ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 64 #Ayu dan Ferdan (3)


__ADS_3

Ayu!!" teriak Lulu yang kemudian mendorong tubuh Damar


Ia kaget melihat Ayu tampak sedang berciuman dengan Ferdan.


"kenapa kamu kaget sayang, biarkan saja mereka, apa kamu juga mau seperti mereka juga" goda Damar yang mendekati Lulu


"ishh!!!, kamu tuh pikirannya omes mulu, aku takut kalau Ayu kebablasan!" kata Lulu yang kemudian berjalan mendekati Ayu


"ehemm!!!" teriak Lulu


Ayu dan Ferdan yang kaget secara refleks langsung menghentikan ciuman panas mereka.


Ayu tampak salah tingkah karena Lulu memergokinya.


"mbak tolong jangan kasih tau ibu ya, please" kata Ayu memohon


"udah berapa lama kalian pacaran?" tanya Lulu


"baru kemarin kita jadian mbak" jawab Ayu


"inget Yu, lo baru mau masuk kelas satu SMA, mendingan lo gak usah pacaran dulu, fokus sekolah" ucap Lulu


"bolehlah ka, Ayu janji gak bakal macem-macem lagi, swear" ucap Ayu memelas


"ok, asal lo janji gak ada cium-ciuman lagi" jawab Lulu


"dan lo Ferdan!, sekali lagi lo ketahuan pegang-pegang adik gue, lo bakal merasakan pukulan maut gue!" ancam Lulu sambil mengepalkan tangannya


"berarti kalo gak ketahuan gak papa donk Lu, hehehe " jawab Ferdan sambil tertawa kecil


"tetep gak boleh!!" jawab Lulu


"iya-iya, tapi gak usah ngegas juga keles" ucap Ferdan


"sueee!!" maki Lulu


"ada apa sih ribut-ribut" kata Ryan yang menghampiri mereka


"tanya aja Ferdan!" kata Lulu


"apa yang terjadi Fernando, apa kau lakukan terhadap Maria" kata Ryan yang tentu saja memancing tawa dari teman-temannya


"hahaha...ternyata lo kocak juga Rey" ucap Alfian yang tertawa geli melihat tingkah Ryan


"dasar gila lo Rey!" kata Ferdan meninggalkan mereka


****************


Malam telah larut namum Danar Gumilang masih asyik mengajak diskusi putranya Tamawijaya.


"besok coba kau cari tau apa motif Sean, menyebar Gosip Lulu berselingkuh dengan Ganendra" ucap Danar Gumilang


"tapi bagaimana aku memulainya?" tanya Tama


"ajak Lulu menemui Sean diistana, awasi gerak-gerik Sean" jawab Danar Gumilang


"tapi Damar gimana?" tanya Tama lagi


"besok ia akan pergi denganku ke Seoul selama tiga hari, manfaatkan waktu itu untuk mengorek informasi sebanyak-banyaknya, kalau Lulu biar saya yang akan memberitahunya" kata Danar Gumilang menjelaskan


"baiklah ayah" jawab Tama yang kemudian meninggalkan ayahnya


**********

__ADS_1


Tama berjalan-jalan didepan rumah mencari udara segar, ia melihat Alfian juga masih duduk didepan rumah sambil menikmati secangkir kopi.


"kenapa kamu belum tidur?" tanya Tama


"aku belum ngantuk" jawab Alfian


"diantara kalian berlima hanya kamu yang tidak sekelas dengan Lulu dan bukan teman dekatnya, kenapa kau ikut menjenguknya, apa kau suka dengan Lulu" tanya Tama


"bisa dibilang begitu, tapi tidak juga, gue emang kagum dengan Lulu dari dulu, tapi gue gak tau itu masuk kategori cinta apa bukan. Karena gue juga belom pernah pacaran" jawab Alfian


"hmmm, baiklah apakah aku bisa minta tolong padamu" pinta Tama


"apa yang bisa kubantu" jawab Alfian


"aku ingin kau mengawasi kafe Sean, aku ingin kau mengbil foto siapa saja yang datang kekafe itu"kata Tama


"ok" jawab Alfian


"thanks Alfian" kata Tama


"sama-sama" jawab Alfian


*********


Pagi hari Lulu bergegas menuju kamar Damar, ia ingin membantu suaminya mempersiapkan segala keperluan nya untuk melakukan kunjungan ke Seoul selama tiga hari.


"kenapa pagi-pagi kesini sayang, kamu rindu ya?" tanya Damar Damar menggoda Lulu


"diih geer kamu?" jawab Lulu


"trus mau apa dunk " tanya Damar


"gue mau bantuin lo beres-beres baju" jawab Lulu


"duh manis banget sih istri aku" kata Damar sambil mencubit pipi Lulu


"abis gemes sih, lihat kamu manis banget pagi ini" jawab Damar


"diih emang dari dulu gue gak manis gitu?" tanya Lulu


"gak" jawab Damar meledek Lulu


"iihhh !!" jawab Lulu kesal, ia kemudian mengejar Damar yang berlari menjauhinya


Lulu terus mengejarnya, hingga Lulu jatuh tersandung kaki kursi.


"awww!!!" jerit Lulu yang kesakitan


Damar segera berhenti dan mendekatinya.


"kamu kenapa sayang, apa ada yang terluka?" tanya Damar


Ia segera mengambil kotak P3K dan mengobati kaki Lulu yang berdarah.


Lulu menatap lekat kearah Damar yang telaten mengobati lukanya.


"makasih ya sayang udah jadi suami aku yang menerima ku apa adanya" kata Lulu


"iya sayang sama-sama, terima kasih juga sudah jadi istriku yang selalu mengerti diriku" jawab Damar yang kemudian mengecup keningnya


Ia kemudian menggendong Lulu dan merebahkan tubuhnya disofa.


"sekarang kamu duduk manis aja disini, biar aku yang beres-beres" jawab Damar

__ADS_1


"tumben kamu gak omes sayang" kata Lulu sambil mengusap kening Damar


"percuma juga, jadi nanggung, soalnya kamu kan masih datang bulan" jawab Damar


"iishh, dasar omes" kata Lulu mendorong tubuh Damar


Setelah selesai berkemas Lulu kemudian mengantar Damar sampai ke pintu gerbang, dimana Paman Danar sudah menunggunya.


Damar pergi setelah berpamitan dengan Lulu, ia kemudian nengecup kening Lulu.


"kabari aku kalau kamu sudah selesai datang bulan" bisik Damar


"dasar gila" jawab Lulu


Lulu melambaikan tangannya melepas kepergian Damar.


"dah sayang, titi dj ya.." kata Lulu


**ciiit!!!


Tama menghentikan mobilnya didepan Lulu.


"ayo naik!!" ajak Tama


"sebentar aku mandi dulu" jawab Lulu


Lulu segera menuju kekamarnya sementara Tama keluar dari mobilnya. Ia berjalan-jalan mengelilingi taman, tanpa sengaja ia menabrak Icha yang baru saja keluar dari dalam rumah.


"maaf!!" kata Tama sambil membantu Icha berdiri


"apa ada yang luka?" tanya Tama


"ga da" jawab Icha


Ia kemudian berlalu pergi menjauhi Tama.


Perasaan Icha campur aduk ketika Tama membantunya berdiri, mata mereka bertemu jantungnya berdegup kencang ketika ia melihat Tama lebih dekat.


"kenapa lo cha" kata Lulu yang melihat Icha masih memegangi dadanya


"gak papa Lu, gue cuma baru lihat setan" jawab Icha


"awas lo kecantol setan tampan, hehehe" jawab Lulu yang tau kalau icha sedang berbohong


"suee lo!!" jawab Lulu


"ya kali lo juga dapat pacar sepulang dari sini kaya Ferdan dan Ayu" jawab Lulu


Lulu meninggalkan Icha sendiri dikamarnya, sementara Ia segera naik kedalam mobil Tama.


Sesampainya diruang tahanan istana, Lulu diijinkan masuk menemui Sean.


"halo my princess, senang bertemu denganmu" sapa Sean menyambut kedatangan Lulu


"hai Sean apa kabar?" tanya Lulu


"baik my princess, btw ada angin apa yang membawamu kemari" kata Sean


"apa aku tidak boleh menemui temanku sendiri!" Lulu balik bertanya


"ok, kalau gitu kita duduk didepan saja biar lebih santai"ajak Sean


Tama terus memperhatikan gerak-gerik Sean dari kejauhan. Sementara tak jauh darinya, seseorang berusaha melesatkan sebuah panah kearah Sean.

__ADS_1


Tama mendekati sesuatu yang bergerak-gerak dibalik rimbun bunga-bunga yang tak jauh darinya.


Matanya membelalak ketika melihat seseorang sudah siap melesatkan panahnya kearah Sean dan Lulu.


__ADS_2