ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 146 # Masa Ospek


__ADS_3

"sayang karena masalah di istana sudah selesai, aku mau mengantarmu kuliah hari ini" ucap Damar sambil memeluk Lulu dari belakang


"benarkah??" Lulu berbinar-binar mendengar ucapan Damar


"iya, setelah paman Rahardian di penjara,


paman Danar memberi ku waktu seminggu untuk mengambil cuti" ucap Damar


"aku seneng banget dengernya, karena aku juga udah lama gak jalan bareng kamu" ucap Lulu


"iya, yaudah ayo kita jalan sekarang" Damar mengaitkan tangannya dengan lengan Lulu.


"aku ikut kalian ke kampus ya" ucap Tama


"hadeeh, baru juga mau berduaan udah ada pengganggu saja" gumam Damar


" memangnya mobil kamu kemana?" tanya Damar


"dipinjem Rey, buat ngedate sama ceweknya" jawab Tama


"yaudah masuk" perintah Damar


Tama kemudian masuk kedalam mobil itu.


"lo di depan Tam-tam, maksudnya lo yang bawa lah, masa aku yang nyetir sih, dasar adik gak peka" ucap Damar sambil memberikan kunci mobilnya pada Tama


"sekali-kali bro, aku di supirin sama calon raja" ucap Tama


"udah jangan ngelunjak, jadilah Tama yang selalu penurut" jawab Damar


"iya yang mulia" Tama melajukan mobilnya menuju ke kampusnya.


Sesampainya di kampus ia segera turun dan meninggalkan Lulu dan Damar.


"sayang aku anterin kamu sampai kedepan kelas ya" ucap Damar


"gak usah sayang, sampe sini aja, lagiankan hari ini aku cuma ospek" jawab Lulu


"pokoknya aku mau anter kamu titik" Damar menggandeng Lulu menuju ke kelasnya


Di sepanjang jalan semua mahasiswa putri tampak tak berkedip melihat Damar yang begitu rupawan.


"wow keren bangeeeet!!!"


"aku mau jadi yang kedua..."


"ceweknya jelek, mending sama aku aja"


"ganteng bangeeet!!"


Lulu merasa risih melihat para cewek yang memandangi Damar dengan tatapan berbeda.


"tuh kan aku bilang apa sayang, kamu suka y dilihatin cewek-cewek kaya gitu" ucap Lulu

__ADS_1


"gaklah...aku tuh cuma mau mastiin kalau kamu tuh gak genit sama senior kamu" kawab Damar


"diih, gak mungkin banget sayang... aku kan cuma cinta sama kamu, lagian ada Tama juga yang selalu jagain aku kan, jadi mana bisa aku macam-macam " jawab Lulu sambil mencubit pipi Damar


"ok, aku percaya kamu sayang..ingat jaga hati kamu hanya untuk aku, jangan ngelirik-ngelirik sama senior yang keceh, jaga mata" ucap Damar


"siaap, yang mulia" jawab Lulu


"yaudah aku pamit ya" ucap Damar sambil mengecup kening Lulu


Lulu kemudian masuk kelas, setelah Damar sudah benar-benar tidak terlihat lagi.


Lulu segera mengikat rambutnya dengan pita warna-warni dan mencorat-coret wajahnya seperti perintah seniornya.


Setelah selesai merubah penampilannya, ia kemudian bergabung dengan teman-teman yang lainnya menuju ke lapangan untuk mengikuti upacara pembukaan acara ospek mahasiswa baru.


"sudah tahu badannya mungil masih saja berdiri di belakang, pindah ke depan" hardik seorang senior pada Lulu


Lulu segera mengikuti perintah seniornya, tanpa perlawanan karena ia tidak mau mencari masalah di hari ospek pertamanya.


Dia berdiri tepat didepan pemimpin upacara, sehingga ia tidak dapat berkutik sama sekali.


"dasar sueee, kenapa harus berdiri disini sih" gumam Lulu


Setelah upacara selesai acara dilanjutkan dengan acara perkenalan dan pembekalan ospek dari para senior.


"males ah ..paling abis ini pada cari-cari kesalahan, mending cari aman aja, pura-pura pingsan seru kali ya" batin Lulu


Seperti yang diprediksi Lulu tiba-tiba semua senior turun kelapangan dan mengecek satu persatu kelengkapan ospek setiap mahasiswa, dan saat melihat kejadian itu Lulu langsung menjatuhkan dirinya ke tanah.


Seketika para senior langsung berlari ke arahnya.


"ada yang pingsan, cepat bawa ke UKS" teriak salah seorang senior


"dasar anak manja merepotkan saja" ucap Angger sambil mengangkat tubuh Lulu menuju ke UKS


Tama yang melihat Lulu pingsan segera berlari mengejar Angger yang membawanya menuju ke UKS.


Ia langsung membaringkan tubuh Lulu ke atas brankar sederhana yang ada di ruang UKS.


"kamu apakan dia sampai pingsan!!" hardik Tama pada Angger


"gak usah teriak aku dengar, aku tidak ngapa-ngapain dia, dianya aja yang manja, baru berdiri sebentar aja sudah pingsan" cibir Angger


"awas aja kalau kau macam-macam sama dia, aku yang akan menghajar mu" ancam Tama


"terserah kamu aja " ucap Angger sambil meninggalkan Tama dan Lulu


"Tama segera mengambil minyak kayu putih dari kotak P3K dan mengoleskannya ke pelipis Lulu, namun Lulu langsung menepisnya.


"gak usah" ucap Lulu ia kemudian bangkit dan


duduk

__ADS_1


"cepet banget sadarnya" kata Tama bingung


"itu karena gue gak pingsan beneran, cuma males aja ikut acara buly-buly kaya gitu, gak mutu tau" cibir Lulu


"pantesan, kenapa aku gak curiga ya, aku malah khawatir kalau benar-bemar pingsan" ucap Tama


"berarti keren dong akting gue" ucap Lulu


"iya, lo emang keren" balas Tama


"yuadah lo boleh balik lagi ke teman-teman lo" ucap Lulu


"yaudah aku balik ya, kalau ada apa-apa telpon aku" pesan Tama


Seperginya Tama dari sana Lulu langsung merebahkan tubuhnya di brankar lagi.


**braak!!!


Dua orang senior masuk kedalam ruang UKS dan mengagetkan Lulu.


"enak lo ya, pura-pura sakit biar gak kena hukuman" ucap salah seorang senior sambik mendekati Lulu


"bangun lo !!!" salah seorang dari mereka menarik paksa Lulu hingga membuat Lulu merasa kesal


"maaf kaka, tolong besikaplah sopan sedikit kepada adik kelas anda, dan aku yakin itu tidak akan membuatmu menjadi rendah dimata mereka, justru mereka akan hormat pada anda" ucap Lulu sambil melepaskan tangannya dari genggaman tangan seniornya


"jiaaah!!!, ni anak baru sok banget, mau cari gara- gara sama Cindy, asal lo tahu ya kalau di kampus ini gue yang berkuasa si sini, jadi jangan karena lo tadi di kunjungi oleh My prince Tama, terus lo merasa paling cantik gitu !, karena diperhatikan oleh cowok keren kaya dia, hey ngaca ya lo, gue yang paling cantik disini dan gue gak bakal biarkan lo deketin Tama, dan sekarang gue mau kasih pelajaran dulu buat lo yang sok kecakapan" Cindy kemudian mengambil sebuah penggaris besi dan mengarahkannya pada Lulu


Namun Lulu berhasil menendang gadis itu hingga ia jatuh tersungkur di lantai.


"belum tau dia siapa Lulu, makanya jangan sok jagoan ama gue, preman aja gue libas apalagi cewek manja kaya lo" batin Lulu sambil tersenyum sinis pada Cindy dan Nilam.


"kurang ajar, berani juga dia ngelawan aku, Nilam bantu aku jangan hanya diem aja !!" Cindy meminta bantuan Nilam


"maaf ya kaka senior aku permisi dulu, karena udah jam istirahat jadi mau ke kantin dulu" ucap Lulu


Cindy bangun dan langsung menarik rambut Lulu.


"aww!!" teriak Lulu


"jangan harap lo bisa kabur dari sini setelah apa yang lo lakuin sama gue" ucap Cindy


" lepaskan rambut gue atau kalian menyesal" ucap Lulu


" jiaah, berani banget dia ngancam kita" ucap Nilam


"baiklah kalau kalian maksa, jangan salahkan gue bersikap bar-bar sama kalian" Lulu segera memutar tubuhnya dan melayangkan pukulannya kepada dua gadis dihadapannya


**buuugh!!!


"aww!!" jerit dua gadia itu bersamaan


"kan tadi gue udah peringatkan kalian, tapi kalian ngeyel sih jadi sorry, bukan salah gue" Lulu mengangkat bahunya dan meninggalkan mereka yang masih mengerang kesakitan

__ADS_1


"anj*r !!, siapa sih gadis itu, jago banget beladirinya" gerutu Cindy


__ADS_2