ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab 108 # Inseden yang mempertemukanku denganmu


__ADS_3

"ibu, Lulu berangkat kerja dulu ya?" Lulu berpamitan pada Ayumi


"iya, hati-hati" jawab Ayumi


Lulu segera melesatkan motor matiknya menuju ke bengkel tempatnya bekerja.


"duh!!, kenapa kalau kesiangan lima menit saja pasti kejebak macet gini sih!!" gerutu Lulu


"kalau gini harus pake cara mengemudi ala emak-emak nih" kata Lulu sambil menyunggingkan senyumnya


Ia kemudian melesatkan motornya melawan arah agar tidak telat sampai ke bengkel.


**brakkk!!


Karena terburu-buru motor Lulu tidak sengaja menyeruduk mobil didepannya ketika mengerem mendadak saat lampu merah.


"oh no!!, aku harus kabur sebelum yang punya mobil menyadari kalau aku yang menyeruduk mobilnya" batin Lulu


Ia segera melesatkan motornya ketika lampu lalulintas berwarna hijau.


"sial!!, udah nabrak kabur lagi!!" dengus Damar Langit


Ia kemudian mengejar motor Lulu.


"sial!!!, cepet sekali larinya!!" ucap Damar


Ia kemudian menambah kecepatan mobilnya.


**ciiit!!!


"kena kau!!" kata Damar sambil keluar dari mobilnya


"hadeeh, alamat terlambat nih kalau ada pengganggu kaya gini" ucap Lulu


"turun kamu!!" teriak Damar


"sudah nabrak mobil orang bukannya tanggung jawab malah kabur!!" cibir Damar


Lulu kemudian turun dari motornya, ketika ia hendak membuka helmnya ia terkejut karena lelaki yang ada dihadapannya adalah Damar Langit.


"OMG!!, mengapa harus ketemu dia sekarang!!" batin Lulu


"kau harus tanggung jawab sekarang!" ucap Damar


"iya, aku minta no rek kamu aja nanti aku transfer uang ganti ruginya" kata Lulu


"cih!!, enak saja kalau ngomong kau pikir aku tidak punya uang untuk biaya reparasi mobil hah!!" ucap Damar


"yaudah kalau begitu biarkan saya pergi lagian saya bisa terlambat kerja kalau terus melayani mu" jawab Lulu


"issh!!, benar-benar perempuan tidak tahu diri!!, sudah salah bukannya minta maaf malah membuatku kesal, lagian kamu ini benar-benar tidak sopan ya, berbicara dengan orang lain tanpa membuka helm!!, ckckck!!" cibir Damar


Damar kemudian berusaha membuka helm yang dipakai Lulu, tapi Lulu langsung menghajarnya.


**bugghh!!!


"awww!!!" Damar mengerang kesakitan


Lulu segera mengambil kesempatan untuk kabur ketika Damar sedang mengerang kesakitan.

__ADS_1


"woiii!!!, jangan kabur!!" teriak Damar sambil mencoba berdiri


"shiit!!!, dasar cewek bar-bar, untung aku sudah menghafalkan nomor plat motornya" kata Damar


**********


"syukurlah aku tidak telat!!" kata Lulu ketika baru sampai ditempat kerjanya


"Lulu!!" teriak seseorang memanggilnya


"iya pak, ada apa?" tanya Lulu


"siapkan ruangan pertemuan untuk menyambut kepala bengkel yang baru" ucap pria itu


"baik pak" jawab Lulu


Ia kemudian segera merapikan ruang pertemuan dibantu oleh seorang office boy.


"memangnya benar ya mbak kalau akan ada kepala bengkel yang baru?" tanya Amar


"kata pak Margo sih begitu" jawab Lulu


"mudah-mudahan kepala bengkel yang baru tidak galak seperti pak Ulya ya mbak" kata Amar


"semoga aja begitu Mar" ucap Lulu


Setelah selesai membereskan ruang pertemuan, Lulu segera kembali ke tempatnya bekerja.


"Lu, ada yang nyariin kamu tuh" kata Pak Margo


"siapa pak?" tanya Lulu


Lulu segera keluar untuk menemui orang yang mencarinya.


"ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Lulu


Laki-laki itu segera membalikan badannya, dan betapa terkejutnya Lulu karena orang yang mencarinya adalah Damar Langit.


Lulu langsung menunduk dan segera mengusapkan tangannya yang masih penuh dengan oli kewajahnya. Ia sengaja melakukannya agar Damar tidak mengenalinya.


"hey sepertinya wajahmu sangat familiar, tapi aku jadi tidak mengenalimu karena wajahmu penuh dengan oli" ucap Damar sambil menatapnya lekat


Lulu menjadi salah tingkah ketika Damar tak berkedip menatapnya.


"apa dia mengenaliku?" gumam Lulu


Ia sangat takut kalau Damar mengenalinya dan tentu saja itu akan menyakitkan bagi dirinya dan Damar karena mereka sudah tidak bisa bersama lagi.


"hey cewek bar-bar jangan bengong!" ucap Damar


"oh iya, tadi..aku minta maaf ya sudah menyeruduk mobil kamu terus aku juga sudah menghajar kamu, tapi sumpah semua itu tidak aku sengaja, aku kabur karena takut terlambat masuk kerja, karena kalau aku terlambat hari ini aku bisa dipecat, jadi tolong maafkan aku" kata Lulu memohon


"baik aku mau memaafkanmu tapi dengan satu syarat" ucap Damar


"apa syaratnya?" tanya Lulu


"kamu harus membantuku mengerjakan tugas-tugas kuliahku, karena kesibukan ku jadi tidak sempat mengerjakannya" ucap Damar


"tapi aku bukan anak kuliahan, dan tidak pernah kuliah bagaimana aku bisa mengerjakan tugas-tugasmu" jawab Lulu

__ADS_1


"ya kan kamu bisa Googling, dan tenang saja kau cuma membantu mengetik atau menulis saja" jawab Damar


"baiklah" jawab Lulu pasrah


"nah ini tugas pertamamu!!, kau harus mengetikknya di laptopku" ucap Damar sambil menyodorkan sebuah laptop beserta beberapa dokumen padanya


"apa ada password untuk laptopnya?" tanya Lulu


"100197" jawab Damar


"bahkan kau masih memakai tanggal lahirku sebagai password laptop mu" batin Lulu sambil menahan embun dimatanya yang akan menetes karena terharu


"oh ya ini nomorku" kata Damar sambil menuliskan nomor ponselnya ditangan Lulu


"jangan lupa telpon aku jika kau sudah selesai mengerjakannya" ucap Damar


Lulu hanya mengangguk.


"yaudah aku pergi dulu, terima kasih sudah mau membantuku" kata Damar


Ia kemudian pergi meninggalkan Lulu.


Lulu masih mematung menatap kepergian Damar, tak terasa butiran kristal bening jatuh membasahi pipinya.


"padahal kita sangat dekat, dan aku sangat ingin memelukmu, tapi kenapa aku tidak berani melakukannya, bahkan lidahku mendadak kaku untuk sekedar menyebutkan namaku, hiks..hiks" kata Lulu sambil mengusap air matanya


Ia kemudian meletakan laptop Damar di lokernya.


"lo kenapa lu?, sepertinya habis nangis ya?" tanya Margo


"gapapa pak" jawab Lulu


"apa konsumen tadi memarahi mu?" tanya Margo lagi


"tidak pak, aku cuma terharu ternyata masih ada konsumen yang perhatian sama aku, sampai datang ke bengkel segala cuma buat ngasih nomor handphonenya" jawab Lulu


"jangan-jangan disuka sama kamu Lu" kata Margo


"bapak jangan ngaco deh, mana ada orang yang suka sama Lulu si gadis oli" jawab Lulu


" siapa tahu kalian jodoh?" ucap Margo


"amiiiin!!" jawab Lulu


Entah kenapa kata-kata itu begitu saja keluar dari mulutnya.


"tuh kan ngarep" kata Margo


"diih bapak apaan sih, ngomongnya kaya gitu" ucap Lulu kesal


"yaudah sekarang bersihkan wajah mu, karena sepuluh menit lagi kepala bengkel yang baru akan segera tiba, kita harus segera menyambutnya" perintah Margo


Lulu segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya.


Ia kemudian mengganti warepack nya dengan busana kerja formal, tak lupa ia menaburkan bedak tipis dan lipstik dibibirnya.


Ia harus terlihat feminim hari ini karena pak Margo memintanya untuk menjadi pemandu kepala bengkel yang baru.


Ia segera berbaris bersama pak Margo dan para staf lainnya untuk menyambut kepala bengkel di depan showroom.

__ADS_1


Seorang laki-laki muda turun dari mobil dan berjalan mendekati mereka. Ia menyalami satu persatu karyawan yang menyambutnya.


__ADS_2