ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 126 # Kehidupan pilu dayang Istana 2


__ADS_3

Hari ini Danar Gumilang sengaja mengajak Damar langit untuk mengunjungi para abdi dalem keraton yang dianggap kurang mampu dan sudah mengabdikan dirinya bertahun-tahun di Keraton Arjowinangun.


"sepertinya kita harus sering-sering melakukan kunjungan seperti ini paman agar kita bisa lebih dekat dengan para abdi dalem keraton yang telah mengabdikan hidup mereka pada keraton" ucap Damar Langit


"kau benar yang mulia, setelah ini aku berencana untuk memberikan penghargaan bagi abdi dalem Keraton yang telah mengabdi selama lebih dari lima tahun, dan juga meningkatkan gaji mereka yang sudah mengabdi lebih dari sepuluh tahun" ucap Danar Gumilang


"rencana yang bagus paman, aku senang mendengarnya" ucap Damar


"sekarang kita harus kembali ke istana yang mulia" ajak Danar Gumilang


Keduanya kemudian naik kedalam mobilnya menuju ke istana.


**********


Sementara itu, Ganendra mengajak Bagas untuk menemui Arkadewi.


"omah!!!" teriak Bagas ketika sampai di bibir pintu ruang perawatan Arkadewi


Arkadewi tersenyum dan berjalan mendekati Bagas lalu memeluknya.


"coba tebak omah hari ini Bagas bawa apa?" tanya Bagas


Arkadewi hanya menggelengkan kepalanya.


"masa omah gak ingat sih, kan kemalin Bagas sudah bilang sama omah mau bawa apa" ucap Bagas sambil manyun


"es krim" jawab Arkadewi


"yeeeaaah!!, omah benal" ucap Bagas senang


"yaudah sebagai hadiahnya Bagas kasih omah dua esklim" kata Bagas sambil memberikan es krim pada Arkadewi


"terima kasih" ucap Arkadewi


"sama-sama omah, tapi besok gantian ya omah yang beliin Bagas es klim" ucap Bagas


"iya" jawab Arkadewi


Ganendra tersenyum melihat kedekatan Bagas dan ibunya.


"makanya kaka cepetan nikah biar cepet punya anak juga, pasti bunda seneng" ucap Lulu


"iya pengin sih Lu, tapi gak ada yang mau sama aku" jawab Ganendra

__ADS_1


"masa sih, gak ada yang suka sama dokter ganteng kaya kaka" sahut Lulu


"beneran Lu, selama aku kuliah saja tidak ada yang berani deket-deket sama aku" kata Ganendra


"itu karena kaka terlalu dingin sama cewek, coba kalau kaka selalu ramah dan care pada cewek-cewek pasti mereka langsung klepek-klepek sama kaka" kata Lulu


"ya, tidak bisa gitu Lu, bisa-bisa kaka dianggap tukang PHP dong karena care sama semua cewek dan sok ramah sama mereka, aku tuh maunya care cuma sama satu wanita saja dan aku belum ketemu sama wanita itu" ucap Ganendra


"hmmm, kak Gaga emang so sweat, yaudah Lulu doain semoga cepat ketemu cewek idaman kaka" jawab Lulu


"entah sampai kapan aku bisa bertemu dengan cewek idamanku itu Lu, karena hatiku sudah ku tutup untuk wanita lain setelah kau menikah dan aku tidak berhasil memilikimu, tidak ada wanita lain yang bisa membuat hatiku bergetar selain dirimu" gumam Ganendra


"sepertinya bunda sebentar lagi bisa pulang ka" ucap Lulu


"iyah, aku harap juga begitu. Karena aku rasa merawatnya dirumah akan lebih cepat membuatnya kembali seperti semula" ucap Ganendra


"oh iya ka, semalem Damar menyuruhku untuk masuk kuliah, menurut kaka kira-kira jurusan apa yang tepat untukku?" tanya Lulu


"tehnik" jawab Ganendra


"ternyata kita sehati ka, aku juga mau masuk jurusan itu kak, cuma kata Damar aku suruh masuk jurusan PR aja" ucap Lulu


"ya terserah kamulah Lu, karena kamu yang akan menjalaninya jadi kamu harus dengarkan kata hati kamu" jawab Gaga


"oh ya aku harus menjenguk dayang istana yang sakit, apa kamu mau ikut?" ajak Ganendra


"aku jagain Bagas aja kak, kalau aku ikut nanti ga ada yang jagain bagas dong" ucap Lulu


"yaudah kamu tunggu disini ya, nanti aku balik lagi" ucap Ganendra


Ia kemudian keluar dari ruangan itu, menuju ruang perawatan Gendis.


****krieet!!


Ganendra membuka pintu ruangan itu perlahan, agar tidak menggangu Gendis yang sedang beristirahat.


"yang mulia!!" ucap Gendis


"ehhh...aku kira kamu sedang tidur tapi ternyata kau malah sedang membaca buku" kata Ganendra


"aku suntuk yang mulia, jadi aku pinjam saja buku-buku milik perawat untuk menghilangkan kejenuhan ku" sahut Gendis


"apa kau masih sekolah?" tanya Ganendra

__ADS_1


"harusnya aku kuliah, tapi karena tidak ada biaya jadi aku tidak melanjutkan kuliah dan memilih bekerja sebagai pelayan toko" ucap Gendis


"oh iya aku belum memberitahumu kalau kakakmu sudah meninggal" kata Gaga


"Innalilahi wa Inna ilaihi roji'un" ucap Gendis


"kenapa kau tidak sedih?" tanya Gaga


"mungkin ini lebih baik buat ka Menik, dari pada ia harus terus menahan sakit karena ketiadaan biaya untuk berobat, mungkin ini jawaban atas doa-doa kami, yang ingin ka Menik segera sembuh dari sakitnya, karena kami tidak kuat jika harus melihat ia setiap hari menangis kesakitan tanpa bisa berbuat apa-apa, sedangkan sekarang dia sudah bahagia bersama ayah dan ibu dan juga sudah tidak kesakitan lagi" ucap Gendis


"kau adalah gadis terkuat yang pernah aku temui, aku kagum terhadap kalian yang mampu bertahan dalam kekurangan, oh iya adik-adik mu sementara tinggal dirumahku, sambil menunggu rumahmu selesai direnovasi" ucap Ganendra


"terima kasih yang mulia atas semua bantuanmu" kata Gendis


"tidak usah sungkan, sudah kewajiban kita untuk saling membantu satu sama lain" jawab Ganendra


"apakah saya boleh minta tolong padamu pangeran?" tanya Gendis


"katakanlah" ucap Gaga


"bagaiman caraku untuk membalasbkebaikanmu" ucap Gendis


"cepatlah sembuh, dan berobatlah dengan rutin agar kau bisa sembuh total dari penyakitmu, karena TBC itu bisa sembuh dengan rutin berobat" ucap Gaga


"apa kau tidak ada permintaan lain?" tanya Gendis lagi


"tidak ada" ucap Gaga


"baiklah kalau begitu aku cuma minta tolong kau jaga adik-adik ku jika aku nanti tiada, karena aku tahu bukan hanya TBC yang menggerogoti tubuhku, tapi ada penyakit lain yang bersarang di tubuhku, maaf jika aku lancang aku mendengar ucapan dokter yang memeriksa ku tadi pagi" ucap Gendis


"kau harus kuat, aku yakin semua penyakit ada obatnya jangan patah semangat, yakinlah kau pasti sembuh" ucap Ganendra sambil mengusap kepala Gendis


"terima kasih yang mulia, kau seperti malaikat yang dikirim Tuhan untuk menyelamatkan keluargaku" ucap Gendis


"istirahatlah, agar kau bisa cepat pulih dan segera bertemu dengan adik-adik mu" ucap Ganendra


Ia kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


***bughhh!!


Karena terburu-buru, Ganendra tidak sengaja menabrak seorang wanita didepannya.


"aww!!, kalau jalan itu pake mata, sudah tahu ada orang segede gajah didepannya masih saja di tabrak" ucap wanita itu sambil mengambil dokumennya yang terjatuh

__ADS_1


"maaf, saya terburu-buru jadi tidak melihat anda" ucap Ganendra sambil membantu memunguti dokumen wanita itu yang tercecer


__ADS_2