ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 119 # Akhirnya kau kembali


__ADS_3

"kau lanjut saja ke kamar Damar ya, kau masih ingatkan jalannya?" tanya Danar Gumilang


"iya" jawab Lulu mengangguk pelan


"aku angkat telpon dulu, dan setelah itu aku akan menyusul mu, kau tidak usah takut aku yang akan menjelaskan semuanya pada Damar" ucap Danar Gumilang


"Baiklah, paman" kata Lulu yang kemudian berjalan meninggalkan Danar Gumilang


Sesampainya dikamar Damar Lulu terkejut melihat Bagas sedang bermain bersama seorang anak kecil perempuan ditemani oleh seorang wanita cantik.


"jadi itu anaknya Damar yang bernama Ayu dan wanita itu pasti istrinya" kata Lulu yang merasa kecewa


"Romo!!" teriak Ayu ketika melihat Damar yang berdiri didepan pintu


"iya sayang " jawab Damar


Lulu kemudian membalikan badannya, dan ia melihat Damar yang sudah berdiri dibelakangnya. Ayu berlari kearah Damar dan Damar segera berjongkok dan memeluknya.


"Romo, tante ini siapa?" tanya Ayu


"oh dia mamahnya Bagas" jawab Damar


" tante pasti mau jemput Bagas ya?" tanya Ayu


"iya kamu benar" jawab Lulu sambil memegangi dagunya


"apa dagu mu masih sakit?" tanya Damar


"iya, sedikit" kata Lulu


"yaudah bentar aku ambilkan obat ya" ucap Damar sambil menggendong Ayu


"tidak usah, sebentar lagi juga sembuh" jawab Lulu


"Maya!, tolong bawakan kotak P3K kemari!!" perintah Damar Langit


Candramaya segera mengambil kotak obat dan memberikannya kepada Damar Langit.


"ini ka" kata Candramaya sambil memberikan kotak P3K padanya


"Ayu turun dulu ya sayang, Romo mau mengobati tante Nunu dulu" kata Damar sambil menurunkan Ayu


Ayu kemudian berlari ke kamar dan bermain lagi bersama Bagas. Sementara Candramaya terus memandangi Lulu yang terus menunduk.


"sini aku oleskan salep untuk menghilangkan rasa nyerinya" kata Damar sambil mendongakkan wajah Lulu dan menepis tangannya yang memegangi dagunya


Damar terkejut melihat Lulu tanpa tahi lalatnya. Sedangkan Candramaya langsung pingsan ketika melihat wajah Lulu.


**brughh!!!


Lulu yang panik melihat Maya pingsan dihadapannya segera menepis tangan Damar dan segera berlari kearah Candramaya.


"bantu aku mengangkatnya" kata Lulu


"kenapa pakai pingsan segala sih si Maya, ngerepotin aja" kata Damar sambil membopong tubuh Maya


Ia kemudian merebahkannya diatas ranjangnya.


"bunda kenapa Romo?" tanya Ayu


"dia cuma kaget karena melihat ibunya Bagas" jawab Damar


"memangnya kenapa kok mamah kaget melihat tante apa tante galak?" tanya Ayu lagi


"karena tante lebih cantik dari bundamu, jadi ia takut, hehehe" jawab Damar sambil terkekeh

__ADS_1


"hahaha!!" Ayu dan Bagas ikut tertawa mendengar ucapan Damar


"diih garing banget sih Damar!!, bukannya mengkhawatirkan istrinya malah ngegombal gak jelas" batin Lulu


"gak lucu!!" bentak Lulu yang kemudian segera mengolesi pelipis dan hidung Maya dengan minyak kayu putih


"kamu kenapa sih tegang banget hari ini?" tanya Damar


"gimana tidak tegang, istrimu pingsan gara-gara aku, dia pasti mengira aku ini pelakor, makanya dia pingsan" kata Lulu


"tunggu-tunggu!!, kau bilang Maya istriku??" Damar balik bertanya


"iya emangnya ada yang salah" jawab Lulu


Baru saja Damar akan menjawab pertanyaan Lulu tiba-tiba Maya sadar.


"ka..ka..ka.mu...!!" kata Maya sambil menunjuk Lulu dan kemudian pingsan lagi


Lulu jadi semakin panik melihat keadaan Maya, dia takut keberadaannya di sana akan membuat kondisi Maya bertambah shock.


"kayanya gue harus buru-buru pergi dari sini sebelum keadaan Maya jadi tambah parah karena dia pasti takut kalau aku akan merebut Damar darinya" gumam Lulu


"dasar lebay, begitu saja pingsan kaya lihat hantu saja" gerutu Damar


"sayang telpon papih kamu suruh kesini!" titah Damar pada Ayu


"baik Romo" jawab Ayu yang kemudian mengambil ponsel Candramaya dan menghubungi Sean


"papi???, bukannya kamu Romonya ya. terus papinya siapa??" tanya Lulu


"papinya Ayu ya Sean, dia memang memanggil ku Romo walaupun aku bukan ayahnya" jawab Damar


"apa!!" teriak Lulu yang kemudian tubuhnya jatuh pingsan


Sekarang gantian Lulu yang pingsan mendengar penjelasan Damar Langit. Beruntung Damar segera menangkap tubuhnya hingga ia tak jatuh ke lantai.


Tak berapa lama Sean masuk ke kamar itu.


"ada apa sih bro, hingga Maya sampai pingsan segala?" tanya Sean


"mungkin dia lelah kali" kata Damar


" lelah shoping iya, dari kemarin ia bolak-balik ke mall mulu kan" ucap Sean sambil mendekati istrinya


"sayang!!, bangun sayang!!" Sean mencoba menepuk-nepuk pipi Maya agar dia segera sadar


"aku tahu cara bangunin mamah" kata Ayu yang mendekati papinya


"apa coba?" tanya Sean


"sini aku bisikin" kata Ayu sambil mendekatkan mulutnya ke telinga Sean dan membisikkan sesuatu padanya


Sean hanya manggut-manggut mendengar bisikan putrinya.


"papi tahu kan?" tanya Ayu


"iya-iya, papi paham maksud kamu sayang" kata Sean


Setelah tos dengan papinya Ayu kembali lagi bermain bersama Bagas.


"bangun sayang, hari ini ada midnight sale di mall langganan kita, semua benda branded di diskon hingga sembilan puluh persen lho" kata Sean di telinga Maya


Mendengar diskon Maya langsung bangun dan duduk.


"yang bener sayang??" tanya Sean

__ADS_1


"tuh benarkan kata Ayu pih, hihihihi" kata Ayu sambil tertawa


"iya sayang seratus buat anak papi" kata Sean


"dasar cewek!!, giliran ada diskon aja langsung melek!!" gerutu Sean


"jadi diskonnya kapan sayang?" tanya Maya lagi


"nanti malam dalam mimpi" jawab Sean sambil terkekeh


"isshhh, papi bohong" ucap Maya


Ia kemudian mengedarkan pandangannya mencari-cari Lulu.


"kemana Lulu?" tanya Candramaya


"tidak ada sayang, Lulu sudah meninggal. kamu jangan ngomong sembarangan" kata Sean


"beneran tadi aku lihat dia disini pih, makanya aku pingsan" jawab Sean


"kamu cuma halusinasi saja kali" jawab Sean


"isshh, papi mah suka gak percaya sama bunda, nah tuh yang tidur disofa siapa?" ucap Maya


"siapa dia?" tanya Sean


"dia mamahnya Bagas" kata Damar


"tuh denger bun, dia itu mamahnya Bagas, bukan Lulu" ucap Sean


"tapi beneran dia itu mirip banget sama Lulu, kalo tdk percaya ayo lihat dia sekarang!" perintah Maya


"tidak perlu!!" kata Danar Gumilang yang muncul dikamar itu bersama Tama


"kenapa paman?" tanya Maya


"kau benar dia itu Lulu, dia selama ini masih hidup, cuma dia bersembunyi aku juga belum tahu pasti apa alasan dia melakukan semua ini" kata Danar Gumilang


"lebih baik kita tanya orang nya saja" kata Tama tidak sabar


"tunggu sampai dia siuman, baru kita tanyakan padanya" kata Danar Gumilang


"sekarang ambilkan air putih untuknya!" perintah Danar Gumilang


Damar segera bergegas untuk mengambilkan segelas air putih untuknya.


Danar Gumilang kemudian duduk disamping Lulu.


"bangun yang mulia!!" kata Danar Gumilang


Lulu kemudian mulai mengerjapkan matanya.


"minumlah" kata Danar sambil memberikan segelas air putih padanya


Setelah meminum air putih Lulu kemudian duduk, dan menatap kesekirarnya. Tampak terlihat wajah-wajah yang penuh tanya dan penasaran terus menatapnya kecuali Damar yang bersikap biasa saja.


"kenapa kau biasa saja setelah tahu aku ini Lulu, apa kau tidak senang?" tanya Lulu dalam hati


"sekarang katakan kenapa kau tidak kembali ke istana dan memilih bersembunyi dari kami?" tanya Danar Gumilang


"pertama kali aku datang ke Jogja dalam keadaan hamil aku sangat senang karena akan memberi tahukan kehamilan ku pada Damar dan aku yakin dia juga akan senang sama seperti ku, tapi tiba-tiba niatku berubah ketika mendengar ada pernikahan agung yaitu seorang pangeran yang menikah dengan putri dari keraton solo dan aku mengira pangeran itu adalah Damar, aku akhirnya mengurungkan niatku untuk kembali ke istana karena aku tidak mau merusak kebahagiaan Damar dan istrinya, dan aku juga tidak mau suatu saat akan terjadi perebutan kekuasaan lagi seperti kejadian Damar dan ka Gaga, maka dari itu aku memutuskan untuk menyembunyikan identitas ku bahkan dari orang tuaku jua, untuk pertama kali aku merasakan kehidupan yang sangat berat dan sangat sedih karena harus jauh dari orang-orang yang aku sayangi, beruntung ada ibu Ayumi yang akhirnya memutuskan untuk menetap di Jogja dan menemani ku melalui hari-hari yang sangat berat. Ia juga yang membantu ku baik dari segi materi dan moril dari aku hamil hingga membesarkan Bagas, dan aku sempat kaget juga tadi ketika melihat Maya aku kira dia adalah istri Damar dan Ayu yang memanggilnya Romo semakin memperkuat dugaan ku kalau mereka adalah keluarga baru Damar, aku sempat ingin segera pergi dari sini. Makanya aku sangat khawatir dan kaget ketika Maya pingsan untuk yang kedua kalinya, tapi aku jadi kaget sendiri ketika Damar bilang Ayu bukan putrinya semuanya membuatku bingung" ucap Lulu


"owhhh, maafkan aku Lu aku tadi cuma takut kalau aku itu melihat hantu, itu saja kok, swear, ga da maksud lain" kata Maya sambil memeluk Lulu


"jadi semuanya sudah jelaskan sekarang, dan mulai hari ini kau harus kembali lagi ke istana" kata Danar Gumilang

__ADS_1


"iya my princess kamu tinggal lagi disini ya?" ucap Sean


Lulu segera menatap Damar yang berdiri dihadapannya, sambil merentangkan kedua tangannya, berharap Lulu datang dan memeluknya.


__ADS_2