ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN

ISTRI TOMBOY SANG PANGERAN
Bab. 151 # Mengenal Tama


__ADS_3

"sorry, aku benar-benar minta maaf" ucap Tama


Cindy masih menangis sambil memegangi high heels nya.


"yaudah, aku antar pulang ya" ucap Tama


Cindy hanya mengangguk dan berjalan mengikuti Tama. Tama berjalan begitu cepat hingga Cindy yang berjalan pelan tertinggal jauh dibelakangnya. Ia kemudian berhenti untuk menunggunya yang masih jauh dibelakang, ia tidak mau Cindy ketinggalan lagi. Karena tidak sabar menunggu Cindy yang berjalan begitu lambat, Tama akhirnya menyusul Cindy.


"kenapa jalannya lambat sekali!" gumam Tama


"merepotkan saja!!" batin Tama yang berdiri disamping Cindy


"kamu jalannya jangan cepet-cepet!!, udah tahu kaki aku sakit jadi gak bisa jalan cepat!!" keluh Cindy


Tanpa basa-basi Tama segera menggendong Cindy menuju ke mobilnya.


"apaan sih ka Tama, aku bisa jalan sendiri tahu" ucap Cindy sambil meronta minta diturunkan


Tama hanya diam dan terus melangkahkan kakinya.


"lepaskan ka!!!, aku malu" ucap Cindy yang malu karena diperhatikan oleh orang-orang yang ada disekitarnya


"lepaskan ka!" teriak Cindy


"diam!!, atau aku tinggal!!" teriak Tama


Seketika Cindy langsung diam, dan tak berani bersuara lagi, ia ketakutan dengan Tama yang berubah menjadi galak dan menyeramkan.


"aww!!, kau bisa lembut sedikit tidak" gerutu Cindy ketika Tama menurunkannya ke kursi mobil dengan kasar.


Tama segera memasang save beltnya dan melajukan mobilnya menuju rumah Cindy.


"Rumah kamu yang mana?" tanya Tama


"yang cet biru" jawab Cindy


Tama segera membuka pintu mobilnya dan menggendongnya lagi memasuki rumahnya.


"Kamarnya yang mana?" tanya Tama


"belok kiri, yang ada Hello Kitty di pintunya" jawab Cindy


**bruughhh!!


Tama membaringkan tubuh Cindy keatas ranjangnya.


"kenapa rumah sepi sekali, gak dikunci pula" ucap Cindy


"kalau begitu aku pulang" ucap Tama


" terima kasih ya ka" kata Cindy


Tama hanya mengangguk dan melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Cindy, baru beberapa langkah ia meninggalkan tempat itu, tiba-tiba lampu padam diikuti teriakan Cindy.


"'aaaaaa!!"


Tama segera kembali ke kamar Cindy, untuk mengeceknya.


"ada apa?" tanya Tama sambil menyalakan lampu handphonenya


"aku takut gelap ka, bisa temani aku dulu sampai lampunya nyala. Karena ibu dan Ayahku sedang keluar kota dan aku sendirian" jawab Cindy


Tama kemudian duduk disamping Cindy yang masih ketakutan.


**kruyuuk!!


Tiba-tiba terdengar suara perut Cindy yang berdemo karena belum makan.


"maaf ka, aku akan buat makanan dulu ya" ucap Cindy sambil memegangi perutnya


"kaki kamu kan sakit, biar aku aja yang menyiapkan makanan untuk mu" ucap Tama

__ADS_1


"gak usah repot-repot ka, aku jadi tidak enak sama kaka" ucap Cindy


"aku yang harusnya minta maaf karena sudah membuat kakimu lecet" ucap Tama


"anggap saja ini sebagai permintaan maaf dariku" kata Tama


"ternyata ka Tama baik banget, dia tak sejahat yang aku pikirkan, maafkan aku ka karena telah suudzon terhadapmu" batin Cindy


Ia kemudian menuju ke dapur dan memasak sesuatu untuk Cindy.


Wangi aroma nasi goreng sudah tercium hingga kamar Cindy.


"sabar ya gengs, bentar lagi kalian akan makan masakannya ka Tama, jadi sabar ya" ucap Cindy sambil mengelus perutnya


Tak lama kemudian Tama datang ke kamar Cindy dan membawa sepiring nasi goreng untuknya.


"makanlah" Tama menyodorkan sepiring nasi goreng padanya


"lampunya sudah nyala jadi, jadi aku juga harus pulang" ucap Tama


"iya makasih ka" ucap Cindy


********


Pagi harinya Al, mengantar Noval dan Ferdan ke stasiun kereta api.


"woiii!!, pulang gak bilang-bilang!" teriak Lulu yang datang bersama Tama


"sorry Lu, kite gak pamit sama lo karena takut lo sibuk" jawab Ferdan


"yaudah kali ini aku maafin tapi besok-besok kaya gini awas aja" ucap Lulu


"siap yang mulia!!" teriak Ferdan dan Noval bersamaan


Kemudian mereka berlima saling berpelukan.


"hati-hati ya, aku pasti merindukan kalian!!" Lulu melambaikan tangannya kepada Noval dan Ferdan


"bolos gue" jawab Lulu


"dasar lo, terus Tama gak tau gitu?" tanya Alfian lagi


"gaklah, kan kita beda kelas" jawab Lulu


"lo anterin gue ke kampus ya Al?" pinta Lulu


"ok, lo ikut ga Rey?" tanya Alfian


"gak, gue udah janjian sama miss mau kencan sungguhan" jawab Ryan.


"cie...yang mau kencan, emangnya yang kemarin bukan kencan??" goda Alfian


"gaklah, kan kemarin ada lo jadi gak bisa mesra-mesraan" jawab Ryan


"suee!!, yaudah kita duluan ya Rey" ucap Alfian


"ok bro!!"


Alfian segera masuk kedalam mobilnya bersama Lulu.


"ini kampus lo, Lu" ucap Alfian sembari markirkan mobilnya didepan gerbang kampus


"iyeh"


"keren!!, gede banget kampusnya, lo pasti betah kan kuliah disini" ucap Alfian


"gak juga Al, karena gak ada temen kaya kalian disana" keluh Lulu


"cari teman baru dong Lu" ucap Alfian


"gak bisa move on dari kalian" ucap Lulu manja

__ADS_1


"uuhhh!!!, tayang..tayang" balas Alfian


"diih apaan sih" cibir Lulu


"lah kan lo yang mulai" ucap Al


"yaudah gue masuk dulu ya " Luku berpamitan


"iya , hati-hati" ucap Alfian


Lulu segera berlari menuju ke kelasnya.


"loh kok kosong, pada kemana ya" kata Lulu


Ia kemudian bertanya pada OB yang sedang membersihkan ruangan.


"oh... mereka berkumpul di lapangan, karena ada pengumuman dari para senior" ucap OB itu


" makasih" Lulu segera berjalan menuju ke lapangan


Lulu segera mengendap-endap untuk dapat masuk ke dalam barisan kelasnya. Namun seseorang segera menarik lengannya ketika Lulu mencoba masuk ke dalam barisan itu.


"jangan karena kau dekat dengan Tama, makanya kau bisa lolos dari hukuman!!" hardik Angger


"ikut aku!!" ajak Angger


Annger kemudian membawa Lulu ke sebuah gudang.


"rasakan kau akan menyesal karena telah membuatku kesal kemarin


Angger segera mendorong Lulu kedalam gudang itu.


"kamu mau ngapain ha!!" teriak Lulu


"gue mau ngurung lo di sini" jawab Angger


***buuugh!!


Lulu segala melayangkan pukulannya pada Angger hingga membuat laki-laki itu jatuh terpental


"dasar cewek bar-bar, baiklah aku juga bisa membalas mu" ucap Angger sambil melayangkan tinjunya.


***buughh!!!


Angger kembali tersungkur ketika Lulu melayangkan tendang mautnya kembalu.


*plok!!, plook!!


"emejing!!!, wadidaw !!!, baru kali ini gue lihat seorang Angger jatuh tersungkur dihajar cewek" ucap seorang cowok yang baru saja memasuki gudang itu


Apip mendekati Lulu dan terus memojokkannya hingga ia tersudut di pojok ruangan.


"ternyata lo manis juga, gue pasti bisa taklukin lo buat jadi pacar gue" Apip berusaha untuk mencium bibir Lulu, tapi sayangnya ia malah mendapatkan pukulan keras hingga membuatnya merintih kesakitan


"bener-bener bar-bar, ni cewek!!, seumur-umur belum pernah ada satupun cewekpun yang menolakku, tapi kau malah menhajarku" keluh Apip


"makanya jangan coba-coba mengusikku, kalau kalian tak ingin mendaoarkan pukulan maut ku


Ia kemudian meninggalkan mereka di dalam gudang itu.


"si Tam-tam kemana lagi, ditelponin gak di angkat-angkat!!" teriak Lulu


Lulu kemudian mendengar suara orang sedang mendesah dari dalam toilet.


"aku akan mengabulkan permintaanmu dan memberikan nilai A untuk mata kuliahku jika kau mau melayaniku" ucap pria di dalam toilet


"baiklah, aku akan melakukan apapun agar aku tetap menjadi mahasiswa terbaik di kampus ini dan bisa terus bersama Angger" jawab seorang wanita


Lulu penasaran, ia memasang telinganya di pintu toilet.


"dasar tidak tahu diri, kalian melakukan hal tidak pantas dikampus ini, baiklah aku akan menggagalkan kesenangan kalian!" ucap Lulu sambil melayangkan tendangannya di pintu toilet

__ADS_1


***braakkk!!!


__ADS_2