ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 148 # Melamar


__ADS_3

Ganendra dan Gendis mendatangi sebuah toko perhiasan yang direkomendasikan oleh Arkadewi.


Setibanya disana keduanya segera memilih sepasang cincin yang direkomendasikan oleh pemilik toko, setelah beberapa kali mereka melihat model-model cincin pernikahan, akhirnya keduanya menentukan pilihannya pada sepasang cincin dengan batu shapire berwarna bening.


Selesai dari toko perhiasan Gaga kemudian mengajaknya kesebuah kafe Romantis untuk mengajak Gendis makan malam.


Ia sudah mempersiapkan kejutan untuk kekasihnya itu. Gendis terpana melihat suasana makan malam romantis bertabur bunga mawar merah dan lilin-lilin yang membentuk tulisan "I Love Gendis", suasana bertambah semakin romantis ketika keduanya makan malam diiringi oleh seorang pemain biola yang menyanyikan lagu "akad".


Gendis merasa menjadi wanita paling bahagia saat itu, hingga tak terasa air matanya tiba-tiba menetes membasahi pipi merahnya.


"kok kamu nangis bee?" tanya Ganendra


"aku bahagia baget hari ini bee, aku sangat bersyukur karena dipertemukan dengan mu yang begitu menyayangiku, terima kasih bee untuk semua yang kau berikan padaku hari ini, I Love you more and more" ucap Gendis sambil memeluk Ganendra


"I love you too" jawab Gaga sambil mencium kening Gendis


Makan malam mereka ditutup dengan es krim kesukaan Gendis, keduanya bergantian saling menyuapi hingga pada suapan terakhir Gendis menemukan sebuah cincin yang baru saja mereka pesan.


"kok cincinnya sudah jadi bee, bukannya dua hari lagi" Gendis terkejut sambil melihat cincin itu


"seperti aku yang ingin cepat-cepat menikahimu, cincin itu juga sepertinya sama dengan ku ingin segera melingkar di jari manis mu agar orang-orang tahu kalau kau ini cuma milikku" ucap Ganendra sambil memakaikan cincin itu di jari manis Gendis


"will you marry me?" ucap Gaga


" yes I will " jawab Gendis yang langsung disambut tepuk tangan oleh Arkadewi, Danar Gumilang, Panji Aryowinangun, Pitaloka Damar , Lulu dan geng gesreknya juga nenek Welas yang semua langsung bermunculan dari dalam kafe.


"uunch, so sweet banget aku juga mau kaya gitu" ucap Ryan sambil memeluk Alfian


"me too" jawab Alfian


"tisu dong" jawab Ryan


"hahahaha!!!" semuanya tertawa mendengar candaan Al dan Rey.


"sekarang kalian telah resmi bertunangan, tinggal kita umumkan ke media tanggal pernikahan kalian" ucap Panji Aryowinangun


Semuanya bertepuk tangan, dilanjutkan dengan memberi selamat kepada Gaga dan Gendis.


***********

__ADS_1


Pagi harinya Damar mengantar Lulu ke kampusnya.


"selamat belajar sayang, belajar yang rajin dan jadilah yang terbaik" ucap Damar sambil mengecup kening Lulu


"iya, dah" Lulu melambaikan tangannya kepada Damar


"kenapa pagi sekali Damar mengantarku ke kampus, bahkan kampus ini pun masih sepi" Lulu berjalan menuju ke kursinya


"sambil menunggu yang lain datang mending tidur lagi ah" ucap Lulu sambil menyandarkan tubuhnya di kursi dan menutup wajahnya dengan sweaternya.


Satu persatu mahasiswa datang dan memenuhi ruangan itu, tapi Lulu masih juga terlelap.


Seorang dosen masuk dan mengisi kuliah hari ini, dia terkejut melihat Lulu yang masih menutupi wajahnya dengan sweaternya.


"buka sweaternya dan cuci muka!!" titah sang dosen pada Lulu


Seorang yang duduk disampingnya berusaha membangunkan Lulu dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya hingga Lulu terjatuh kesamping.


**braakk!!!


Semuanya tertawa melihat Lulu yang terjatuh, sementara gadis itu ketakutan ketika melihat Lulu mulai bangun dan membetulkan posisi kursinya.


"maaf aku tidak bermaksud menjatuhkan mu, aku hanya ingin membangunkan mu" ucap gadis itu


"sekali lagi aku lihat kau tertidur di jam ku maka tidak segan-segan aku akan mencoret mu dari daftar mahasiswaku dan silahkan cari dosen lain untuk mata kuliah ini" ancam dosen itu


Lulu hanya mengangguk dan segera memperhatikan lagi pada dosen itu.


"uhh, males banget deh harus belajar lagi, dimarahin, ngerjain tugas, aku sudah malas berfikir, apa mungkin karena aku sudah tidak muda lagi..tapi perasaan aku masih muda??" batin Lulu


Jam istirahat yang ditunggu-tunggu pun tiba, Lulu langsung berteriak senang ketika mata kuliah selesai, dan menghambur keluar menuju ke kantin.


"hal yang paling aku sukai yaitu jam istirahat dan makan di kantin kampus" gumam Lulu


Lulu menunggu pesanannya sambil bersenandung riang di bangkunya.


Dia dikejutkan dengan suara berisik seseorang yang sedang memarahi seorang pelayan kantin karena telah menumpahkan kuah bakso panas padanya.


"kalau jalan itu pake mata!!, sudah tau ada orang didepannya langsung main tabrak tabrak aja, kau harus ganti biaya aku berobat karena lenganku pasti melepuh karena kena kuah panas dan kau harus ganti baju mahalku ini yang tak mungkin bisa kau beli walaupun dengan gaji mu setahun bekerja disini!!" teriak Angger yang sedang memaki pelayan itu

__ADS_1


"sudahlah sayang, maafkan saja dia, lagian dia juga tidak sengaja dan sudah minta maaf padamu" Ira berusaha menenangkan kekasihnya


"tidak bisa, orang seperti dia harus diberi pelajaran agar tidak kurang ajar" ucap Angger sambil mengangkat tangannya untuk melayangkan tinjunya kearah pelayan itu


"buuughh!!!


"Greepp!!!


Lulu segera menahan pukulan Angger yang hampir mengenai gadis kecil itu.


"jangan memukul lawan yang tak sepadan dengan mu, kalau kau memang lelaki sejati" ucap Lulu


"cih!!!, ada yang sok jadi pahlawan disini " ucap Angger dengan senyum sinisnya


"aku bukan sok pahlawan tapi aku tidak suka jika ada orang yang kuat menindas yang lemah, dia cuma seorang gadis kecil yang lemah sedangkan kau adalah pria dewasa yang kuat tentu saja kalian tidak imbang, apalagi dia sudah mengakui kesalahannya dan minta maaf padamu harusnya kau tidak memperpanjang masalah ini lagi" kata Lulu


"kau pikir kau ini siapa, berani-beraninya menceramahiku" Angger sangat murka melihat Lulu yang menasihatinya


"aku memang bukan siapa-siapa, aku cuma seorang mahasiswa baru yang tidak suka dengan penindasan itu saja" jawab Lulu yang kemudian kembali ke mejanya


Karena kesal Angger segera menarik bahu Lulu dan melayangkan pukulannya, tapi lagi-lagi Lulu menepisnya dan kali ini ia terpaksa melayani keinginan Angger yang sudah menantangnya, Lulu yang juga sudah tidak tahan dengan sikap arogan Angger segera menghujaninya dengan pukulan mautnya, hingga pria itu jatuh tersungkur dengan dua kali pukulan.


***buughh!!!!


***brakkk!!!


Semua yang ada di kantin tampak tertegun dengan keberanian Lulu yang berhasil menumbangkan Angger yang merupakan senior paling ditakuti di kampus itu.


Ira segera berlari menghampiri Angger dan membantunya berdiri.


"pergi kau dari sini!!" teriak Angger sambil mendorong tubuh gadis itu hingga jatuh tersungkur


"bukannya menolongku kau malah diam saja menontonku, dasar pacar tidak berguna!!!" cibir Angger sambil meninggalkan kantin


Tama datang untuk membantu Ira berdiri.


"kamu tidak papa?" tanya Tama


"iya, aku tidak papa, terimakasih sudah membantuku" ucap Ira

__ADS_1


Ira kemudian berjalan menyusul Angger, sedangkan Tama terus memperhatikannya dari kejauhan.


"kau harus kejar dia, kalau kau memang menyukainya, aku tahu kalau Angger tidak benar-benar mencintai Ira, jadi kau harus berusaha mengambil hati gadis itu" ucap Lulu sambil menepuk bahu Tama


__ADS_2