ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 30 #aku cemburu 4


__ADS_3

Lulu tak dapat berteriak meminta tolong karena mulutnya dibungkam seorang pria berkacamata hitam dan menggunakan topi.


Laki-laki itu menariknya masuk kedalam ruko.


Belum sempat laki-laki itu melepaskan tangannya, Lulu sudah menyikut perut pria itu membuatnya melespaskan tangannya dari mulut Lulu.


"awww!!" pria itu mengerang kesakitan


Baru saja Lulu akan melayangkan pukulannya kewajahnya, laki-laki itu segera melepas topi dan kacamatanya.


"ka Gaga!!! " teriak Lulu tak percaya menatap Ganendra yang meringis kesakitan


"maaf ka, aku kira kau kawanan wanita tadi" kata Lulu sambil mencoba mendekati Ganendra


"iya tidak apa-apa, cuma sikutanmu itu benar-benar sadis" jawab Ganendra sambil tersenyum


"apa masih sakit ka? " tanya Lulu lagi


"sudah tidak lagi Lu" jawab Gaga


"benarkah??, sekali lagi aku minta maaf ka" kata Lulu


"sudah, sekarang yang penting bagaiman kita keluar dari kejaran mereka" jawab Ganendra


Ganendra melihat segerombolan wanita yang mengejar Lulu sudah pergi menjauh dari balik jendela.


"mereka sudah pergi, ayo kita segera keluar dari sini" ajak Ganendra sambil menarik tangan Lulu


Mereka berjalan keluar dari ruko itu, tanpa disadari , salah seorang anggota gerombolan pengejar Lulu masih mengintai ruko itu.


Melihat Lulu dan Ganendra keluar dari ruko, membuatnya segera menghubungi teman-temannya.


Beberapa menit kemudian segerombolan wanita mulai mengejarnya lagi.


"oh tidak, mereka datang lagi!" kata Lulu langsung berbalik dan berlari


Melihat semakin banyak wanita yang mengejar Lulu, tanpa berfikir panjang Ganendra segera menggenggam erat tangan Lulu dan menariknya berlari menjauhi mereka.


Bukan hanya dari belakang, tapi kini mereka juga datang dari arah depan, Ganendra kemudian menghentikan langkahnya. Ia berfikir bagaimana caranya bisa meloloskan diri dari kepungan mereka.


Ia kemudian mengembangkan senyumnya sambil menarik lulu berlari menjauhi gerombolan wanita itu.


Sebuah mobil berhenti mendadak dan hampir saja menabraknya.


"masuk!! " teriak seseorang dari dalam mobil


tanpa berfikir panjang Ganendra dan Lulu segera masuk kedalam mobil.


"syukurlah, akhirnya selamat juga" kata Lulu dengan nafas yang terengah-engah


"terima kasih paman, sudah datang menolong kami" kata Ganendra

__ADS_1


"kamilah yang seharusnya berterima kasih kepadamu yang mulia, karena telah menyelamatkan nona dari kejaran masa" jawab Paman Danar Gumilang


Sementara Damar langit hanya diam tanpa berbicara sedikitpun. Ia merasa bersalah karena telah mengabaikan Lulu. Begitu pula Lulu lebih memilih diam karena masih kesal dengan Damar Langit.


Sesampainya dikeraton, Lulu langsung berlari menuju kekamarnya. Dia ingin segera membersihkan badannya yang sudah dipenuhi bau anyir telor dan kotoran tomat.


Belum sempat ia membuka pintu kamarnya, seseorang menariknya dan memeluknya erat.


"maafkan aku! " kata Damar Langit sambil memeluknya erat


Damar Langit masih belum melepaskan pelukannya, ia bahkan tak memperdulikan bau anyir dan kotoran yang melekat dibaju Lulu.


Ia tak bisa lagi menyembunyikan kekhawatirannya.


"untunglah kau selamat, aku begitu khawatir" katanya Lagi


"lepasin!! " teriak Lulu sambil mendorong tubuh Damar Langit


"pukul saja aku, kalau itu bisa membuatmu memaafkanku" kata Damar langit


"siapa yang mau mukul lo, badan gue bisa remek kalo lo terus meluk gue terlalu kenceng, sakit tau! " kata Lulu yang mencoba menyembunyikan perasaannya yang sudah mulai tak karuan


"jadi kamu sudah tidak marah sama aku lagi?" tanya Damar Langit


"tergantung " jawab Lulu sambil meninggalkan Damar Langit.


"Lulu tunggu!! " kata Damar langit sambil mengejar Lulu


Lulu segera berlari masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya


Lulu masih menyandarkan dirinya dibalik pintu, ia memegangi jantungnya yang kini berdegup lebih kencang dari bunyi genderang. Bayangan Damar Langit yang memeluknya erat membuatnya senyum-senyum sendiri.


"gak nyangka gue ternyata lo manis banget" gumam lulu sambil tersenyum


😍😍😍😍😍


Hari ini lulu tampak bahagia karena tak ada kelas kepribadian, bu Retno sedang sakit. Namun sebagai gantinya semua siswa belajar menari dengan bu Reni.


Semua siswa tampak gemulai melenggak-lenggokan badanya, sesekali mereka juga memainkan selendangnya. Ada yang berbeda dengan Lulu, bila biasanya ia selalu mengeluh saat belajar dikelas bu Retno, Ia malah menyukai bu Reni yang begitu sabar mengajarinya.


Melihat Lulu yang masih kaku dalam menari membuat bu Reni ingin mengajarinya secara intensive.


"nona kalau kau tak keberatan datanglah kerumahku besok, untuk belajar menari?" kata Bu Reni


"baik ibu" jawab Lulu


***********


Lulu masih merebahkan tubuhnya diatas kasur, manakala dua orang pelayan datang menjemputnya.


"nona, yang mulia meminta anda segera bersiap-siap?" kata seorang dayang

__ADS_1


"memangnya mau kemana lagi? " tanya Lulu yang masih bermalas-malasan diatas kasurnya


"nona akan ikut serta dalam kunjungan ke Kraton Surakarta" jawab dayang Istana


"ok, aku mandi dulu" kata Lulu sambil menuju kekamar mandi.


Selesai membersihkan tubuhnya dua orang dayang istana segera mendandaninya.


"whaat, aku harus pake baju kebaya dengan jarit ini? " kata Lulu sambil membulatkan matanya


"iya nona, anda juga akan memakai sanggul"


"hadeeh, kenapa tidak memakai baju biasa saja supaya lebih santai gitu" kata Lulu sambil menyungutkan wajahnya


"ini sudah tradisi nona, jika berkunjung kesana kita wajib memakai baju khas keraton" jawab Dayang istana


"tapi nanti, Lulu susah jalan pastinya" kata Lulu


"bukannya nona sudah belajar berjalan" ucap dayang istana


"kan belajarnya tidak pakai jarit kaya gini" jawab Lulu kesal.


"nona tampak cantik sekali, memakai baju adat ini" puji sang Dayang setelah mendandani Lulu


"acaranya masih lama kan? " tanya Lulu


"lima belas menit lagi kita harus segera bergabung dengan yang mulia sri Sultan " jawab dayang itu


"baiklah, aku akan berlatih berjalan dulu" kata Lulu


Lulu kemudian memakai selopnya dan berlatih berjalan didepan kamarnya. Ia berjalan dengan sangat hati-hati dibantu dua orang pelayannya.


"keren nona!!" kata Sang Dayang sambil mengacungkan jempolnya.


"aku yakin nona pasti bisa! " kata dayang satunya lagi


"aku takut membuat yang mulia malu" kata Lulu lesu


"semangat nona! " teriak dua orang dayang bersaamaan


"semangat! " jawab Lulu


"sebelum pergi ayo kita Selfi dulu" ajak Lulu


*cklik, cklik


***************


Rombongan kerajaan sudah tiba dihalaman Keraton Surakarta.


Mereka turun menuju pendopo utama, Lulu terlihat begitu cemas, ia tak bisa menyembunyikan kegugupannya.

__ADS_1


Ia berusaha menarik nafas panjang untuk menghilangkan nervousnya.


"semangat Lulu, semangat" kata Lulu lirih


__ADS_2