ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 14 #Tiba dikeraton


__ADS_3

"tolonglah nduk sekali ini saja, hanya kamu satu-satunya harapan kami" kata Pak joko memohon


Lulu memang paling tidak bisa menolak permintaan Ayahnya.


"baiklah, pak" jawab Lulu Pasrah


"alhamdulillah, makasih nduk" jawab pak Joko sambil memeluk putrinya.


Lulu hanya bisa pasrah akan nasibnya kini, Ia berharap semoga ada keajaiban yang akan merubah segalanya.


Pagi hari Lulu dan pak Joko sudah siap pergi ke Bandara, ia berpamitan kepada ibu dan adiknya.


"yes, akhirnya gue bakal terkenal!! " kata Ayu


"apaan sih lo" kata Lulu


"aku seneng mba karena bentar lagi gue bakal terkenal karena lo? " kata Ayu


"maksudnya? " tanya Lulu


"yakan secara lo bakal jadi calon ratu dari keraton Kasepuhan ArjoWinangun, auto wajah lo bakal mondar-mandir diinfotainment, dah pastilah wartawan juga pasti akan mencari tau keluarga lo juga kan, nah disitulah gue akan mulai berperan, gue bakal melayani setiap wartawan yang datang kesini, dan pastinya followers gue tambah banyak dan gue akan jual nama lo biar dapat endorse makin banyak, hehehe? " kata ayu tersenyum bahagia


"najong lo, bahagia diatas penderitaan gue" kata Lulu kesal


Sebuah taksi biru tiba dihalaman rumah mereka, Lulu dan pak Joko segera masuk kedalamnya dan meninggalkan Ayu dan Ibu Siti.


************


Setibanya Di bandara Adi sucipto sesorang telah siap menjemputnya, ia membawa papan nama bertuliskan namanya.


Pak Joko segera menghampiri lelaki itu, dan mereka segera melesat menuju keraton.


Sesampainya di gerbang keraton mereka disambut oleh Sri Baginda Raja dan Ratu Pitaloka.


"selamat datang pak Joko dan Lulu" sapa Panji Aryowinangun yang menyambut mereka dengan hangat


Ia kemudian memeluk pak Joko dan menyalaminya. Lulu yang melihat kejadian itu tertegun kagum dengan kearifan Panji Aryowinangun yang merakyat dan sangat Ramah, bahkan ia mau memeluk ayahnya yang hanya seorang rakyat jelata.

__ADS_1


"ini Lulu ya, wah sudah besar dan cantik kamu nduk" kata yang mulia Raja sambil mengusap kepalanya


Lulu hanya mengangguk sembari tersenyum sedangkan Ratu Pitaloka langsung memeluk dan menciumnya.


Mereka membawanya masuk ke dalam Istana, kemudian mempersilahkannya Lulu dan pak Joko untuk beristirahat. Dua orang pengawal kerajaan mengantarkan mereka kesebuah ruang peristirahatannya.


"istirahat dulu nduk, terus mandi nanti siang baru akan dimulai acaranya" kata pak Joko


Lulu hanya mengangguk.


Sementara disudut istana nampak seorang lelaki tampan sedang gelisah menantikan seseorang.


"bagaimana apa dia sudah datang" tanyanya kepada seorang lelaki yang baru saja datang


"sampun, yang mulia? "kata Danar Gumilang


"bagaimana ia, apakah cantik atau jelek? " tanyanya lagi penasaran.


laki-laki itu hanya tersenyum


"dia bahkan lebih cantik dari yang mulia Putri Candramaya" kata Danar Gumilang


"yang benar paman? " tanya Damar Langit


"kalau yang mulia tidak percaya, Silahkan datang saja ketempat peristirahatannya?" ucap Danar Gumilang


Ia terlihat kesal dengan jawaban dari sang paman dan kemudian meninggalkannya.


Karena merasa jenuh menunggu dikamar Lulu keluar dari kamarnya untuk mencari udara segar, ia berjalan menuju ketaman didepan kamarnya. tiba-tiba seorang menabraknya .


*Bruugghhhh!!!


Ia terjatuh dan seorang lelaki tepat berada diatasnya dengan posisi menciumnya. Lulu kaget ketika menatap sesosok pria yang sedang menciumnya, buru-buru ia bangkit dan kemudian menamparnya.


*Plaak!!!


Sebuah tamparan mendarat diwajah pangeran Aryo.

__ADS_1


"dasar mesum, berani-beraninya lo mencium gue! " teriak Lulu kesal


"heh cewek sarap, saya juga tidak sudi mencium kamu? " sambil pergi meninggalkan Lulu


"jangan pergi lo, awas aja kalo ketemu lagi! " ancam Lulu


"cihhh, dasar cewek gila berani-beraninya dia menamparku" kata Aryo sambil memegangi pipinya yang masih sakit akibat tamparan Lulu


"Permisi Pangeran, Yang mulia Baginda Raja memanggil anda" Kata seorang yang datang menghampirinya


"baik paman, saya akan segera menemuinya" kata Damar Langit


Sesampainya di kediaman ayahnya, Pangeran Damar Langit langsung memberi hormat kepadanya.


"duduklah" titah Sri Sultan


"ada apa Romo memanggilku" kata Damar Langit


"kau perlu tahu, dulu pada waktu ibumu mengandungmu dia mengalami kecelakaan dan dia ditolong oleh seseorang, karena dialah nyawamu dan ibumu selamat, maka sebagai balas budi Romo menjodohkanmu dengan putrinya? " ucap Panji Aryowinangun


"tapi romo, apakah balas budi itu harus dengan menjodohkanku, apa tidak ada cara lain? " tanya Damar Langit


"anaku, percayalah pilihan romo tidak akan salah" jawab Panji


"tapi romo, dia itu hanya seorang rakyat biasa? " kata Damar Langit


"ibumu juga seorang rakyat biasa, tidak masalah bagi romo? " kata sang Raja


"bersiaplah karena kita akan segera menemuinya diruang utama" ucap Panji


"baiklah romo" jawab Damar Langit


Sebenarnya Pangeran Damar Langit ingin sekali menolak perjodohan itu, tapi ia tahu bahwa setiap keputusan ayahnya adalah perintah yang tidak boleh dibantah.


Semua sudah datang diruang Utama tinggal menunggu kedatangan Lulu dan Ayahnya yang sedang dirias oleh perias kerajaan.


*tak.. tak.. tak

__ADS_1


Terdengar langkah Seseorang yang memasuki ruang utama. semua mata terpana melihat kecantikannya, ia berjalan anggun bak seorang model yang berjalan diatas catwalk.


__ADS_2