
Setelah selesai pemeriksaan Damar mencoba masuk keruang perawatan yang baru saja ditinggalkan oleh Candramaya.
"apa bibi Regi sakit, aku harus melihatnya" batin Damar yang sudah berada didepan ruangan itu.
**Krieeet!!!
Ia membuka pintu dan mulai masuk kedalamnya. Betapa kagetnya ia ketika melihat sosok yang berbaring disana.
"Lulu!!!" teriak Damar
"Damar!!" teriak Candramaya yang kembali masuk kedalam ruangan itu bersama Sean
Mereka terkejut mendapati Damar ada diruangan itu.
"kenapa kalian menyembunyikan Lulu?" tanya Damar yang mencurigai keduanya
"oh kemarin aku tidak sengaja menemukan Lulu tergeletak di jalanan, makanya aku bawa kerumah sakit, karena saking cemasnya aku sampai lupa menghubungimu" kata Candramaya mencoba menjelaskan kepada Damar
"baru saja aku akan menghubungi mu tapi kau sudah datang kesini" tambah Sean
Damar tak begitu peduli dengan penjelasan keduanya, ia sudah terlalu bahagia karena bisa menemukan Lulu kembali. Ia segera menghubungi Danar Gumilang.
"paman Lulu sudah ketemu, aku menemukannya dirumah sakit tidak jauh dari Alun-alun" kata Damar Langit
Tak berapa Lama Danar Gumilang segera tiba dirumah sakit dengan sejumlah pengawal. Mereka segera membawa Lulu untuk dipindahkan kerumah sakit khusus keluarga kerajaan.
"sepertinya paman juga harus menagkap Sean, karena dia ada bersama Lulu, aku curiga kalau ia yang menembaknya" kata Damar
"tapi kita belum punya bukti yang mulia" jawab Danar Gumilang
"bukankah paman bisa menangkapnya dengan alasan ujian telah selesai, sehingga status tahanan rumahnya berakhir dan ia bisa dimasukkan kedalam penjara lagi" kata Damar Langit
"anda benar yang mulia" jawab Danar Gumilang
*************
Sean sedang menikmati secangkir kopi latte ketika beberapa orang pengawal kerajaan meringkusnya dan membawanya kembali kepenjara istana.
Ia tampak senang ketika dibawa masuk kesebuah ruang tahanan istana.
"akhirnya rencanaku berhasil juga, tidak sia-sia aku sudah mengorbankan seseorang yang sangat aku sayangi" kata Sean dengan senyum Liciknya.
******
Sore harinya Ganendra pergi kerumah sakit, ia ingin menjenguk Lulu, tapi ia segera mengurungkan niatnya, mengingat kejadian yang baru saja ia alami.
"aku tidak akan menjenguknya, aku takut Damar akan mencurigaiku" batin Ganendra yang segera berbalik ketika melihat Damar ada diruang perawatan Lulu.
Sore mulai berganti malam, Bu Siti yang baru tiba dari Jakarta segera kerumah sakit untuk menjenguk putrinya. Ia melihat Damar tertidur disamping ranjang Lulu, ia kemudian membangunkannya dan menyuruhnya pulang.
Ia duduk disampingnya sambil menggenggam jemarinya.
__ADS_1
"ibu sudah datang sayang, apa kamu tidak kangen ibu" kata Bu Siti sambil mengusap keningnya
****"*”******
Lulu berjalan disebuah Taman yang dipenuhi oleh bunga-bunga yang bermekaran, ia mengejar seorang yang terus menjauhinya.
"bapak tunggu pak, tunggu!!" teriak Lulu
Laki-laki itu berhenti dan menatap lekat kearahnya.
"pulanglah nduk, belum tiba waktunya kamu menyusul ayah" kata Laki-laki itu sambil melepaskan tangan Lulu
Tangan Lulu mulai bergerak, Bu siti yang menungguinya segera memanggil dokter. Tak berselang lama Dokter tiba dan segera memerIksanaya.
"Alhamdulillah, dia sudah siuman" kata Dokter
" kamu sudah siuman nduk" kata bu Siti yang melihat Lulu mulai membuka matanya
"Ibu " panggil Lulu lirih sambil tersenyum kepadanya
"haus" kata Lulu
Bu siti segera mengambilkan segelas air putih dan memberikannya pada Lulu.
Selesai minum Lulu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.
"apa kau mencari Damar?" tanya bu Siti
"dia sedang istirahat, dia baru saja ibu suruh pulang karena sudah dua hari dia menunggui mu disini" jawab Bu Siti
Lulu tersenyum mendengar penuturan ibunya.
*********
Malam sudah menyelimuti kota Jogjakarta, ketika Tama bersiap-siap untuk pergi kekafe Sean, ia hendak masuk menyelinap kekafe itu untuk mencari bukti-bukti siapa yang menembak Lulu.
Ia segera melesatkan mobilnya menuju kekafe Sean. Tama memarkirkan mobilnya tepat dihalaman kafe yang tak jauh dari Alun-alun itu.
Baru saja ia berusaha membuka pintu kafe, tiba-tiba seseorang menariknya.
"apa yang akan kau lakukan disini anak muda" kata Pria paruh baya yang kemudian menghajarnya
***bughhh!!!
Beruntung Tama masih bisa mengelak dari pukulan lelaki itu, keduanya terus melakukan aksi saling pukul dan tendang.
Beberapa orang berbadan kekar datang membantu pria itu, mereka kemudian menyerangnya secara bergantian membuat Tama kewalahan menghadapinya.
Tama jatuh tersungkur setelah salah seorang dari mereka memukulnya.
"pukulan itu" kata Tama sebelum ia benar-benar jatuh terkulai diatas tanah.
__ADS_1
** buughhh!!!
Sebuah tendangan mendarat mengenai uluhati lelaki yang hendak melayangkan pukulannya lagi kepada Tama, membuatnya jatuh tersungkur. Beberapa orang berbadan kekar kembali membantunya dan kali ini pemuda itu juga memanggil teman-temannya yang kini berdatangan membantunya.
Akhirnya terjadi aksi baku hantam diantara mereka. Pemuda itu bersama teman-temannya berhasil memukul mundur mereka. Lelaki itu pergi menjauh dari tempat itu. Pemuda itu mengulurkan tangannya membantu Tama yang mencoba bangun dan berdiri.
"Ferdan!!!" teriak Tama kaget melihat teman-teman Lulu ada didepannya
"terima kasih Ferdan" kata Tama
"sama-sama, Tama" jawab Ferdan
"bagaimana kau bisa datang kemari?" tanya Tama
"Ayu memberi tahu kami, kalau Lulu sedang koma gara-gara luka tembak, makanya mumpung liburan kami berinisiatif untuk menjenguknya" jawab Ferdan
Tama menatap lekat semua teman-teman Lulu.
"kenapa teman-teman yang mulia cowok semua" ucap Tama
"siapa bilang cowok semua, aku cewek" jawab Icha kesal karena sudah dianggap cowok oleh Tama
"oh maaf nona, saya kira anda cowok juga, karena rambut anda sangat pendek seperti seorang laki-laki' jawab Tama sambil tersenyum
"hmmm " jawab Ica yang masih menyungutkan wajahnya
"dia memang cewek jadi-jadian" celetuk Ryan yang kemudian disambut gelak tawa oleh semua yang ada disana
Tama kemudian mengajak mereka kerumah sakit untuk menemui Lulu.
Lulu asyik berbincang dengan Damar, mereka masih ingin terus bersama melepaskan kerinduan yang mendera keduanya.
Lulu menyandarkan kepalanya di bahu Damar, ia membelai rambutnya dan terus memandangi wajah cantiknya.
"kenapa sih dari tadi liatinnya kaya gitu mulu" kata Lulu
"aku kangen sayang" jawab Damar
"kan kita udah ketemu dari tadi" jawab Lulu
"bukan itu sayang" kata Damar menggoda Lulu
"jangan omes deh, ingat aku masih sakit" kata Lulu
"iya sayang aku tahu" kata Damar
Damar memandang istrinya yang masih bersandar dibahunya. Baru saja ia hendak menciumnya tiba-tiba ia dikagetkan oleh seseorang yang mengetuk pintu.
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih kepada semua readers yang sudah memberikan vote like dan komentarnya, tetep dukung author dengan vote kalian agar penulis semakin bersemangat melanjutkan episode berikutnya.
jangan lupa baca juga novel terbaruku "KUGADAIKAN HATIKU"
__ADS_1
Salam manis dari Author.