ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 87 # Menyamar


__ADS_3

"hallo Danar kau ada dimana sekarang?" tanya Yudha


"aku masih ada di istana ?" jawab Danar Gumilang


"kita perlu ketemu sekarang" kata Yudha


"baiklah kita ketemu di kafe kamu saja" ucap Danar Gumilang


Yudha sekarang memutar mobilnya menuju kekafe Sean yang sedang sangat ramai itu.


Ia berjalan masuk menuju ke ruangannya, ia tersenyum ketika melihat Danar sudah ada diruangannya.


"kau memang selalu on time dimas" Puji Yudha


"kang mas bisa saja, ada apa kang mas mengajakku kemari?" tanya Danar Gumilang


"aku ingin membicarakan tentang Maya" kata Yudha


"ada apa lagi dengan dia?" Danar Gumilang balik bertanya


"aku rasa dalang dari pembunuhan kali ini bukan Maya orangnya tapi ia justru memanfaatkan momen ini untuk membalaskan dendamnya kepada Arkadewi, melalui Ganendra" kata Yudha


"berarti Maya tahu siapa dalang dibalik penusukan Gaga" kata Danar


"benar sekali dimas, tapi kita susah untuk membuktikannya, karena orang ini sangat licik, bisa jadi Maya yang akan terseret menjadi pelaku utamanya, itulah yang aku khawatirkan" kata Yudha


"hmmm, iya aku paham sekarang, baiklah kita coba selesaikan bersama teka-teki ini, aku yakin kita bisa meringkus pelakunya ke penjara" kata Danar Gumilang


"iya aku percaya padamu dimas" kata Yudha


"apakah Arkadewi pelakunya?" tanya Danar Gumilang


"kau benar dimas, tapi aku bingung bagaimana cara menjebloskan Arkadewi ke penjara, karena saat kejadian itu berlangsung ia sedang aku kurung diruang bawah tanah" kata Yudha


"dan hanya Maya yang mengetahui siapa yang dihubungi Arkadewi untuk menjalankan rencananya" kata Yudha


"berarti kuncinya ada pada Candramaya, kita harus menjaganya, jangan sampai Arkadewi mengetahui nya karena kalau itu sampai terjadi, maka nyawa Maya dalam bahaya" kata Danar Gumilang


"itulah yang aku takutkan" ucap Yudha


"baiklah, biar aku yang akan mengawasi Maya" kata Danar Gumilang


"baiklah kalau begitu, aku akan pergi kerumah sakit untuk menjenguk Gaga" kata Yudha


"kita bareng saja kang mas, aku juga ingin menjenguk nya juga" kata Danar Gumilang


"baiklah, ayo kita pergi sekarang" ajak Yudha


Keduanya kemudian bergegas meninggalkan kafe menuju rumah sakit.


****************


Sudah dua hari Arkadewi menunggu Ganendra dirumah sakit yang masih belum sadarkan diri.


"sial!!!, kenapa bibi tidak meninggalkan ruangan ini sama sekali, kalau begini terus bagaimana aku bisa masuk" umpat Candramaya yang terus memperhatikan Arkadewi dari luar


Melihat gerak-gerik Candramaya yang mencurigakan, Yudha dan Danar segera mendekatinya.


"apa yang sedang kau cari Maya?" tanya Yudha


Maya terkejut dengan kedatangan Yudha dan Danar Gumilang.

__ADS_1


"eh paman, aku cuma mau menjenguk ka Gaga, tapi bibi melarang ku masuk" kata Candramaya


"apa kau ingin ikut masuk bersama kami" ajak Danar Gumilang


"oh tidak usah paman, biar Maya disini saja, aku tidak mau kehadiran ku malah menambah suasana jadi tidak nyaman" kata Maya


"baiklah kalau kau tidak mau" kata Danar Gumilang yang kemudian masuk kedalam bangsal perawatan Gaga


"bagaimana keadaan Gaga kaka ipar?" tanya Danar Gumilang


"dia masih koma, entah sampai kapan ia akan terus tertidur" jawab Arkadewi sedih


"kau tidak perlu bersedih Dewi, Gaga pasti sembuh" kata Yudha mencoba menguatkan Arkadewi


"kalau kau capek, kaka ipar bisa pulang, biar aku yang akan menggantikan mu menjaganya" kata Danar Gumilang


"tidak usah Danar, biarkan aku yang menjaganya" kata Arkadewi


"baiklah, kalau begitu aku pamit" kata Danar Gumilang


Danar pergi meninggalkan Arkadewi, sementara Yudha masih duduk menemani Arkadewi


"sudahlah sayang, kau jangan bersedih terus" kata Yudha sambil memeluk Arkadewi


Sementara itu Candramaya merasa jijik melihat keduanya.


"kalian benar-benar memuakan, aku benci kalian berdua!!" kata Candramaya sambil meninggalkan rumah sakit


**********


"bagaimana aku bisa mengorek informasi dari Maya, ia sepertinya gadis yang cukup licik" kata Danar sambil terus membuntuti Candramaya dari belakang


Candramaya menghentikan langkahnya dan duduk menyendiri didepan rumah Yudha.


"kenapa tidak ada seorangpun yang mengerti aku!" kata Maya sambil menundukkan wajahnya


"dia sepertinya sedang membutuhkan seseorang untuk menjadi tempat berkeluh kesah, baiklah aku tahu siapa orang itu" kata Danar sambil melajukan mobilnya


***********


Malam harinya Danar Gumilang segera menemui Lulu dirumah nenek.


"aku tidak mau paman!!" tolak Lulu ketika Danar Gumilang membisikan sesuatu kepadanya


"baiklah kalau kau tidak mau, aku akan meminta Damar yang melakukannya, karena setahuku, Maya sangat menyukai Damar dan bisa jadi keduanya akan kembali dekat seperti dulu, atau kalau anak sekarang bilang CLBK " kata Danar Gumilang


"kenapa paman sepertinya sengaja menakut-nakutiku" kata Lulu


"siapa bilang, itu kenyataannya yang mulia, jadi terserah anda" kata Danar Gumilang


"baiklah aku setuju" kata Lulu


"nah begitu baru benar, besok sepulang sekolah kita mulai beraksi" kata Danar Gumilang


"iyah " jawab Lulu lesu


"jangan lemes gitu donk, semangat!!" kata Danar Gumilang menirukan gaya Lulu


"semangat!!" ucap Lulu


Danar Gumilang tersenyum melihat gaya Lulu.

__ADS_1


***********


Siang hari setelah pulang sekolah Lulu menunggu kedatangan paman Danar di kedai soto langganannya.


"kenapa lama sekali" kata Lulu yang sudah menghabiskan dua mangkuk soto


"apa kau sudah siap yang mulia?" tanya Danar Gumilang yang sudah berdiri dihadapan Lulu


"hmmm" jawab Lulu


"ok, sekarang kita harus segera pergi dari sini" kata Danar Gumilang


"tapi bayarin dulu makanan Lulu paman, tadi Lulu lupa bawa duit" kata Lulu sambil tertawa kecil


"huufft, belum kerja sudah minta bayaran, dasar kids jaman now" gerutu paman Danar


Lulu hanya terkekeh mendengar ucapan paman Danar Gumilang.


Danar kemudian membawa Lulu kesebuah apartemen dipusat kota.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka tiba juga disebuah apartemen minimalis namun sangat elegan.


Damar kemudaian menekan bel apartemen itu, seorang lelaki tampan keluar dari dalam dan membukakan pintu untuknya.


"silahkan masuk yang mulia" kata laki-laki itu dengan ramah


"terima kasih El" kata Danar Gumilang


"jadi siapa yang harus aku make over yang mulia?" tanya El


"dia" kata Danar Gumilang sambil menunjuk kearah Lulu


Cukup lama El memperhatikan Lulu, hingga akhirnya ia mengajaknya untuk duduk didepan meja riasnya.


"wajahnya masih alami jadi aku bisa dengan mudah merubah penampilannya" kata El sambil merapikan rambut Lulu


Ia kemudian mengoleskan beberapa jenis krim kewajah Lulu, dan memolesnya dengan bedak tipis. Selanjutnya ia merapikan Alis Lulu agar terlihat serasi dengan bentuk wajahnya.


Tak lupa ia juga membentuk kumis tipis agar Lulu terlihat lebih maskulin.


Setelah selesai merias wajahnya ia kemudian memberikan sebuah baju, dan menyuruh Lulu untuk memakainya. Lulu segera masuk kekamar ganti dan ia kembali lagi dengan menggunakan baju casual yang diberikan oleh El.


"tinggal pakai wignya saja" kata El sambil memakaikan Wig kepada Lulu


"perfect!!" kata El sambil memutar badan Lulu


"wow!!, ini beneran Lulu??" tanya Danar Gumilang tak percaya dengan sosok didepannya


Sementara Lulu juga tak percaya dengan penampilan barunya.


"ya ampun, kenapa gue berubah jadi opah-opah korea gini, bener-bener keren nih ka El" kata Lulu memuji El yang telah merubah penampilannya menjadi seorang cowok


"coba sekarang kau berjalan" perintah El


Lulu kemudian berjalan melangkah kan kakinya, El kemudaian menghentikan langkah Lulu dan membenarkan posisi jalan Lulu.


"usahakan jalannya sedikit tegak, agar terlihat lebih berwibawa" kata El


"baik ka" kata Lulu


"ok, sepertinya sudah cukup yang mulia" kata El

__ADS_1


"baiklah kalau begitu kami pamit dulu El " kata Danar Gumilang


Keduanya segera pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2