ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 105 # Kembali ke Jogja


__ADS_3

"terima kasih sudah merawat ku dan menganggapku sebagai putrimu, aku tidak tahu bagaimana aku bisa membalas kebaikanmu" bisik Lulu


"tinggalah bersamaku !, itu sudah cukup bagiku" jawab wanita itu


Lulu terkejut karena Ayumi mengerti bahasanya, dan bisa berbicara bahasa Indonesia.


"bagaimana kau bisa berbahasa Indonesia dengan lancar?" tanya Lulu


"tentu saja, itu karena almarhum suamiku adalah orang Indonesia, dan aku sempat tinggal disana selama 5 tahun sebelum akhirnya kembali ke Jepang karena suamiku meninggal dunia" jawab Ayumi


"pantas kau begitu fasih, kau tinggal dimana dulu?" tanya Lulu


"aku tinggal di Surabaya, oh iya namaku Ayumi Hamasaki, panggil saja Ayumi"


"aku Lulu, bolehkah aku memanggilmu ibu?" tanya Lulu


"tentu saja" jawabnya


"apa ibu punya laptop atau komputer? aku ingin membuka instagramku" kata Lulu


"yah sayang sekali, ibu tidak punya, karena untuk apa aku punya alat-alat seperti itu sedangkan aku tak memerlukannya" jawab Ayumi


"oh, begitu ya" kata Lulu


"kalau kau mau memakainya, kau bisa pergi ke kota untuk mendapatkan akses internet disana" ucap Ayumi


"apa disini tidak ada yang memakai aplikasi seperti Instagram atau facebook?" tanya Lulu lagi


"jarang, mayoritas penduduk di sini adalah orang tua yang berprofesi sebagai nelayan jadi untuk apa memakai aplikasi seperti itu, sedangkan mereka tidak memerlukannya " jawab Ayumi


"hufft, kenapa dinegara super maju seperti ini penduduknya malah tidak suka bermain sosmed, mereka lebih suka bekerja dan bekerja, televisi saja tidak ada. Kalau terus begini bagaimana aku bisa mengabari Damar kalau aku masih hidup" batin Lulu


Pagi hari Lulu ditemani Ayumi pergi ke rumah sakit dipusat kota untuk memeriksakan kandungannya.


"sekarang kita sudah ada dipusat kota, kau bisa membuka internet disini" kata Ayumi


Setelah memeriksakan kandungan Lulu


Ia kemudian mengantarkan Lulu kesebuah tempat dimana bisa mendapatkan akses untuk membuka internet.


"ohh tidak!!, semuanya berbahasa Jepang bagaimana aku bisa membukanya" gumam Lulu


"kok sebentar, apa sudah selesai?" tanya Ayumi


" aku tidak bisa membukanya PCnya karena semua memakai bahasa Jepang, tentu saja aku tak mengerti" kata Lulu


"ya sudahlah nanti ibu ajarin kamu bahasa Jepang dan huruf kanji agar bisa membaca tulisannya Jepang" ucap Ayumi


Hari semakin Larut tapi Lulu tak dapat memejamkan matanya.


Ia gelisah memikirkan keadaan suaminya.


"kamu kenapa?" tanya Ayumi


"aku mau pulang bu, aku rindu suamiku" kata Lulu

__ADS_1


"aku tahu disaat sedang hamil seperti ini kau pasti sangat ingin berdekatan dengan orang menyayangimu, seperti suamimu. Tapi bersabarlah dulu, tunggu sampai ibu punya cukup uang untuk biaya kamu pulang ke Indonesia karena tabungan ibu sudah habis kemarin untuk biaya berobat kamu" kata Ayumi


"iya ibu, maaf sudah merepotkan dirimu, aku janji besok aku akan mencari kerja agar bisa mengumpulkan uang untuk pulang ke Jogja" kata Lulu


Pagi harinya Lulu bersiap-siap pergi ke kota untuk mencari kerja. Tapi karena ia tidak bisa berbahasa Jepang maka sulit baginya untuk mendapatkan pekerjaan.


"ternyata susah mencari kerja kalau bahasa mereka saja aku tidak tahu" kata Lulu ketika sampai dirumahnya


"sudahlah, kau bantu ibu jual ikan di pasar saja, nanti ibu gaji setiap bulannya" kata Ayumi sambil tersenyum


Lulu hanya terkekeh mendengar ucapan ibu angkatnya.


"baik ibuku sayang" kata Lulu sambil memeluknya


Pagi hari buta Ayumi mengajak Lulu ke Pasar untuk menjual ikan-ikannya.


"wah hari ini pasar ramai sekali, mungkin karena akan ada kunjungan dari pangeran Nakamura, jadi mendadak ramai seperti ini" kata Ayumi sambil membersihkan lapaknya


"tunggu!!, benarkah pangeran akan mengunjungi pasar ini?" tanya Lulu


"betul sekali, dia akan mengecek stok pangan di kota ini, dan asal kau tahu Lulu, pangeran itu sangat tampan dan masih single, makanya kau lihat saja banyak sekali anak gadis yang datang ke pasar ini hanya sekedar untuk melihat sang pangeran"


"benarkah??" tanya Lulu


"tentu saja, aku sudah lama berjualan disini dan seumur-umur baru kali ini ada banyak anak gadis berbelanja di pasar" kata Ayumi


Tak berapa lama, orang-orang berlarian mendekati sekelompok pria mengenakan jas hitam yang menemani seorang pria tampan yang selalu melemparkan senyum kepada semua yang ada disana.


"itu dia !!, lihatlah yang mulia sudah datang!!" teriak Ayumi


"aku harus segera menemuinya" kata Lulu sambil berlari mendekatinya


"mau kemana kau!!" teriak Ayumi


Lulu berusaha menerobos kerumunan orang yang mengelilingi Nakamura.


"jangan mendekat!!" hardik seorang pengawal ketika melihat Lulu yang berusaha menarik lengan Nakamura


"Mr. Nakamura, aku Lulu permaisuri Damar Langit!!" teriak Lulu


Tapi karena suara gaduh dari para pengunjung pasar, membuat suaranya tak terdengar oleh Nakamura.


"aku cuma ingin bertanya padanya, aku ini temannya!!" kata Lulu ketika dua orang pengawal menarik lengannya agar tidak terlalu dekat dengan pangeran


"Nakamura!!!" teriak Lulu


Lagi-lagi pengawal segera mendorongnya ketika Lulu berhasil mendekati Nakamura.


"apa yang kau lakukan disini, apa kau mengenalnya?" tanya Ayumi


"dia teman suamiku ibu, aku cuma ingin meminta nomor suamiku itu saja" kata Lulu


"tidak mungkin, apa kau istri seorang pangeran juga??" tanya Ayumi


"tolong bawa aku menemuinya ibu, dia mengenalku" kata Lulu meyakinkan Ayumi

__ADS_1


"baiklah aku akan mencoba menemuinya" kata Ayumi


Ayumi kemudian berbicara kepada pengawal untuk meminta izin menemui Nakamura.


Seorang pengawal kemudian membawanya menemui Nakamura, tapi sayangnya baru saja ia akan berbicara dengannya tiba-tiba seseorang mengajaknya pergi.


"maaf ibu saya harus pergi karena ada sesuatu yang mendesak yang harus saya selesaikan, kita bisa berbincang lain waktu" kata Nakamura


Nakamura dan rombongan pergi meninggalkan area pasar.


"bagaimana ibu?" tanya Lulu


"maaf sayang, ibu tidak berhasil"


Lulu tertunduk lesu mendengar jawaban Ayumi.


"terpaksa aku harus menunggu lama untuk bisa kembali ke Jogja" batin Lulu


**empat bulan kemudian


"apa ibu mau ikut Lulu ke Jogja?" tanya Lulu


"tentu ibu akan ikut bersamamu, ibu tidak tega membiarkan dirimu yang sedang hamil pergi sendirian" jawabnya


Lulu segera bersiap-siap untuk pergi ke bandara, ia terlalu bahagia karena akan segera bertemu dengan suaminya.


"tunggu aku sayang!!, aku akan segera kembali" batin Lulu


Setelah melalui perjalanan yang melelahkan akhirnya Lulu dan Ayumi tiba juga di bandara Adi Sucipto Jogjakarta.


"Jogja I'm coming!!" teriak Lulu


Ia segera naik taksi menuju ke Istana Arjowinangun.


"maaf ya bu, sepertinya macetnya panjang hari ini. Karena ada iring-iringan mobil dari istana" kata sopir taksi


"memangnya ada acara apa pak?" tanya Lulu


"ada acara pernikahan yang mulia pangeran..... " jawab sopir taksi yang belum menyelesaikan ucapannya namun sudah dipotong oleh Lulu


"apa pangeran akan menikah lagi?" tanya Lulu tidak percaya


"benar, ini karena yang mulia pangeran sudah menyendiri terlalu lama, makanya pihak istana akhirnya menjodohkannya dengan putri kerajaan Surakarta" kata


Mendadak tubuh Lulu menjadi lemas mendengar berita itu.


"nona mau turun di Istana, memangnya mau ada urusan apa?" tanyanya


"kita tidak usah ke Istana pak, kita ke alun-alun saja" kata Lulu


"baiklah kalau begitu" kata supir taksi itu


Lulu kemudian turun di alun-alun bersama Ayumi.


"kenapa kita turun disini, katanya kau akan kembali ke istana?" tanya Ayumi

__ADS_1


"kita cari penginapan saja dulu, sepertinya aku tidak jadi ke istana. Aku tidak mau merusak kebahagiaan Damar" kata Lulu yang mulai menitikkan air mata


__ADS_2