" tanya Angger ketika melihat Lulu mengedipkan matanya berkali-kali


"iya, hehehe" jawab Lulu sambil tertawa kecil


"cepat selesaikan hukumannya!!" teriak Angger


Lulu segera menyelesaikan hukumannya dan kembali ke barisan.


"eeiitt.. tunggu dulu, tidak secepat itu kau bisa kembali ke barisanmu, kau harus berdiri di sini untuk menyelesaikan hukuman keduamu" ucap Angger yang memberikan sapu padanya untuk menyapu seluruh lapangan itu


ku equipment


"kau tidak bisa berlaku sewenang-wenang gitu terhadap mahasiswa baru, atau kau akan mendapatkan teguran dari pihak kampus kare

__ADS_1


melihat ada unsur pembulian" ucap Tama


Mendengar ucapan Tama, Angger langsung menyuruh Lulu untuk kembali masuk ke barisannya.


" makasih , ya Tam-tam kamu udah membantu hari ini" ucap Lulu


"hmmm!!"


"kenapa Tama begitu peduli dengan cewek itu, apa dia pacarnya" gumam Angger


Kedekatan Tama dan Lulu kemudian membuat kaum hawa sangat tidak suka dengan Lulu.


Acara ospek hari pertama usai, Lulu segera bersiap-siap untuk pulang. Ia menunggu Tama dikelasnya agar bisa pulang bareng dengannya.


"kenapa Tama lama banget ya" gumam Lulu


Ia kemudian menyusul Tama ke kelasnya.


Ia melihat seseorang sedang berbincang dengannya, dan Tama tampak nyaman berbicara dengannya.


"sepertinya Tama menyukai gadis itu" ucap Lulu


"baiklah aku akan membantumu Tama, untuk mendapatkan gadis itu." batin Lulu


Lulu kemudian menghampiri Tama ketika gadis itu sudah pergi meninggalkan Tama.


"siapa dia?" tanya Lulu


"dia Ira teman sekelas ku" jawab Tama


"apa kau menyukainya?" tanya Lulu lagi


"dia itu pacarnya Angger Lu, jadi mana berani aku menyukainya" ucap Tama


" sebelum janur kuning melengkung semuanya masih bisa diperjuangkan Tam-tam, tenang saja sekarang giliran aku untuk membantu mu mendapatkan Ira" ucap Lulu


"sudahlah jangan ngelantur" jawab Tama


Keduanya akhirnya meninggalkan ruangan itu, dan kembali ke istana.


Sesampainya di Istana Lulu langsung merebahkan tubuhnya ke ranjangnya.


"kamu capek ya?" tanya Damar


"iya, kayaknya aku males kuliah deh sayang, gak ada temannya gak asik, aku berhenti kuliah aja ya" ucap Lulu


"kau harus tetap kuliah sayang, pendidikan itu sangat penting, apalagi bagi seorang wanita, karena dari wanita yang cerdas akan melahirkan generasi yang cerdas juga, jadi jangan menyerah ya sayang, aku akan selalu mendukungmu" ucap Damar sambil memijat tubuh Lulu


*********


Ganendra tampak bahagia mengantar Gendis berobat ke rumah sakit.


"gimana dok, keadaan Gendis" tanya Ganendra


"kalau melihat hasil Rontgennya sudah mengalami kemajuan, mungkin tinggal beberapa minggu lagi kita Rontgen ulang" ucap Dokter Alex


"baik Dok, terima kasih atas informasinya" Ganendra mengajak Gendis meninggalkan ruangan dokter paru-paru


"setelah ini kita mampir ke toko perhiasan, untuk memesan cincin pernikahan kita" ucap Gaga

__ADS_1


"kenapa buru-buru, bee?" tanya Gendis


"semuanya sudah aku rencanakan bee, setelah kamu sembuh kita langsung mengadakan pesta pernikahan, ibu juga sudah tahu kok " jawab Ganendra


__ADS_2