ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 34 # Kabur dari Istana


__ADS_3

"ehemmm!!!! " teriak seseorang mencoba


menggagalkan usaha Damar mencium Lulu.


Mendengar seseorang berdehem kearah mereka membuat Damar langit segera menghentikan aksinya.


Sambil menyipitkan matanya Lulu mencoba menoleh kearah suara itu.


"syukurlah, ada yang menyelamatkan ku" batin Lulu


Damar menolek kearah suara itu berasal, terlihat laki-laki berbadan tegap berdiri didepannya.


"kakek!!!! " kata Damar Langit seraya menahan malu karena Sultan Hadiwijaya memergoki dirinya hendak mencium Lulu


"segeralah masuk kedalam istana, tak baik terlalu lama diluar" perintah Sultan Hadiwijaya,


"baik kakek! " jawab Damar dan Lulu bersamaan


Mereka segera melangkahkan kakinya, kemudian berpisah di pintu utama keraton, sebelumnya mereka sempat menoleh dan saling bertatapan dari kejauhan dan kemudian menghilang kekamar masing-masing.


Sultan Hadiwijaya segera berjalan menuju ruang pribadi Sri Sultan, ia akan menemui putranya itu.


"Romo, ada apa gerangan romo datang menemui ku?" kata Sri Sultan sambil memberi hormat


"aku hanya ingin kau mempercepat pernikahan Damar dengan Lulu" jawab Sultan Hadiwijaya


"tapi mereka itu masih sekolah romo" kata Sri Sultan


"tidak masalah, toh mereka sudah berusia tujuh belas tahun lebih, bukan? " Sultan Hadiwijaya


"lebih cepat lebih baik daripada, nanti menimbulkan fitnah yang akan menurunkan kredibilitas keraton ini, segeralah atur pernikahannya dengan adikmu Danar Gumilang" perintah Sultan Hadiwijaya


Ia kemudian pergi meninggalkan ruangan Sri Sultan.


Seperginya Sultan Hadiwijaya, Sri Sultan segera memanggil Danar Gumilang untuk membicarakan pernikahan Damar dan Lulu.


"Dimas, bagaimana kalau kita memajukan pernikahan Damar dan Lulu? " kata Sri Sultan


"memangnya ada apa?, sampai pernikahan mereka harus dimajukan? " kata Danar Gumilang kaget dengan keputusan kakak tirinya


"Romo yang memintanya" jawab Sri Sultan


"tentu saja kita harus segera melaksanakan pernikahan mereka, kalau itu perintah darinya Kangmas " jawab Danar Gumilang


"Kalau begitu segera jadwalkan hari pernikahan mereka dan kabari orang tua Lulu di Jakarta" perintah Sri Sultan


"baik kangmas prabu, segera hamba laksanakan! " jawab Danar Gumilang


**********

__ADS_1


Lulu masih duduk bersama Yoga dikelas, mereka tampak sedang menyelesaikan tugas dari guru mereka.


Raisha dan Clara datang menghampirinya.


"Lulu, kak Maya ingin berbicara denganmu" kata Raisha menyampaikan maksud kedatangannya


"dimana dia? " tanya Lulu


"dia ada ditaman " jawab Clara


"baiklah nati aku kesana" jawab Lulu


"tidak boleh nanti, tapi sekarang " kata Raisha memaksa


"iya bawel!" kata Lulu yang kemudia berdiri dan melangkah mengikuti Raisha dan Clara


Sesampainya ditaman ia segera duduk disebelah Candramaya yang sedari tadi menunggunya.


"ada keperluan apa sampai kau memanggilku kemari Maya? " tanya Lulu


"saya hanya ingin menagih janjimu Lulu? " tanya Candramaya


"janji apa? " tanya Lulu


"ingat saat kau dikejar-kejar siswa satu sekolah?, aku yang nenyelamatkanmu, dan kau berjanji akan bersedia menolongku jika aku juga punya masalah" Candramaya mengingatkan Lulu


"hmmm, jadi apa yang harus aku lakukan ?" tanya Lulu


Lulu hanya terdiam mendengar permintaan Maya yang begitu berat untuknya, bagaimana tidak, jika Ia meninggalkan Damar Langit pasti orang tuanya yang akan terkena masalah.


"baiklah" jawab Lulu


"bagus!!, segera menjauhlah darinya mulai sekarang" perintah Maya sambil tersenyum sinis


Sebenarnya berat baginya untuk menyanggupi keinginan Maya, karena bagaimanapun juga Lulu sudah mulai menyayangi Damar Langit.


Ia kembali kekelasnya dengan langkah dan wajah yang lesu.


"bagaimana aku bisa mekakukannya, bapak dan ibu pasti akan marah besar kepadamu" Lulu membatin


"tapi aku juga ingin melihat Damar bahagia bersama orang yang Ia cinta" kata Lulu lirih


**kriiiing!!!! kriiiiiing!!!!!, kriiiing...


Bel akhir pelajaran telah berdering semua siswa berhamburan keluar dari kelasnya. Lulu masih belum beranjak dari tempat duduknya, ia sedang memikirkan cara, bagaimana bisa kabur dari dari para pengawalnya.


"yes, akhirnya aku dapat ide juga! " kata Lulu yang kemudian menutup pintu kelasnya


Ia mengambil baju yang dulu ia pakai untuk kabur dari kejaran siswi putri sekolahnya.

__ADS_1


"untung baju ini selalu aku bawa" gumam Lulu senang


Ia segera keluar dari kelas dengan baju pemberian Candramaya dulu, bahkan dua orang pengawalnya tak mengenalinya mana kala Lulu melewati keduanya.


"yes!!!, akhirnya gak ketahuan juga" kata Lulu yang kemudian berlari meninggalkan sekolahnya


Siang berganti malam, Lulu belum juga kembali keistana. kedua pengawalnya kemudian melaporkan hilangnya Lulu kepada Danar Gumilang.


"Dasar bodoh!!!, masa mengawasi satu orang saja kalian tidak bisa! " bentak Damar Gumilang yang murka setelah nendengar kabar hilangnya Lulu


"jangan sampai yang mulia tahu, segera cari lagi!!" titah Danar Gumilang


"baik!!!" jawab pengawal istana serentak


Kini ia mengerahkan banyak pengawal Istana untuk mencari Lulu.


Damat Langit yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka segera bergegas pergi untuk mencari Lulu.


Ia segera melesatkan mobilnya kearah Alun-alun.


"pasti dia ada disana" gumam Damar Langit yang menghentikan mobilnya disebuah kedai soto.


Ia segera masuk dan menengok kebeberapa pengunjung yang memang mayoritas perempuan. Ia tak berhasil menemukan Lulu disana, ia segera memcari tempat duduk yang kosong karena kedai itu begitu ramai saat malam hari.


Hanya ada satu kursi kosong disana, itupun sudah ditempati oleh seorang pria muda yang sedang asyik menikmati semangkuk soto dihadapannya. Damar Langit berjalan kearahnya dan duduk tepat dihadapannya.


"aku harus menunggunya untuk beberapa menit, karena aku yakin ia pasti akan kesini" batin Damar Langit


Seorang pelayan menghampirinya.


"mau pesan apa mas?" sapa pelayan itu ramah


Ia tak mengenali Damar Langit karena ia memakai hody yang menutupi kepalanya dan ditambah kacamata hitam yang ia pakai.


"satu soto daging dan jeruk hangat" jawab Damar Langit


"baik, mohon ditunggu" kata pelayan sambil meninggalkannya


Ditatapnya dinding kedai itu yang memasang foto dirinya bersama Lulu yang datang beberapa waktu lalu, ia tersenyum sambil melepaskan kacamata hitamnya.


"kau manis sekali Lulu" kata Damar Langit


**uhukkk... uhuuuukk!!!


Mendengar ucapan Damar Langit Pemuda didepannya langsung tersedak, hingga makanannya menyembur kewajah tampan Damar Langit. Tentu saja Ia langsung marah dan memakinya.


" dasar tidak sopan, tidak tahukah engkau siapa aku!! " makinya sambil menatap pemuda didepannya yang masih saja menunduk


"woii, apa kau tuli!! " kata Damar yang kini mengangkat wajah pemuda itu

__ADS_1


Mereka saling menatap kini, membuat Damar kaget melihat pemuda didepannya.


__ADS_2