ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 144 # Perasaan Ryan


__ADS_3

Siang harinya, Ryan kembali berjalan-jalan mengelilingi Alun-alun berharap bisa bertemu kembali dengan Miss Zahra.


"nak, bisa tolong bantu bawain belanjaan nenek??" tanya seorang nenek padanya


"iya nek, dini Rey bawain" Ryan mengangkat dua kantong belanjaan nenek itu dan mengikutinya


"masih jauh nek rumahnya?" tanya Ryan


"bentar lagi nak, nah tuh yang warna hijau rumah nenek" kata nenek itu sambil menunjuk ke rumah sederhana bercat hijau


Ryan masuk kedalam rumah itu mengikuti sang nenek.


"istirahat dulu, biar nenek bikinin minum dulu ya" ucap sang nenek


"Ra, tolong bikinin minum dulu nduk" perintah nenek


Seorang gadis datang membawa minuman dingin dan menyajikannya di meja.


"kenalin Zahra cucuku, dia tinggal bersama ibunya di Jakarta, tapi sudah dua hari ini ia tinggal di rumah nenek.


Ryan terperangah melihat sosok yang dicarinya berdiri dihadapannya.


"ternyata dunia ini benar-benar sempit Rey, sampai kita ketemu di sini" ucap Zahra


"iya miss, kamu jangan sedih lagi miss, masih banyak laki-laki lain yang sayang sama kamu" ucap Ryan


"maksudnya?" Zahra bingung dengan ucapan Ryan


"aku tahu kamu sedang bersedih karena bercerai dari suamimu, tapi jangan sedih Miss Rey selalu ada untuk miss" jawab Ryan


"darimana kamu tahu Rey?" Zahra bingung kenapa Ryan bisa tahu masalah yang sedang ia hadapi


"tadi aku ketemu sama mas Bayu suami kamu , dia yang ngasih tahu semuanya" jawab Ryan


Zahra kemudian menarik nafas panjang. dan menyandarkan tubuhnya di sofa.


"kau sudah tahu semuanya Rey, itulah alasanku datang ke Jogja" jawab Zahra


"kalau kamu butuh tempat cerita, aku siap mendengarkan semuanya, jangan sungkan, aku masih Rey yang dulu, Rey yang selalu mengagumi mu dan menyayangimu, I love you miss" ucap Rey


Zahra tidak menyangka jika Ryan akan mengungkapkan perasaannya di rumah neneknya.


"maaf Rey, aku tidak bisa " ucap Zahra


"kenapa apa karena aku ini murid mu, terus aku masih kecil, sekarang udah beda miss. Aku bukan muridmu lagi dan aku sekarang sudah dewasa, aku sudah tahu mana yang baik dan buruk, aku sudah lulus kuliah dan sudah bekerja, aku juga tidak mempermasalahkan status kamu dan perbedaan usia kita, yang terpenting adalah aku sayang dan cinta sama kamu" Ryan mencoba meyakinkan Zahra


"nenek suka gayamu anak muda, dan aku setuju jika kau menjadi suami Rara" nenek ikut bergabung dengan mereka


"nenek sudah menguping semua pembicaraan kalian tadi, dan aku rasa Rey ini adalah sosok yang dewasa walaupun usianya masih remaja, kau tidak perlu khawatir dengan ayahmu, biar nenek yang nanti akan bicara sama ayahmu" ucap nenek


Zahra menatap pria yang ada didepannya dengan seksama, dia bisa menangkap ada keseriusan yang terpancar di mata remaja itu.


"aku tidak bisa menjawab sekarang Rey, aku perlu berkonsultasi dulu dengan Rob penciptaku karena hanya dialah satu-satunya penentu keputusan yang terbaik" jawab Zahra


"baiklah, aku akan selalu setia menunggumu" jawab Ryan


"kalau nenek masih muda pasti aku sudah jatuh cinta sama kamu Rey, kamu itu udah ganteng, baik, penyayang lagi, pokoknya nenek padamu Rey" kata nenek sambil memeluk Ryan


"Rey juga padamu nek" bisik Ryan


Zahra merasa terhibur dengan kedatangan Ryan, dan ia sedikit melupakan kejadian yang menimpanya tadi pagi.


"nek, bolehkah Rey mengajak jalan miss nanti malam?" Ryan meminta izin kepada nenek

__ADS_1


"kau mau mengajaknya berkencan?" tanya nenek


"iya nek"


"kalau nenek sih oke-oke saja, tapi semua keputusannya tergantung sama Rara" sahut nenek


Keduanya kemudian saling menatap ke arah Zahra. Cukup lama ia berfikir sebelum akhirnya ia memberikan keputusan ..


"ok aku mau" jawab Zahra


"yes !!" Ryan berteriak senang seperti habis menang undian mobil, ia kemudian meluapkan kegembiraannya dengan memeluk nenek


"terima kasih nek, aku sangat senang hari ini" ucap Ryan


"yasudah kalau begitu aku pamit ya, " ucap Ryan


"assalamualaikum" ucap Zahra


"eh iya,,, assalamualaikum" ucap Ryan


"waalaikum salam"


Ryan berjalan sambil terus bersenandung, ia sangat gembira karena penantiannya selama enam tahun berbuah manis.


"Jogja!!!, I'm in Love!!!!" jerit Ryan


*******


**dreet...dreet...dreet


Alfian mengangkat ponselnya.


"halo" sapa Alfian


"halo Al, aku Niken, bisa ketemuan gak" ucap Niken memberanikan diri


"di kafe dekat rumahku" jawab Niken


"ok"


"iya aku tunggu jam delapan malam ya, jangan telat" jawab Niken


"baik"


"iya, bye"


"bye"


Niken kemudian menutup panggilannya.


"begitu doang, datar amat, gak ada seneng-seneng amat diajak ngedate sama cewek keceh kaya aku...duh!!, gimana ya bikin dia berkesan dan tertarik sama aku" Niken kebingungan menghadapi Alfian yang susah ditaklukkan, padahal dia sudah agresif padanya


"apa aku jual mahal dikit ya, ahh tapi bukan aku banget..apa aku harus jadi kemayu seperti putri keraton...dih bukan aku juga, terus gimana dong, please thor satukan aku sama Al yah..yah..yah"


*******


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 19.40, alfian sudah terlihat rapi dan siap menemui Niken di kafe.


"ciee, rapi amat duo jendral kita, pasti pada mau kencan nih" Ferdan memperhatikan penampilan Alfian dan Ryan yang terlihat berbeda hari ini


"wew, iya lho kalian hit and cool" teriak Noval


"emang dispenser hot and cool" jawab Ryan

__ADS_1


"ciee sensi amat.." goda Noval


"btw lo mau kemana Al?" tanya Ryan


"si Niken ngajak ketemuan gue, gak tahu mau ngapain tuh anak"


"Niken...yang mana?" tanya Ferdan


"cewek yang gue tolongin di kafe" jawab Alfian


"oh..kayanya dia suka ama lo Al" kata Ferdan


"udah sikaat aja Al" ucap Noval


"sikat..sikat...cucian kali disikat" sahut Ryan


"lah lo sendiri mau kemana Rey?" tanya Ferdan


"gue mau kencan dong sama miss" jawab Ryan bangga


"sumpeh lo...beneren lo mau jalan ama dia?" tanya Ferdan


"iyeh Ferdan...kalau lo gak percaya ayo ikut" ucap Ryan


"diiiih ogah, nanti gue cuma jadi obat nyamuk...males deh" jawab Ferdan


"kite bareng aja nyok Rey, kalau kata anak-anak jaman now sih double date" Alfian mengajak Ryan kencan bareng


"diih ogah, nanti gue gak bisa sayang-sayangan sama miss, pasti nanti lo gangguin" cibir Ryan


"tuh ketahuan kan kalau omes gitu.. bawaannya suudzon aja" kata Alfian


"bareng aja Rey, gue janji gak bakal ganggu lo ama miss, swear. Gue soalnya takut juga ama si Niken anaknya agresif banget. Gue takut di apa-apain sama dia...hiii" kata Alfian sambil bergidik


"bukannya lo seneng Al, sama cewek kaya si Niken, apa adanya gak jaim, palingan juga lo yang nyosor duluan bukannya Niken, ngaku aja lo" cibir Ferdan


" Fitness lo Dan, gue bukan lo ya ... gini-gini gue masih punya iman yang kuat, tahan godaan syetan.." jawab Alfian


"iye lo tahan godaan syetan,... tapi lo gak bakal tahan godaan anak perawan...hahaha" sahut Ferdan sambil ketawa


"sueee lo!!" ucap Alfian


"hahaha!!" semuanya tertawa melihat ekspresi Alfian


.


.


.


.


.


Hello Guys,...


JANGAN LUPA, LIKE, KOMEN, LOVE AND VOTE YA...Biar aku makin semangat nulisnya


INGAT!!! JANGAN PELIT KASIH LIKE N LOVE KARENA ITU GRATIS..TIS..TIS


Semoga semuanya suka dengan Episode kali ini, karena Author pengin semuanya dapat pasangan...jadi di episode kali ini sengaja Al dan Rey yang aku kasih pasangan...berarti tinggal Tama ya gengs yang msh jomblo...


So, Happy Reading Semuanya!!!

__ADS_1


Love


Zahra Chan...😘😘😘♥️♥️♥️


__ADS_2