ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 128 # Masa lalu Ganendra


__ADS_3

Mentari masih malu-malu menampakkan dirinya meski waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, burung-burung tetap berkicau meski awan hitam masih menutupi wajah sang surya pagi ini.


Ganendra sudah bersiap-siap untuk segera pergi kerumah sakit, hatinya begitu bahagia karena sang bunda sudah bisa kembali ke rumah hari ini. Dayang-dayang tampak sibuk membersihkan rumah dan mempersiapkan masakan spesial untuk menyambut kedatangan sang pemilik rumah yang sudah lama tak pulang.


Dengan senyum yang sumringah Gaga mulai melesatkan mobilnya menuju ke rumah sakit.


Setibanya di sana ia segera menemui dokter Didit yang merawat Arkadewi.


"gimana ibu saya dok?" tanya Ganendra


"kondisinya sudah membaik dan bisa pulang hari ini, tapi tetap harus kontrol seminggu sekali" ucap Didit


" baik dok, apa sekarang sudah boleh pulang?" tanya Ganendra


"tentu" jawabnya


Ganendra segera bergegas menuju ke ruang perawatan Arkadewi.


"bun, hari ini bunda sudah bisa pulang kerumah, jadi bunda siap-siap ya" Ganendra langsung membereskan semua barang-barang dan pakaian milik sang bunda.


Sedangkan Arkadewi bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah semuanya siap Gaga mengajak Arkadewi keluar dari kamar. itu.


Gaga memasukkan barang-barang milik ibunya satu persatu ke dalam mobil, setelah itu ia meluncurkan mobilnya menuju ke istana.


Karena jalanan lengang di minggu pagi ini, perjalanan dari rumah sakit ke istana hanya butuh waktu tiga puluh menit saja.


Arkadewi menatap istana yang sudah lama ia tinggalkan dengan senyumnya yang mengembang.


"kau tidak berubah dan tetap kokoh seperti dulu" batin Arkadewi


Ganendra menggandeng lengan ibunya menuju ke paviliun tempat mereka tinggal.


Arkadewi merasa sangat senang ketika Bagas menyambutnya di depan rumahnya sambil membawa bunga anggrek kesukaannya.


"selamat datang omah" sapa Bagas sambil memberikan bucket bunga anggrek padanya


"terima kasih sayang" ucap Arkadewi sambil menciumnya


Ia tampak begitu gembira karena semua keluarganya menyambut kedatangannya, mulai dari Lulu, Damar, ratu Pitaloka, Panji Aryowinangun, Sean dan putrinya Ayu, Danar Gumilang bahkan nenek Welas pun hadir disana menyambut kedatangannya, kecuali Candramaya ia tak terlihat disana.


"terima kasih semuanya...ternyata kalian masih peduli padaku walaupun aku sudah jahat pada kalian" Arkadewi terharu hingga menitikkan air mata


"sama-sama bunda, kami senang bunda bisa kembali berkumpul lagi bersama kami" ucap Damar mewakili anggota keluarga kerajaan


"terima kasih nak" ucap Arkadewi sambil memeluk Damar Langit


Kemudian Arkadewi masuk kedalam rumahnya, ia semakin terperanjat karena banyaknya hidangan yang sudah tersaji di ruangan tengah rumahnya.

__ADS_1


"hari ini sengaja Gaga mengadakan acara makan bersama sebagai ucapan syukur karena ibu sudah sembuh" kata Ganendra


"silahkan dicicipi hidangannya" Gaga mempersilahkan semuanya untuk mencicipi hidangan yang sudah disajikan


Semuanya tampak gembira sambil menikmati hidangan yang disuguhkan oleh Ganendra, namun berbeda dengan Candramaya, ia masih memendam dendam pada bibinya itu karena telah membunuh ibunya.


"sampai kapanpun aku tidak akan sudi untuk memaafkanmu" gumam Candramaya


Bagas terlihat berlarian bersama Ayu, keduanya terlihat bahagia meskipun mereka belum bisa menikmati pesta itu. Hingga jus yang dibawa oleh Bagas tumpah mengenai baju nenek Welas.


Bagas segera beringsut menjauh dari nenek Welas yang terlihat sangat marah.


"maafkan aku eyang" ucap Bagas sambil memamerkan gigi susunya


"hmmmm!!, kesini kamu!!" nenek Welas melambaikan tangannya kearah Bagas .


Bagas kemudian berjalan mendekati nenek Welas.


"kenapa kau menumpahkan jus kepadaku?" tanya Welas


"maaf eyang aku tidak sengaja" Bagas mengambil tisu dan membersihkan baju Welas Asih


"kamu sama cerobohnya dengan ibumu" ucap Welas Asih


"jangan lari-lari lagi kalau bawa minuman, ingat!!, jangan jadi orang ceroboh " ucap Welas Asih


"baik eyang" ucap Bagas sambil mencium Welas Asih


"sudah pergi main lagi sana!!" ucap Welas Asih


"ok!!" Bagas berlari lagi mengejar Ayu


"sayang kita mau berangkat ke Jakarta jam berapa?" tanya Lulu pada Damar Langit


"sebentar lagi sayang, gak enak acaranya belum selesai masa kita pulang duluan" Damar berusaha menenangkan Lulu yang tidak sabar ingin menjenguk ibunya di Jakarta


***dreeet...dreet..dreet


Ganendra segera mengangkat panggilan yang masuk ke ponselnya.


"halo Ga, ini aku Shila...kita bisa ketemuan gak?" tanya Shila


"iya ....memangnya ada apa?" sahut Gaga


"Lambang menyuruhku untuk menemui mu, untuk membicarakan kontrak kerja sama bisnis" ucap Shila


"baiklah, satu jam lagi aku tiba dirumah sakit, tunggu saja diruangan ku" ucap Ganendra


"ok, aku tunggu ya" jawab Shila

__ADS_1


Ganendra kemudian menemui Arkadewi untuk berpamitan.


"ibu.... Gaga tinggal ke rumah sakit dulu ya, ada urusan yang harus aku selesaikan hari ini" ucap Ganendra


"iya nak, hati-hati ya" jawab Arkadewi


"semuanya maaf aku tinggal ya, silahkan dinikmati lagi hidangannya" Ganendra berpamitan pada semua yang ada disana setelah itu ia melambaikan tangannya dan meninggalkan mereka.


Shila menunggu Gaga diruangannya, sambil memperlihatkan foto Ganendra yang terpasang diatas meja kerjanya.


"kau masih dingin seperti dulu Ga, andaikan kau lebih terbuka dan ramah mungkin kita sudah menjadi pasangan yang berbahagia sekarang" Shila mengusap wajah Gaga yang ada di foto


***Krieet


Ganendra membuka pintu ruangannya, dan tersenyum ketika melihat Shila sudah duduk menunggunya.


"maaf aku telat ya" ucap Ganendra


"tidak kok masih kurang sepuluh menit, cuma aku aja yang datangnya kecepatan" ucap Shila


Ganendra kemudian duduk di kursinya.


"sekarang apa yang mau dibicarakan, bicaralah" Ganendra memulai pembicaraan


"hufft selalu saja begini, gak pernah ada basa basinya kek dikit, tanyain kabar atau pujilah penampilan ku hari ini yang sudah dandan berjam-jam hanya untuk bertemu dengannya" gumam Shila


"apa tidak sebaiknya kita bicara diluar saja supaya lebih santai gitu" ucap Shila


"memangnya disini kurang santai ya" jawab Ganendra


"bukan begitu Ga, cuma klik saja, takutnya nanti ada pasien kamu lagi" sahut Shila


"hari ini aku tidak ada praktik jadi tidak akan ada paaien yang berobat" ucap Gaga


"kenapa susah sekali mengajaknya keluar sih" gumam Shila


"yaudah baiklah disini juga tidak masalah" Shila akhirnya menuruti kemauan Gaga dengan berat hati


"apa kau belum punya pacar?" tanya Shila memberanikan diri menanyakan masalah yang sangat pribadi padanya


Ganendra hanya tersenyum kecut mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu.


"kau ini sebenarnya mau membicarakan masalah bisnis denganku atau menginterogasi ku?" Gaga balik bertanya


"aku cuma penasaran aja, seorang Ganendra yang paling tampan dan paling pintar satu sekolah apakah sudah ada yang berhasil menaklukkan hatinya atau belum ada sama sekali" ucap Shila


"kau tahu kan kenapa aku menjadi seorang yang introvert selama aku bersekolah, itu karena aku tidak memiliki kepercayaan diri seperti teman-teman lainnya, aku merasa malu dengan kondisi ku saat itu yang menjadi anak dari seorang selir yang selalu dicap sebagai palakor, dan orang-orang banyak yang memandang ku sebelah mata, itulah yang membuatku menutup diri dan selalu menyendiri, menjauh dari teman-teman. Sampai pada suatu saat, ketika aku ingin berteman dengan seorang anak yang pintar dan berhasil mengalahkan aku, bukannya ia menerima ku yang sudah bersusah payah mendatangi kelasnya cuma ingin menanyakan namanya malah mengroyokku hingga babak belur. Dan sejak saat itulah aku semakin tertutup dan tidak punya teman kecuali Lambang yang mau berteman dengan anak aneh seperti ku" ucap Ganendra


"maafkan aku untuk hal itu Ga, aku benar-benar tidak tahu" Shila menyesali perbuatannya dulu

__ADS_1


"kau tidak usah khawatir, aku sudah memaafkanmu, dan kalau kau ingin tahu aku sudah punya pacar atau belum ... jawabannya adalah belum...yah boleh dibilang aku jomblo" jawab Ganendra


__ADS_2