
Pagi harinya Bagas sudah terbangun ketika Lulu dan Damar masih terlelap. Dia berjalan mengelilingi istana sendirian hingga akhirnya ia masuk kedalam paviliun Panji Aryowinangun dan ratu Pitaloka.
Bagas kemudian masuk kedalam paviliun itu karena pintunya terbuka, sedangkan para dayang sedang sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing.
Ia kemudian masuk kedalam kamar ratu Pitaloka. Ia kemudian duduk didepan meja rias yang penuh dengan berbagai macam alat make up sang ratu.
Ia kemudian mencoba satu persatu benda yang ada dihadapannya dan memoleskannya kewajahnya. Sehingga wajahnya terlihat seperti badut.
"aaaaaa!!!" Arkadewi berteriak ketika memasuki kamarnya
Ia tampak shock ketika melihat seorang anak kecil yang sudah mengacak-acak meja riasnya.
"anak siapa ini!!" teriaknya
Seketika para dayang segera berdatangan ke kamarnya.
"ada apa yang mulia ratu?" tanya salah seorang dayang
"dia mengacak-acak alat make up ku, anak siapa dia!" ucap Pitaloka
Semanya kini beralih memperhatikan Bagas yang terlihat celemotan.
Ada yang tertawa karena melihat Bagas yang lucu dan menggemaskan ditambah coretan lipstik yang memenuhi wajahnya membuatnya semakin terlihat lucu.
"maaf yang mulia kami tidak tahu anak siapa dia, kami juga tidak tahu kapan ia masuk ke kamar yang mulia" jawab salah seorang dari mereka.
"ya sudah bawa dia pergi dari sini" perintah Pitaloka
"omah!!" teriak Bagas
" apa??, dia memanggilku omah?" tanya ratu Pitaloka lirih
"iya omah, kata mama tidak boleh malah-malah nanti cepat tua lho " ucap Bagas
"masa sih, memangnya mamah kamu dimana?" tanya Pitaloka
"masih bobo sama papah" jawab Bagas
"kalau masih tidur berarti masih ada di Istana dong, tapi anak siapa dia?" gumam Pitaloka
"bagaimana kalau omah antar kamu ke kamar mamah papah sekarang?" tanya Pitaloka
"ok, omah let's go!!" jawab Bagas sambil menggandeng tangan Pitaloka
Pitaloka mengikuti kemana Bagas pergi hingga akhirnya berhenti diruang kerja Panji Aryowinangun.
"kita mampir dulu yuk omah, aku haus" kata Bagas sambil berjalan masuk kedalam ruangan itu
Pitaloka kemudian mengambilkan segelas air dan memberikan padanya.
"ahhh, segalnya !!" ucap Bagas
"itu siapa omah?" tanya Bagas sambil menunjuk Panji Aryowinangun yang sedang memeriksa berkas-berkasnya
" itu kakek Panji sayang" jawab Pitaloka
"kakek?" sapa Bagas
"iya ??" jawab Panji Aryowinangun
"siapa dia dinda?" tanya Panji Aryowinangun
__ADS_1
"aku juga tidak tahu, makanya aku akan mengantarkan nya ke papah mamahnya agar tahu anak siapa dia?" jawab Pitaloka
"dia sangat lucu dan menggemaskan" ucap Panji Aryowinangun sambil mengusap lembut kepalanya
"yaudah yuk sayang kita lanjut jalan kebkamar kamu lagi" ajak Pitaloka
"kakek mau ikut ga ke kamal Bagas, ada banyak mainan lho" ucap Bagas
"nanti aja ya sayang, kalau kakek sudah selesai kerja kakek janji akan main ke kamar kamu" jawab Panji Aryowinangun
"ok, kakek Bagas tunggu ya" jawabnya sambil meninggalkan tempat itu
Mereka kemudian berjalan lagi menuju ke kamar Damar.
"ini dia kamar papanya Bagas" kata Bagas sambil membuka pintu kamarnya
"bukannya ini kamar Damar, apa tidak salah anak ini" batin Pitaloka
Ia kemudian masuk memastikan ucapan Bagas. Benar saja ia melihat Damar masih meringkuk disofa.
"papah bangun!!" teriak Bagas membangunkan Damar Langit
"kamu dari mana saja sayang mamah cari dimana-mana tidak ada" ucap Lulu
Pitaloka terkejut melihat Lulu ada didalam kamar Damar.
"Lulu????, bagaimana kau bisa kembali ke sini bukannya kamu su..suu..." kata Pitaloka tak percaya dengan apa yang dilihatnya
Tidak mau melihat ibunya pingsan Damar segera mengajak ibunya duduk.
"ambilkan minum sayang"titah Damar
Lulu kemudian mengambilkan segelas air dan membawanya pada Ratu Pitaloka.
Setelah selesai minum Pitaloka kemudian menyentuh wajah Lulu yang duduk disampingnya.
"kamu beneran Lulu?" tanya Pitaloka
"iya bunda, aku Lulu" jawab Lulu
"jadi sebenarnya Lulu itu masih hidup bunda, cuma dia tidak mau kembali ke istana karena dia salah paham dikira aku sudah menikah lagi makannya dia memilih sembunyi dari istana, dan berkat bujukan paman Danar Lulu akhirnya mengakui dirinya dan bersedia kembali lagi ke istana" ucap Damar
"berarti Bagas itu putramu?" tanya Pitaloka
"iya bun, jadi saat Lulu hilang ternyata dia sedang hamil" jawab Damar
"syukurlah!!, aku senang sekali, apalagi memiliki cucu yang lucu kaya Bagas" ucap Pitaloka
"kita harus segera memberitahukan Romo, agar ia bisa secepatnya mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan bahwa Lulu masih hidup dan sudah kembali" kata Pitaloka
"iya bunda, rencananya setelah selesai sarapan aku akan berbicara dengan Romo" ucap Damar
"ya sudah bunda balik dulu ke paviliun, Lulu jangan lupa ajak Bagas untuk main ke paviliun bunda ya" kata Pitaloka
"baik bunda" jawab Lulu
Ia kemudian mengajak Bagas untuk mandi.
"sayang aku ke kontrakan aku dulu ya, buat ambil barang-barang aku dan juga sekalian mengajak ibu kemari" kata Lulu
"iya nanti aku akan menemanimu, tapi tunggu dulu ya, aku mau berbicara dengan Romo lebih dulu, untuk memberi tahukan kedatanga mu ke istana" kata Damar Langit
__ADS_1
"baik sayang" jawab Lulu
Damar kemudian segera bergegas ke kamar mandi, setelah selesai mandi Damar kemudian pergi menemui Panji Aryowinangun ditemani oleh Bagas, sedangkan Lulu memilih berdiam diri di kamarnya.
"kakek!!" sapa Bagas
"hey, kita ketemu lagi" sahut Panji Aryowinangun
"ada apa kau datang kemari?" tanya Panji Aryowinangun
"aku ingin memberitahukan tentang Lulu" kata Damar
"kau terlambat nak, Danar sudah memberi tahukan ku pagi tadi" ucap Panji Aryowinangun
"oh begitu, ya sudah itu malah lebih baik. karena cepat atau lambat Romo juga akan mengetahui kebenarannya" jawab Damar
"dimana Lulu sekarang" kata Panji Aryowinangun
"dia ada dikamar " jawab Damar
"yaudah nanti siang rencananya Romo ingin mengadakan konferensi pers, makanya aku ingin Lulu ikut di acara itu" kata Panji Aryowinangun
"baik Romo, kalau begitu Damar pamit dulu, aku akan mengambil barang-barang Lulu dirumahnya sekalian mengajak ibu angkatnya untuk tinggal disini bersama kami" kata Damar Langit
"ya sudah, mendingan kau tinggal Bagas disini saja, kasian kalau dia harus bolak-balik" ucap Panji Aryowinangun
"baik Romo" sahut Damar Langit
"sayang kamu sama kakek dulu ya, papah sama mamah mau jemput omah dulu" kata Damar berpamitan pada Bagas
"baik pah" jawab Bagas
Damar segera mengajak Lulu untuk segera menjemput Ayumi di kontrakannya.
****dreeet...dreet...dreet
Lulu segera mengangkat ponselnya yang bergetar.
"halo Al, ada apa?" tanya Lulu
"aku mau kasih tahu kamu kabar penting" jawab Alfian
"apa itu??" tanya Lulu
"kamu jangan pingsan dan shock ya" ucap Alfian
"iya"
"ok, jadi dengar baik-baik ya, karena aku tidak akan mengulanginya lagi" kata Alfian
"iya apa?" tanya Lulu penasaran
"jadi sebenarnya Damar itu belum nikah Lu, dan itu artinya lo harus segera ke istan dan memberitahukannya" kata Alfia
"kamu tahu ini dari siapa!" tanya Lulu
"dari Tama, dua kemarin aku bertemu dengannya dan aku tanyakan tentang Damar padanya, dan aku sangat kaget ketika ia bilang kalau Damar belum menikah" ucap Alfian
"tekat lo Al, gue udah kasih tau Damar, dan sekarang aku mau pindah ke istana" ucap Lulu
"yang bener Lu" ucap Alfian
__ADS_1
"iyalah masa aku bohong, makanya kamu datang ke rumah sekarang bantu aku pindahan" ucap Lulu
"ok, buat lo apa sih yang gak" jawab Alfian