
Danar mulai curiga dengan sebuah mobil sedan yang terus mengikutinya. Ia kemudian menghentikan mobilnya sejenak untuk memastikan apakah mobil itu masih mengejarnya atau tidak.
"ada apa paman??" tanya Damar
"tetaplah waspada!!" Danar kemudian mempersiapkan diri dengan pistol yang ia siapkan dibalik jasnya
"untuk apa paman bawa pistol?" Damar kaget karena baru pertama kali ia melihat Danar Gumilang membawa pistol
"buat jaga-jaga saja, aku belajar dari kejadian yang dulu-dulu, supaya tidak kecolongan lagi" Danar kemudian turun dari mobilnya
Benar saja mobil sedan itu kini berhenti di belakangnya, seorang berbadan kekar keluar dari mobil sedan itu diikuti oleh beberapa orang anak buahnya.
"benar dugaan ku...mereka mengincar ku" gumam Danar Gumilang
Damar yang penasaran juga ikut keluar untuk melihat apa yang terjadi pada Danar Gumilang.
"ingat penusukan yang mengenai Yudha...jangan sampai terulang lagi, waspada!!" Danar Gumilang memberikan sebuah pistol pada Damar Langit
"lindungi dirimu dengan senjata itu!!" teriak Danar Gumilang sambil mendorong tubuh Damar langit ke samping
**dor...dor...dor!!!
Tembakan itu berhasil dihindari dan hanya mengenai kaca mobil mereka saja.
Danar segera melesatkan pistolnya kearah musuh didepannya.
satu persatu mereka berjatuhan, dan ia sudah kehabisan peluru sekarang. Danar membuang pistolnya dan mengambil belati yang ada di saku jasnya, ia melemparkan kearah Jhonny, hingga mengenai lengannya.
***jraaassshhh!!!
"aaaa!!" Jhonny mengerang kesakitan
ketika pistolnya terjatuh Danar segera melancarkan serangannya untuk menjatuhkan Jhonny.
**buuughh
**hyaaaa!!!
**kyaaa!!
Keduanya terus menerus melakukan baku hantam, tubuh Jhonny yang begitu kuat dan kekar membuat Danar sedikit kewalahan menghadapinya. Mungkin juga karena faktir usia Danar Gumilang yang sudah tidak muda lagi membuat staminanya mulai melemah.
Dengan nafas yang terengah-engah ia mulai melonggarkan dasinya agar dan membuang jasnya agar lebih leluasa bergerak.
"kreak!!
Danar mulai mengeratkan tangannya dan memutar-mutar lehernya, mencoba meregangkan tubuhnya yang mulai menegang setelah beberapa kali mendapat serangan bertubi-tubi dari Jhonny.
"ciiih!!!, aku tidak tahu kalau lawan ku adalah seorang kakek-kakek !!!" ucap Jhonny mencoba memancing amarah Danar Gumilang
Danar hanya tersenyum kecut padanya dan langsung menghujam tubuh Jhonny dengan pukulan mautnya. Namun serangannya tak membuat laki-laki itu merubah posisinya, ia tetap berdiri tegap tanpa merasa kesakitan.
"gila!!!, keras sekali tubuhnya, hampir seperti batu" Danar mengibas-ibaskan tangannya yang justru kesakitan setelah menghajarnya bertubi-tubi
Dengan senyum sinisnya Jhonny segera mengepalkan tangannya dan membalas pukulan Danar Gumilang hingga membuatnya terhempas menjauh dari tempatnya berdiri.
***ciiittt!!!
***braaakkk!!!
"sue!!!, gue nabrak orang kayaknya!!" ucap Alfian
Ia kemudian turun untuk mengecek siapa yang jatuh diatas mobilnya.
__ADS_1
"ia membalikan tubuh lelaki yang tergeletak diatas mobilnya.
"paman,???" bola matanya membulat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, Danar Gumilang tersenyum padanya walaupun dengan wajah yang babak belur
"bawa dia kemari anak muda!!" suara Jhonny mengagetkan Alfian, Ia segera membalikkan badannya kearah laki-laki itu.
Matanya memerah memendam amarah ketika melihat wajah pria dihadapannya, ia mengeratkan giginya dan berjalan maju kearahnya.
" serahkan padaku !!" Jhonny berteriak sambil menarik kerah kemeja Alfian
"kalau aku menolak gimana??" tanya Alfian
"kau akan ku bunuh!!" ucapnya
Alfian terkekeh melihat kemarahan lelaki dihadapannya.
"jangan coba-coba berurusan denganku anak muda, atau kau akan menyesal seumur hidup mu!!" ancam Jhonny
"aku tidak takut mati!!!, bahkan teman-teman ku menjuluki ku punya seribu nyawa, jadi aku tidak akan takut padamu" Alfian berganti mengancam Jhonny
Jhonny sangat kesal mendengar ucapan Alfian yang membuat kemarahannya semakin membuncah. Ia langsung menghajar tubuh kurus Alfian hingga terpental dan ambruk di atas rerumputan.
Alfian segera bangkit dan melepas kemejanya, hingga hanya bertelanjang dada.
"kau memanerkah tubuh kerempeng mu anak muda, hahaha" Jhonny tertawa melihat tubuh krempeng Alfian
Alfian tersenyum dan segera menghajar tubuh Jhonny hingga terplenting kebelakang.
**buuughhh !!!
"makanya jangan suka meremehkan tubuh krempeng ku, begini-begini aku sudah menghabisi tiga nyawa, hingga nyaris masuk penjara waktu sekolah" ucap Alfian sambil menarik tubuh Jhonny yang tergeletak
Alfian kembali melayangkan pukulannya, namun kali ini Jhonny berusaha menahannya.
Keduanya saling menahan hingga Danar bangkit dan menendang Jhonny dari belakang.
Tubuhnya roboh seketika dan hal ini tidak disia-siakan oleh Alfian ia segera melayangkan tendangannya lagi ke perut Jhonny membuat pria mengerang kesakitan.
***aaaaa!!!.
Alfian yang tetap menghajar Jhonny walaupun via sudah tak berdaya.
"cukup Al, biarkan dia hidup!!" Danar Gumilang melarang Alfian melakukan hal yang lebih keji lagi
Ia kemudian mengambil kemejanya yang tergeletak dan memakainya lagi.
Sementara Damar masih kewalahan melawan anak buah Jhonny yang berjumlah puluhan orang.
Ia mulai tersenyum ketika Alfian dan Danar Gumilang datang untuk membantunya.
"akhirnya kalian datang!!" ucap Damar dengan nafas yang terengah-engah
Alfian mengeluarkan sebuah belati dari saku celananya dan mulai menghunuskannya kepada para musuh-musuhnya.
**buugh!!! buugh!!!
"kyaaa!!!"
Satu persatu dari mereka tumbang di tangan Alfian. Damar tersenyum lega melihat Alfian yang berhasil melumpuhkan semua anak buah Jhonny.
Sementara itu Jhonny mencoba menggerakkan badannya kesamping untuk mengambil pistolnya yang terjatuh, Ia kemudian mengarahkan pistolnya kepada Danar Gumilang yang berdiri tak jauh darinya.
***dor!!!, dor!!!
__ADS_1
Alfian segera melemparkan belatinya kearah Jhonny hingga mengenai dadanya.
**jlebb!!!
***aaaaa!!!
Seketika tubuh Jhonny langsung menghembuskan nafas terakhirnya.
Beruntung peluru itu hanya mengenai lengan Danar Gumilang sehingga ia masih bisa selamat dari maut.
***bruuughhh!!
Seketika tubuh Danar Gumilang ambruk di tanah karena kehabisan banyak darah.
Alfian segera berlari kearahnya dan membopong tubuh Danar Gumilang menuju ke mobilnya. Ia langsung melesatkan mobilnya menuju ke rumah sakit, sedangkan Damar Langit menyusulnya menggunakan mobil Danar Gumilang .
Setibanya dirumah sakit Alfian langsung menuju ruang UGD.
*********
Gendis sudah menyelesaikan semua pekerjaannya hari ini dan ia bersiap-siap untuk pulang.
Setelah berpamitan dengan Arkadewi, gadis itu berjalan meninggalkan paviliun anggrek itu.
Ganendra menatap kepergian Gendis, dari balik jendela kamarnya.
"antar pulang, tidak, antar, tidak, antar" gumam Gaga sambil menghitung kancing kemejanya
Ia kemudian menghela nafas panjang dan segera keluar untuk mengejar gadis itu. Ia berlari hingga pintu gerbang untuk mengejar Gendis, tapi sayangnya gadis itu sudah tak ada disana.
"cepat sekali jalannya, apa dia sudah naik angkot?" tanyanya dalam hati
" mending aku segera ambil mobilku dan mengejarnya, siapa tahu dia masih didepan istana" gumam Ganendra
baru saja ia embalikkan badannya, ia tersentak kaget karena Gendis ada di hadapannya.
"hahhh!!" teriak Gaga kaget
"kau membuatku kaget saja" ucap Gaga sambil mengelus dadanya
"ada apa yang mulia, apa anda sedang mencari seseorang?" tanya Gendis
"iya aku, sedang gelisah mencarimu" batin Ganendra
"oh itu..aku mau keluar tadi cari udara segar" ucap Ganendra gugup
"oh begitu, ya sudah aku pamit dulu yang mulia" ucap Gendis lembut
"bolehkah aku mengantarmu pulang,, sekalian aku mau keluar untuk membeli sesuatu" Gaga berusaha mencari alasan agar bisa mengantar gadis itu pulang bersamanya
"apa aku pernah menolak mu yang mulia?" Gendis balik bertanya membuat Ganendra tersenyum bahagia mendengar ucapannya
"yess!!" ucapnya lirih
Gendis hanya tersenyum mendengar ucapan lirih Gaga.
"eh...maaf aku terlalu bahagia jadi sampe salah tingkah begini" ucapnya sambil menggaruk-garuk kepalanya
"yaudah ayo aku antar kamu pulang" ucap Gaga sambil menggandeng lengan Gendis
"kita mau jalan kaki yang mulia, lumayan jauh loh rumah Gendis...tapi kalau anda mau berolah raga ya..tidak masalah" ucap Gendis sambil tersenyum
"tuh kan sampai lupa bawa mobil kesini..." ucapnya dengan wajah yang memerah
__ADS_1
Lagi-lagi Gendis hanya tersenyum melihat Ganendra yang salah tingkah
"yaudah kamu tunggu disini, aku akan ambil mobil dulu ya" ucap Gaga