
Selesai mendaftar kuliah Lulu mampir ke toko kue untuk membeli kue, rencananya kue itu akan diberikan kepada Alfian sebagai ucapan terima kasih karena sudah menyelamatkan Damar Langit.
"Tam-tam, nanti kita mampir ke showroom Alfian dulu ya" ucap Lulu ketika Tama mulai melajukan mobilnya
"hmmm" Tama mengangguk setuju
Lulu turun dari mobilnya menuju ke ruang kerja Alfian.
"mau kemana lo?" tanya Lulu ketika melihat Alfian sudah merapikan meja kerjanya.
"mau jemput Ryan di bandara" jawab Alfian
"gue boleh ikut ga?" tanya Lulu
"bolehlah, jalan sekarang kuy" jawab Alfian
"kuylah" keduanya kemudian berjalan meninggalkan ruangan itu
"pake mobil gue aja, mobil lo tinggal disini Tam" ucap Alfian
"nanti gak muat kalo pake mobil kamu" sahut Tama
"betul tuh kata Tam-tam" ucap Lulu
"yah... padahal mau pamer sama di Rey malah gak jadi" kata Alfian
"yaudah klo gitu bawa mobil masing-masing aja gimana?" Tama memberikan pilihan
"gak enak ah, enakan rame-rame" sahut Alfian sambil memasuki mobil Tama
Setelah setengah jam menempuh perjalanan akhirnya mereka tiba juga di Bandara Adi Sucipto Jogjakarta.
"oh iya lupa Al, aku mau kasih kue ini buat lo, terima kasih karena udah menyelamatkan suamiku semalam" ucap Lulu sambil memberikan kue padanya
"kaya sama siapa aja Lu, pake ngasih kue segala" kata Alfian
"sekali-kali Al " ucap Lulu
"ok tahnks ya Lu" kata Alfian
"kok gak dimakan Al?" tanya Lulu
"nungguin temen-temen aja, biar makan bareng-bareng kan enak" jawab Alfian
"tuh si Rey, Ferdan dan Nova...kok Icha gak ikut yah" Lulu masih celingukan mencari Icha
"dia lagi hamil Lu, jadi gak ikut" sahut Alfian
"emangnya dia udah nikah?" tanya Lulu
"udah sama Noval"
"wew...kok aku gak diundang?" tanya Lulu
"kan waktu kamu ilang di Jepang, jadi gak ngundang kamu lah" Alfian Menjelaskan
Alfian turun dari mobil Tama dan melambaikan tangannya ke arah Ryan.
Ferdan yang melihatnya segera menarik Ryan dan Noval menemui Alfian.
"apa kabar bro?" tanya Ferdan sambil memberi salam khas mereka
"baiklah" jawab Alfian sambil menyalami temannya satu persatu
Lulu berjalan menunduk mendekati teman-temannya.
__ADS_1
"kenape lo, lagi nyari duit jatuh dibawah?" Ryan menggoda Lulu
"hehehe, tau aja lo Rey" jawab Lulu
"Lulu sayang, aku sangat senang setelah mendengar kabar dari Al kalo lo masih hidup" Ferdan mendekati Lulu sambil mencubit pipinya
" dasar lebay..." ucap Lulu
"Noval diem-diem bae, mikirin bini lo ya" goda Alfian
"gak kok, cuma terpesona aja sama Tam-tam yang makin ganteng aja " ucap Noval
"cie...Noval CLBK sama Tama" goda Rya
"apaan sih lo Rey, gak danta banget" jawab Noval
"cie baperan sekarang" godanya lagi
"udah-udah, sekarang cepetan naik ke mobil" titah Alfian
Mereka kemudian masuk kedalam mobil dan Tama segera melesatkan mobilnya menuju ke kosan Alfian.
"katanya lo mau jemput gue pake mobil sport Al, mana??" Ryan menagih janji Alfian
"kalo gue jemput pake mobil sport gue gak muat dong Rey, makanya gue pake mobil Tam-tam aja biar muat" jawab Alfian
"halah...alesan aja lo" cibir Ryan
***ciit!!!
"dug!!!"
"aduh pelan-pelan dong Tam-tam kalo mau ngerem, biar kita siap-siap jadi gak kejedot gini" ucap Ryan
"ada yang menghadang mobil kita" ucap Tama
"turun lo!!" hardik Ferdan
"Ferdan awas!!" teriak Alfian menarik bahu Ferdan
**dor!!!, dor!!!
Ferdan dan Alfian berguling ke samping menghindari tembakan yang keluar dari dalam mobil dihadapannya.
Tiba-tiba tiga buah mobil mendekat kearah mereka, Tama yang sadar bahaya tengah mengancam mereka segera menyalakan mobilnya dan menyuruh Alfian dan Ferdan untuk naik ke dalamnya.
"cepetan naik" teriak Tama
Keduanya langsung naik ke dalam mobil dan Tama langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"pegangan yang erat!!" ucap Tama ketika mulai menambah kecepatan mobilnya
"gila kali ini musuh kita bawa pistol semua, jadi hati-hati!!" ucap Alfian
"tenang gue juga punya nih" Ryan melemparkan satu persatu pistolnya kepada sahabatnya
"nyolong dimana Rey?" goda Noval
"dirumah nenek lo" jawab Ryan
"sueee!!'" jawab Noval
"gue pesen ama bokap gue, karena gue ngerasa musuh kita berat kali ini, karena Alfian yang punya seribu nyawa aja ketakutan dan minta bantuan gue, makanya gue inisiatif beli pistol-pistol itu" ucap Ryan
Tama akhirnya berhasil meloloskan diri dari kejaran para penjahat itu.
__ADS_1
Semuanya turun dari mobil menuju kosan Alfian.
"sepertinya malam ini kita akan begadang" ucap Ferdan
"bener lo Dan, aku yakin mereka akan menyerang kita nanti malam, karena tadi pagi saja rumah ini berhasil mengacak-acak rumah ini" ucap Alfian
"tuh gue bilang juga ape, siap-siap ngeronda kita malam ini" ucap Noval
"gue akan menginap disini" ucap Tama
"thanks bro!!" ucap Alfian
"sama-sama"
"teeus gue gimana?" tanya Lulu
"lo jagain Bagas aja di rumah aja Lu" ucap Alfian
"Masa gue kagak ikutan!!" Lulu merasa dikucilkan
"'lo dirumah aja Lu, biar kita yang melawan orang-orang itu" ucap Alfian
Tama kemudian mengantar Lulu pulang ke istana dan dan ia juga secepat kilat kembali lagi ke kosan Alfian
Lulu berjalan lemas menuju ke kamarnya.
"lo kenapa?" tanya Ganendra
"aku gak enak hati ka, abisnya temen-temen pada mau bantuin Alfian cuma gue yang tidak boleh" jawab Lulu
'"memangnya Alfian kenapa?" tanya Gaga
"dia diteror orang yang berusaha membunuh paman Danar" jawab Lulu
"mereka sekarang ada dimana?" tanya Ganendra
"di kosam Alfian" jawab Lulu
"yaudah aku juga kesana sekarang" kata Gaga
Ganendra segera pergi meninggalkan Lulu.
Lulu menatap Bagas yang sudah mulai terlelap.
"baiklah gue juga harus membantu kalian" Lulu kemudian berganti pakaian dan bersiap-siap pergi ke kosan Alfian.
"Dengan pakaian seperti ini pasti tidak akan ada yang mengenaliku" ucap Lulu sambil menyalakan motornya.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tapi Alfian dan teman-temannya masih bersiaga menunggu kedatangan musuh mereka.
"kayaknya mereka gak datang deh " ucap Noval
"sssttt, sudah tidur sana !!" teriak Ferdan
**brak!!!
Mereka dikejutkan dengan suara barang jatuh, Alfian segera mengecek keluar rumah ditemani oleh Ryan
"ini sebuah peringatan bro!!!" ucap Ryan
"aku pikir juga begitu" jawab Alfian
Baru saja Alfian hendak menutup pintunya tiba- tiba sebuah pukulan melesat diwajahnya.
**bughh!!!
__ADS_1
Ryan segera berbalik dan menghajar sekelompok pemuda yang merangsek masuk ke kosan Alfian.
"mereka datang!!!" teriak Ryan memberi tahukan teman-temannya