
"kenapa kau tidak marah setelah tahu kekasihmu berselingkuh dengan pria lain" selidik Lulu
"aku sudah tahu dari dulu, cuma aku belum bisa memutuskan hubunganku dengan Ira, karena orang tuaku yang telah menjodohkanku dengan Ira, karena keluarganya sudah banyak membantu keluarga kami" Angger mencoba menjelaskan pada Lulu
**braakkk!!!
Felix mendombrak pintu gudang setelah mendengar percakapan mereka dari luar.
"ternyata kalian disini" ucap Felix menyeringai
Lulu dan Angger segera berdiri dan memasang kuda-kuda, bersiap-siap untuk menghadapi segala sesuatu yang akan menimpa mereka.
"ckckck!!, besar juga nyali kalian mau melawan ku" ucap Felix yang kemudian membuka kemejanya hingga memperlihatkan badannya yang kekar dan berotot
Ia kemudian melayangkan tinjunya ke arah Angger dan berhasil membuatnya jatuh tersungkur.
"ciih, dasar lemah!!!" cibir Felix
Kini giliran Lulu menghajar Felix, namun pria itu berhasil membaca arah pukulannya.
"sial!!, jago banget dia ngelak dari serangan gue" cibir Lulu
**buughhh!!!
"awww!!" Lulu memekik kesakitan ketika sebuah tendangan mengenai lengannya
Lulu berhasil menepis tendangan itu agar tidak mengenai wajahnya
"hampir saja kena muka gue" ucapnya sambil memegangi lengannya
"kamu lumayan tangguh juga gadis kecil!! ujar Felix
***buuughhh!!
Angger berhasil menyarangkan pukulannya ke wajah Felix, hingga membuat pria itu murka fan langsung membalas dengan pukulan mautnya.
**buughh!!!
Karena pukulannya yang begitu keras hingga membuat Angger jatuh dan pingsan.
"anj*r!!, kenceng banget pukulannya!" teriak Lulu
"anak bau kencur seperti kalian tidak akan pernah menang melawan juara MMA kaya gue"' kata Felix
"pantesan sekali pukul Angger langsung ambruk ternyata da seorang jawara!" batin Lulu
"sekarang giliranmu manis, bersiaplah untuk segera menyusul temanmu itu" Felix kemudian melayangkan tinjunya kearah Lulu.
Lulu berusaha memasang kedua lengannya didepan wajahnya, agar pukulam Felix tak mengenai wajah cantiknya.
**buughhhh!!
**kyaa!!!
__ADS_1
**buuugh....buuughhh!
"kok gak jadi!!" ucap Lulu sambil membuka matanya berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Ia melihat Tama sedang melakukan baku hantam dengan Felix.
"Alhamdulillah, akhirnya si Tam-tam dateng juga" ucap Lulu
Keduanya terus saling baku hantam , hingga Tama berhasil memukul mundur Felix dan membuat lelaki itu jatuh tersungkur.
"lo gak papa, Tam-tam?" tanya Lulu
"gak papa, kenapa lo bisa berurusan sama dia sih" ucap Tama
"aku gak sengaja lihat dia sama Ira di dalam toilet Tam, terus Setelah itu Ira selalu memusuhiku dan juga hingga akhirnya dia juga berhasil menyekap ku, beruntung Angger menolong ku, kalau tidak aku sudah diperkosa sama dosen cabul itu" ucap Lulu
"ayo bantu bawa Angger menuju ruang BEM" ucap Tama
Lulu kemudian membantu Tama memapah Angger menuju ruang Badan Eksekutif Mahasiswa. Tama segera membaringkan tubuh Angger kesebuah brankar yang ada disana.
"kau tunggu disini, aku akan mencari obat-obatan di mobil untuk mengobati luka Angger'" Tama kemudian meninggalkan mereka menuju ke mobilnya
Karena berjalan terburu-buru membuat Tama menabrak seseorang yang sedang membaca novel.
**awww!!!
Teriak Cindy berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Tama segera menangkap tubuh gadis itu hingga keduanya saling bertatapan.
Tama juga berhasil menangkap novel itu dan memberikan novel itu pada Cindy.
"maaf, aku sedang terburu-buru, jadi tidak sengaja menabrakmu" ucap Tama
"iya ka gak papa" jawab Cindy
"apa ada yang terluka?" tanya Tama
"tidak ka, aku baik-baik saja" ucap Cindy
"baiklah kalau begitu aku tinggal dulu" ucap Tama
Cindy hanya mengangguk, dan Tamapun meninggalkannya. Tama segera kembali ke gudang dengan membawa kotak P3K.
"Kau sudah sadar rupanya" Tama tersenyum melihat Angger sudah sadar
Lulu segera mengobati luka Angger dan kemudian mengantarnya ke kelasnya.
"jangan lupa besok ada acara bazar amal, tolong kau gantikan aku Tam, untuk menjadi host acara itu, karena aku malu kalau harus jadi host dengan wajah babak belur seperti ini" pinta Angger
"udahlah Tam-tam sekali-kali kau bantuin dia" sahut Lulu
"baiklah, tapi aku tidak berani ngehost sendiri karena aku tak begitu ahli dalam bidang ini" ucap Tama
__ADS_1
"tenang aja, Cindy akan menjadi patnermu, kau tahu kan Cindy paling jago nge MC, jadi lo gak usah khawatir" kata Angger
"baiklah, setelah ini aku akan menemanimu Cindy untuk belajar menjadi MC" ucap Tama
"cie..cie ...yang mau belajar bareng" ledek Lulu
Tama tak menghiraukan ucapan Lulu, ia kemudian menemui Cindy di kelasnya.
Tama segera menarik lengan gadis itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun hingga membuat Cindy kaget bukan main.
"ada apa ka?" tanya Cindy
"aku ingin mengajakmu belajar ngehost buat acara bazar besok"
Cindy tersenyum manis memperlihatkan lesung pipinya yang menambah manis senyumannya, membuat jantungnya berdebar kencan mengangumi gadis ayu dihadapannya itu.
Cindy dibuat salah tingkah karena Tama terus menatapnya dengan intens.
"sekarang kita mulai ka latihannya" ajak Cindy mencoba memecah keheningan diantara mereka
Gadis itu sudah beberapa kali mencoba berinteraksi dengan Tama agar terjalin kemistri antara keduanya, namun tidak berhasil juga, karena sikap Tama yang begitu kaku padanya.
"coba kaka bayangkan sedang berbincang dengan seorang gadis yang sangat kaka sayang" ucap Cindy karena sudah kehabisan akal untuk membuat Tama menjadi seorang MC
Tama kemudian mendekati Cindy dan menatap lekat kearahnya yang tentu saja membuat Cindy semakin salah tingkah.
Tama kemudian mengusap lembut wajah gadis itu, dan membelai rambutnya.
Gadis itu panas dingin dibuatnya hingga keringat dingin mulai membasahi wajah ayunya.
Tama segera mengambil sapu tangannya dan mengusap keringat dingin diwajahnya.
"kamu tidak usah takut, aku tidak akan menggigit mu kok" ucap Tama sembari tersenyum padanya
"baiklah aku akan mencobanya lagi" ucap Tama yang kemudian mencoba lagi menghafal dialog Mcnya
**plok!!..plok!!!
Cindy memberikan tepuk tangan setelah Tama berhasil menghafal dialognya dengan baik dan lancar.
"coba dari tadi kaka begini, pasti kita gak harus sampai malam di ini kampus " ucap Cindy yang kemudian membereskan tasnya dan bersiap-siap untuk pulang
"aku akan mengantarmu pulang" ucap Tama
"makasih ka" jawab Cindy
Tama kemudian menggengam jemari Cindy dan menggandengnya menuju ke parkiran mobilnya.
Tama segera membukakan pintu untuknya, dan Cindy segera masuk kedalam mobilnya.
"duuh kenapa jantungku jadi berdebar-debar gini sih" batin Cindy
"eehh!!" Cindy terkejut ketika Tama memasangkan save beltnya hingga membuat wajah keduanya saling bergesekan, bibir Tama yang sudah menyentuh bibir Cindy membuat Tama tidak bisa menahan gejolaknya yang terus membuncah, nafasnya yang terus menderu membuatnya semakin sulit menerima pesona Cindy yang begitu memikat hatinya.
__ADS_1
Ia pun akhirnya mendaratkan ciumannya kebibir mungil gadis itu, Cindy pun membalas ciuman panas darinya dan mengalungkan lengannya dileher Tama. Tama terus menenggelamkan bibirnya kedalam bibir seksi gadis manis itu hingga keduanya sama-sama melepaskan ciuman panasnya karena kehabisan nafas.
Tama tersenyum kearah Cindy dan gadis itupun membalas dengan senyuman manisnya.