
"aku juga mencintaimu bee" jawab Gendis
Ganendra langsung memeluk gadis itu setelah mendengar jawaban darinya, Sementara Arkadewi terus menatap keduanya dari jauh.
"ternyata benar dugaanku, mereka saling mencintai" batin Arkadewi
"ehemm!!!" Suara Arkadewi mengagetkan keduanya, dan mereka segera melepaskan pelukannya.
"ibu!!" Ganendra kaget melihat ibunya yang berdiri didepannya, tangannya menggenggam jemari Gendis ia hanya ingin melindunginya dari amarah ibunya .
"masuk!!" titah Arkadewi dengan suara tinggi
Mereka pun berjalan memasuki paviliun Anggrek.
Arkadewi menyandarkan tubuhnya di sofa diikuti Ganendra yang duduk di sampingnya, sedangkan Gendis duduk di bawah.
"duduklah di sini" Arkadewi menyuruh Gendis duduk disebelahnya
Gendis segera duduk disebelah Arkadewi.
"apakah ini alasanmu sehingga kau tidak senang ketika ibu memperkenalkan mu dengan Shila putri dari teman ibu?" tanya Arkadewi
"maafkan aku ibu, bukan maksud ku untuk membuatmu kecewa, tapi jujur saja ibu hati ini tidak bisa berbohong bc walaupun aku berusaha menuruti keinginan ibu untuk mengenal Shila lebih jauh tapi hati ini selalu saja memikirkan wanita lain ibu, wanita yang selalu mengisi ruang hatiku, maafkan aku ibu. Aku sangat menyayangimu dan ingin membuat mu selalu bahagia, tapi untuk masalah pendamping hidup aku tidak bisa mengikuti perintahmu ibu, karena aku sudah memilih wanita yang aku cintai untuk menemani hari tuaku nanti, dan aku sudah memilih Gendis untuk menjadi pendamping hidupku ibu" Ganendra bersimpuh di bawah kaki ibunya
"bangunlah!!, aku tahu apa yang kau rasakan saat ini, dan ibu juga sudah berjanji padamu untuk tidak memaksakan kehendak ku lagi padamu, aku juga ingin melihatmu hidup bahagia bersama orang yang kau cintai, ibu tidak akan memaksamu untuk menikah dengan Shila lagi, mulai sekarang ibu merestui hubunganmu dengan Gendis" ucap Arkadewi sambil memeluk keduanya
"terima kasih ibu, aku sangat menyayangimu" Ganendra terus memeluk ibunya lekat
🥰🥰🥰🤗🤗🤗
Hari ini Alfian memilih pulang kerja dengan jalan kaki sambil menikmati pemandangan sore , ia meninggalkan mobilnya di bengkel tempatnya bekerja.
Ketika ia melawati kafe tempat ia nongkrong semalam, tiba-tiba sekelompok anak muda mencegatnya.
"ini dia cowok sok jagoan yang menghajar aku semalam!!" teriak seorang lelaki diantara pemuda itu
"jadi ini warga baru yang mau jadi jagoan di kampung kita" ucap salah seorang dari mereka
"benar ka, dia memukuliku sampai babak belur, padahal aku tidak punya salah padanya" ucap laki-laki itu
"ciih dasar pengadu!!, aku menghajar dia karena dia menyakiti seorang wanita di depanku, dan tentu saja sebagai lelaki sejati itu harusnya melindungi wanita bukan menindasnya, lagian aku tidak ada niat untuk jadi jagoan disini, aku tak berminat" jawab Alfian meninggalkan mereka
"semua yang ia ucapkan bohong ka, coba saja lihat dia yang tidak sopan, meninggalkan kaka yang masih mengajaknya berbicara" ucap pria itu
Pria itu segera menarik lengan Alfian dan menghajarnya.
**bughhh!!!
"bagus kaka!!, hajar dia lagi!!" ucapnya
__ADS_1
"aku tidak punya urusan dengan mu jadi biarkan aku pergi" ucap Alfian
"lawan aku!!" teriak laki-laki itu
Ia terus menghajar Alfian namun, Alfian tidak membalasnya.
"sudah ku bilang aku tidak ada urusan dengan mu, jangan memancing emosiku" ucap Alfian
"kau bilang dia jagoan..tapi ternyata dia hanya seorang banci yang ketakutan ketika melihat banyak anak buahku disini" Ucap pria itu menyombongkan diri
"sudahlah kita pulang saja, percuma melawan banci seperti dia yang beraninya hanya main keroyokan saja" ucap pria itu
Alfian membalikan badannya dan segera menarik kerah baju pria didepannya.
"kau bilang apa tadi?" tanya Alfian
"kau banci, bukankah itu benar kau itu banci buktinya kau dari tadi tidak berani melawanku" ucapnya
"jadi kau ingin aku melawan mu??" tanya Alfian
"tentu"
"baiklah" Alfian tersenyum sinis padanya dan segera menghajar lelaki itu hingga ambruk ke tanah
**buuughhh!!
**bruuughh!!
"serang dia" pria itu memberi komando pada anak buahnya untuk menyerang Alfian
Semuanya bergerak maju menyerang Alfian, satu persatu mereka roboh setelah mendapatkan pukulan dan tendangan dari Alfian.
Melihat Alfian yang berubah menakutkan satu persatu pemuda itu ketakutan dan melarikan diri, hingga menyisakan lelaki yang masih meringis kesakitan.
"kalau kau mau melarikan diri, larilah" ucap Alfian
"kau pikir aku ini pengecut hah!!, tentu saja aku akan melawanmu" ucap pria itu
"tapi sayangnya aku tidak bisa melawan laki-laki yang lemah, aku hanya melawan orang yág sehat dan kuat!!" ucap Alfian sambil meninggalkan laki-laki itu
"sial!!, kenapa mereka meninggalkan aku" gumam pria itu
Alfian kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke kosannya.
"hey kamu kenapa?" tanya Niken menghentikan Alfian
"eh kamu, kok bisa tahu aku ada disini?, jangan-jangan kau mengikuti aku ya?" tanya Alfian
"rumahku ada di depan kafe itu tentu saja aku ada disini, lagian aku tadi penasaran ada orang yang dikeroyok sama preman makanya aku keluar untuk melihatnya, eh ternyata malah ketemu kamu, apa kamu yang dipukuli preman tadi?" tanya Niken
__ADS_1
"iya ..pacarmu tidak terima karena aku hajar semalam, makanya ia meminta bantuan teman-temannya untuk menghajar ku" kata Alfian
"ya ampun aku jadi gak enak, gara-gara aku kamu jadi babak belur kaya gini" Niken mengusap wajah Alfian
"aww! sakit tahu" ucap Alfian
"maaf, hehehe" ucap Niken sambil tertawa kecil
"yaudah kamu ikut ke rumah ku saja biar aku obati lukanya" Niken menarik lengan Alfian agar mengikutinya
Dan Alfian hanya pasrah mengikuti gadis itu.
"namamu siapa, biar aku gampang manggilnya?" tanya Niken
"Alfian, panggil saja Al"
"ok, Al..kenapa kau tidak menghubungi ku, biasanya cowok-cowok yang aku kasih nomor handphone ku langsung menelponku siang dan malam, tapi kenapa kau tidak menelponku?" tanya Niken
"emangnya harus ya nelpon kamu, atau kamu emang ngarep banget aku nelpon kamu?" tanya Alfian
"gak juga sih, cuma heran aja kok ada cowok yang gak ngerespon cewek secantik aku" ucap Niken
"hahahah!!' Alfian tertawa mendengar ucapan Niken
"kok ketawa sih, kamu nyindir aku ya.." Niken penasaran kenapa Alfian tertawa
**plak!!!
"aww!!, kenapa kau menamparku!!" tanya Alfian
"karena kau sudah menghinaku" jawab Niken
"kapan aku menghinamu, dasar gaje" gerutu Alfian
"itu tadi kamu ketawa berartikan menghina aku, berarti kau menganggapku jelek" ucap Niken
"hadeeh..aku tuh ketawa karena kamu tuh lucu.." jawab Alfian
"kok lucu?, lucu darimananya coba?" Niken balik bertanya
"ya lucu aja, abis ada cewek yang kepedean merasa dirinya cantik dan penasaran ketika memberikan nomor teleponnya padaku karena aku tidak menelponnya" kata Alfian
"emangnya aku tidak cantik ya?" tanya gadis itu
"cantik kok, siapa bilang kamu jelek" jawab Alfian
"terus kenapa kamu gak nelpon aku?" tanyanya lagi
"ya untuk apa aku menelpon mu, lagian aku tidak mau ikut campur urusan orang, dan aku juga bukan tipe cowok penggoda yang suka nelponin cewek-cewek dengan maksud tertentu" ucap Alfian
__ADS_1
Niken tersenyum lega mendengar ucapan Alfian, karena baru pertama kalinya ada cowok yang tidak menggodanya padahal ia jelas-jelas sudah memberikan nomor teleponnya tanpa Alfian minta dan berharap ia menelponnya agar Niken juga tahu nomor Alfian.
"bener-bener tipe aku banget, sudah ganteng, macho jago berantem lagi" batin Niken