
"sekali lagi aku minta maaf" Gaga memberikan berkas-berkas itu padanya
Wanita itu menatap lekat padanya membuat Gaga salah tingkah.
"kamu Gaga kan?" tanya wanita itu
"iya, memangnya kamu siapa?" Gantian Gaga yang memperhatikan wanita dihadapannya
"aku Shila, temanmu waktu SMP, ingat tidak?" tanyanya mencoba mengingatkan Gaga
"oh iya, aku ingat, kau yang waktu itu menghajar ku karena dikira mengintip mu bukan?" jawabnya mencoba mengingat sesuatu
**plakk!!!
"kenapa yang kau ingat cuma itu!!" Shila kesal dan langsung menampar wajah Ganendra
"awww!!!, kenapa kau tidak pernah berubah masih saja suka main tangan sama aku" Ganendra meringis sambil mengusap pipinya
"hehehe, abis udah bawaan dari orok, susah dihilangkannya" ucap Shila sambil terus menatapnya intens
"kamu sekarang berubah ya jadi lebih feminim" ucap Ganendra sambil tersenyum memperhatikan temannya itu
"ya iyalah, manusia kan harus berubah agar bisa merubah kehidupannya kearah yang lebih baik lagi, lagian kamu juga kenapa pindah haluan jadi dokter, bukannya dulu kamu sangat ingin menjadi seorang mekanik?" tanya Shila sambil merapikan berkas-berkasnya
"yah seperti yang kau ucapkan, cita-cita juga bisa berubah sesuai dengan keadaan, btw kamu kesini ada perlu apa?" tanya Gaga
"aku mau ketemu sama pimpinan rumah sakit ini karena mau menawarkan kerjasama bisnis dengannya"' jawab Shila
"oh begitu, tapi maaf aku tidak bisa mengantarmu karena aku buru-buru ada paaien yang menungguku" ucap Ganendra sambil melihat ponselnya yang terus bergetar
"tidak masalah, lagian aku sudah janjian kok sama orangnya, dia menungguku di ruang kerjanya" ucap Shila
"ya sudah aku duluan yah, semoga sukses" Ganendra kemudian meninggalkannya
********
"sayang kita pulang yuk, mama mu ke bengkel kan untuk pamitan sama teman kerja mamah" Lulu memncoba membujuk putranya yang masih asyik bermain
"tidak mau mah, Bagas masih mau main" jawab Bagas
"nanti fi bengkel juga bisa main kan sama om Alfian" kata Lulu
"yaudah, aku belesin dulu mainannya ya" Bagas membereskan mainannya dan memasukannya ke dalam tas berwarna biru
"apa kamu sudah siap sayang?" tanya Damar yang sudah muncul di bibir pintu
"iya bentar" Lulu membantu Bagas membereskan mainannya
Setelah selesai membereskan semua mainannya Bagas kemudian berjalan menghampiri Damar Langit.
__ADS_1
"ayo sayang kita jalan" ajak Damar yang kemudian menggendong Bagas pergi
Lulu kemudian menyusulnya, namun tiba-tiba Arkadewi mengejar Damar dan menarik Bagas dari gendongannya.
"pergi kau!!, jangan bawa anaku!!" Arkadewi mengambil paksa Bagas dan mendorong Damar ke luar
"bunda aku minta maaf, jika kedatangan ku selalu membuatmu tidak nyaman, tapi percayalah aku tidak akan pernah memisahkan bunda dari Bagas" kata Damar
"pergi kau!!, aku tidak mau melihat mukamu lagi!!!" Arkadewi berteriak dan mendorong Damar lagi
Bagas kemudian mengusap lembut wajah cantik Arkadewi.
"Omah tidak boleh berteriak dan mengusir papah Bagas, papah gak jahat kok dia baik. Papah cuma mau mengajak bagas pulang bukan memisahkan Bagas dari omah, sekarang omah harus minta maaf ya sama papah, Bagas tidak mau punya omah yang jahat. Bagas mau omah sama papah baikan ya?" Bagas mencoba meyakinkan Arkadewi dengan tatapan penuh cinta
Seperti hujan yang menyirami bumi dikala terik matahari, kepolosan Bagas menyejukkan jiwa Arkadewi. Ia kemudian menurunkan Bagas dari gendongannya dan berjalan mendekati Damar Langit.
"maafkan bunda yang selama ini membencimu dan selalu menjauhkan mu dengan kakakmu, itu semua karena kebencian ku terhadap ibumu yang telah merebut Panji dariku makanya kemarahan ku selalu aku lampiaskan padamu" Arkadewi kemudian memeluk Damar erat sambil terisak
"maafkan aku Damar" ucapnya lagi
"iya bunda Damar tahu yang bunda rasakan, dan aku sudah memaafkan bunda walaupun bunda tak memintanya" Damar melepaskan pelukannya dan mengusap air mata yang membasahi pipi Arkadewi
" terima kasih sayang, kau ternyata sangat baik seperti ibumu" Arkadewi kemudian memeluknya lagi
"nah!! ini baru omah Bagas!!" ucap Bagas sambil bertepuk tangan
Arkadewi melepas pelukannya dan berjongkok didepan Bagas.
"ok omah, sekarang Bagas pamit ya" Bagas berpamitan dan dan mencium tangan Arkadewi
"iya... hati-hati" ucap Arkadewi
Mereka kemudian meninggalkan ruangan itu menuju ke bengkel tempat kerja Lulu.
Sesampainya di bengkel Lulu segera menemui pak Margo untuk menyampaikan pengunduran diri dan berpamitan pada teman-temannya..
"wah benar-benar tidak menyangka ya kalau Lulu adalah seorang permaisuri putra mahkota" kata salah seorang rekan kerja Lulu
"hehehe, biasa aja!!" jawab Lulu sambil tertawa
"yaudah semuanya aku pamit ya...." Lulu melambaikan tangannya dan meninggalkan bengkel itu
"lo gak pamitan sama gue Lu" kata Alfian yang baru saja turun dari mobilnya
"ngapain gue pamitan sama lo, toh kita masih sering ketemu dan masih bisa kontek-kontekan" jawab Lulu
"ya masa lo gak ada basa basinya sama atasan lo" ucap Alfian
"iya deh pak manajer hari ini saya mengundurkan diri dan sekaligus minta pesangon dan gaji saya bulan ini, hehehe" ucap Lulu sambil terkekeh
__ADS_1
"suee, giliran ke gue minta pesangon sama gaji bukannya minta maaf gitu" Alfian bertolak pinggang didepannya
"iyeh sekalian minta maaf kalau ada kata-kata saya yang kurang berkenan" kata Lulu
"banyak lo kesalahannya sama gue" Alfian mengulurkan tangannya
Lulu segera menyalaminya.
"cium tangan bukan cuma salaman doang!!" hardik Alfian
"iyeh, noh udah...puas lo sekarang!!" ucap Lulu
"hahahah!!" Alfian tertawa puas karena berhasil membuat Lulu kesal
"yaudah gue pamit ya Al, soalnya gue juga harus siap-siap mau ke Jakarta kan" kata Lulu
"yaudah hati-hati lo, salam buat anak-anak kalau ketemu ya" ucap Alfian sambil melambaikan tangannya
"iya"
Lulu segera masuk ke dalam mobil yang membawanya kembali ke istana.
"sayang kita ke Jakartanya besok saja ya, haru ini aku capek banget" ucap Damar
"iya sayang, mendingan kamu istirahat saja dulu" kata Lulu
"iya aku mau mandi dulu, tapi boleh minta tolong gak siapin air hangatnya" ucap Damar
"iya sayang..tunggu sebentar ya" Lulu kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya
Beberapa menit kemudian Lulu sudah kembali menemui Damar Langit.
"airnya sudah siap sayang" ucap Lulu
"ok..terima kasih ya sayang, btw kamu gak sekalian mandi bareng aku" ucap Damar sambil menatapnya
"yaudah ayo" jawab Lulu
Damar tersenyum senang mendengar jawaban Lulu. Keduanya kemudian masuk ke kamar mandi, Namun mereka terperanjat ketika melihat Bagas sudah lebih dulu berendam di bathtub sambil memainkan bebek-bebekannya.
"papah!!, Bagas mau mandi bareng papah" teriak Bagas
"iya sayang" jawab Damar
"sepertinya acara mandi kita gagal lagi sayang" ucap Damar sambil tertunduk lesu
"sabar ya sayang, lain kali kan bisa" jawab Lulu
"kapan?" tanya Damar
__ADS_1
"kapan-kapan, hehehe" jawab Lulu sambil tertawa