ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 125 # Kehidupan pilu dayang Istana


__ADS_3

Dokter Heri kemudian memindahkan dayang itu ke ruang CT SCAN, dan setelah selesai melakukan CT SCAN ia memindahkannya ke ruang perawatan.


"kau harus segera menghubungi keluarganya, kasian mereka pasti cemas karena sampai saat ini tidak ada kabar darinya" ucap Lambang


"tunggu sampai ia siuman aku baru akan mengabari keluarganya" sahut Gaga


"kenapa kau tidak tanya saja pada pihak istana, pasti mereka punya nomor telepon keluarganya" kata Lambang


"iya kau benar, tapi dia bukan dayang istana. Dia hanya menggantikan kakaknya yang sedang sakit saja" ucap Ganendra


"tapi setidaknya adalah nomor kakaknya di istana" sahut Lambang


"iya kau benar, tumben kali ini kau pintar" jawab Ganendra


"baru tahu kamu, kalau aku pintar??" kata Lambang


"isshh, kok mendadak jadi baper sih" goda Gaga


"siapa juga yang baper!!" gerutu Lambang sambil meninggalkan Ganendra yang masih menemani gadis itu di ruang perawatan.


Ganendra kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Danar Gumilang.


"halo paman?, apa paman bisa datang kerumah sakit sekarang?" tanya Ganendra


"baik yang mulia, tunggu sebentar aku akan segera meluncur kesana"" ucap Danar Gumilang


Danar Gumilang segera meluncur menuju ke rumah sakit.


Setibanya di sana, ia langsung menuju ke ruang perawatan dayang istana.


"apa kau punya nomor ponsel kelurganya yang bisa dihubungi?" tanya Ganendra


"hmmm, dia dayang istana tapi aku tidak mengenalnya" ucap Danar Gumilang


"iya itu karena dia memang bukan dayang istana, dia cuma menggantikan kakaknya yang sedang sakit juga" jawab Ganendra


"hmmm, tentu saja aku juga tidak tahu kakanya yang mana" ucap Danar Gumilang sambil mengangkat bahunya


"baiklah kalau begitu kita tunggu sampai dia sadar" ucap Ganendra


Tidak berselang lama, gadis itu kemudian mulai membuka matanya.


"aku dimana?" tanya gadis itu


"kamu dirumah sakit sekarang" jawab Ganendra


"aku harus pulang sekarang, kasihan adik-adik ku pasti sudah menungguku" ucap gadis itu sambil mencoba berdiri


"sudahlah kau istirahat disini saja, atau kau tidak akan bisa bertemu dengan adik-adik mu lagi" sahut Gaga

__ADS_1


"maksud yang mulia apa?" tanya dayang itu


"kau itu positif terkena TBC, dan itu bisa menulari adik-adik kamu jika kau paksakan menemui mereka, mending kamu istirahat disini agar bisa sembuh" jawab Ganendra


"tapi adik-adik saya kasian yang mulia, belum lagi kakakku yang sakit, terus aku harus gimana" ucap gadis itu dengan mata berkaca-kaca


"kau berikan saja alamat rumahmu, biar aku yang kerumahmu, sekalian aku juga ingin mengajak kakakmu berobat" ucap Ganendra


"benarkah??" tanya Gadis itu dengan mata yang berbinar-binar


"iya" jawab Gaga


Mendengar jawaban dari Ganendra gadis itu segera mengambil kertas dan menuliskan alamat rumahnya.


Ia kemudian memberikan kertas itu pada Ganendra.


"baiklah, kau istirahat saja disini, aku akan pergi ke rumahmu sekarang" ucap Ganendra


"Paman, maaf aku tinggal dulu " Ganendra berpamitan pada Danar Gumilang


"aku ikut denganmu yang mulia" ucap Danar Gumilang


"baiklah, ayo kita berangkat sekarang" ajak Ganendra yang bergegas pergi meninggalkan ruangan itu


Gaga kemudian melesatkan mobilnya menuju alamat yang diberikan oleh dayang itu.


Sesampainya disana Gaga dan Danar Gumilang terkejut melihat kondisi rumah dayang itu yang sangat kumuh, kotor dan berantakan.


Danar Gumilang hanya berdiri mematung di depan pintu melihat tiga anak kecil yang tidur dilantai saling berpelukan.


"Ya Allah ternyata begini kehidupan dayang istana, begitu menyedihkan, bahkan aku tidak tahu kalau mereka hidup serba kekurangan" ucap Danar Gumilang yang menahan tangisnya melihat kondisi tiga anak kecil yang sungguh memilukan


Tiba-tiba seorang dari mereka terbangun dan berlari kearahnya.


"yeay kaka pulang!!" teriak anak itu


Tapi ia kemudian tertunduk lesu karena tidak menemukan kakaknya.


"dimana kakakku om?" tanya anak itu


"kakak kamu ada dirumah sakit" jawab Danar Gumilang


Seketika tangis anak itu langsung pecah ketika mendengar kakaknya ada di rumah sakit.


"kamu kenapa?" tanya Danar Gumilang


"kalau kakak sakit berarti kami tidak punya kakak lagi om" jawab anak itu


"kan kakak kamu masih hidup kok ngomong begitu" ucap Danar Gumilang

__ADS_1


"iya, kak Menik juga sakit tapi sekarang dia tidur terus tidak bangun-bangun" ucapnya sambil menunjuk ke arah seorang gadis yang tidur beralaskan tikar di sebelahnya


Ganendra segera mendekati gadis itu dan mengecek kondisinya.


"Innalilahi wa Inna ilaihi roji'un, dia sudah meninggal paman!" ucap Ganendra sambil mengecek nadi gadis itu


"astaghfirullah, sungguh dzalimnya aku sampai aku tak sempat mengetahui keadaan para dayang yang hidup kesusahan" ucap Danar menyalahkan dirinya


"sudahlah paman ini bukan salah paman semuanya, yang terpenting kita harus segera mengurus jenazahnya dan juga membawa anak-anak ini dari tempat ini" ucap Ganendra


Ganendra segera membopong mayat itu masuk kedalam mobilnya, sedangkan Danar Gumilang membawa anak itu satu persatu ke dalam mobilnya. Kemudian mereka meninggalkan rumah itu menuju ke rumah sakit.


Ganendra segera meminta perawat untuk mengurus jenazah dayang itu dan membawa anak-anak kecil itu ke rumahnya.


Ganendra tidak lupa mampir ke toko baju untuk membeli baju untuk ketiga anak itu, setelah itu ia kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah. Setibanya disana Ganendra segera menyuruh anak-anak itu untuk mandi dan berganti pakaian dan ia mempersiapkan makan malam untuk mereka.


"sekarang kalian makanlah, setelah itu baru istirahat" ucap Ganendra


Ketiga anak itu kemudian makan dengan lahapnya, Ganendra yang melihat mereka makan dengan begitu lahap tersenyum senang.


"apa kalian mau nambah lagi?" tanya Ganendra


"mau!!" jawab ketiganya serentak


Ganendra segera membawa nasi yang masih tersisa ke meja makan dan dengan cepat ketiganya langsung menghabiskan nasi itu dalam sekejap.


Setelah selesai makan Gaga membawa ketiganya ke kamar tamu dan menyuruhnya untuk beristirahat.


" sebelum tidur jangan lupa berdoa dan doakan juga kakak kalian agar segera sembuh" ucap Ganendra


"iya om" jawab ketiganya kompak


Ganendra segera pergi meninggalkan kamar itu dan menutup pintunya.


Pagi Harinya Danar Gumilang segera melakukan pendataan terhadap semua abdi dalam keraton, ia tidak mau kejadian yang menimpa dayang Menik terulang kembali. Ia juga berusaha meningkatkan kesejahteraan para Abdi dalem keraton yang rata-rata hidup dibawah garis kemiskinan.


"pantas saja mereka hidup serba kekurangan, jika hanya berpenghasilan sekecil ini" ucap Danar Gumilang ketika melihat pembukuan gaji para Abdi dalem keraton.


Ia kemudian bergegas menemui Panji Aryowinangun untuk membahas tentang kesejahteraan abdi dalem keraton.


"bagaimana usulanku kang mas?" tanya Danar Gumilang


"iya tentu saja aku setuju dengan usulan mu dimas, cuma aku juga baru tahu ternyata begitu kecil gaji yang diterima oleh abdi dalem keraton, padahal menurut laporan yang aku terima gaji mereka dua kali lipat dari gaji yang tertera disini" ucap Panji Aryowinangun


"mungkin ada petinggi istana yang sengaja mengambil uang gaji mereka" sahut Danar Gumilang


"bisa jadi dimas, makanya kenaikan gaji ini jangan sampai tersebar dulu, cukup kita berdua saja yang tahu dan aku serahkan masalah penggajian para abdi dalem keraton padamu" ucap Panji Aryowinangun


"baik kang mas, tapi bagaimana dengan kang mas Rahardian, bukankah masalah pengajian Abdi dalem keraton ini adalah urusan beliau" sahut Danar Gumilang

__ADS_1


"aku akan memberikan jabatan yang berbeda padanya, kau tidak usah khawatir" jawab Panji Aryowinangun


__ADS_2