ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 129 # Mengungkap kejahatan Rahardian


__ADS_3

"kau tidak usah khawatir, aku sudah memaafkanmu, dan kalau kau ingin tahu aku sudah punya pacar atau belum ... jawabannya adalah belum...yah boleh dibilang aku jomblo" jawab Ganendra


Matanya masih melotot dengan mulut yang juga menganaga, Shila tidak percaya dengan ucapan Ganendra.


"masa sih cowok ganteng dan tajir kaya dia masih jomblo??" batin Shila


"masih tidak percaya juga" Ganendra bingung harus bagaimana mengatakan pada sahabatnya itu agar dia percaya dengan ucapannya


Shila hanya menggelengkan kepalanya.


"baiklah aku percaya sekarang, berarti bisa dong kita jalan nanti malam" Shila mencoba menjadi lebih agresif pada Ganendra


"apa kau mengajakku kencan?" Ganendra tidak percaya dengan sahabatnya yang tiba-tiba menjadi sangat Agresif


"iya, bisa dibilang begitu" jawab Shila malu-malu


"baiklah aku jemput kau jam delapan malam" ucap Ganendra


"wow!!, ini beneran Gaga akan menjemputku untuk berkencan dengannya" batin Shila


Ia menjadi deg-degan setelah mendengar ucapan Ganendra, padahal tadinya ia hanya bermaksud bercanda saja, tidak disangka Gaga justru menganggapnya serius.


"gimana nih, aku harus senang atau sedih" gumam Shila


"kenapa kok sepertinya kamu tidak suka jika aku menjemputmu" Ganendra mulai bimbang dia takut jangan-jangan Shila hanya ingin mengerjainya saja


" ehhh, aku senang kok, cuma masih gak nyangka aja kalau kau ternyata beneran mau jalan sama aku" jawab Shila


"yaudah sekarang jadi apa tidak ngobrolin bisnisnya?" tanya Gaga


"iya jadi dong" Shila mengeluarkan berkasnya


Hampir dua jam Shila menawarkan produknya kepada Ganendra yang ternyata adalah pemilik saham mayoritas rumah sakit itu.


"baiklah aku setuju dengan tawaran mu" Ganendra akhirnya menyetujui kerja sama yang diajukan oleh Shila


"sekali lagi terima kasih ya Ga, senang bisa bekerjasama dengan kamu" ucap Shila


"iya sama-sama"


Gaga tidak lupa mengunjungi Gendis yang masih dirawat disana.

__ADS_1


"apa kau sudah mau pulang?" tanya Ganendra ketika melihat Gendis merapikan ruangan itu


"iya yang mulia, tadi dokter bilang aku boleh pulang dan selanjutnya tinggal berobat jalan saja" jawab Gendis


"baiklah aku akan mengantarmu pulang" ucap Ganendra


"tidak perlu repot-repot yang mulia, aku bisa pulang sendiri" Gendis merasa tidak enak karena terlalu sering merepotkan Ganendra sehingga ia berusaha menolak tawaran Ganendra


"sekalian aku juga mau pulang" ucap Ganendra


Gendis tidak dapat menolak lagi ketika Ganendra menggandeng lengannya.


Hampir semua mata tak berkedip, menatap Ganendra yang menggandeng Gendis keluar meninggalkan rumah sakit.


"sepertinya Gaga sudah mulai jatuh hati dengan dayang itu" ucap Lambang


"silahkan" Ganendra membukakan pintu untuknya dan Gendis segera masuk ke dalam mobilnya


Gendis merasa tersanjung karena Ganendra memperlakukannya seperti seorang putri tapi ia tidak mau terlalu berharap padanya, karena ia tahu ada perbedaan status sosial yang menghalangi keduanya.


Sesampainya di rumah, gadis itu berdiri takjub melihat rumahnya yang telah berubah menjadi rumah yang lebih layak dari sebelumnya.


"terimakasih yang mulia, aku tidak tahu lagi harus ngomong apa ....." Gendis terharu sampai tak dapat berkata-kata lagi, air matanya tiba-tiba saja turun membasahi pipinya


Ketiga adiknya kemudian muncul dari dalam rumah.


"kakak!!" teriak mereka, berlari dan memeluk Gendis


"sekarang kau bisa tetap bekerja sebagai dayang istana untuk menggantikan posisi kakakmu dan adik-adik mu juga bisa kembali bersekolah" ucap Gaga


"kau tidak perlu lagi bingung mengurus biaya pendidikan mereka, karena pihak istana sudah memberikan beasiswa untuk biaya pendidikan mereka" ucap Ganendra


"sekarang istirahatlah, aku juga harus kembali ke istana" ucap Ganendra


"baik yang mulia" Gendis kemudian masuk ke dalam rumahnya


**********


Sementara itu Damar terpaksa menunda kepergiannya untuk mengantarkan Lulu menemui ibunya, karena kesibukannya membantu Danar Gumilang menyelidiki kasus korupsi gaji abdi dalem keraton.


"ternyata ini biang dari pemangkasan gaji para abdi dalem keraton selama ini" ucap Danar Gumilang yang berhasil menemukan bukti-bukti penggelapan dana yang dilakukan oleh Rahardian kakaknya sendiri.

__ADS_1


Damar kemudian mengecek semua kwitansi dan bukti-bukti transfer yang ada di dalam brangkas itu.


"paman benar, semuanya atas nama paman Rahardian" sahut Danar


"sekarang kita tinggal membuat laporan untuk yang mulia raja" ucap Danar Gumilang


Damar segera membuka laptopnya dan membuat laporan yang akan diserahkan kepada ayahnya.


Hampir sampai larut malam Damar dan Danar Gumilang menyelesaikan laporan untuk mengungkap kasus korupsi itu.


Setelah selesai keduanya segera menemui yang mulia Raja Panji Aryowinangun yang sudah menunggunya di ruang kerjanya.


"hmmm, berarti ini sudah berlangsung lama dan kita tidak ada yang curiga terhadap masalah ini, benar-benar kejahatan yang sempurna" ucap Panji Aryowinangun setelah membaca laporan dari Damar Langit


"sebaiknya masalah ini kita selesaikan secara intern saja kang mas, aku takut jika kita membuka kasus ini didepan umum malah akan menambah jelek imej keraton kita" Danar Gumilang menyampaikan masukannya kepada Panji Aryowinangun


"kau benar dimas, berarti besok kita tinggal kumpulkan semua petinggi istana bersama para tetua dan mendiskusikan masalah ini" ucap Panji Aryowinangun


"benar yang mulia" jawab Danar Gumilang


"baiklah sekarang kalian boleh istirahat, aku tunggu kehadiran kalian lebih awal di ruang utama kerajaan" ucap Panji Aryowinangun


Kemudian mereka segera pergi meninggalkan ruangan itu.


Seseorang tampak mengintai gerak-gerik Danar Gumilang dari kejauhan.


"sepertinya Danar akan mengungkap semua kejahatan ku selama menjabat sebagai bendahara kerajaan, aku harus segera mengambil tindakan sebelum mereka menangkapku" ucap Rahardian yang terus mengintai Danar Gumilang


Pagi harinya duo "D" ( Damar dan Danar) sudah berada di ruang utama kerajaan, untuk mempersiapkan semua bukti-bukti untuk menjerat Rahardian.


Satu persatu para petinggi kerajaan dan juga para tetua berdatangan memenuhi ruang Pertemuan itu.


Setelah semuanya hadir Danar Gumilang segera memulai pembicaraan untuk membahas masalah korupsi gaji andi dalem keraton. semua yang hadir tampak tercengang setelah melihat laporan keuangan yang Damar bagikan kepada mereka.


Rahardian hanya tertunduk lesu.


"wah benar-benar kejahatan yang sangat sempurna!!" mereka berdecak kagum dengan kejahatan yang dilakukan oleh Rahardian


"baiklah semuanya, kita sudah tahu bahwa dimas Rahardian bersalah dalam kasus ini karena dia sudah melakukan penggelapan dana yang seharusnya untuk gaji para abdi dalem Keraton malah ia masukkan ke rekening pribadinya, maka saya minta kepada semuanya untuk mendiskusikan hukuman yang pantas untuknya, karena kalau kita mengacu pada peraturan hukum yang berlaku dia hanya akan dikenai kurungan penjara dua tahun dan juga denda maksimal 200 juta, sedangkan hukuman itu tidak sesuai dengan kejahatan yang ia lakukan selama lebih dari dua puluh tahun" ucap Panji Aryowinangun


"jadi saya minta silahkan memberikan masukan kalian pada kertas yang sudah saya sediakan, dan kita akan membahasnya lagi esok hari" ucap Panji Aryowinangun

__ADS_1


"gawat kalau sampai mereka ada yang mengusulkan hukuman mati atau mengembalikan semua uang yang sudah saya ambil, ohh tidak..aku tidak mau jadi orang miskin" batin Rahardian


__ADS_2