ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 81 # Percobaan Pembunuhan (4)


__ADS_3

Arkadewi segera melajukan mobilnya menuju kerumah sakit, ia ingin menemui Yudha.


Sesampainya disana ia segera menemui Yudha.


**Brakkk!!!


Arkadewi membanting pintu ruangan Yudha, mebuatnya kaget dan segera bangun dari tidurnya.


"kau datang sayang?" sapa Yudha


"apa maksudmu memasang kamera pengintai dikamarku!" teriak Arkadewi sambil mendekati Yudha yang masih terbaring diatas ranjangnya


"cepat sekali kau mengetahuinya, sayang" jawab Yudha


"katakan apa maksudmu!!, apa kau ingin mematai-matai aku, atau kau ingin tahu apa saja yang sedang aku rencanakan hah!" kata Arkadewi sambil menarik kerah baju Yudha


" aku hanya ingin mengetahui siapa selingkuhanmu saja sayang" kata Yudha sambil tertawa kecil


"jangan bercanda Yudha, itu tidak lucu" kata Arkadewi semakin kesal


Kali ini Arkadewi mencekik lehernya membuat Yudha susah bernafas.


" lepaskan ayah tante!!!" teriak Sean yang baru saja memasuki ruangan bersama Regita dan Maya


"lepaskan dia ka, apa yang Yudha katakan itu benar" kata Regita membela Yudha


"diam kau !!!, tidak usah membelanya lagi!!!" jawab Arkadewi


"aku rela mati ditanganmu sayang" kata Yudha yang mulai lemas


Melihat ayahnya mulai kehabisan nafas Sean segera menarik lengan Arkadewi agar melepaskan cekikanya ke Yudha.


**buughh!!!


Arkadewi menyikutnya, membuat Sean langsung mengerang memegangi perutnya.


" cukup sayang, lepaskan aku dulu, aku akan menjelaskan kenapa aku memasang kamera pengintai dikamarmu" kata Yudha


Arkadewi kemudian melepaskan cekikannya.


"Baiklah aku hanya ingin tahu siapa saja yang menemuimu dan aku juga ingin tahu apa yang kau rencanakan untuk membunuh Damar, karena aku tau kau berniat membunuh Damar, sedangkan aku tidak ingin Damar celaka, oleh karena itu aku berinisiatif untuk memasang kamera pengintai dikamarmu" kata Yudha


" dan kau juga menuduhku melakukan percobaan pembunuhan terhadap Damar, bukan?" tanya Arkadewi


"tentu saja tidak, aku tahu kau bukan orang yang ceroboh" kata Yudha


"kalau kau ingin tahu siapa dalang dari percobaan pembunuhan terhadap Damar, maka tunggulah sebentar disini, karena anak buahku akan datang sebentar lagi untuk memberikan informasi penting padaku" kata Yudha


"baiklah aku percaya kamu" jawab Arkadewi


**********


Pagi hari Lulu dan Damar sudah siap-siap berangkat ke sekolah, hari ini mereka pergi kesekolah diantar oleh paman Danar Gumilang.


"Halo, selamat pagi, teman-teman!" sapa Lulu kepada teman-temannya

__ADS_1


"kita lihat hari ini, apakah tuan putri kita ini orang yang pintar atau bodoh" kata Lingga yang mengejek Lulu


"hehehe, kenapa kau selalu memperhatikan aku sih Lingga, apa kamu kangen dengan ku karena sudah hampir dua bulan kita tidak bertemu" kata Lulu menggoda Lingga


"diiih, siapa yang kangen sama putri buruk rupa begitu" kata Lingga sambil menjauhi Lulu


"hehehe, jangan salah putri buruk rupanya sudah berubah menjadi Cinderella" jawab Lulu sambil tertawa kecil


***Kriiiiing...kriiiing...


Bel masuk telah berbunyi, semua siswa belum masuk kekelas, hari ini adalah hari pertama masuk sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar belum berjalan seperti biasa.


"ka Maya!, bagaimana kalau kita taruhan apakah Lulu itu anak yang pintar atau bodoh" ucap Raisha


"tumben otakmu encer, baiklah aku yakin lulu itu anak yang bodoh" kata Candramaya


"kalau kamu gimana Clara?" tanya Raisha


" kalo aku sih milih tengah-tengah saja, jadi Lulu itu anak yang tidak terlalu pintar dan juga tidak bodoh-bodoh amat " jawab Clara .


"ok baik, sekarang kita kumpulkan saja uang taruhan nya" kata Raisha


" berapa?" tanya Clara


"lima ratus ribu gimana?" tanya Raisha


"ok!" jawab Maya dan Clara


Hari ini bukan hanya Maya dan gengnya yang taruhan untuk mengetahui apakah Lulu anak yang pintar atau bodoh, melainkan hampir semua anak-anak disekolah itu melakukan taruhan untuk Lulu.


Semua siswa kemudian berlarian ke papan pengumuman untuk melihat hasil ujian.


Semuanya tampak antusias kecuali Tama yang masih enggan beranjak dari tempat duduknya. Ia lebih memilih tidur daripada harus berdesak-desakan untuk melihat hasil nilai ujian.


"Tam-tam, ayo kita lihat nilai ujiannya!" ajak Lulu sambil menggoyang-goyang kan badan Tama yang masih tertidur di bangkunya


"hmmm, nanti saja yang mulia, lagian masih ramai" jawab Tama


"kalau nunggu sepi mah gak seru Tam-tam, udah buruan ayo !!" kata Lulu sambil menarik lengan Tama


"iya sabar!" jawab Tama


"tidak mungkin !!!, ini sungguh tidak mungkin!!!, kenapa Lingga anak terpandai di lingkungan Otomotif jadi berada diposisi tiga" kata Maya tidak percaya


"yeay aku menang!!!!" teriak Raisha yang senang karena menang taruhan


"yeaah!!!, aku juga menang!!!" teriak anak yang lainnya


Lulu yang baru datang untuk melihat hasil ujian tampak heran melihat ekspresi wajah teman-teman nya.


" mereka kenapa sih, ada yang seneng banget kaya abis menang undian, ada yang sedih kaya abis ditagih hutang, duuh kok masih rame banget sih "kata Lulu


"mereka itu lagi pada taruhan " jawab Tama


"taruhan apa?" tanya Lulu

__ADS_1


" huh dasar gak peka!!, mereka itu sedang taruhan apakah kamu anak yang pintar atau bodoh" jawab Tama


"hmmm, pelecehan ini namanya "kata Lulu


" tapi biarlah namanya juga seleb biasalah kalau suka dikepoin, hihihi" kata Lulu sambil tertawa kecil


"diiih, mulai sombongnya" sindir Tama


"biarin we..." jawab Lulu sambil menerobos masuk kedalam kerumunan anak-anak yang masih melihat hasil ujian kenaikan kelas


"yeaah!!!, aku ranking dua !!!" teriak Lulu sambil melompat kegirangan


"eh tunggu, tapi kok Tam-tam sih yang rangking satu, padahal diakan yang aku kasih contekan, ini benar-benar tidak adil" kata Lulu sambil mendekati Tama


"siapa bilang aku nyontek sama kamu, aku tidak membuka sama sekali kertas yang kamu berikan" jawab Tama


"masa sih?" tanya Lulu tidak percaya


"tanya saja Yoga kalau kau tidak percaya dengan aku" jawab Tama


"baiklah, aku percaya" ucap Lulu


"woiii, pengumuman!!!, pengumuman!!!, tolong harap didengarkan!!!" teriak Lulu sambil naik keatas meja


Semua siswa yang masih berkumpul di area papan pengumuman segera memperhatikan Lulu.


"pengumuman!!!, bagi yang menang taruhan diharap memberikan dua puluh persen dari uang taruhannya kepadaku, karena aku yang berjuang siang dan malam hingga akhirnya kalian bisa menang, kalau ada yang keberatan dan tidak memberikan kompensasi dua puluh persen itu, maka jangan salahkan aku, jika kalian aku aduin ke kepala sekolah karena telah berjudi dilingkungan sekolah" kata Lulu


"huuuu!!!" jawab semua siswa serempak


"hihihi, lumayan dapat duit cuma-cuma" batin Lulu


"apa yang kamu lakukan yang mulia" tanya Tama


"ssst!!!, kamu diam saja, nanti aku traktir" kata Lulu sambil menutup mulut Tama


******


Dua orang berseragam serba hitam memasuki bangsal perawatan Yudha.


"selamat siang tuan, kami ingin menyampaikan berita penting" jawab laki-laki itu


"hmmm, katakanlah!!" jawab Yudha


"tapi ini sangat rahasia tuan" jawab lelaki itu


"tidak masalah mereka mendengar nya, lagian mereka adalah keluargaku" jawab Yudha


Yudha segera membuka pesan yang dikirim oleh salah seorang dari mereka.


"baiklah kalian boleh pergi" perintah Yudha


lelaki itu kemudian pergi setelah menyerahkan belati itu pada Yudha.


"belati ini!!!" kata Arkadewi sambil melotot memperhatikan sebuah belati yang ada dihadapannya

__ADS_1


"kenapa benar-benar mirip dengan belati yang ku pesan, dan juga tanda dibelatinya sama seperti yang aku disain, kali ini aku berhadapan dengan seorang yang sangat berbahaya, aku harus lebih waspada. Tapi apa Seno terlibat, karena hanya dia satu-satunya orang kepercayaan ku" batin Arkadewi


__ADS_2