
Arkadewi naik keatas pentas, ia memanggil Lulu untuk naik keatas panggung, dan memintanya untuk menari diatas panggung.
Betapa terkejutnya Lulu mendapatkan tawaran itu, ia hanya menggelengkan kepalanya sambil menatap kearah Ratu Pitaloka memberinya isyarat bahwa ia tak bisa menari.
Ratu Pitaloka hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
Lulu kemudian naik Keatas panggung, sebuah alunan musik gamelan mengiringi langkahnya menuju keatas pentas.
Lulu tampak nervous ketika melihat kedepan panggung yang penuh dengan para petinggi kerajaan, ia tak mampu menyembunyikan wajahnya yang terlihat gugup dan berkeringat.
"assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh, selamat malam, sugeng ndalu semuanya, mohon maaf sebelumnya, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada yang mulia Ratu dan para Abdi dalem semua, jujur saja sebenarnya saya tidak bisa menari, tapi Insya Allah setelah ini Lulu janji akan belajar menari dan setelah bisa saya akan menampilkannya disini, ya dipanggung ini, didepan hadirin semua" Kata Lulu memberanikan diri.
Semua yang hadir disana langsung bertepuk tangan kagum dengan keberanian Lulu. Sementara Arkadewi tanpak kesal karena usahanya untuk mempermalukan Lulu gagal.
"sial, bukannya dibenci, malah ia mendapatkan simpati!! " kata Arkadewi yang pergi meninggalkan tempat itu.
Dalam hati Ratu Pitaloka bangga dengan keberanian Lulu.
"kami tak salah memilihmu sebagai pendamping hidup putraku" katanya lirih
"huuffffttt, akhirnya selesai juga" kata Lulu sambil menghembuskan nafasnya yang terengah-engah
**Pagi hari yang cerah.
Setibanya disekolah Lulu langsung bergegas menuju kelasnya, berpisah dengan Damar Langit dan Ganendra. Dari kejauhan Lulu melihat didepan kelasnya, puluhan siswa perempuan menunggunya didepan kelas.
mereka membawa papan kertas yang bertuliskan pengusiran kepada Lulu. mereka berdemo karena tak terima Lulu menjadi tunangan Damar langit yang menjadi idola mereka.
"usir lulu!!!, usir lulu!! " teriak mereka serentak
"dia tak pantas jadi istri pangeran!!!" teriak seseorang dengan lantang
"usir perempuan udik itu!! , usir!!! " teriaknya lagi
Lulu segera berlari menjauhi tempat itu sebelum mereka menyadari kehadirannya.
"gila, kenapa mereka segitu bencinya ama gue, bisa abis gue kalo nekad masuk kelas" kata Lulu yang bersembunyi dibalik pohon
"hey ternyata lo disini cewek udik!!" teriak seorang wanita yang akhirnya memanggil teman-temannya
"hey Lulu ada disini teriaknya!! " sambil melambaikan tangannya
mereka kemudian menoleh kearah suara yang memanggilnya.
__ADS_1
Melihat segerombolan cewek yang berlari kearahnya Lulu langsung mendorong gadis yang berusaha menghalangi jalannya, ia segera berlari menghindar dari kejaran para fans Damar Langit.
Tiba-tiba seseorang menariknya dan membawanya masuk kesebuah gudang.
"terima kasih" kata Lulu dengan nafas yang terengah-engah
"sama-sama " jawab wanita itu sambil menyerahkan sebuah baju kepada Lulu.
"kau harus merubah penampilanmu agar mereka tak mengenalimu, pakailah baju itu" sambil menunjuk baju yang sudah ia berikan kepada Lulu.
Lulu segera mengganti seragamnya dengan seragam laki-laki yang diberikan olehnya. dia juga memakai wig dan topi yang juga sudah disiapkannya.
"wow!!, kau terlihat tampan sebagai seorang lelaki " puji Candramaya kepada Lulu
"oh ya, ngomong-ngomong nama kamu siapa? tanya Lulu
"Candramaya " jawabnya singkat sambil menjabat tangan Lulu
"nama yang cantik, secantik orangnya? " kata Lulu memuji kecantikan Candramaya
Candramaya kemudian mengagandeng Lulu keluar menuju kekelasnya.
Ketika melewati barisan pendemo, mereka tak sedikitpun mengenali Lulu yang telah berubah menjadi seorang cowok tampan.
"iya, tapi lain kali kau juga harus membantuku" jawab Candramaya sambil menyunggingkan senyumnya
Ia kemudian meninggalkan Lulu menuju kekelasnya.
"maafkan kami yang mulia, ia berhasil kabur?" kata Raisha
**Plaaakkk!!!
Sebuah tamparan mendarat dipipi kedua gadis itu (Raisha dan clara).
"dasar bodoh, menangkap seorang gadis udik aja kalian tak becus!! " bentaknya kesal
"aku gak mau tau, pokoknya aku ingin dia diberi pelajaran karena telah merebut Damar Langit dariku" kata wanita itu sambil meninggalkan Raisha dan Clara.
"entah kenapa wajah cantiknya berubah menjadi menyeramkan saat dia marah, aku takut melihatnya" kata Raisha
"iya aku juga sangat takut dengannya, dia itu psikopat" jawab Clara
********************
__ADS_1
Damar Langit masih menunggu kedatangan Candramaya dikelasnya, hari ini ia ingin menyatakan perasaannya kepada pujaan hatinya yang juga merupakan bunga di sekolahnya.
Ia mulai mengembangkan senyumnya tatkala melihat Candramaya berjalan kearahnya. ia segera mempersiapkan bunga yang sedari tadi ia letakan dibalik badannya.
Candramayapun merasa bahagia melihat Damar Langit berdiri didepan kelasnya ia tahu kalau Damar langit pasti akan menembaknya. Senyumnya terus mengembang manakala ia melihat Damar langit yang mulai membalikan badannya.
"ia pasti sedang menyiapkan kejutan untuku, Uuuhhh dia memang romantis, aku pasti takan menolakmu Damar" kata Candramaya dalam hati
Sementara Damar langit membalikan badannya ia berusaha mengatur nafasnya yang mulai tak beraturan dan menyiapkan bunga mawar yang telah ia persiapkan.
Seseorang tampak memberika aba-aba kepadanya. Dan kini ia mulai menghitung mundur, memberibya kode agar Damar langit segera kembali ke posisinya semula.
**3...,2.....,1!!!
Damar Langit segera membalikan badannya.
"Bruugghhh!!! " terdengar suara seperti orang jatuh.
Sementara Damar Langit menarik tangan seseorang didepannya, ia kemudian duduk bersimpuh didepannya sambil menyerahkan bucket mawar merah kepadanya.
"maukah kau jadi kekasihku? " kata Damar langit yang belum berani menatapnya ia hanya menundukan wajahnya.
"awwww!" teriak Candramaya yang mulai bangun dan berdiri
"seperti suara Maya, tapi kenapa ia seperti kesakitan" kata Damar Langit sambil mencari suara itu.
Betapa terkejutnya ia ketika melihat Candramaya sedang mengerang kesakitan didepannya.
"kalo Maya ada diseberang sana lalu siapa dia" kata Damar Langit sambil menatap sosok yang ada didepannya.
"tidaaakkkk!!! " teriak Damar Langit sambil melepaskan tangan Luku
Lulu hanya menyunggingkan senyumnya, kemudian ia menarik Damar Langit bangun dan berdiri.
"sekarang bukan saatnya untuk love - lovean, tapi lo harus tolong gue dari mereka" kata Lulu sambil menunjuk segerombolan cewek yang mengejarnya
"oh tidak!!! " kata Damar Langit yang juga kaget ia segera menarik tangan Lulu dan berlari meninggalkan Candramaya.
Candramaya merasa kesal dengan Lulu yang mendorongnya hingga jatuh.
"andai saja, kamu tak mendorongku tadi, pasti Damar sudah menjadi miliku!! " gerutu Candramaya kesal
"awas saja kau Lulu, tunggu pembalasanku!!" ancam candramaya sambil mengepalkan tangannya
__ADS_1