
"Siapa bilang dia bukan dari kalangan bangsawan" kata Paman Danar yang kini memasuki ruang BK
"Danar Gumilang ada hubungan apa kau dengannya, sehingga kau membela anak ini" kata Ayah Danis
"saya datang kesini sebagai walinya" jawab Danar Gumilang
"hmmm, apakah dia anak selingkuhanmu atau anak harammu" ejek Bendara pangeran Haryo Rahardian yang tak lain adalah saudara tiri dari Sri Sultan
Sebenarnya Paman Danar sangat malas jika harus berurusan dengan saudara tirinya itu, yang juga menjadi rivalnya dilingkungan keraton. Dia terkenal sangat sombong dan suka merendahkan orang lain sehingga tidak disukai oleh pihak keraton.
"kau sepertinya harus lebih hati-hati lagi dalam berbicara kang mas, karena gadis yang kau hadapi ini bukanlah orang sembarangan" kata paman Danar dengan senyuman sinisnya
"memangnya siapa dia? " tanya BPH. Rahardian mulai panik
Paman Danar hanya menyunggingkan senyumnya
"apa kau lupa kang mas, jika Bendara Pangeran Haryo Danar Gumilang hanya mengurusi putra-putri Sri Sultan saja" ucap Danar Gumilang
"sudahlah Danar tidak usah berbelit-belit, katakan siapa gadis itu? " tanya BPH Rahardian yang mulai kesal
"Bukankah keluarga Rahardian adalah keluarga bangsawan yang sangat berpengaruh di kota ini, tentunya Kang Mas pasti bisa dengan mudah mencari tau siapa dia tanpa harus bertanya kepadaku" jawab Danar Gumilang
"sialan kau Danar!! dasar penjilat, berani-beraninya kau mempermainkanku" ucap BPH Rahardian dalam hati
"jadi bagaimana bu guru, apa Lulu masih tetap dapat hukuman?" kata Paman Danar kepada Bu Tika
"walaupun Lulu melakukan sesuatu yang benar, tapi disekolah ini tidak dibenarkan menggunakan kekerasan, jadi Lulu tetap kena sanksi, dia harus membersihkan toilet selama tiga hari, sedangkan untuk Danis juga mendapatkan sanksi, yaitu dia diskors selama tiga hari " kata bu Tika
"apa??, Danis juga dihukum" kata Ayah Danis kaget tak percaya
"betul " jawab Bu Tika singkat
"baiklah itu cukup adil" kata paman Danar
🙀🙀🙀🙀
Setelah menyelesaikan masalah Lulu,
Paman Danar masih belum meninggalkan sekolah, ia masih mencari Damar Langit.
__ADS_1
"yang mulia, mulai sekarang anda ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi calon istri anda Lulu " kata Paman Danar
"kenapa harus aku, bukankah Romo bisa saja mengirim pengawal kerajaan untuk menjaganya" Jawab Damar Langit kesal
"Tapi yang mulia, ini juga menjadi tugas anda untuk sedikit demi sedikit merubah tingkahnya karena hal ini juga menyangkut nama baik keraton, yang mulia sebagai calon suaminya harus bisa membimbing dan mengarahkannya" kata Danar Gumilang
" kenapa tidak memasukannya ke sekolah kepribadian kerajaan saja" kata Damar Langit
"sudah yang mulia, dan tugas anda mengawasinya serta menungguinya hingga Ia pulang" ucap Danar Gumilang
"apa!!!, memangnya saya ini baby sitternya paman? " kata Damar Langit terkejut
"hal ini juga dimaksudkan agar anda bisa lebih dekat dengannya, tentunya yang mulia tahu pepatah "witing tresno jalaran soko kulino", itulah yang menjadi pertimbangan yang mulia Sinuwun memberikan tugas ini pada anda" Kata Paman Danar yang kemudian pamit kembali Ke Istana
"ciihhh. kenapa harus aku yang menjaga cewek bar-bar itu, dasar merepotkan saja" kata Damar Langit kesal.
😤😤😤😤😤
*Kriiiing.... kriiing...kriiing
Bel panjang berbunyi tanda waktu belajar sudah usai. Pangeran Damar langit masih berkeliling mencari-cari keberadaan Lulu.
"dimana sih kamu cewek bar-bar, merepotkan ku saja" Kata pangeran Aryo lirih
"sedang apa kau cewek bar-bar!" teriak Pangeran Damar Langit
"menurut lo! " Jawab Lulu kesal
"Buruan!!, kamu harus masuk kelas kepribadian setelah ini" kata Damar Langit
"iya bawel!! " jawab Lulu
Setelah selesai Lulu segera mengembalikan semua perlengkapan kebersihan keruang Janitor. Betapa terkejutnya ia ketika kembali, Dia melihat Lingga tampak secara sengaja menumpahkan seember air kelantai depan toilet.
Rasanya Lulu ingin sekali menghajarnya tapi ia mengurungkan niatnya mengingat semua pesan Paman Danar. Diambilnya lagi kain pel dari ruang janitor, kemudian Lulu mulai mengepelnya lagi, namun Lingga Lagi-lagi menumpahkan seember air lagi didepan Lulu dengan sengaja.
Tampaknya kesabaran Lulu sudah habis, ia tak bisa lagi menahan amarahnya.
"dasar brengsek!!" teriak Lulu sambil melayangkan tinjunya kearah wajah Lingga
__ADS_1
*buggghhh!!!
*cklik... cklik
"bagus...!!!!, ternyata mudah sekali memancingmu cewek bar-bar " kata Lingga bangga
Seseorang datang sambil menyerahkan selembar foto kepada Lingga.
"foto ini akan aku serahkan kepada bu Tika, dan kau pasti akan segera dikeluarkan " kata Lingga sambil tersenyum menyeringai
Lulu berusaha mengambil foto itu dari tangan Lingga namun tak berhasil, karena postur tubuh lingga yang teramat tinggi sedangkan tubuhnya begitu kecil.
Melihat hal itu Pangeran Damar Langit tak bisa tinggal diam, dia segera mengambil foto itu dari tangan Lingga.
"gak usah ikut campur kau Damar" kata Lingga
"tentu saja Damar harus ikut campur, jika ada seseorang yang menyakiti seorang gadis jelita " kata Damar Langit
"hmmm, dasar playboy cap kadal, sudah pergi saja, urusi saja cewek-cewek mu itu" kata Lingga kesal.
**bughhh
sebuah tendangan dilancarkan oleh Lulu, tepat mengenai Lingga, hingga ia jatuh tersungkur, kemudian lulu segera menarik baju cowok yang memberikan foto ke Lingga.
"cepat hapus gambar itu dari ponselmu. atau kau akan ku bikin mampus!! " ancam Lulu
karena ketakutan ia segera menghapus foto itu dari ponselnya.
"gilaa, kamu bener-bener bar-bar " kata Damar langit
***************
Lulu mulai melangkahkan kakinya memasuki kelas kepribadian. Seorang wanita yang sudah berusia lanjut tampak memperhatikannya.
"selamat siang bu, maaf saya terlambat karena harus melaksanakan hukuman dari guru BK terlebih dahulu" kata lulu
"plaakkk!!!
Sebuah stik bambu melayang kepantat Lulu. Karuan saja Ia langsung menjerit kesakitan.
__ADS_1
*awww!!! teriak lulu kesakitan
Semakin Lulu menjerit kesakitan semakin keras wanita tua itu memukulkan stik bambu itu kepantatnya.