ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 154 # Fitting baju pengantin


__ADS_3

Setelah selesai mengadakan acara konfrensi


pers untuk mengumumkan tanggal pernikahan Gaga dan Gendis, keduanya kemudian pergi untuk melakukan fitting baju pengantin ditemani oleh Arkadewi.


Sesampainya dibutik perancang busana ternama Anya Avane, mereka disambut dengan senyum sumringah sang pemilik butik.


"selamat datang yang mulia, ada yang bisa saya bantu?" tanya Anya


"tolong kamu buatkan baju pengantin yang terbaik untuk putraku" ucap Arkadewi


"baiklah Dewi, semuanya akan kupersembahkan yang terbaik untuk sahabatku" sahut Anya sambil memeluk sahabatnya itu


Anya kemudian menyuruh Asistennya untuk mengajak Gaga dan Gendis untuk memilih model busana pengantin yang mereka inginkan. Sedangka Arkadewi dan Anya tampak asyik berbincang-bincang.


Ketika sedang melakukan fitting baju tiba-tiba seorang dengan sengaja menumpahkan kopi kebaju pengantinnya.


"uupss!, sepertinya kopi itu pun tahu kalau baju itu tidak cocok denganmu, orang udik sepertimu cocoknya memang memakai baju yang dijual di pasar bukan di butik " cibir Shila


Karena kesal dengan apa yang dilakukan Shila padanya, Gendispun segera menampar wanita dihadapannya.


**plakk!!!


"awww!!, berani ya kau sekarang menamparku!" teriak Shila sembari melayangkan pukulannya ke arah Gendis


Beruntung Ganendra yang mendengar keributan itu segera datang dan menahan lengan Shila yang hendak menampar Gendis.


"kami tidak ada masalah denganmu, tapi kenapa kau menganggu calon istriku!!" hardik Ganendra


"itu karena wanita itu sudah merebut kamu dari ku!!" sahut Shila


"Gendis tidak pernah merebut aku dari mu karena aku sama sekali tidak tertarik padamu apalagi setelah mengehui sikap jahatmu, aku menjadi semakin membencimu!" jawab Ganendra


Ia segera membaikkan badannya untuk menanyakan keadaan Gendis.


"kau tidak apa-apa bee?" tanya Gaga


"aku tidak apa-apa bee, cuma bajunya saja yang terkena kopi" jawab Gendis


"maaf tuan karena yang menumpahkan kopi di baju ini adalah Shila, jadi dia yang akan membayar ganti ruginya" ucap Ganendra sambil membawa Gendis masuk ke ruang ganti


Asisten Anya Avane segera menghampiri Shila dan memberikan bon pembayaran gaun pengantin itu padanya.


"kenapa aku yang harus membayar baju ini?" tanya Shila kaget


"tentu saja nona, karena anda yang menumpahkan kopi itu, dan anda tidak bisa meninggalkan butik ini sebelum melunasi pembayarannya atau anda akan kami laporkan ke pihal yang berwajib karena telah membuat keributan di butik kami dan merusak barang-barang kami" ancam pria itu


"sial!!, kenapa jadi aku yang kena batunya" gumam Shila


********

__ADS_1


Siang ini udara terasa sangat terik sehingga membuat Lulu mengajak Cindy dan Nilam ke kantin untuk membeli es campur.


"kau tidak mau pesen es, Cin?" tanya Nilam


"tidak, aku mau jus aja" jawab Cindy


"ok, tunggu bentar ya aku pesenin dulu" Nilam kemudian memesankan pesanan teman-temannya itu


Tak perlu menunggu lama dengan senyum sumringah Nilam berjalan kearah mereka dengan membawa nampan berisi pesanan mereka, namun tiba-tiba seseorang dengan sengaja menaruh kakinya didepan Nilam, sehingga gadis itu terjatuh.


"bruuughhh!!!


"uppss sorry!!, aku tidak sengaja" ucap Ira dan gengnya


"Ira sengaja banget tuh, tadi aku lihat dia langsung masang kakinya ketika lihat si Nilam jaln bawa jus" cibir Cindy


Lulu segera bangkit dari duduknya dan membantu Nilam berdiri.


"makanya kalau jalan pake mata, jangan senyam-senyum sok kecantikan banget si lo!!" cibir sakah seorang teman Ira


"aww!!, gue lihat jalan kok, Lu" ucap Nilam sambil meringis kesakitan


"iya, gue percaya kok" ucap Lulu


Ira kemudian mendekati Lulu yang memapah Ira dan membisikan sesuatu ditelinganya.


"lo boleh jago berantem dan bisa ngalahin geng Geboy tapi lo harus inget, lo gak bakal bisa ngerusak imej gue yang memang terkenal anak baik, cantik, anggun dan smart, orang-orang tidak akan ada yang percaya jika kau menceritakan hubunganku dengan pak Felix, karena kau juga tidak punya bukti bukan, makannya tidak akan da seorangpun yang akan percaya dengan cabe-cabean kaya kamu" bisik Ira


Mendengar Ira menghinanya, Lulu segera menghajar wajahnya hingga jatuh tersungkur.


"awww!!!, dasar anj*ng, cewek sarap, danc*k, beraninya kau memukul wajahku!!!" teriak Ira


"setidaknya aku masih bisa membuat tanda biru diwajah mu yang mulus itu, hihihi" ucap Lulu sambil tertawa kecil


"oh *****!!!, wajahku yang cantik kenapa jadi lebam gini" gumam Ira setelah melihat wajahnya di cermin


"hajar dia!!!" perintahnya pada teman-temannya


"sekarang aku berhasil memancing emosinya, sebentar lagi, orang-orang akan tahu kalau kamu itu cewek cabe-cabean!!" ledek Lulu


Lulu langsung menghambur keluar, sengaja menarik perhatian sahabat Ira untuk keluar agar mereka tidak merusak perabot kantin.


"sekarang lawan aku!!, maju lo semua!!" tantang Lulu


Semuanya langsung menyerbu Lulu, dan ia dengan santuy menghajarnya satu persatu. Tiba-tiba seorang security datang dan melerai mereka.


Ia kemudian membawa Lulu dan teman-teman Ira ke pos satpam. Disana Lulu diadili bagai seorang narapidana, seperti yang diucapkan Ira para dosen lebih mempercayai ucapan Ira daripada Lulu. Merasa dirinya menang dan mampu membuat Lulu mendapatkan hukuman atas kejadian itu membuat Ira menjadi semakin angkuh.


"aku bilang juga apa, kau tidak akan menang melawanku" bisik Ira

__ADS_1


Lulu hanya tersenyum kecut mendengar bisikan Ira. Dosen memberikan hukuman padanya untuk membersihakan gudang kampus.


"suee!!, kebanyakan pencitraan tuh cewek!!" cibir Lulu sambil mendobrak pintu gudang


**brakkk!!!


"yah mana bisa pulang cepat kalau harus membersihkan gudang segede ini" keluh Lulu


"apa aku telpon Tam-tam yah biar bantuin bersih-bersih, tapi nanti dia lagi ngajar lagi, trus siapa dong" Lulu masih belum mengerjakan hukumannya


"ahaa!!, kenapa gak minta tolong Damar aja, diakan masih cuti pasti mau bantuin aku'" Lulu kemudian menelpon Damar Langit


Tak perlu menunggu lama Damar sudah sampai di kampus itu.


Seperti biasanya setiap Damar datang ke kampus itu, semua cewek-cewek langsung mengikutinya.


"sayang!!" teriak Lulu ketika melihat Damar sudah berada didepan pintu gudang


"emangnya kamu ngapain aja sih sampai dihukum segala!!" ucap Dar


"biasa sayang, aku habis berantem" jawab Lulu


"hmmm, makanya buanglah sifat bar-bar kamu itu, sekali-kali jadi cewek yang anggun kenapa sih" keluh Damar


"hehehe, kan aku gak bisa sayang" sahut Lulu


"bisa!!" jawab Damar


"tidak!!" jawab Lulu


"bisa!!!"


""stttt !!!, besok aku mau kau harus bersikap feminim, dan berdandan selayaknya cewek ketika ke kampus, aku gak mau tau pokoknya, kalau kau tidak mau aku tidak akan membantumu kali ini" ancam Damar


"yah curang betaninya ngancam!" cibir Lulu


"mau tidak?" tanya Damar


"ok, tapi cuma sehari saja ya" jawab Lulu


"ok"


Damar kemudian keluar untuk menemui cewek-cewek yang mengikutinya.


"Bagi yang mau foto bareng aku plus bisa peluk aku selama satu menit, kalian bisa bantu bersih-bersih gudang ya sis, jadi kalian bersih-bersih dulu habis itu aku kasih voucher buat foto bareng aku dan bisa peluk aku loh, voucher terbatas hanya untuk sepuluh orang sis, bagi yang mau gercep ya sis" ucap Damar


Semuanya langsung berlari ke gudang untuk membersihkan gudang itu.


"busyeeet!!, pada semangat banget!" ucap Lulu

__ADS_1


"tentu dong, kan hadiahnya boleh peluk aku" ucap Damar


"whaaat!!!" ucap Lulu kaget


__ADS_2