
"makanan sudah siap!!" teriak Lulu membuat semua yang sudah menunggu masakannya segera berkumpul diruang makan
"wah..apa yang kamu masak??, seperti nya enak" tanya Damar yang segera mencicipi masakan istrinya itu
"aku masak kari ayam spesial untuk merayakan kemenangan nenek" jawab Lulu
" hmmm ....enak, tapi ....rasanya kok sedikit aneh ya" kata Damar
"masa sih" kata Lulu yang kemudian mencobanya
"iya sedikit aneh memang, tapi tetep enak kok" kata Lulu sambil mencoba masakannya
" aku jadi khawatir untuk memakannya" kata nenek yang pesimis dengan hasil masakan Lulu
"apa yang mulia menambahkan bungkusan ini kedalam masakan itu?" tanya seorang dayang sambil menunjukan bungkus mangir miliknya yang sudah tak ada isinya lagi
" benar sekali, itulah bumbu rahasianya yang membuat kari ayamku lebih nikmat" jawab Lulu
"oh tidak!!" kata nenek welas sambil menepuk keningnya
" tapi yang mulia ini mangir untuk lulur bukan untuk bumbu masak" kata dayang itu lagi
"what!!!!, jadi itu mangir buat lulur bukan buat masak?" tanya Lulu memastikan
"betul yang mulia, maafkan saya, saya lupa mengambil lulur itu karena kemarin aku pulang terburu-buru" jawab dayang itu
" jadi lulur itu milikmu?" kata nenek Welas
"iya yang mulia, maafkan kecerobohanku, ibu suri" kata dayang itu lagi
Damar dan Lulu segera berlari kekamar mandi berusaha untuk memuntahkan makanan itu.
**hueek!!, huek!!
" kau sengaja ingin membunuhku ya sayang" kata Damar yang terkulai lemas disofa
"tidak, bukan begitu aku tidak tahu kalau bubuk itu bukan untuk bumbu" kata Lulu membela diri
" minumlah obat ini" titah nenek kepada Lulu dan Damar yang masih terkulai lemas se berhasil menguras seisi perut mereka.
"untung aku tak jadi memakannya, jadi aku masih bisa menolong kalian, coba kalau aku memakannya pasti aku sudah mati karena kari itu" kata nenek sambil tersenyum
"iishhh, nenek jangan bicara begitu, kan Lulu jadi merasa bersalah" kata Lulu
Semua yang ada diruangan itu tertawa melihat ekspresi lucu Lulu.
" beruntungnya nenek sudah menyiapkan hidangan pengganti untuk menggantikan masakan Lulu yang gagal" kata nenek
"Yeay!!, nenek emang keren!!" puji Lulu
__ADS_1
"hahahaha" kembali semuanya tertawa melihat tingkah laku Lulu yang lucu
************
"Seno, kamu harus mencari seseorang yang memiliki kemampuan bela diri yang cukup mumpuni" titah Arkadewi kepada Argo Seno
"bukankah Yudha memiliki ilmu beladiri yang cukup tinggi, kenapa yang mulia tidak meminta bantuan kepada dia saja" jawab Argo Seno
"Yudha sekarang sudah tidak bisa diandalkan, ia sekarang sudah membelot membela pihak istana" kata Arkadewi
"jika perlu cari yang kemampuannya melebihi Yudha" kata Arkadewi
"baik yang mulia" kata Argo Seno meninggalkan Arkadewi
" aku sudah tidak sabar menunggu acara penobatan putra mahkota, aku ingin segera melihat kepanikan yang terjadi disana, hahaha" kata Arkadewi sambil tertawa bahagia
Pagi harinya Arkadewi pergi mendatangi seorang empu yang sangat piawai membuat beraneka macam senjata tajam.
"suatu kehormatan yang mulia datang ke gubuk hamba" kata empu itu
"aku ingin memesan sebuah belati kepadamu, tapi aku ingin belati ini dibuat khusus dengan logam terbaik dan juga dengan ketajaman yang sangat bagus, agar siapapun yang terkena goresannya akan segera mengakhiri hidupnya" ucap Arkadewi
"yang mulia tinggal pilih saja, yang mana yang anda inginkan?" tanya empu Mahesa sambil menyodorkan buku berisi gambar aneka macam belati
"sepertinya aku memilih belati yang ini" jawab Arkadewi menunjuk pada belati kecil dengan ujung yang runcing
"yang mulia sungguh pandai dalam memilih, ini adalah jenis belati yang sering dipesan oleh para mafia untuk menghabisi musuh-musuhnya" kata Mahesa
"baik yang mulia" jawab Mahesa
Setelah selesai melakukan pembayaran Arkadewi meninggalkan tempat itu.
****dreeet!!!, dreeet!!!, dreet !!!
Arkadewi segera mengangkat ponselnya yang mulai bergetar
"halo, ada apa Seno?" tanya Arkadewi
"aku sudah mendapatkan orang yang anda inginkan yang mulia" awab Argo Seno
"bawa dia kerumahku!" titah Arkadewi
"baik yang mulia" jawab Argo Seno
Arkadewi segera melesat kan mobilnya kembali ke istana.
Ia terkejut ketika melihat Regita dan Candramaya ada didepan rumahnya.
"ada apa kau datang menemuiku Regi?" tanya Arkadewi
__ADS_1
"aku hanya ingin menitipkan Maya padamu kaka, aku akan pergi berobat keluar negeri, jadi aku mohon kamu mau menjaganya untuk beberapa hari" pinta Regita
"kenapa kau tak mengajaknya saja?" tanya Arkadewi
"ia tidak mau aku ajak, ia ingin tinggal disini, tapi kalau kamu keberatan aku akan menyuruhnya tinggal dirumah sendirian saja" jawab Regita sambil menarik lengan Candramaya
"baiklah, ia boleh tinggal bersamaku" jawab Arkadewi
"terimakasih kaka" ucap Regita senang
"apa kamu akan tinggal bersama Yuda di Australia?" tanya Arkadewi
"tidak, aku akan berobat ke korea" jawab Regita
"kau tak perlu khawatir padaku kaka, Yudha tak pernah mencintaiku, ia hanya menganggap ku sebagai adik saja, dan asal kamu tahu ia hanya mencintaimu saja" jawab Regita sambil berlalu meninggalkan Candramaya dengan Arkadewi
"sial!!!, aku harus mengubah rencanaku, jangan sampai anak ini mengetahui rencana jahat ku" batin Arkadewi
Arkadewi kemudian mengajak Candramaya masuk kedalam rumahnya.
"ini kamarmu, masuk dan beristirahat lah" perintah Arkadewi
"baik bibi" jawab Candramaya sambil menutup pintu kamarnya
Arkadewi segera mengirim pesan kepada Argo Seno.
"temui aku ditempat biasa dan bawa orang itu kesana" isi pesan Arkadewi
"baik yang mulia" balas Argo Seno
" Maya, bibi akan pergi untuk menemui teman bibi, kau hati-hati dirumah, jika kamu menginginkan sesuatu minta saja pada dayang nella" ucap Arkadewi
"aku ikut bibi, aku takut sendirian dirumah" jawab Candramaya
"kau tidak sendirian maya, ada nella, sagita dan aura yang akan menjagamu" jawab Arkadewi
"tapi aku takut bibi" kata Candramaya
" hufft, dasar anak manja merepotkan saja" batin Arkadewi
"baiklah bibi akan telpon Sean untuk menemanimu disini" kata Arkadewi
"apakah bibi keberatan jika aku ikut bersamamu?" tanya Arkadewi
" tidak maya, sama sekali tidak, cuma bibi harus pergi ketempat yang sangat terpencil, bibi takut kamu tidak akan menyukai tempat itu, karena tempat itu sangat kumuh dan kotor" kata Arkadewi
"baiklah, aku percaya padamu bi" jawab Candramaya
"ok, bibi sudah menghubungi Sean, dan dia sebentar lagi akan datang, sekarang bibi pergi dulu " kata Arkadewi
__ADS_1
"halo ibu, bibi sudah pergi" kata Candramaya
"baiklah aku segera kesana bersama Sean" jawab Regita